petualang tiga sahabat - sedang revisi

petualang tiga sahabat - sedang revisi
pertemuan dengan zara


__ADS_3

Lalu zen berjalan kearah kamar liza yg memang ada di bawah, dia mengetuk nya.


Tok


Tok


Tidak ada jawaban sama sekali, dia kemudian membukanya.


Ceklek"


"lah ngak kekunci"ucap nya


kemudian zen melihat kearah tempat kasur dan dia melihat zou dan kedua anak kembarnya sedang tidur dan posisinya zou berada di kasur samping kanan dan kedua anak nya itu di sebelah kiri sambil berpelukan satu sama lain.


Zen kemudian melihat kedua anak zou, yg perempuan memakai kain pink dan yg laki laki kain warna merah


Terpancar aura keimutan anak bayi dari mereka berdua yah kalian tahu lah anak bayi, ngelakuin ini itu pasti tetap imut. Kemudian yg perempuan menguap dan mempererat pelukan nya pada saudaranya


"anjir, imut banget ,parah"ucap zen dengan kaki berjinjit dan kedua tangan di bawah dagu. Gaya orang pas lihat sesuatu yg imut lah.


"mesti di foto nih kalo kek gini, hp gue pasti sama azel kan"ucap zen kemudian menghubungi azel dengan telepati.


'oi zel lu kemanain hp gue,jangan bilang lu bakar ya'ucap zen dengan nada berteriak di dalam telepatinya.


Sedangkan azel yg tengah beradadi restoran dengan seseorang cewek yg baru saja dia tolong mendengar itu langsung kaget. Karena liza sedang sibuk jadi dia mencari kesibukan lain tapi saat dia melewati sebuah lorong dia melihat seorang cewek manusia yg sedang di hadang sama preman dan dia menyelamakanya


"anjir, setan, sialan jangan teriak teriak kek gitu lah, kau lupa kalau telepati ini terhubung langsung"ucap azel denyan nada marah sambil mengosok gosok telinganya yg berdengung. Karena jika mereka menggunakan telepati itu sama seperti jika orangnya bicara langsung melalui indra yg ada di tubuh tapi kejelansannya ditingkatkan menjadi 10x lipat jadi jika kita berteriak maka itu seperti bunyi petasan yg di ledakkan langsung di telinga.


'hehehe gue lupa, lupa, eh dimana lu taro hp gue'ucap zen on the point.


"di atas meja kamar gue, emang mau apa"ucap azel agak penasaran.


"penasaran amat sih lo, ngak usah kepo deh, dahh"ucap zen kemudian. Memutuskan telepati itu secara sepihak.


"dih, di matiin"ucap azel kemudian keluar juga dari telepati itu dan melanjutkan kegiatanya.


Skip balik ke mc si zen.......


Kemudian zen pergi mengambil hpnya di atas meja kamar azel dan dia mengfoto foto bayi kembar zou dan saat sudah puas dia ingin keliar rumah untuk mencari udara segar.


"hah, jalan jalan boleh juga nih"ucap zen kemudian berjalan jalan dia melihat kalau keadaan kota lebih ramai daripada kemarin dia datang. Zen melihat map yg memang sudah ada di sytem azel dia berjalan kearah taman kota tepatnya 1 kilometer dari rumah liza.


Zen berjalan sambil mendengarkan musik dari hpnya menggunakan hedset kabel yg juga dia beli tadi malam saat main game dengan azel.


Zen memutar lagu ,alan walker on my way, terlanjur mencinta, hololive, bagaikan langit di sore hari dan beberapa lagu rock


Dia berjalan selama hapir 30 menit melewati keramaian hingga dia tiba di taman kota, taman kota itu berbentuk hexa gonal dengan lampu sihir yg mengelilinganya setiap 3 meter dan ukuran taman nya seperti di pekarangan monas. Di taman itu terdapat pohon dan bunga bunya yg terawat.membuat keadanya semakin indah di pandang. Dan juga ada bangku di beberapa sudutnya


Zen kemudian berjalan ke salah satu bangku taman untuk duduk dan main mobil legeng, tapi saat di hampir sampai di ditabrak oleh seorang cewek bergaun merah.


