
zen muncul kembali di pinggiran hutan,dia tadi menghilang memggunakan skil teleport, karena dia su da h menandai lokasi itu tadi jadi dia bisa teleport ke situ.
"huk, ah lapor misi dulu ya"ucap zen kemudian berjalan ke arah pintu gerbang dan baru saja dia ingin masuk dia melihat rombongan yg keretanya berlambang pohon memasuki kerjaan dan dia di suruh minggir,dan dia pasrah sa ja.
"minggir tuan putri mau lewat "ucap salah satu pengawal kereta itu.
tapi saat dia melihat kedalam kereta itu dia melihat, seorang cewek cantik yg menggunakan gaun warna biru laut dengan dandanan ala putri kerajaan ditemani 2 orang elf perempuan di depanya.
dan dia melihat si jomblo excalibur yg sedang berada di samping dua pedang berwarna pink yg ukuran dan corak nya sama dengan si libur.
"wah, mau ngeharem ni orang ,harus di hentikan nih sebelum merusak generasi muda yg lain(note:ingat jangan ngeharem, ngeharem itu dosa, dan tidak memikirkan perasaaan perempuan) "ucap zen ketika melihat itu
tentu saja zen langsung menghentikan kereta itu.
dia menghadang kereta itu dari depan.
"hei, berhenti "ucap zen .
sontak kusir kereta itu langsung menghentikan keretanya.
"siapa kau, beraninya menghentikan kami"ucap salah sa tu pengawal yg ada di situ.
"aku hanya ingin mengambil hakku"ucap zen sambil melipat tanganya di dada.
"apa maksud mu, hak apa"suara lembut perempuan keluar dari seorang perempuan yg keluar dari kereta kuda sambil membawa excalibur diikuti dua elf cantik di belakangnya yg membawa masing masing satu pedang pink.
seketika semua orang yg ada di situ menunduk. "hormat yg mulia putri "ucap semua orang disitu.
sedangkan zen masih seperti tadi, yaitu berdiri santai dan melipat tanganya.
"aku ingin, mengambil pedangku "ucap zen sambil menunjuk ke arah pedang yg di bawa putri itu.
sontak putri itu kaget, pedang ini adalah pedang yg dia dapat dari seorang pengembara yg dia temui 2 bulab yg lalu saat berlatih di hutan dan meminta dia untuk menyimpanya.
"apa maksudmu ,pedang ini milikku"ucap putri itu sambil menarik excalibur ke belakangnya
"hei siapa kau beraninya ingin mengambil milik tuan Putri "ucap salah satu prajurit di situ.
"hmm, ngak percaya, oi kalau kau ngak balik, gue retakin lu"ucap zen dengan penuh nada ancaman.
seketika ada suara dari pedang yg di pegang putri itu, "ampun brek, gue nyerah"ucap pedang itu lalu terbang ke arah zen.
dan semua yg melihat itu terkejut.
"pedang roh, tidak salah lagi "
"aku kira pedang roh itu sangat langka"
"astaga, pasti pedang itu sangat kuat"ucap orang orang yg ada di situ.
"liat kan, ngak percayaan amat sih"ucap zen kemudian berbalik dan masuk ke dalam ibukota.
sedangkan tuan putri dan kedua elf itu masih terkejut dengan apa yg terjadi. apalagi si putri itu, dia tidak menyangka jika pedang yg sudah 2 bulan ini dia pegang teryata pedang roh yg hanya ada 5 di dunia ini.
tapi mereka tidak tahu jika itu adalah excalibur jika mereka tahu maka seluruh ras akan gempar dan memperebutkan pedang itu.
"aku harus mendapatkan pedang itu kembali"ucap putri itu.
[penjelasan pedang roh
pedang ini adalah pedang yg bertindak sesuai keinginan nya sendiri dan memilih tuanya sendiri dan tidak akan memilih tuan baru sebelum tuan lamanya mati, tentu saja pedang ini kuat karena punya kesadaran sendiri
Skip.....
__ADS_1
Saat ini zen sedang ada di depan gedung asosiasi petualang dia berencana berburu untuk meregankan badan sedikit bersama excalibur.
Saat dia masuk ada banyak orang yg langsung melihatnya lalu kembali ke aktifitas mereka masing masing.
Zen pun tidak menghiraukan nya lalu pergi mencari quest yg cocok untuknya.
Dan saat dia mencari quest tiba tiba ada orang yg datang dari luar dan menendang pintu dari luar.
"astaga, jo kalo mau masuk ngak gitu juga kali santuy aja"ucap seorang petualang yg memakai zirah mengkilap dan pedang besar.
"iya nih bikin kaget aja"ucap perempuan yg memakai topi penyihir besar beserta tongkat seukuran sumpit yg dilingkari oleh kristal sihir yg cantik dan buku sihir di pinggangnya.
"sorry sory gue ada berita panas nih"ucap jojo,orang yg menendang pintu itu.
"berita apa jo"ucap pria elf yg memakai panah warna putih dengan kristal sihir warna merah menyala di tengah panah tersebut.
"itu,aku dengar dari salah satu temanku yg bekerja di gerbang selatan kalau ada orang yg mengambil pedang dari tuan putri dan pedang itu adalah pe da ng roh yg langka"ucap jojo panjang lebar.
"APA!!!!!"teriak semua orang di gedung itu dan sontak saja liza sebagai guild master keluar dari ruanganya.
"ada apa?,kenapa teriak teriak? "ucap liza begitu keluar dari kantor nya.
"itu guild master, katanya si jojo ada yg mengambil pedang dari tuan putri dan pedang itu adalah pedang roh"ucap frizka salah satu resepsionis di gedung itu.
