
Matahari kini sudah agak condong ke arah barat, menandakan kalau waktu sudah sore.burung-burung mulai berkicau dan pulang ke sarang mereka.
Di kerajaan turnamen untuk hari ini sudah selesai, dan orang-orang yg tadi di sembuhkan zen sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.
Ada juga yg kembali ke penginapan bagi yg tinggal di luar kerajaan.sebenarnya mereka ingin mencari zen untuk berterima kasih. Tapi mereka tidak menemukan zen dimanapun.
Jadi mereka berhenti mencari zen.
Beda dengan mereka beda pula dengan exley dan keluarga nya. Saat ini mereka sedang mengerahkan seluruh prajurit yg mereka punya guna mencari zara yg menghilang dari pagi.dan para mata-mata yg di bayar oleh exley untuk mengawasi anak-anak nya bahkan tidak bisa menemukan zara. Itu berarti zara sudah pergi sangat jauh dari kerajaan.
Dia ingin membuat quest untuk mencari zara tapi untuk itu dia harus mengikuti prosedur.
Jika orangnya belum hilang lebih dari 2 hari maka tidak boleh memasang quest.
Sementara itu disebuah kolam yg ada di pinggir sungai terdapat 2 orang manusia yg satunya memakai baju warna hitam dan satunya memiliki rambut hitam dan baju merah. Sedang menikmati ikan bakar yg mereka tangkap sendiri.
Mereka adalah zen dan zara. Satu harian ini mereka menghabiskan waktu untuk berkeliling sekitar hutan di situ. Ya, zen sudah mengatakan pada zara kalau mereka berada sangat jauh dari kerajaan.
Tapi saat mengatakan nya zara terlihat biasa-biasa saja, beda dengan ekspektasi zen yg mengira kalau zara akan marah karena dia menteleport mereka terlalu jauh.
Sebaliknya zara malah senang dan kagum. Bagaimana tidak zen baru saja menteleport dia di tempat di mana dia bebas dari pengawasan ayahnya.
Karena selama ini semua yg dia lakukan pasti diketahui ayahnya. Dia sudah selalu merasa seperti diikuti saat melakukan sesuatu. Dan dia juga tahu kalau yg mengawasi itu adalah mata-mata ayahnya.
Dia tahu kalau ayahnya menyewa mata-mata untuk mengawasi dirinya dan saudara nya yg lain. Tapi zarra sangat tidak suka kalau di awasi.
Dia pernah ingin meminta ayahnya untuk berhenti mengawasi nya tapi ayahnya menolak.
Tapi sekarang dia bisa bebas dari pengawasan ayahnya. Berkat zen.
Bak tu sotoriy......
"zara kalau makan jangan kayak kucing dong,jadi belepotan kan"tutur zen sambil mengelap pipi zara yg menghitam karena makan ikan bakar.
__ADS_1
Zara yg di lap pipinya langsung oleh zen merasa risih, tapi dia mengabaikanya dan lanjut makan ikan bakar itu.
"soal nya enak zen"ucap zara sambil mengunyah ikan di mulutnya.
Zen yg mendengar itu ter tawa tipis dan berkata. "ngak baik makan sambil bicara".
Zen melihat zara yg makan dengan lahap seperti tidak makan 1 harian.
Sedangkan zara yg melihat zen menatapnya terus merasa malu.
Dan dia pun berkata. "kenapa kau melihat ku terus zen, kalau mau makan, makan aja"ucap zara sambil menyodorkan satu ikan bakar yg ada di dekat api.
Zen menolak ikan bakar itu dan berkata. "ngak, aku kenyang"
Zara yg mendengar itu heran, padahal dari mereka teleport kesini saat pagi dia belum melihat zen makan apapun.
"bohong, kamu kan ngak makan dari tadi, gimana kenyang"ucap zara menghentikan makanya.
"aku udah kenyang kok liat kamu makan"jawab zen
"byuuuuur"
"ka-kamu bi-lang ap-a t-adi"zara sangat malu dan agak kesal dengan apa yg di bilang zen.
Sedangkan zen yg basah kuyup hanya menatap zara yg mukanya sedng merah. Dan itu terlihat sangat mengemaskan untuk zen.
"imutnya.... "gumam zen tapi terdengar oleh zara.
Zara pun tambah malu dan berkata.
"aghh, aku pergi"tutur zara berbalik lalu berjalan menjauh dari zen.
Dan zen yg melihat langsung berdiri dari duduknya dan menyusul zara.
__ADS_1
"hei zara kau mau kemana" pangilan tidak di gubris oleh zara yg masih saja berjalan.
"hei kau kenapa"panggil zen lagi, dia heran kenapa zara marah.
"aduh gimana nih, ahk, ini baju juga winds circle "zen mengeluarkan skillnya berupa lingkaran angin yg dapat menyelimuti dirinya maupun orang yg terkena skill ini. Skill ini bisa merusak juga bermanfaat, contohnya mengeringkan baju secara singkat.
Setelah bajunya kering zen pun menyusul zara.
"raaa, berhenti dong"panggil zen sambil memengang bahu zara agar dia berhenti.
"ada apa"dengan nada seperti orang marah.
Zen pu tambah heran kenapa zara marah. "lah, kok kamu marah, ada apa"
"tidak kenapa kenapa"jawab zara lagi.
Zen pun tambah binggung. Tiba-tiba ada suara di kepala zen
[woi setan lo di mana... .]suara itu terdengar seperti suara azel.
Zen pun menjawab lewat telepati.
[gua ada di hutan emangnya napa]
[wah sesat lo zen, ngak kau apa apain anak orangkan]azel memang sudah tahu kalau zen bersama zara karena dia bisa melihat apa yg zen lihat.
[ngak gue ngak apa apain,lagii pula kau bisa lihat kan]delik zen dengan tuduhan azel.
[iya juga sih, eh cepet pulang lo, bapaknya si zara dah nyariin dia dari tadi]
[eh buset, oke gue pulang sekaran]
Sementara itu zara heran dengan apa yg dilakukan zen sekarang, zen terlihat menatap ke depan dengan tatapan kosong, dan badanya tidak bergerak sama sekali.
__ADS_1
Zara pun menusuk-nusuk pipi zen.
"zen, kau ngak papa, zen, halo......, zen"ucap zara sambil menusuk nusuk pipi zen......