
Saat ini zen sedang berada di dalam hutan dia sedang melompat lompat di atas dahan pohon sambil mengigit ujung bambu muda(kalian anak desa pasti tauk lah) .
"hah udah berapa lama kita pergi nih bur "ucap zen sembari mengigit daun bambu itu.
"baru juga 10 menit zen, emangnya napa udah capek"
"ngak cuman bosen aja"
"lu kira gue ngak"
"hah jalanin ajalah"
Mereka pun melanjutkan perjalanan dan saat melintasi sebuah danau yg di kelilingi bunga bunga cantik dan zen melihat ada cewek yg sedang mandi dan tiba tiba jiwa sangean zen bangkit.
"uwaw, penampakan langka bro"ucap zen berbisik.
"hah mana mana"ucap si libur tiba tiba keluar dari inventori zen.
"ah apaan tuh gue kira pedang bagus, teryata cuman cewek mandi, bikin kecewa aja lo zen"ucap libur masuk kembali ke inventori zen.
"hah dasar buta ,pemandangan langka begini di bilang bikin kecewa"ucap zen yg merasa badanya ditarik sesuatu dan saat dia sadar dia sedang berada di tengah tengah tumbuhan pemakan manusia.
"eh apa apaan nih"ucap zen saat sadar.
[ding mendeteksi anda tadi terkena ilusi dari bunga raksia.
Ket :bunga raksia adalah bunga predator yg memakan manusia maupun hewan yg terkena ilusinya dan mencernanya jadi makanan]
"astaga hampir aja, kudu dimusnahin nih kalo kek gini,bisa merusak generasi muda kalo di biarin"ucap zen kemudian memilih salah satu skill yg bisa menghabisi semua tanaman yg ada di hadapanya
"merusak apanya lo nya aja yg sangean"ucap libur
"sangean itu bagian dari laki laki sejati brek, kalo laki laki ngak sangean nanti pas mau malam pertamaan gimana"
"hhmm betul juga sih "ucap libur
"kalo gitu diam aja"ucap zen kemudian teringat salah satu skill angin yg bisa memotong sesuatu
"hmm, yang itu ajalah,
Haircut wind slasher"zen mengaktifkan skill nya yg menggunakan mana angin yg dipadatkan menjadi gunting seperti orang cukur rambut.
Cing
Cing
Cing
Cing
__ADS_1
Bunga bunga itu terpotong potong oleh pisau angin raksasa yg keluar dari udara kosong.
[ding membunuh bunga raksia level
200
Ding membunuh bunga raksia level 177
Ding membunuh bunga raksia level
100
Ding......
Ding......
Exp 788,888/800,000 exp
Ps +100.000]
Nontifikasi terus masuk di kepala zen dan tiba tiba ada Nontifikasi lain masuk
[woi lu dimana zen
Dari azel]
"ngak papa cuman nanya aja,bye "ucap azel kemudian menhentikan nontifikasinya .
"dih ngak jelas banget sih"ucap zen kemudian melanjutkan perjalanan dan entah itu hari yg sial bagi zen di tengah perjalanan dia malah melihat sepasang monyet sedang skidi pap pap di atas dahan pohon di depanya
"anjir, mata gue ternodai "ucap zen saat melihat eksperesi monyet betina itu saat monyet jantan mulai menusuk nusuk.
"hahahaha,nikamatin aja kalek brek, pemandangan langka tuh"ucap libur tertawa garing.
"nikmatin matamu, jijik gue liat nya"ucap zen kemudian melanjutkan perjalanan .dan setelah beberapa saat dia pun sampai di pinggiran hutan terlarang dia kemudian makan dulu baru setelah melanjutkan perjalanan. Dia pun melanjutkan perjalanan setelah makan.
Dia kembali melompat dari dahan pohon ke pohon lain dan karena tidak berhati hati dia menginjak dahan pohon yg rapuh dan terjatuh.
Brugh
"addududuh sialan ngak liat gue"ucap zen memgusap pantatnya.
Syuuuur "air hangat warna kuning jatuh ke kepala dan saat zen berbalik teryata ada cyclops yg sedang buang air d tepat di tempatnya jatuh.
"ealah si anying, gue di kencingin,bau pessing lagi"ucap zen kesal
"namanya juga kencing brek ya pessing lah"ucap si libur.
"cari gara gara nih monster satu,EXCALIBUR"teriak zen memanggil si libur.
__ADS_1
"hiiiih ngak mau gue keluar nanti gangang pedang gue bau pessing gimana"ucap libur yg tidak mau di panggil keluar.
"perhitungan amat seh"ucao zen
"ngak perhitungan brek tapi ngak mau"ucap libur.
"hah dahlah, windsword"ucap zen mengeluarkan pedang angin dari tangan nya kemudian melompat ke atas lalu mengayunkan pedang itu ke belakang, cyclops yg menyadari dirinya di serang langsung menyilangkan tangan nya ke depan tapi itu sia sia saat zen mengayunkan pedang anginya pedang itu menjadi tambah besar karena zen menambahkan mana lagi kedalam pedang itu.
"hiyat
Sreeeeet
Bummm"
Badan cyclops itu terbelah dua dan hancur
[ding membunuh cyclops level 350
Exp 788,100
Ps+10,00]
"rasain makanya kalo kecing itu duduk "ucap zen kemudian menhilangkan pedang anginya.
"emang kalo elo kencing duduk zen, perasaan lo berdiri deh"ucap libur
"emang kenapa "ucap zen
"lah, lu bilangin orang,padahal lu juga kek gitu"
"hmm, betul juga sih,ah dahlah"ucap zen kemudian melanjutkan perjalanan.
"cih lari dari percakapan"ucap libur
"diam ajalah"ucap zen sambil melompat lompat di dahan pohon. Dan setelah satu jam melompat lompat zen akhirnya sampai di sebuah lapangan gletser yg panas karena ada di dekat gunung berapi.
Tapi saat zen ingin kesana dia di hadang oleh 3 golem lava.
"aprisial
Ding
Golem api level 400
Golem api level 560
Golem api level 600"
"buih, pantas ngak ada yg mau ambil quest ini teryata karena ini yak"ucap zen menganguk mengerti kenapa tadi banyak orang yg membicarakan dia saat mengambil quest itu.
__ADS_1