
Zen dan zara pun tidur dalam posisi kepala zen ada di pangkuan paha zara sedangkan zara bersandar di pohon.
Sementara itu di sisi liza... .
Saat ini liza sedang berada di asosiasi petualang karena dia masih banyak urusan terutama turnamen yg sebentar lagi akan di mulai jadi sangat banyak petualang yg ikut.
Dan saat tugasnya sudah selesai liza langsung bersandar di kursinya
"haaaah, aku capek sekali, peserta kali ini lebih banyak dari 10 tahun yg lalu"ucap liza sambil mengoyang goyangkan tanganya yg pegal Karena menandatangani berkas yg begitu banyak.
Kemudian dia teringat,jika dia akan berlatih bersama zen. Liza kemudian melihat keluar lewat jendela yg sengaja dia tutup agar suara ribut di luar tidak terdengar.
"aataga, ini sudah sore zen pasti menungguku"ucap liza panik ketika melihat keluar dan sudah sore.
Dia lalu bergegas keluar dari ruangannya.
Ceklek"
Dan saat dia keluar dia melihat banyak sekali orang yg sedang berada di gedung itu, ada yg ingin mengambil quest, ada yg ingin melaporkan sudah menyelesaikan quest dan ada juga yg ingin membuat quest, juga ada beberapa petualang dari kerajaan lain yg datang untuk melihat lihat.
Tapi liza sudah seperti terbiasa dengan keadaan itu jadi dia hanya berjalan saja melewati mereka.
"eh guild master anda mau kemana"ucap seorang resepsionis yg melihat liza hendak keluar.
"aku ada urusan, kalian lanjutkan kerja kalian"ucap liza kemudian keluar dari gedung.sedangkan resepsionis itu hanya mematuhi apa yg di katakan liza.
Liza kemudian bergegas menuju tempat perjanjian dia dengan zen yaitu taman kota. Dan diperjalanan dia melihat azel yg sedang makan di restoran bersama beberapa gadis dan pemuda yg sepertinya petualang pemula.
Jadi liza menghampirinya.
"hei zel,kau tidak bersama zen"ucap liza ketika sampai dimeja yg di tempati azel makan, kebetulan meja itu juga diluar ruangan.
"ngak, gue tadi pisah ama dia pas keluar dari rumah temenya"ucap azel santai. Sedangkan para petualang yg melihat liza sangat terkejut karena liza adalah orang yg sangat di kagumi oleh banyak petualang karena dia adalah orang yg sangat kuat dan cantik hingga di tunjuk sebagai guild master oleh raja sendiri.
"bu-bukankah di-a guild master"ucap salah satu pemuda yg di meja itu.
"iya tidak salah lagi "ucap perempuan yg ada di sebelahnya.
Sementara azel heran dengan dengan perilaku mereka yg seperti orang yg baru saja ketemu presiden.
"hei kalian kenapa"ucap azel bertanya kepada mereka.
Sementara liza yg sadar akan hal itu langsung pamit dan pergi.
"kalau begitu aku pamit dulu zel"ucap liza kemudian berlalu.
Sedangkan para petualang pemula itu masih memandangi arah liza pergi terutama para pemuda yg berjumlah 3 orang itu.
"hei, hei kalau ada mata dijaga, dia sidah punya suami, nanti mata kalian dicolok ama suaminya"ucap azel memeperingatkan mereka.
"APAAAAA"ucap para pemuda itu kaget, memang beberapa hari ini mereka mendengar kabar jika guild master mereka sudah menemukan suaminya tapi hanya sedikit yg percaya.
"astaga, hatiku hancur"
"iya aku juga"ucap para pemuda itu.
"haaa, jomloh jomloh"ucap azel sambil mengaruk kepalanya
"hei azel bagaimana bisa guild master mengenal mu"ucap salah satu perempuan di meja itu.
"ohh, baru beberapa hari, aku tinggal dengan dia"ucap azel sambil meminum air yg ada di depanya.
Slurrrrp
"aahhh seger"ucap azel kemudian melihat mereka kembali ,wajah mereka sekarang seperti orang yg syok kayak orang yg baru di selingkuhin pacarnya.
"hei, kalian baik baik saja"ucap azel sambil melambai lambaikan tanganya.
__ADS_1
Sementara itu liza sudah berada di taman kota tapi dia tidak melihat zen, jadi dia mencarinya tapi setelah beberapa saat mencari liza belum menemukan zen.
"nih anak kemana ya, kok ngak ada "ucap liza sambil berjalan mencari zen
"zen,zen ,kau dimana, zen"teriak liza memanggil zen.
"hmmm, apa dia belum datang, tapi inikan sudah sore"ucap liza kemudian menyerah mencari zen tapi saat dia hendak berbalik dia melihat zen tengah tidur di bawah pohon bersama seorang cewek dan parahnya zen tidur di paha cewek itu.
"eh, bukanya itu zen, dia sama siapa " ucap liza ketika melihat zen tengah tidur di pangkuan seorang cewek. Dan liza merasa tidak asing dengan wajah cewek itu.
"siapa itu, kayaknya aku kenal deh"ucap liza memperhatikan cewek itu
Setelah memperhatikan wajahnya dengan seksama akhirnyaliza mengenali cewek itu.
"bukanya itu zara anaknya exley, kenapa dia bisa bersama zen, dan kenapa posisi mereka seperti itu"ucap liza lansung mengenali zara karena exley (arif) adalah teman liza.
"dasar anak muda"ucap liza kemudian menghampiri mereka berdua yg masih tidur.
