petualang tiga sahabat - sedang revisi

petualang tiga sahabat - sedang revisi
memberi makan dan tidur


__ADS_3

Sekip.......


"oh iya zen aku akan memberikan apapun yg kau mau sebagai tanda terima kasih ku, sebutkan saja"ucap arif yg sangat senang karena istrinya sudah sembuh.


"hmm, apa ya"ucap zen sambil memegang dagunya dan melihat ke atas.


"nanti saja, aku belum butuh sesuatu saat ini"ucap zen karena sekarang dia memang tidak membutuhkan sesuatu .


"tapi... "


"nanti saja aku akan memintanya"ucap zen menyela perkataan arif.


Setelah beberapa waktu berbincang bincang dan sedih sedihan zan dan azel pun izin pamit karena ingin mengurus sesuatu, sebenarnya hanya zen saja yg punya urusan sedangkan azel ikut ikut aja.


Dan saat keluar dari gerbang rumah arif mereka berpisah,zen ingin pergi ke taman kota untuk melatih liza sedangkan azel hanya ingin jalan jalan saja.


Dan saat baru 30 meter berjalan dari rumah arif zen melihat komandan yg kemarin menjemput mereka bergegas menuju rumah arif,zen memang sedikit penasaran tapi dia tidak ingin terlalu mencampuri urusan orang lain dulu.


Setelah berjalan jalan menuju taman kota selama 1 jam lebih zen pun sampai di taman kota dan dia belum melihat liza di taman, yah karena dia yg pergi terlalu awal jadi liza belum datang. Dan keadaan taman itu agak ramai dan banyak anak kecil yg bermain bersama orang tua mereka juga ada banyak pasangan yg menghabiskan waktu di taman itu.


Dia mencari tempat yg agak sepi dan memain kan mobil legeng sebentar.


Tapi karena bosan zen memutuskan untuk rebahan di bawah pohon dekat gubug tua sambil mendengarkan lagu dari hedsetnya tapi karena cuaca dan suasana yg tidak terlalu ribut juga zen kemudian tertidur dibawah pohon itu.


Sementara itu di sisi lain......


Zara saat ini sedang bersama keluarganya yg sangat senang karena ibu mereka sudah sembuh dari penyakit nya juga ada kakaknya afif yg pulang begitu mendengar jika ayahnya terluka karena bertarung dengan seseorang di rumahnya.


Tapi setelah di jelaskan oleh ayahnya kalau dia tidak apa afif pun berhenti khawatir.


Saat ini mereka sedang ada di meja makan untuk makan bersama dengan keluarga mereka yg lengkap. karena selama 3 tahun ini ibu mereka hanya terbaring di kasur saja karena penyakit.


"ibu senang kalian masih sehat dan baik baik saja"ucap ira yg sangat senang bisa kembali berkumpul seperti dulu dengan keluarganya terutama saat dia tahu kalau dia akan menjadi nenek.


"iya bu kami juga senang"ucap afif yg memakai zirah di bagian pimggang ke bawah karena zirah bagian atasnya di copot dulu.


"ini semua berkat zen yg membawakan bunga itu"ucap arif yg sedang ada di samping ira.


"iya ayah zen sangat berjasa bagi keluarga kita"ucap zara.

__ADS_1


"oh iya ayah, sejak kapan ayah bersahabat dengan zen"ucap sari.


"iya ayah, aku saja tidak pernah melihatnya dan dia seumuran aku dan zara"ucap zira ikut penasaran.


Arif yg di berondong pertanyaan seperti itu bingung harus menjawab apa,dia tidak bisa bilang kalau zen adalah sahabatnya saat di bumi dulu.


"a-ah,it-tu...."


"tidak usah menanyai ayah seperti itu" ucap afif ketika melihat ayahnya seperti orang yg binggung.


"tapi kami hanya ingin tahu kak"ucap zira tidak terima.


"iya kak, kami penasaran"ucap sari.


