petualang tiga sahabat - sedang revisi

petualang tiga sahabat - sedang revisi
perkenalan dan pembicaraan


__ADS_3

Saat ini zen dan keluarga fikri sedang berjalan-jalan ditaman kota yg memang ingin dikunjungi oleh keluarga fikri.


Kini zen sedang duduk santai di kursi taman bersama fikri di sampinya.sambil melihat erin, ely dan kris tengah bermain bersama di tengah taman.


"ah, aku lupa, perkenalkan namaku rex,dan kau"kata rex sambil mengulurkan tanganya ke arah zen.


Zen menerima uluran tangan itu ean berkata"zen,zen pratama. Salam kenal"balas zen santai.


Rex yg mendengar itu terkejut. Bagaimana tidak, zen pratama. Itu adalah nama yg dia berikan pada putranya yg sangat dia sayangi.dan nama itu dia buat sendiri saat kecil. Bagaimana bisa nama itu ada pada orang lain.


Dia mengeraskan gengaman nya di tangan zen dan berkata


"siapa yg memberi mu nama itu"tutur dengan nada berat.


Zen menjawab" Siapa yg mem berikan nya bukan urusan mu.apa masalahmu"sambil meng hempaskan tangan fikri yg mengengam tanganya.


Fikri pun berpikir. 'hmm, mungkin cuma kebetulan saja,lagi pula ini di dunia lain,bukan bumi'


"ah, maaf,aku kelepasan.soalnya nama mu mirip dengan seseorang yg kukenal"


"oh iya perkenalkan juga nama istri ku yg disana ely"ucap fikri menunjuk ely


"anak perempuan ku erin disana dan yg laki-laki kris"tunjuk fikri lagi pada erin dan kris.


Zen yg mendengar 2 nama familiar di telinga nya mengerutkan alisnya.


'hmm, pasti cuma kebetulan'pkir zen


"oh ya,zen aku ingin bertanya satu hal lagi padamu"ujar fikri melirik ke arah zen dengan tangan mengankat jari telunjuk.membentuk angka 1.


Zen melihat ke arah fikri dan berkata


"hmm, apa lagi"


"tapi, kau jangan tersingung lagi ya"ujarnya fikri lagi.


Zen yg mendengar itu tambah penasaran dengan apa yg ingin dikatakan fikri atau rex."memang nya apa yg kau ingin tanyakan"


Muka fikri yg tadinya santai berubah menjadi serius dia berkata. "apakah kau orang bumi juga"


Mendengar apa yg dikatakan fikri zen seketika membuat pisau elemen angin atau bisa di sebut belati di tangan kanannya. Dan langsung menodongkanya ke leher fikri hingga tergores dan mengeluarkan setetes darah.


"dari mana kau tahu,kalau tidak memberitahuku lihat saja"tutur zen dengan nada mengancam.dia tidak menyangka bagaimana ada orang yg tahu soal dia dari bumi.


Fikri yg mencoba tetap tenang.karena salah gerak sedikit saja dia percaya pasti zen langsung mengiris lehernya.


Itu dia tahu dari nada suara zen yg penuh ancaman.


"how, tenang-tenang, lepaskan pisau mu dulu itu dan akan kuberitahu"kata fikri dengan nada agak bergetar dan zen sadar dengan itu.


"heh, kau takut"ujar zen yg mendengar nada bicara fikri yg bergetar.


"hei,apakah kau punya otak. Siapa yg tidak takut jika di todong pisau di lehernya"balas fikri.


Zen menyingungkan senyumnya dan menurunkan tanganya.lalu menghilangkan pisau elemen anginya. "heh, benar juga"

__ADS_1


"Sekarang beritahu aku"ancam zen lagi.


"baiklah,sebelum itu aku ingin memberitahu aku juga dari bumi,juga istri dan anakku. Kecuali anak ku yg bayi itu"ujar fikri pada zen sambil menunjuk ely dan erin.


Zen mengerutkan alisnya mendengar apa yg dikatakan fikri, "heh kau pikir aku akan percaya dengan perkataan mu,hah"balas zen yg tidak percaya.


"memangnya apa bukti mu kalau kau dari bumi"ujar zen lagi.


"heh,begitu ya. Kalau begitu, benda yg kau injak tadi saat di restoran itu.namanya adalah smartphone kan, dan juga yg kau pakai di telinga mu tadi adalah hedset"kata fikri dengan nada santai.