Brugh"


Perempuan itu menabrak zen dan mau terjatuh tapi sebelum itu zen langsung menarik tangan kiri cewek itu dan entah itu keberuntungan atau apa cewek itu langsung memeluk zen.

__ADS_1


Mereka terdiam beberapa saat hingga cewek itu tiba tiba melepaskan pelukanya tiba tiba.


"heh kenapa lau memelukku apa kau sengaja"ucap cewek itu sambil menunjuk zen dengan nada sedikit jutek dan wajah memerah karena barusan di peluk oleh seorang laki laki


"idih, yg meluk siapa, yg nuduh siapa"ucap zen dengan nada yg hampir sama juteknya.


"jangan bohong deh, dasar muka standar"ucap nya mengejek.


"anjir, gue emang jelek tapi gue juga punya harga diri kalek, kau itu memang cantik tapi ngak usah menjelek jelek kan orang yg punya muka yg standar"ucap zen dengan nada agak sedikit emosi untung saja taman itu sudah agak sepi jadi tidak mengundang perhatian.


"sudah ditolong juga, ngak tau terima kasih"ucap zen lagi.


"ah itu alasan klasik, ngak usah bohong deh,humpt"ucap zara sambil melipat tanganya di dada dengan muka menoleh ke samping kanan dengan pipi mengembung


dan zen yg melihat itu sontak memerah.dalam hatinya dia berkata"anjir keindahan dunia"ucap zen dalam hatinya sambil menutup mulutnya dan melihat zara.


zara yg merasa di lihat terus oleh zen merasa tambah malu, tapi dia tidak ingin disalahkan.


"apa liat liat, dasar laki laki sangean"ucap zara dangan nada jutek.


dan zen yg mendengar itu langsung mengerutkan dahinya"ni orang kok ajib banget ya, padahal dia yg salah, dia yg marah"ucap zen sambil menunjuk zara


"apa kau, bilang jelas jelas kau yg salah, kenapa kau menarik tanganku"ucap zara ikut menunjuk zen.


zen yg mendengar itu merasa sangat aneh,"salahnya nolongin orang apa ya"ucap zen.


"ngak ada yg salah, tapi yg salah nya itu kau"ucap zara.


"kau jelek"ucap zara dengan spontan tanpa menimikirkan perasaan orang di depanya.


"uhk, demage nya kerasa ampe ***** anjir"ucap zen sambil memegang dadanya dangan posisi berjongkok


zara yg melihat itu merasa agak khawatir "hei kau kenapa" ucap nya masih dengan nada jutek.


"enggak, aku tidak apa apa"ucap zen kembali berdiri .


"ternyata kau, bisa khawatir juga ya"ucap zen sambil memegang dagunya ,dia berharap akan terlihat lebih ganteng.


"ya-yang kh-khawatir, aku hanya tidak ingin kau pingsan disini,dan aku di tuduh apa apain kau"ucap zara dengan nada gugup karena dia memang tadi khawatir dangan zen.


"lalu kenapa kau gugup"ucap zen dengan nada curiga .


"tidaaaaaaak, siapa bilang"ucap zara dengan nada panjang.


Mereka terus berdebat hingga lupa waktu zen masih bisa melawan apa yg dikatakan zara itu.


sedangkan zara itu merasa terpojok dengan apa yg dikatakan zen dia yg menabrak zen tapi dia juga tidak sengaja memeluknya, dan yg lebih membuattnya heran dia merasa sangat nyaman ketika memeluk zen.


