
Sementara itu di meja keluarga erin atau keluarga zen yg saat di bumi.
Saat ini mereka sedang menikmati makanan yg mereka pesan. Sekaligus perayaan karena erin dapat lolos di putaran pertama turnamen.
Walaupun hanya karena keberuntungan. Tapi ely atau ibu zen ingin merayakan itu. Dia tadi sempat khawatir dengan keadaan erin. Tapi setelah priest berkata kalau erin baik-baik saja,ely pun merasa ingin merayakan itu.
Skipp..... .
Saat ini zen tengah asik main mobil legeng di smartphonenya. Dengan menungingkan kursinya dan menyadarkan kakinya di meja.dia berusaha mencari posisi nyaman untuk bermain.
Yap itu adalah posisi kalau orang lagi ngak ada kerjaan. Zen telah memenangkan 2 kali macth dan sekarang dia sedang bermain di macth ke 3.di macth ke dua dia kalah karena dapat tim yg bodoh dan tidak mau kerja sama. Jadi dia mulai sedikit strees
dan saat itu juga pelayan yg tadi mengantarnya ke kursi itu datang bersama 1 orang lain dengan membawa makanan pesanan zen.
Mereka melihat zen yg sedang menaruh kakinya di meja sambil menunging kursi.
Teman pelayan yg menemani zen tadi berkata.
"hei lyn , bukankah itu melangar aturan "bisiknya pada pelayan yg mengantar zen,yg tidak lain namanya adalah lyn. Dia seorang manusia.
Lyn yg juga melihat gaya duduk zen merespon dengan berkata pada.
"ehm, maaf tuan, bisakah anda menurunkan kaki anda"tutur lyn pada zen.
Tapi tidak di respon oleh zen yg sedang memakai hedset di telinganya.
Setelah menunggu beberapa saat tapi tidak di respon lyn pun meletakkan pesanan zen di meja yg tidak ada orang nya dan ingin menegur zen lagi dengan cara memukul kakinya yg ada di meja.
Tapi saat hendak melakukanya zen langsung beranjak dari kursinya dan berdiri lalu berkata.
"woi, minion!!!!,minion!! ,minion nya ngepush!!!!!"teriak zen dengan nada tinggi hingga membuat semua orang berbalik ke arahnya.
Sedangkan beberapa saat setelah berkata itu di telinga zen terdengar suara.
Defeat........
Zen sontak mengbanting hpnya ke lantai dan berkata. "setan, asw, a***ng, tim sampah"sarkas zen sambil menginjak injak hpnya hinga tidak berbentuk lagi.
Sedangkan beberapa orang heran dengan tingkah laku zen yg memarahi sebuah beda pipih yg dari tadi dia pegang.tapu tidak dengam keluarga erin yg melihat itu.
__ADS_1
Tentu saja,bagaimana tidak?,yg mereka lihat itu adalah benda yg hanya dibuat di dunia mereka yg dulu.
Jika di bilang kaget,tentu...
Bagaimana bisa benda itu ada di dunia ini. Itu adalah pertanyaan yg ada di kepala 3 orang itu.
"ibu, bukankah itu.. "tanya erin pada ibunya
"iya, bagaimana bisa benda itu ada disini!!!"jawab ely yg menatap tajam pada benda yg masih di injak-injak oleh zen.
"apakah dia juga dari bumi,tapi bagaimana bisa"tutur rex atau fikri yg juga menatap benda yg sedang di injak-injak zen itu.
Sedangkan di sisi lyn si pelayan...
'apakah orang ini gila'pikir lyn yg melihat zen menginjak-injak benda pipih yg dari tadi dilihat oleh zen.
Skip.. ..
Setelah merasa sudah puas melepaskan emosinya zen pun berhenti menginjak hp nya,yg sudah hancur dan tidak berbentuk.
Dia melihat sekeliling dan melihat kalau orang-orang sedang memperhatikan dirinya. Dia mengerutkan alisnya dan berkata.