"APAAAAA!! "teriak liza juga dan dia tidak sengaja melihat zen yg sedang mencari cari sesuatu di papan quest seakan tidak mempertihakan apa yg sedang terjadi.
jadi liza langsung tahu siapa dalang nya karena pedang yg di bawa tuan putri itu sama seperti excalibur jadi liza kemudian berjalan ke arah zen yg masih setia melihat lihat quest yg bagus untuk nya.
"hmm, tangkap macan berapi dan ambil bijinya dan berikan pada curut di toko perhiasan(untuk di jadikan perhiasan) jumlah tergantung yg di dapat"ucap zen membaca salah satu kertas quest di papan.
"astaga kejam amat brek, biji buat ciptain kehidupan di jadiin perhiasan,barbar banget ini mah"ucap si libur di inventori zen.
"iya kejam amat, ngak mikir apa perasaanya si macan itu pas di ambil bijinya"ucap zen
"kan bisa ambil jalan pintas"ucap si libur
"operasi kelamin, hahahahaha"ucap si libur sambil tertawa garing.
"garing amat, emang di sini begituan ada "ucap zen
"eh, ngak ada sih"
Dan tiba tiba saja ada orang yg menarik kerah baju zen dan dia pun di seret ke suatu ruangan dan orang yg melihatnya hanya melihat sekilas lalu melanjutkan pembicaraan mereka.
Dan saat sudah sampai di suatu ruangan pintu pun di tutup, teryata perempuan berambut hitam lurus , kulit putih ,telinga panjang dan baju ala abad pertengahan yg menariknya, dia adalah liza.
"njir kenapa kau menarikku za"ucap zen memegang lehernya yg agak nyeri karena di tarik oleh liza.
"jangan pura pura tidak tahu "ucap liza dengan menatap tajam zen.
"emangnya kenapa sih aing salah apa"ucap zen masih kebingungan
"kalo kau masih pura pura ngak usah makan malam nanti"ucap liza mengancam.
Seketika zen yg mendengar nya langsung berlutut dan berkata.
"ampun lord, saya akan beritahu"ucap zen dengan nda konyol.
"kalau begitu cepat apa yg terjadi di gerba... "ucapan liza terpotong saat zen berkata
"aku memang ngak sengaja dengar kau dengan si zou 'ikeh ikeh kimochi (kalian tau lah kalau suami istri dikamar bedua ngapain )' di kamar bawah tapi bukan cuma aku yg denger si azel juga "ucap zen dengan menahan tawa.
Langsung saja mata liza membulat mukanya lansung menjadi merah dan telinganya panas
__ADS_1
"aku masih ingat suara mu saat si zo.."
Burhg " liza memukul zen
"lu-lupakan semua yg kau dengar "ucap liza dengan nada sangat gugup.
"eh tapi kenapa, padahal it.. "
"Pokok nya lupakan saja"ucap liza kemudian keluar ruangan dan membanting pintu
Bummmm"
"lah dia kenapa bur"ucap zen bertanya pada excalibur.
"engak tauk, namanya juga cewek bentar marah bentar baik, ngak usah di pikiran "ucap libur memberi nasihat.
"ohhh, kalau gitu kita cari quest ajalah"ucap zen kemudian berjalan keluar dari ruangan .
Dan seperti biasa orang orang melihatnya sekilas lalu melanjutkan kegiatan mereka .
Zen pun berjalan ke arah papan quest lalu melihat lihat lagi
"hmmm, kira kira yg yg mana cocok ya bur"ucap zen beryanya pada si libur.
"yg tadi aja, yg ngambil bijinya macan"ucap libur.
"ah, ngak mau ah, sama aja menyiksa hewan itu, coba biji lo di ambil mau enggak"ucap zen.
"ya enggak lah gue aja belum kawin"ucap si libur
"wkwkwwkwk, eh emang lu punya biji ya, kan lo pedang"ucap zen penasaran.
"gue itu roh pedang goblok jadi gue masih bisa dibilang mahluk hidup karena punya tubuh yaitu pedang, paham lo"ucap si libur.
"ngak usah di jelasin juga kalek, gue ngak segoblok itu juga"ucap zen kembali melihat papan quest.
"lah terus, kenapa si azel bilang kalo lo itu goblok"ucap libur binggung
"yah itu karena dia yg pinter, gue yg goblok"ucap zen
"ooohh"ucap libur ber oh oh aja
Kemudian dia melihat salah satu kertas yg sudah kusam . "hmmm, ambil sebuah bunga tulip api di 2 buah di tengah hutan terlarang ,kayak nya bagus juga "ucap zen kemudian menarik kertas itu.
"hey lihat dia mengambil quest itu "
"astaga apa dia mencari mati"
"itu adalah quest yg paling mustahil"
"iya padahal rank S saja tidak ada yg mau mengambil quest itu"
Zen tidak memghiraukan nya dia lansung saja keluar dari gedung asosiasi lalu pergi ke arah hutan terlarang.
Saat dia ada di gerbang dia menyapa petugas yg dulu melayaninya saat mau masuk ke kerajaan
"assalamualaikum pak, apa kabar"ucap zen menyapa petugas tersebut.
"eh, kabar baik nak, mau kemana"tanya petugas itu
"mau jalanin quest, sambil cari makan ,kalo gitu permisi pak"ucap zen kemudian berjalan menuju hutan.
"hati hati nak"ucap petugas itu.
__ADS_1
"iya pak"ucap zen kemudian berlari pergi.
sementara itu liza yg lansung pulang kerumah saat mendengar apa yg di katakan zen, dia lansung memasang pelindung kedap suara di kamarnya dan zou yg sedang menidurkan anak nya hanya keheranan melihat itu