"tap..... "sebelum zara itu berbicara terdengar bunyi yg beresal dari hp di saku celana zen


"woi ada nelpon nih, angkat woy angkat,woi goblok angkat, woi angkat setan, angkat "dering hp itu.


Zen kemudian mengambil dan melihat azel sedang memanggilnya. Kemudian zen mengangkat nya.

__ADS_1


"woi, pikun lo ada di mana udah malem gini kok belum pulang, gue kunciin rumah tau rasa lo"ucap azel bercanda.


"lah udah malem tapi kan tad.... Ehhhh kok udah malem gini"ucap zen kemudian melihat jam di hpny yg sesuai denga waktu dunia itu.


Dia melihat jika jam sudah menunjukkan pukul 19:17.


Kemudian zen melihat kearah zara itu dalam hati dia berkata 'wih bahaya juga kalo perempuan lemah kek gininjalan malem malem pasti banyak preman preman pasar, ah temenin aja lah'pikir zen dalam hatinya. Karena dia bisa melihat kalau level zara itu hanya di angka 70.


"hei,dimana rumah mu"ucap zen


"ka-u, untuk apa kau tahu rumahku,kau mau apa"ucap perempuan itu curiga.


"curigaan amat sih sama orang,gue mau antar kau pulang kerumah bahaya kalo anak gadis pulang sendirian malam malam"ucap zen santai


"ngak usah aku bisa pulang sendiri"ucap zara sambil berbalik kebelakang dan melangkah pergi.


tapi zen merasa seperti sangat khawatir jika dia tidak mengantar zara pulang.dia pun ingin menawarkan bantuanya lagi


"eh... " belum selesai zen berbicara Zara datang lagi.


"kenapa, balik?"ucap zen binggung kenapa zara kembali.


"a-aku, ta-kut gelap"ucap zara dengan nada gugup campur takut.


"hah, kalau begitu aku temanin aja"ucap zen kemudian menarik tangan kanan zara.


"kenapa kau menarik tangan ku, ha"ucap zara dengan nada gugup


"supaya kau tidak hilang"ucap zen kemudian berjalan santai dan belum sadar dengan apa yg dia lakukan.


"ba-baiklah"ucap zara dengan nada pasrah campur gugup.


Mereka berjalan terus dan terus, baru terus lagi, baru terus, baru teruuuuusss, baru belok, baru teruuuuusss lagi, mereka juga saling memperkenalkan diri. Si cewek itu namanya zara van rosevelt.


Dan mereka juga berbincang bincang sedikit dan bercanda sesekali dantanpa terasa mereka mulai akrab satu sama lain hingga mereka berhenti di depan gerbang rumah atau lebih ke mansion yg 6x lebih besar dari rumah liza dan didepan gernag itu ada 4 penjaga. Dan saat akan mereka melihat kami salah satunya pergi kearah kami


"nona anda dari mana saja, tuan mencari anda daritadi"ucap penjaga itu dengan nada khawatir.


Sedangkan zen yg mendengar itu berpikir 'eh nona, berarti dia horang kaya, nyambung juga sih dari bajunya yg bagus' pikir zen sambil melihat kembalin gaun yg dipakai zara itu.


"aku tadi dari taman kota, tidak perlu khawatir"zara fengan nada lembut.


Kemudian penjaga itu melihat kearah zen ,zara juga melihat kearah yg dilihat penjaga itu.


"oh dia temanku, namanya zen"ucap zara. Memperkenalkan zen


"kenalkan nama saya zen"ucap zen sopan


"kalau begitu aku pergi dulu ya, selamat tinggal"ucap.zen kemudian berlari menjauh dan mulai melompat ke atap rumah rumah.


Zara yg melihat itu seperti kehilangan sesuatu entah kenapa dia sudah merasa nyaman di dekat zen.


"hah apa aku jatuh cinta padanya,tidak tidak mungkin"ucap zara sambil menatap kearah zen Pergi dengan memegang mukanya yg merah

__ADS_1


__ADS_2