'sil apakah benar kalau mereka dari bumi'tanya zen pada sil untuk memastikan.


[benar tuan, mereka adalah reinkarnasi dari orang bumi,yg masuk ke tubuh para elf itu dengan paksa]


"maksud mu secara paksa bagaimana"


[cara reinkarnasi mereka berbeda dengan anda yg masuk ke tubuh orang yg sudah mati. Mereka lebih tepatnya dimasukkan secara paksa ke dalam tubuh yg masih hidup]


"bukankah itu sama saja mereka membunuh tubuh yg mereka tempati"


[betul tuan, tapi tidak sepenuhnya benar, karena yg mereka hanya di masukkan bukan masuk sendiri. Mereka hanya korban lebih tepat nya]


Mendengar itu pun zen mengerti dengan apa yg terjadi.


[dan sedikit pemberitahuan tuan]


"Apa itu, sil"


[sepertinya mereka punya hubungan dengan anda di dunia anda yg sebelumnya]


[setelah memindai mereka.sepertinya anda dulu mengenal mereka bertiga]


Zen yg mendengar itu menjadi penasaran.


[tapi karena informasi yg saya bisa ambil terbatas, saya tidak bisa mengenali mereka, maaf tuan]


"tidak apa-apa sil, kerja mu sudah bagus"


[terima kasih tuan]


Fikri yg melihat zen hanya diam saja mengoyangkan bahunya. Dan berkata


"hei, apa kau baik saja"


Zen kembali sadar dan melihat ke arah fikri.


"tidak, aku tidak apa-apa.dan aku percaya padamu"


Fikri mengangkat alis kanan nya dan berkata


"heh, kau percaya ya"


"ah, aku ingin tanya dari mana kau mendapat smartphone.di dunia ini tidak ada alat yg dapat membuat nya kan"tambah fikri.


Zen tidak tahu harus menjawab apa.

__ADS_1


"hei sil, apakah aku bisa mengatakan itu dari system ku"


[maaf tuan tidak bisa, jika anda mengungkap keberadaan,saya ataupun system azel. Maka kami akan hilang sepenuhnya dari dunia ini]


"hmm, begitu ya"


[anda bilang saja 'kau tidak perlu tahu']


"saran yg bagus"


"kau tidak perlu tahu"ujar zen pada fikri.


Fikri menoleh lagi ke arah zen dan berkata. "hmm, kenapa"kata nya demga nada binggung.


"itu adalah rahasia ku, kau tidak perlu tahu"bals zen dengan sombong.


"hah, baiklah kalau begitu"tutur fikri pasrah. Dia juga tidak bisa memaksa zen karena mengingat kekuatan zen yg luarbiasa di turnamen tadi.


Karena hari sudah mulai sore fikri pum memanggil keluarga untuk pulang.


"hei ely sudah lah, ini sudah mulai malam waktunya pulang ke penginapan"tutr fikri yg melihat matahari sudah mulai tengelam.


Ely dan erin melihat ke arah fikri dan zen yg sedang duduk di kursi taman menunggu mereka pun, mendatangi mereka sambil membawa kris.


"iya ini sudah mulai malam, ayo kita pulang"kata ely yg melihat ke arah matahari yg mulai terbenam.


"yah, padahal baru sebentar"ucp erin.


"sudahlah, besok kita bisa kesini lagi kan"bujuk fikri.


"baiklah,kalau begitu"terima erin.


"kalau begitu aku pulang juga ya"celetuk zen yg dari tadi diam.


"baiklah lagi pula ini juga sudah mulai malam"balas fikri.sedangkan ely dan erin hanya diam


"kalau begitu sampai jumpa"kata zen kemudian berjalan pulang dan keluarga fikri pun juga berjalan pulang juga. Ke arah yg sama dengam zen.


Zen yg melihat keluarga fikri masih mengikutinya berbalik. Dan berkata


"hei kenapa kalian mengikuti ku"


Fkri pun tersenyum tipis dan berkata


"kami tidak mengikuti mu, tapi sepertinya jalan kita sama"


Zen mengangkat alis mengerti.


"ohh, kalau begitu ayo kita berjalan bersama saja"ajak zen.


"baiklah"terima fikri


sory setiap saya mau nulis kepala sakit terus. baru tugas juga numpuk banget. apalagi biologi ama sejarah, hadeh.


kenapa belanda ama jepang jajah kita kah. buku sejarah jadi kayak pelepah pisang dikali 10 tebal nya

__ADS_1


__ADS_2