
Beberapa jam kemudian.........
Zen terbangun di atas kasur yg lumayan empuk tidak seperti kasurnya. Dia juga tidak mengenali ruangan yg dia tempati bangun.
"ahk,dimana ini"ucap zen memegang kepala belakangnya yg sangat sakit seperti habis dipukul palu palu.
"njir, siapa yg mukul gue nih, setahu gue tadi pas si arif nyerang gue, gue tidur kan"ucap zen kembali mengingat apa yg terjadi saat arif memukul dia bertubi tubi ,dia tertidur karena pukulan arif tidak terasa sama sekali jadi dia bosan dan tertidur.
Kemudian zen kembali memperhatikan kamar itu, kamar sedikit lebih luas dari kamar zen yg di rumah liza, kasurnya seperti kasur bangsawan,hiasan nya juga mewah.
"hmm, kira kira aku di mana"ucap zen beranjak dari kasur dan memperhatikan seluruh ruangan.
Dan setelah memperhatikan lebih detail lagi teryata kamar ini adalah kamar cewek. Itu terbukti saat zen melihat meja rias dan lemari yg berisi pakaian dan barang barang cewek.
"lah bukanya ini kamar cewek"ucap zen kemudian berpikir.
Dan saat dia berpikir tiba tiba pintu terbuka dan ada 4 orang yg masuk dan teryata itu adalah azel, zara,zira dan arif yg tanganya di kaitkan kain seperti habis patah tulang, dan bebarapa luka lebam di sekujur badanya.
"hoi, bangsat dah bangun lo"ucap arif saat melihat zen yg sedang seperti orang yg berpikir , kepalanya menghadap ke bawah dan tangan kiri memegang dagu.
Tapi setelah beberapa saat,zen belum juga merespon hingga azel memukul lagi kepala belakang zen.
"aduh!!!, anjir siapa kau?,cari mati hah"ucap zen memegang kepala belakang nya yg memang masih sakit.
"apa,mau gelut lo"ucap azel dengan nada mengancam.
"eh zel, kok lo ada di sini ngapain"ucap zen penasaran
"terus lo rif kenapa kayak orang abis di keroyok sekampung"lanjut zen
"ngak nyadar diri bro"ucap azel sambil menyilangkan tangan di dada.
"nyadar gimana, emang gue yg buat dia kek gitu?"ucap zen sambil mengaruk kepalanya yg tidak gatal.
"ya iyalah siapa lagi, bodoh"ucap azel jengkel.
"lah, gue kan tadi tidur"ucap zen menyangkal.
"eh, tidur "ucap azel kemudian di seperti memikirkan sesuatu
'hmm ,berarti keasadaran mu belum sepenuhnya bangkit ya zen'pikir azel.yah kesadaran zen memang belum pulih sepenuhnya kadang azel harus menyuntikkan atau menyuruh zen memminum kafein dalam jumlah banyak agar dia sadar terus .
mengapa begitu?,sebab zen hidup kembali dengan cara reinkarnasi jadi dia seperti terlahir kembali ,dan jika orang terlahir kembali di dunia ini atau bisa dibilang oran mati hidup kembali pasti jiwa nya akan kacau karena tidak bisa membedakan mana kenyataan mana yg ilusi yg di sebabkan kembalinya jiwa ke dalan tubuh.
zen bisa bertahan karena selama ini ada azel yg mengawasinya ,tapi setelah 6 bulan jiwa zen bahkan belum terbangun sepenuhnya,tidak sesuai perkiraan azel yg mengira jiwa zen akan bangun 2 bulan setelah ada di dunia ini.
tapi azel merahasiakan ini karena tidak mau zen menjadi gila karena tahu dia akan bisa mengamuk kapan saja jika tidak di awasi olehnya.
"pantes tadi mata lo merah zen, kayak ada yg kontrol gitu"ucap arif angkat bicara.
__ADS_1
"maksudnya, kayak gue punya mata saringan gitu"ucap zen
"namanya sharinggan bodoh, bukan saringan, kalo saringan itu beda lagi"ucap azel.
Seketika arif yg mendengar itu langsung kaget.
'apa dia juga dari bumi, bagaimana dia tahu'pikir arif.
"masak sih"ucap zen binggung.
"emang mata gue tadi kek mana rif?"tanya zen pada arif yg masih berpikir.
Arif kembali sadar saat di tanya oleh zen,
"eh, anu, kenapa"ucap arif yg memang tidak terlalu jelas mendengar apa yg di katakan zen.
"mataku tadi seperti apa"ucap zen kembali
"ohhhh,kayak ****** ******** si zara kalo itu mah"ucap arif tanpa sadar.
Zara yg mendengar itu langsung memukul lengan ayah nya.