Orang-orang yg melihatnya langsung melanjutkan kegiatan nya lagi dan tidak memperhatikan zen lagi. Tapi tidak dengan keluarga erin yg masih melihat hp yg tadi diinjak oleh zen.
Kembali ke zen.
Zen kini sedang melihat lyn si pelayan yg ada di depanya."hmm, bukankah kau pelayan yg tadi"tanya zen pada lyn.
Lyn menjawab. "iya tuan, dan saya ingin memberitahu. Kalau menaikkan kaki ke meja di sini melangar aturan dan jika anda melakukanya lagi saya akan mengusir anda "jelas lyn pada zen.
Zen yg mendengar itu berkata. "eh, iya aku minta maaf"dia mengingat kalau tadi dia mengangkat kaki nya ke meja.
Lyn pun mendengus kan hidungnya dan berkata "huh, kalau begitu ini pesanan anda tuan"ucap nya sambil mengambil pesanan zen yg ada di meja yg tadi dan menaruhnya di meja zen diikuti temanya yg tadi.
"hmm, terima kasih "tutur zen.
"sama-sama tuan, selamat menikmati" balas kedua orang itu.
Zen pun menikmati makanan yg ada di depanya dengan lahap.....
__ADS_1
Skip...
Setelah selesai menikmati makanan.
Zen pun berjalan ke arah kasir yg ada di samping tangga untuk membayar makananya.
Kenapa kasir nya ada di samping tangga?,itu karena untuk memcegah pelanggan kabur karena itu adalah jalan satu-satunya untuk keluar selain jendela.
Tapi saat melewati meja yg di duduki satu keluarga elf tadi ada suara yg memanggilnya.
"anak muda tunggu"panggil seorang pria elf pada zen.
Zen yg mendengar itu berbalik dan melihat ke arah orang yg memanggilnya. "hmm, ada apa, apakah ada yg bisa kubantu"tanya zen pada pria itu yg tidak lain adalah rex atau fikri ayah zen.
Mereka tidak saling mengenal karena wajah mereka berbeda dari yg ada di bumi.
Kali ini bukan rex yg menjawab tapi ely. "bisakah kau duduk di sini sebentar, ada yg ingin aku tanyakan padamu"menunjuk kursi yg ada di samping erin.
'hei sil(singakatan asisten system azel) kau merasakan niat jahat dari mereka'tanya zen pada sil di benaknya.
[tidak tuan mereka tidak memiliki niat jahat apapun pada anda]
Zen yg mendengar itu, lalu berjalan ke arah kursi itu, dan dia baru sadar kalau yg ada di samping kursi itu adalah elf yg tadi selamat dari serangan petir nya.
"heee, bukankah kau si biru yg tadi selamat "ucap zen sambil memandang erin.
Erin yg tadi menunduk karena tidak mau melihat zen,malah menatap zen dengan kesal. "siapa kau sebut biru, namaku erin, bukan biru"bentak erin pada zen.
Zen yg di bentak begitu menyingungkan senyum tipis dan berkata pada erin
"huh, kau hanya beruntung, kalau tidak ada kalung itu kau pasti sudah mati"tunjuk zen pada kalung yg dipakai erin.
Erin yg terkejut ketika zen mengetahui rahasia kalung nya. 'bagaimana bisa dia tahu'pikir erin.
"ba-bagimana kau tahu"
"heh, banyak hal di dunia ini yg tidak perlu kau tahu"ucap zen lalu pergi dan tidak jadi duduk.
Sedangkan keluarga erin hanya terdiam dan tidak tahu dengan apa yg di bicarakan oleh erin dan zen. Juga alasan kenapa zen pergi
__ADS_1
sorry ngak update soalnya saya sakit 2 hari dan takut ke dokter nanti dibilang kopid lagi jadi ngak ke dokter jadinya