petualang tiga sahabat - sedang revisi

petualang tiga sahabat - sedang revisi
awal baru dan pertemuan


__ADS_3

Saat ely [ ibu zen] sudah berhasil menyadarkan fikri [ayah zen]. Tiba-tiba ada sebuah gerbang putih yg muncul tepat di depan mereka.


Tentu saja mereka kaget. Dan ada sosok perempuan berbaju putih seperti yg ditemui erin dengan 2 pengawal di belakang nya.


Dia melihat ely dan fikri yg sedang menatap nya.dan berkata.


"apakah kalian orang tua,dari anak yg bernama erin"tutur dewi itu dengan suara sangat merdu.


Ely yg mendengar nama salah-satu anaknya disebut langsungnmenjawab


"erin, dimana erin, dia anak ku, dimana dia"jawab nya dengan nada panik.


Sedangkan fikri hanya menatap istrinya yg sedang panik.


Sang dewi menjawab. "tenanglah, aku akan memberitahu dimana dia"jawab dewi itu mencoba menenangkan ely.


Ely yg mendengar itu mulai agak tenang, tapi apa yg dikatakan sang dewi belum membuatnya puas.


Dia masih khawatir dengan keadaan erin.


"di -di mana ank"sahut ely.


Sang dewi menjawab." sebelum aku memberitahu di mana anak mu, kamu pasti sudah taukan kalau kau sudah mati,dan juga....., anak mu yg bernama erin juga sudah mati"tutur sang dewi.


Ely dan fikri yg mendengar itu sangat kaget. Ely yg tadinya berdiri langsung terduduk lemas diikuti dengan fikri.


Bagaimana tidak orang yg ada di depan mereka baru saja mengatakan kalau mereka sudah mati begitu pun anak mereka.


"bohong......., kau pasti berbohongkan"teriak fikri sambil menunjuk dewi itu dengan nada marah.


Para pengawal dewi yg melihat itu ingin menyerang fikri karena telah, berani bertindak kurang ajar pada dewi mereka.


"beraninya kau"sahut salah-satu prajurit yg ada di samping kanan dewi itu. Dia mulai mengambil ancang-ancang.tapi saat dia ingin menyerangbl fikri sang dewi menahan dia dan berkata.


"tidak apa-apa, biarkan saja. Dia sedang tidak bisa menerima kenyataan kalau dia dan ank nya suda mati"tutur sang dewi dengan nada lembut.


Pengawal itu pun mengerti dan kembali ke posisinya semula.


Sedangkan ely menangis sesungukan saat dia mendengar yg di katakan dewi itu.


"eriiiin, maafkan ibu nak,hikss,hikss"tangis ely, karena dia memang sudah tau kalau mereka pasti mati saat kejadian itu.


Apalagi saat itu dia melihat erin yg terlempar ke depan saat kepalanya membentur tempat duduk.


Fikri yg tidak kuasa melihat istrinya begitu. Memeluk ely dan berkata.


"ma tenanglah"ucap fikri berusaha menenangkan tangisan istrinya.


Orang tua mana yg tidak akan sedih saat kehilangan anak yg mereka sayangi. Apalagi saat kematian anak mereka ada di depan mata mereka.


Sang dewi yg sudah cukup melihat adegan sedih-sedihan itu berkata.


"tapi..., aku akan memberi kan kalian satu kesempatan lagi untuk hidup,tapi bukan di dunia kalian yg sebelumnya. Tapi dunia yang penuh sihir dan ras lain.apakah kalian mau"


Ely yg menjawab. "tidak, aku tidak ingin hidup tanpa anak ku, lebih baik aku mati "ucap nya dengan nada sesungukan.


"iya lebih baik kami mati"sambung fikri


"oh aku lupa, anak mu erin juga akan kembali hidup dan kalian akan ada dalam satu keluarga"sahut sang dewi.


Ely dan fikri yg mendengar itu seketika melihat ke arah dewi dan berkata


"be-benarkah"ucap keduanya kaget.


"yaaa, Tapi..., anak mu yg satunya aku tidak bisa berbuat apa-apa karena dia masih hidup, dan aku tidak mempunyai wewenang saat dia masih hidup"


Ely dan fikri pun langsung ingat dengan anak mereka yg satunya.siapa lagi kalau bukan zen si muka standar.


"bagaimana nanti nasib zen"ely kembali down.


Sang dewi mulai bosan dengan drama ini. Dia pun berkata.


"tenang saja di dunia yg baru kau akan memiliki seorang anak yg baru, kalau begitu sampai jumpa. Aku banyak urusan"sahut sng dewi kemudian memgangakat tangannya dan memunculkan lingkaran sihir di bawah ely dan fikri.


Swiiiiiinggggg" sag dewi dan kedua pengawalnya langsung hilang.


"tunggguuuu"teriak ely tapi seketika kesadaran nya seperti hilang dan dia pun pingsan.


Kembali ke cerita.....