"iya, apalagi dia sangat kuat hingga bisa mengalahkan ayah"lanjut zira


"iya, dia juga bisa menyembuhkan luka ayah"ucap zara dengan agak malu.


Dan arif sadar dengan itu, sebenarnya dia sudah sadar sejak zara selalu malu malu ketika ada di depan atau di dekat zen, tapi dia tidak mau menyimpulkan terlalu cepat.


Setelah berbincang bincang beberapa menit, zara berkata ingin pergi ke taman kota dan dia di izinkan oleh arif sebenarnya zara tidak ingin pergi dulu karena dia masih ingin melapas rindu dengan ibunya tapi dia kasihan deng kucing kucing yg dia rawat,jadi dia harus pergi dulu sebentar.


"halo bu, yg seperti biasa ya"ucap zara menyapa penjual itu dengan ramah.


"eh zara, ini ibu sudah siapkan "ucap ibu itu karena memang setiap hati zara selalu membeli ikan di toko itu.


Setelah membayar zara pun pamit dan melanjutkan perjalanan ke taman kota.


Setelah beberapa saat dia pun sampai di taman kota dan dia pergi menuju gubug tempat para kucing tersebut.


Zara berjalan terus dan tidak memperhatikan sekitar jadi dia tidak melihat zen yg sedang enak enakan tidur di bawah pohon.


"lalalalalalaalalalalala"ucap zara bersenandung ria sambil berjalan.


"pasti mereka sudah sangat lapar"ucap zara saar sudah di depan gubug itu.


"halo kalian, aku datang"ucap zara ketika membuka pintu itu dan tentu saja ketiga kucing itu langsung melompat ke arah zara yg baru sja masuk ke gubug itu


"meaw

__ADS_1


Meaw


Meaw"


Kucing kucing itu mengeong di atas zara.


"aku juga rindu dengan kalian, apa kalian lapar, ini aku bawa makanan "ucap zara kemudian membuka bungkusan ikan itu lalu memberikanya kepada para kucing itu.


"meaw


Meaw


Meaw"


Kucing kucing itu gembira saat melihat makanan yg di bawa zara dan langsung memakanya.


Zara merasa sangat gemas saat melihat kucing itu makan.


"uhhh, lucunya seandainnya bisa aku bawa pulang"ucap zara sambil memegang pipinya sendiri.


Setelah makan seperti biasa kucing kucing itu bermain sebentar dengan zara dan kemudian tidur.


Zara yg melihat itu kemudian keluar dari gubuk dan hendak pulang.


"huh, saat nya pulang"ucap zara kemudian berjalan pulang tapi baru beberapa langkah dia melihat zen yg sedang tertidur di bawah pohon dengan sangat nyenyak.


"eh, bukanya itu zen"ucap zara dengan muka yg agak merah ketika melihat wajah zen ketika tidur.


Jantung zar berdebar debar hingga dia secara tidak sadar berjalan ke arah zen yg sedang tertidur di bawah pohon.


Dia memperhatikan zen dengan seksama hingga beberapa saat zen seperti merasa tidak nyaman dengan kepalanya ,


"apa dia tidak nyaman ya"ucap zara sambil memegang kepala zen


zen berbalik balik seperti kesakitan. Dan entah apa yg di pikirkan zara dia langsung mengelus kepala zen dan zen yg merasa sedikit nyaman berhenti berbalik balik dan zara kemudian meletakkan kepala zen di pahanya.


zara yg belum sadar dengan posisi nya menatap muka zen lagi dan tidak sengaja memperhatikan bibir zen cukup lama dia pun juga menyentuh bibirnya yg seperti ada sensasi agak gatal gatal tapi dia menahanya.


Karena keadaan sudah sepi jadi sedikit orang yg bisa melihat mereka.

__ADS_1


Karena zara juga terlena dengan suasana yg sejuk dan agak sepi dia kemudian ikut tertidur sambil memangku kepala zen di pahanya.


__ADS_2