"ayaaaaah"teriak zara dengan muka memerah.
"adduuh, kenapa kamu pukul nak, ngak liat tangan ayah habis patah"ucap arif sambil memegang tangan kanan nya.
Sedangkan zen yg mendengar yg di katakan arif langsung meteskan darah dari hidungnya.
"ayah ngak salah kan, kan kamu memang suka pakek yg warna itu dari kecil"ucap arif
"iya tapi kenapa ayah mengatakanya di depan orang lain"ucap zara agak keras.
"hmmm, benar juga sih, ah ngak papa zen bukan orang yg kek gitu kok, iya kan zen"ucap arif kemudian melihat ke arah zen dan dia melihat zen sedang mimisan dan seperti membayangkan sesuatu.
Arif pun tau apa yg di pikirkan zen kemudian dia maju dan menabok kepala zen dan membuat zen sadar.
"kenapa lo mukul gue rif, salah gue apa"ucap zen
"mikir macam macam lagi, gue sunat 3 kali lo"ucap arif sambil menunjuk zen
"eh, bambang sunat sekali aja rasanya udah kayak di gigit semut segerobak"ucap zen sambil memegang si otongnya.
"makanya jangan mikir macam macam"ucap arif kemudian keluar dari kamar itu diikuti zira dan azel sedangkan zara masih ada dalam kamar.
"kenapa ngak ikut mereka, ra"ucap zen sok akrab.
"eh, eh, itu zen, ini kamar ku"ucap zara gugup campur malu.
"oh, hehehe, maaf kalau begitu aku keluar dulu ya"ucap zen kemudian berlalu keluar mengikuti azel.
__ADS_1
Sedangkan zara yg melihat zen sudah pergi langsung menutup pintu dan memegang dadanya yg sedari tadi jedag jedug.
"uhhhh, kira kira apa yg tadi zen pikirkan "ucap zara menutup mukanya yg memerah.
Di sisi lain..........
Saat telah keluar dari kamar zen merasa sangat aneh para pelayan dan prajurit menatapnya dengan tatapan takut serta waspada.
"mereka kenapa"ucap zen binggung dengan tingkah mereka.
Dan saat melihat azel dan arif sedang berbincang di sofa yg tadi zen duduki saat di ajak gelut dengan arif sedangkan zira pergi entah kemana.
Zen langsung saja mengambil tempat di sebelah azel.
"rif, gimana caranya lu kayak gitu"ucap zen
"hah, kau memang tidak sadar tadi ya"ucap azel kemudian dia menjelaskan apa yg terjadi, kenapa azel tahu karena dia dapat tahu jika zen dalam masalah,azel bisa langsung melihat apa yg terjadi dan situasi apa yg di hadapi zen jadi dia tahu semua yg zen lakukan, kayak stalker gitu lah.
Setelah di ceritakan semuanya zen pun mengerti sedangkan arif bingung kenepa azel bisa tahu apa yg terjadi sedangkan dia tadi datang di saat terakhir.
'orang ini sangat misterius,bagaimana dia tahu secara detail apa yg terjadi"pikir arif.
"oh ya,kenapa luka mu tidak kau sembuh kan pakai sihir rif"ucap zen yg binggung kenapa luka arif tidak di sembuhkan saja pakai sihir padahal itu hanya luka kecil.
"aku tidak tahu juga, kata priest yg menyembuhkanku ,ada semacam sihir korosi yg menghalangi penyembuhan ku"ucap arif sambil melihat tangan kanannya.
"hmm, sepertinya kau menanamkan anti sihir secara tidak sengaja ke dalam serangan mu ya zen"bisik azel pada zen.
"kayaknya begitu deh, lu ada cara nyembuhin nya ngak"ucap zen berbisik juga.
"pakek skill recovery lu aja, beres"bisik balik azel.
"oohh"
"heh, kalian bisik bisik apasi"ucap arif penasaran dengan apa yg di bicarakan azel dan zen.
"ah ngak cuman tanya tanya"ucap zen kemudian beranjak dan berjalan menuju arif.
"lu mau apa zen"ucap arif penasaran kenapa zen berjalan ke arahnya.
"ngak mau ngetes aja"ucap zen
"tes apa, cpns, swab, utbk, atau apa "tanya arif bertubi tubi
Tapi zen tidak menjawabnya dan hanya mengarahkan tanganya ke arah arif lalu berkata.
"recovery"seketika ada cahaya hijau yg keluar dari badan arif dan membuat arif kaget dia merasa seluruh tubuh nya sudah sehat dan energinya pulih.
maaf kalo ch kali ini kayak ngak jelas hitu karena author lagi sakit makanya kayak gitu deh
__ADS_1