Dua orang elf itu terbangun dengan penuh keringat di dahi mereka.


"ha, ha, ha, ha, ha"mereka berdua seperti habis maraton 2 km, napas mereka tidak beraturan.


Mereka pun sadar dan melihat satu sama lain. Kini penampilan mereka berbeda.

__ADS_1


Ely menjadi elf berambut pirang dengan rambut terurai panjang dan memakai baju warna hijau.


Sedangkan fikri seorang elf laki-laki berambut biru sebahu yg diikat kebelakang.dengan baju abad pertengahan.


Tentu saja mereka tidak saling mengenal. Sontak ely dan fikri langsung turun dari tempat tidur itu.


Ely langsung berkata "siapa kamu"tunjuk ely pada fikri.


Fikri yg menjawab"justru aku bertanya, kau siapa "tunjuk fikri balik.


"aku ely,kau siapa"jawab nya.


Fikri yg mendengar nama itu langsung berkata. "elyy, kau ely , ma ini papa"ucapnya menurunkan tanganya.


Ely yg mendengar nama itu berkata.


"fikri, kamu fikri ya"ely langsung memeluk fikri .


Tapi saat hendak memeluk fikri dia merasa ada sengatan listrik di bagian kepalnya.begitu pun fikri.


"ahhhhhhh"mereka berdua berteriak agak keras tapi tidak terlau keras.


Mereka merasa seperti ada potongan-potongan film di kepala mereka yg bergabung menjadi satu. Ya itu adalah ingatan dari kedua tubuh yg di tempati mereka.


Nama tubuh yg ditempati ely memiliki nama yg sama seperti dia namanya ely juga.


Sedangkan fikri memiliki nama rex.


Setelah sakit di kepala meraka menghilang, fikri menatap ke arah ely.


Dalam ingatan rex, dia melihat kalau ely kini sedang hamil dan dia juga punya seorang putri bernama erin.


Juga ely di ikut melihat ke arah perutnya yg memang agak besar.


"paaa, aku hamil yaa,hikss"


"iya ma, baru saja kita kehilangan anak sekarang kita mendapat gantinya"


Sementara itu erin yg kamarnya memang ada di depan kamar ,langsung keluar saat mendengar suara teriakan.


Brakkk" erin membuka pintu dam melihat sepasang elf dengan warna rambut pirang dan biru sedang bepelukan.


Sontak kedua elf itu berbalik ke arah suara itu. Mereka melihat seorang elf berambut biru dengan ada sedikit rambut terkepang ke belakang, sedang berdiri dengan wajah khawatir.


Dan saat sampai di depan erin, ely mengelus wajah erin.


Sedangkan erin sadar kalau yg ada di depanya adalah orangtuanya.


Dia langsung memeluk ely dan menangis. "ibu, ini ibu, huaaaa, ibu....."tangis erin pecah.


Fikri yg melihat itu juga ikut memeluk mereka berdua. Setelah beberapa saat erin pun teringat dengam kakaknya.


"ibu, kak zen...."


"ibu tau nak"ucap ely mengelus kepala erin.


"mulai dari sini, ayo kita mulai awal baru ya sayang"tutur fikri sambil memeluk ely dan erin.


"iya"ucap kedua orang itu.


Mulai dari situ mereka pun memulai awal baru di dunia lain. Memang agak sulit beradaptasi, ada beberapa kali mereka di sapa orang tapi meraka tidak mengenalnya.


Tapi mengandalkan ingatan dari tubuh yg merwka tempati. Juga beberapa ilmu dari bumi. Mereka pun bisa beradaptasi dengan dunia ini.


Dan juga karena fikri atau rex dulunya saat hidup di bumi adalah tukanh kayu yg sukses.jadi dia berniat meneruskan usahanya di dunia ini.dia juga belajar sihir dari ingatanya.


Dan ely yg dulunya juga seorang dokter juga ikut bekerja menjadi priest di desa itu. Dan beruntungya dia memiliki elemen tumbuhan. Jadi dia bisa menggunkan elemen penyembuahan.


Sedangkan erin dia membiasakan diri dengan teman sebaya nya,dan belajar sihir. Juga sekolah.


Setelah 2 tahun tinggal di dunia ini. Bisnis fikri ayah zen berkembang pesat. Dia membuat lemari dan berbagai macam furniture dari bumi dan sangat banyak orang yg menyukainya.sekarang dia punya sebuah pabrik juga pekerja dari berbagai ras baik itu manusia maupun ras lain.


Keahlian ely dalam kedokteran semakin berkembang pesat juga, sekarang bahkan dia bisa menyambungkan bagian tubuh yg terputus. Bukan meregenerasi tapi hanya menyambungkan.karena jika ingin meregenerasi mana yg dibutuhkan sangat besar. Tapi karena itu dia menjadi dokter terkenal di desa.