Dan saat sudah ada di depan mereka liza langsung menarik telinga zen.
"enak ya, dari tadi di cariin ternyata enak enakan tidur disini"ucap liza sambil menarik telinga zen.
Dan zen yg di tarik telinganya langsung bangun.
"eh, adududududuh,kenapa kau menarik telinga ku"ucap zen sambil memegang telinganya yg masih ditarik oleh liza.
"kau dari tadi dicariin,ternyata disini"ucap liza dengan jengkel,lalu melepas tanganya dari telinga zen
"apa salahnya kan kau tadi belum datang, jadi aku tidur"ucap zen sambil mengelus telinganya yg agak gatal.
"terus kenapa kau tidur di paha cewek, aku kasih tau azel ama zou mati kau"ucap liza dengan nada mengancam sambil menunjuk zara yg masih tidur.
Zen kemudian melihat arah yg di tunjuk liza dan zen melihat zara yg sedang tertidur pulas tepat dibawah pohon yg dia tempati tidur.
"eh sejak, kapan"ucap zen dengan nada binggung.
"enggak,tadi itu aku tidur teru...."
"ahhh,banyak alesan "ucap liza memotong ucapan zen.
zen yg mulai jengkel pun berkata "yaudah kalau gitu,aku pulang,ngak usah latihan kita"ucap zen yg sydah tidak tahan dengan liza.
sedankan liza yg mendengar itu langsung menahan zen.
"eh,iya iya,zen aku minta maaf ,kalau gitu kita mulai aja"ucap liza .
zen pun hanya bisa memaafkan saja dan tidak ingin memperumit masalah.
"hah,iya ,kita latihan dekat sini aja,sekalian aku jagaiin dia nanti di apa apain dama orang"ucap zen sambil menunjuk zara.
liza yg mengerti maksud zen setuju setuju saja."okeh "ucap liza.
kemudian liza dan zen berjalan sekitar 20 meteran dari lokasi zara,"disini kayaknya cocok"ucap zen.
"baiklah,kalau begitu apa yg harus ku lakukan zen"ucap liza.
"ehmm,memangnya kau mau tau yg mana dulu,cara kasih besar,cara menahan bentuknya ,atau cara kasih ada bilah pedangnya"ucap zen membeti liza pilihan yg mana akan dia ajari terlebih dahulu.
"cara kasih ada bilahnya"ucap liza dengan semangat .
"kalau gitu,hmmm,kau bisa buat pedang dari angin"ucap zen .
"bisa"
"kalau begitu buat satu"ucap zen menyuruh liza membuat satu pedang dari elemen angin.
"baiklah
__ADS_1
wind sword"lalu muncul angin yg terkonsentrasi di tangan kanan liza.
swussssh
cling
beberapa saat kemudian terbentuklah sebuah pedan angin berwarna kehijauan dan bercorak naga hijau.
zen yg melihat itu kagum ,dia saja hanya bisa membuat pedang tanpa corak seperti itu .
"wah ,bagus juga pedang mu"ucap zen kagum dengan pedang buatan liza.
"huh ,siapa dulu dong ,liza"ucap liza menyombongkan diri.
"iya ,iya,coba kau putar pedangnya seperti ini
wind sword"ucap zen memunculkan satu pedang angin tanpa corak dan hanya terlihat seperti pedang biasa.
lalu zen memutar pedang itu dengan satu tangan menggunakan jarinya saja.
swushhhhhhhhh"muncul angin dari putaran pedang zen .
"bisa"ucap zen sambil memutar pedangnya.
"ya bisa lah ,kau kira gelar guild master ku ini pajangan"ucap liza laluencontoh apa yg di lakukan zen.
liza kemudian memutar pedangnya.
swushhhhh"
"bagus,kalau begitu bayangkan jika pedang itu adalah tornado yg berputar di tangan mu"ucap zen memberi arahan pada liza.
"hah,bagaimana caranya"ucap liza binggung.
"hadeh,begini,kan tornado itu berputar bayangkan saja kalau itu adalah tornado yg berputar,terus ujung pedang nya kau biarkan ada di luar tornado mu"ucap zen panjang lebar .
"ngak ngerti"ucp liza .
"hadeh,kek gini"ucap zen kemudian memutar pedangnya lagi lalu memunculkan tornado yg membungkus tanganya.
terlihat ada pedang berputar di sisi tornado itu dan bagian tengahnya ada tangan zen yg memutar pedang dengan sangat cepat.
"ohh,baiklah akan kucoba"ucap liza
"iya ,aku akan mengawasi dari sana"ucap menunjuk tempat zara tidur.
"oke"ucap liza sambil berusah melakukan apa yg di lakukan zen.
sementara itu zen pergi menuju tempat zara sedang tidur,saat sudah sampai zen melihat zara yg masih sedang tidur pulas.
zen memperhatikan muka zara yg sangat cantik,mulus,putih ,hidung tidak terlalu pesek juga tidak terlalu mancung,bibir seksi,juga mata yg lentik.
sedangkan dia serba standar."hah nasib nasib"ucap zen sambil mengelengkan kepala.
dia kemudian melanjutkan mengawasi liza dari situ.
"uhmmm"suara zara yg mengeliat dan berhenti di paha zen.zen yg melihat itu langsung dag dig dug.
dan di saat seperti itu ada pesan masuk dari system
[ding pesan dari author
panik ngak!!
panik ngak!!!
ya panik lah masa enggak !!!! ]
__ADS_1
"dasar author anjir,giliran gue susah dia dateng "ucap zen mengumpati author yg kerjaanya hanya bisa datang saat dia susah.