petualang tiga sahabat - sedang revisi

petualang tiga sahabat - sedang revisi
kara dan kayla


__ADS_3

Saat ini zen sedang melompat dari atap rumah ke rumah lainya. Dia melompat sambil mejulurkan tanganya ke belakang kayak larinya naruto pas perang dunia shinobi.


Dia terus melompat dari rumah ke rumah hingga tidak ada lagi atap rumah yg bisa di lompati. Jadi dia berlari lari saja dan saat dia sampai di depan rumah liza dia melihat azel yg sedang memainkan hp nya sambil ngeteh ngeteh santui di teras rumah beralaskan karpet warna merah dan ada liza dan zou di samping azel.


Azel yg melihat kedatangan zen langsung berkata


"nih anak di suruh pulang jam berapa, datangnnya jam berapa"ucap azel dengan nada kesal.


"lah emangnya ini udah jam berapa"ucap zen kemudian melihat hp yg dia taro di saku belakangnya dan tertulis jam 21:28.


"hehehe,sory tadi gue nganterin anak gadis orang,soalnya bahaya kalo di biarin pulang sendirian banyak preman pasar di mana mana"ucap zen.


Azel dan zou menatap zen dengan curiga, lalu zou berkata


"lu ngak ngapa ngapain anak orang kan zen"ucap zou dengan tatapan penuh selidik.


"iya, ngak percaya gue kalo cuman ngantar"ucap azel.


"ngak percayaan amat seh, ama teman sendiri, heh jelek jelek gini gue laki laki sejati tauk"ucap zen dengan nada kesal karena di curigai.


"sudah, sudah dia baru pulang, sudah kalian curigain kayak orang tua zen aja kalian"ucap liza menenagkan suasana.


"ihhh amit amit gue punya anak gesrek kayak nih orang"ucap azel sambil menunjuk zen.


"iya, sama"ucap zou.


"heh kalian kira gue mau punya orang kek klean gue juga amit amit tauk"ucap zen sambil melipat kedua tangan nya di dada.dan mereka terus berdebat dan debat terus hingga liza sudah kesal melihat mereka


"HEI KALIAN BISAKAH KALIAN BERHENTI BERTENGKAR"teriak liza karena sudah capek melihat pertengkaran mereka.


Sedangkan mereka bertiga yg dimarahi langsung bungkam dan meminta maaf satu sama lain.


Dan setelah itu zen duduk di dekat mereka dan saat dia baru saja duduk terdengar suara bayi dari dalam rumah.


Eaaak"


Eaaak"

__ADS_1


Teriak kedua bayi itu menangis liza pun langsung saja pergi menenangkan anaknya. Dan azel, zen dan zou berbincang bincang tentang kejadian yg mereka alami hari ini hingga liza datang membawa kedua anaknya.


"kenapa kamu membawa mereka keluar sayang"ucap zou lembut saat melihat liza membawa kedua anak nya.


"ah, mereka tidak mau tidur jadi aku bawa keluar"ucap liza kemudian ikut duduk di dekat mereka bertiga.


Dan kedua anak liza kemudian mengeliat. Zou pun mengambil salah satu dari mereka.


"wah anak ayah, muah muah"ucap zou sambil mencium cium pipi anaknya.


Sedangkan zen lqngsung berkata


"eh liza, zou kalian udah kasih nama sama anak klean"ucap zen penasaran.


"eh iya juga yak, kok gue lupa sih"ucap zou menepuk jidatnya.


"ketularan pikunya si zen kali"ucap azel dengan nada mengejek.


"lu ngak bosen bosen nyari masalah ama gue ya, zel"ucap zen tidak terima


"apa ngak suka"ucap azel menantang.


"hei ,kalian bisakah kalian berhenti bertengkar sebentar saja"ucap liza kesal pada mereka berdua.


"si azel tuh yg mulai duluan"ucap zen sambil menunjuk azel.


"cih"ucap azel mendecih


"udah udah gitu aja bertengkar, kalian udah kayak anak kecil "ucap zou.


"kalo gitu aku bakalan kasih nama.


Yg laki laki 'kara' dan yg perempuan 'kayla' gimana sayang setuju"ucap zou kepada liza


"iya, nama yg bagus iyakan kayla"ucap liza pada anaknya yg ada di tanganya.


"hmm, bagus juga namanya zou, 'kara'kayla' cocok banget karena mereka kembar"ucap zen sambil mengacungi jempol si zou.

__ADS_1


"iya, cocok"ucap azel juga


"huh ,siapa dulu dong "ucap zou sambil membusungkan dadanya.


"hilih songong amat, gue petis sekali meninggal lo"ucap zen bercanda.


"jangan dong zen gue udah punya keluarga nanti gue mati siapa yg ngurus mereka"ucap zou pura pura takut.


"iya zen lu kejam amat, mending lu cari cewek aja sono baru nikahin"ucap.


"kalian tu ya, di ajak becanda malah nge bully gue, dahlah gue mau tidur capek gue lihat kalian bedua"ucap zen yg kesal kemudian beranjak pergi.


"dia marah zel ,apa kita udah kelewatan yak "ucap zou agak panik ketika melihat zen pergi.


"ah ngak usah dipikirin, besok paling udah dia lupain"ucap azel santai santai sambil menyeruput teh nya.


Sluurrp"


"ah, ngeteh santuy malem malem emang enak"ucap azel kemudian berbincang bingcang dengan liza dan zou.


Sedangkan zen yg sudah sampai ke kamarnya langsung membanting pintunya dan berkata


"hah, pantes aja di title gue ada tulisan orang yg suka di bully ama mereka, hah nasib gue kok gini amat seh"ucap zen sambil berjalan menuju kasurnya tanpa menganti baju karena sudah kebiasaan memakai satu baju satu hari.kemudian zen langsung membanting dirinya di ranjang nya.


"bruggh"


"aaah, rebahan emang enak"ucap zen tapi saat dia memejamkan matanya terbayang wajah liza yg sedang tersenyum saat mereka berjalan bersama tadi. Dia berusaha untuk memikirkan yg lain tapi bayangan liza selalu ada di kepalanya.


"uhhhkkk, kenapa senyumnya indah banget, kok gue ngak bisa lupain sih"ucap zen kemudian kembali mengingat senyum liza dadanya terasa sangat berbunga bunga dan rasa kesalnya pada azel dan zou langsung sirna.


"ya tuhan perasaan apa ini"ucap zen sambil memegang dadanya.


Sementara itu di sisi liza.


Saat ini dia sedang berbincang dan bercanda dengan ke 3 saudaranya yg satu saudara kembarnya dan 2 lagi kakak laki laki dan perempuan nya dan di saat dia sedang menyimak pembicaraan mereka bertiga liza kembali terpikir dengan zen entah mengapa walaupun baru saja bertemu dia langsung merasa nyaman dengan zen. Kemudian dia kembali mengingat saat dia sedang berjalan dengan zen, saat dia becanda dan mereka tertawa bersama.


Dan saat dia tidak sengaja memeluk zen, dia langsung memegang dadanya yg berdegup kencang dan mukanya menjadi merah.

__ADS_1


"huh, perasaan apa ini"liza dengan degup jantung yg tidak beraturan.


__ADS_2