Sedangkan erin juga berkembang pesat baik itu dalam pelajaran maupun sihir. Itu juga karena memang dia pintar. Juga dengan bantuan kalung nya dia sudah bisa menjadi petualang rank A di usia 16 tahun.


Dan saat umurnya 17 tahun rencananya dia ingin mengikuti turnamen antar ras.


Fikri dan ely beberapa kali melarang tapi erin tetap pada pendirianya. Dia tetap ingin ikut. Jadi fikri dan ely tidak bisa melawanya. Mereka pun mengizinkan erin pergi.


Erin pov...


Saat ini erin sedang berada di barisan peserta di atas lapangan turnamen.


Dia melihat sekelilingnya.banyak orang yg terlihat kuat di arena itu.

__ADS_1


Dalam hatinya dia berpikir. 'Wow banyak sekali orangnya. Mereka juga terlihat kuat, apakah aku bisa menang ya? 'pikir erin dalam hatinya.


Dan saat guild master kerajaan manusia membacakan peraturan. Erin melihat seseorang yg bergerak sangat cepat ke samping peserta yg lain.


Hanya butuh sepersekian detik. Dan orang itu sudah sampai.


'bagaimana bisa,itu sangat cepat'pikir erin saat melihat orang itu.


Orang itu tidak lain adalah zen yg terlambat bangun.


Tapi erin tidak mau memikirkan nya dia pikir orang itu, punya semacam skill yg membuat dia sangat cepat.


Dan pertandingan pun dimulai.


Erin mulai melompat ke samping menghindari peserta lain yg mulai saling menyerang.


Dia pun mulai mencari lawan yg bisa dia kalahkan. Dia melihat seorang penyihir berbaju merah dari ras manusia yg juga melihatnya.


"sepertinya kau lawanku


Fire ball


"sahut penyihir itu mengeluarkan skill apinya.


"baiklah, mari kita bertarung"balas erin mulai mengambil kuda-kuda.


"bresssst"mulai ada aliran listrik di tongkat erin.


"heh, penguna listrik ya"gumam penyihir itu.tapi bisa di dengar oleh erin.


"ya aku bisa menggunakan listrik"jawabnya.


"heh, kau mendengarnya"


"ya"jawab erin


"kalau begitu mari bertarung, hiyaaa"teriak penyihir itu mulai berlari ke arah erin.


"RAIIIIIIIN"seseorang berteriak mengeluarkan skill hujan yg biasa di gunakan menyiram ladang.


Sontak semua orang yg tadinya bertarung melihat kearah orang itu.


Dan mereka melihat seorang pemuda dengan wajah standar sedang memgangakat tangan ke atas.


Erin yg melihat itu berpikir. 'Apakah dia bodoh,untuk apa dia mengeluarkan skill ini, tapi... ,ini menguntungkan ku, terima kasih ya'pikir erin yg mulai basah karena hujan yg di buat oleh zen.


Tapi saat dia ingin menyerang penyihir api yg ada di depanya, yg sepertinya kesusahan karena apinya terkena hujan.


Dia melihat orang yg tadi mengeluarkan sihir hujan terbang ke atas dengan rambut yg tadinya hitam menjadi biru, dengan listrik kecil yg mengalir di sekitar tubuhnya.


Erin seketika ingat dengan anime yg pernah dengan anime lawas yg pernah dia nonton bersama kakaknya.


Dalam anime itu dia melihat saat penyihir petir memadukan sihirnya dengan penyihir air. Penyihir petir itu menggunakan air untuk menyebarkan efek listriknya. Dan entah itu kebetulan, yg dia lihat sekarang sama dengan anime yg pernah dia tonton bersama kakaknya.


Dan saat orang itu berkata "litghning burst" dikepalanya erin langsung berkata 'bahaya'


"eletrik shield"ucap erin menggunakan elemen lisrim membuat semacam perisai seperti payung.


"jedaaaar


"booom


"crackk


Prang


Aaaaaaahhhhhh


Perisaiyg di buat erin pecah dan membuat dia tersetrum.tapi karena perlindungan kalung nya. Dia hanya merasakan 80% rasa sakitnya. Tapi tetap saja sangat sakit.


Saat skill itu berhenti.erin langsung terduduk lemas di tanah.


"hah, hah,hah,hah,hah, kekuatan yg luar biasa"ucap erin sambil mencoba berdiri mengunakan tongkatnya.


"uhkk, kaki gemetar"erin merasa kakinya kaku.dan susah di gerakkan.


Saat berhaasil berdiri dengan bertumpu pada tongkatnya. Dia melihat orang-orang di sekitarnya ada yg terbaring kejang-kejang, juga ada yg terbakar.


"mengerikan, dia sangat kuat"tutur erin sambil melihat zen yg turun perlahan dengan warna rambut yg sudah kembali hitam.


"dia harus menjadi guruku"ucap erin dalam hati dengan penuh ambisi


The end....


Besok kita lanjut lagi cerita zen dan zara

__ADS_1


__ADS_2