petualang tiga sahabat - sedang revisi

petualang tiga sahabat - sedang revisi
ingatan


__ADS_3

Setalah membayar makanan nya zen pun berjalan keluar dari restoran itu.dia berjalan turun melalui tangga ke lantai 1 ,dan dia melihat masih banyak orang makan di sana.


Dalam pikiranya zen berpikir kalau resto ini cukup populer di kerajaan ini.


Dia melanjutkan berjalan ke arah pintu keluar.dan saat dia keluar dari pintu dia menyapa penjaga yg saat masuk tadi menyapa nya.


"halo pak"sapa zen.


"eh iya"balas penjaga itu.


Setelah itu zen berjalan ke arah tempat makanan kecil dan tanpa sengaja dia melihat ke arah pria seumuranya, sedang menyuapi seorang perempuan kecil. yg terlihat seperti anak berumur 9 tahunan, dan kedua orang tua nya di depan nya.


Zen tiba-tiba teringat pada keluarga nya,seperti ada rasa sesak yg sudah dia pernah pendam dalam-dalam di pikiran nya kini muncul kembali. Rasa sedih, marah, hancur karena di tinggal keluarga secara tiba-tiba itu langsung seperti muncul kembali.


Bayangan saat dia dan keluarga nya dulu piknik di taman bersama. Dan saat-saat bahagia mereka bersama, yg lenyap dalam sekejap. Tanpa dia sadari air matanya menetes dan melewati pipinya. Dan tanpa dia sadari erin dan keluarganya yg baru keluar dari restoran itu juga.melihat zen sedang mengeluarkan air mata sambil melihat ke arah keluarga yg dilihat oleh zen.


Azel yg sedang dalam perjalanan pulang, bersama liza dan keluarganya bisa merasakan dan melihat isi pikiran zen pun terenyuh dengan apa yg dialami oleh zen.


Dia berhenti berjalan dan berkata dalam telepati. "zen tenanglah, biarlah mereka bahagia di tempat mereka,jika kau bersedih seperti itu mereka juga akan sedih"


Zou dan liza yg sedang mengendong kara dan kayla di tangan mereka heran kenapa azel berhenti berjalan dan menatap kosong kedepan.


"hei azel kau baik-baik saja,kenapa kau berhenti"tanya liza, tapi tidak di respon oleh azel.


Sedangkan zou yg tahu dengan apa yg dilakukan oleh azel berkata.


"kita tinggalkan saja sayang, dia juga pasti pulang"tutur zou mengajak liza.


"tapi azel di tinggal begitu"balas liza dengan nada bertanya.

__ADS_1


"iya tinggal aja,nggak papa"bujuk zou lagi.


"baiklah kalau begitu"setuju liza.


Skipp...


"ibu, dia bukannya orang tadi"tunjuk erin pada zen.


Ely merespon "iya, kenapa dia menangis ya"ucapnya sambil mengendong anaknya kris.


"hmm, sepertinya dia baru kehilangan keluarganya,perhatikan apa yg dia lihat"ucap fikri yg melihat zen setelah memperhatikan apa yg dilihat oleh zen.


Erin dan ely juga ikut melihat apa yg dilihat oleh zen. Dan mereka pun mengerti."sepertinya begitu pah"tutur ely.


"hmm, bagaimana kalau kita jalan-jalan bersama kita"usul fikri.


Tanpa mendengar apa yg dikatakan oleh erin fikri berinisiatif mengajak zem berjalan-jalan bersama mereka. Karena memang mereka berniat berajalan-jalan di kerajaaan manusia ini.


Sedangkan zen yg mendengar apa yg dikatakan azel, melihat ke atas langit dan mendesah. "haaah, iya aku harus kuat"


"nah, begitu jangan nangis lagi,kek cewek aja,laki-laki itu pantang nangis"ucap azel.


Zen mengusap air matanya dan berkata. "iya, iya"saat hendak melangkah lagi.ada seseorang yg memegan punggun zen.


Zen yg kaget sontak berbalik,karena ini keramain dia tidak bisa bergerak sembarangan.saat dia berbalik dia melihat seorang elf pria berambut biru yg tadi mengajak nya duduk sedang memegang bahunya.


"eh, ada apa anda mengikuti saya"tanya zen sopan pada elf itu tapi dibumbuhi dengan nada curiga.


Fikri yg merasa kalau dia di curigai zen berkata. "tidak, aku tidak mengikuti mu"

__ADS_1


Zen menaikkan alisnya. "terus kenapa anda ada di sini"tanya zen lagi.


Fikri menjawab"aku tadi melihat mu menangis saat melihat keluarga itu, apkah kau baru kehilangan keluarga"


Zen mengerutkan alisnya dan menjawab dengan dingin"anda tidak perlu mengurus urusan ku"tunjuk zen pada fikri.


Fikri yg sadar baru saja menyingung urusan pribadi zen berkata. "ah, aku minta maaf.aku tidak sengaja"


"Huh sudahlah,selamat tinggal"balas zen sambil berbalik lagi membalakangi fikri dan hendak pergi.


Tapi lagi-lagi bahunya di tahan oleh fikri. Zen pu tambah berbalik dan berkata dengan nada berat dan menatap tajam ke arah fikri.


"apa, maumu. Jika kau masih ingin hidup, jangan ganggu aku"ancam zen yg sudah mulai kesal.


Fikri yg tidak menghiraukan ancaman zen. Dia berkata. "baiklah, aku hanya ingin mengajak mu berjalan-jalan bersama keluarga ku, apakah kau mau"tawar fikri.


Zen menjawab dengan nada dingin.


"apa untunya bagiku"


"tidak ada, tapi kau bisakan"bujuk fikri lagi.


Zen pun berpikir, 'hmm, kalau aku pulang juga paling diganguin azel ama zou si kurang kerjaan,temenin ajalah'


"huh, baiklah"terima zen.


"Baiklah, ikut dengan ku".fikri menarik tangan zen dan berjalan menuju keluarganya.


bentar saya lanjut mau ngenjain tugas dulu

__ADS_1


__ADS_2