
...Aku, kamu, dan janji kita untuk tetap bersama selamanya....
...(Dea)...
7 tahun yang lalu
"Dea, jika nanti David pergi dengan Papa dan
Mama David, apakah Dea mau berjanji akan tetap mengingat David? ujar anak laki-laki berusia 9 tahun itu pada Dea.
Dea tidak menanggapinya, hanya memberikan senyuman dengan merangkai kata-kata indah untuk meyakinkannya, bahwa mereka akan tetap selalu bersama. Dea pun mengatakan dengan yakin pada David, "Aku, Kamu, dan janji kita untuk tetap bersama selamanya" kami berjabat tangan dan tersenyum bersama.
flashback off
Rabu, pukul 06.45
Tok tok tok.. Dea tersadar dari ingatan masa lalunya, dan meletakkan kembali bingkai foto anak laki-laki dan perempuan itu di samping meja riasnya.
"Non.. sarapan sudah siap, tuan dan nyonya menunggu Non di meja makan"
"Iya Bik, Dea akan turun sebentar lagi" Sambil melihat penampilannya hari ini sebelum berangkat sekolah.
"Morning Pa, Ma." sapa Dea pada orangtuanya.
"Morning sayang, nanti berangkat sekolah sama Papa yah" ujar Papa Dea
"Tumben banget Pa, biasanya juga Dea selalu diantar sama pak Eko" merasa heran dengan tawaran papanya.
"Hari ini papa tidak terlalu sibuk, papa juga mau mengantarkan anak papa yang paling cantik ini ke sekolahnya" goda Papa Dea padanya.
"Sekalian aja Papa sama Mama yang anterin Dea ke sekolah, seperti Dea masih TK dulu" tawar Dea pada orangtuanya.
"Mama masih banyak pekerjaan di rumah, jadi, belum bisa temani Dea ke sekolah sayang, Dea juga kan sudah SMA, tidak malu diantarkan seperti anak TK lagi ?" tanya Mama Dea.
"No Problem Mam.. Dea tidak malu tuh, malah Dea tambah senang kalau Papa, Mama anterin Dea setiap hari" Ujarnya dan menghasilkan raut senyuman pada kedua orangtuanya akan perkataan anak gadis mereka yang cantik dan sangat manja itu.
Dea Anastasya Putri Pratama, 16 Tahun, Kelas 2 SMA dari sekolah tervaforit di kota A. Gadis yang cantik, tinggi 167cm , mancung, dan memiliki rambut yang lurus, lesung pipit, pintar, baik, manja hanya di oarangtuanya saja, pendiam, dan sifatnya yang lemah lembut, membuat teman-temannya suka padanya.
"Ayo sayang kita berangkat" ujar Papa Putra Pratama pada anak gadisnya.
"Oke Pa. Ma.. Dea berangkat dulu yah" pamit Dea pada Mama Nindia Pratama.
"Hati-hati sayang, nanti pak Eko yang jemput Dea pulang yah" sambil membelai kepala anak gadisnya.
__ADS_1
Ketika dalam mobil Dea memandangi rumah sepi tepat di samping rumahnya itu yang merupakan rumah lama David sebelum pergi bersama orangtuanya untuk kepentingan bisnis mereka ke Negara B dan David melanjutkan sekolahnya disana
"Apa Dea merindukan David teman masa kecil Dea?" senyum Papa setelah bertanya pada putrinya.
Dea hanya mengangguk tanpa membalas perkataan Papanya.
Tiba di sekolah SMA Alexandria, Dea pamit kepada Papanya dan menghampiri dua sahabat dekatnya yang sudah menunggu kedatangan Dea di depan gerbang sekolah mereka.
"Pagi Dea Cantikku" tukas Dinda sambil memandangi paras cantik Dea dan dibalas senyuman yang dihiasi lesung pipit nan mempesona oleh Dea.
"Tumben dianterin papa kamu" ujar Tya pada Dea.
"Lagi senggang, pengen nganterin aku ke Sekolah aja" balas Dea sambil berjalan beriringan menuju kelas dengan dua sahabatnya.
"Eh kalian berdua udah tau belum, sekolah kita kedatangan murid pindahan dari kota J" tutur Dinda pada dua sahabatnya
"Katanya sih dia teman dekatnya Alex waktu sekolah dasar dulu" lanjutnya lagi
"Alex si anak Basket kelas IPS 1 yang super duper tengil itu?" tanya Tya dengan muka judesnya.
"Yoi... siapa lagi yang namanya Alex di sekolah SMA Alexandria ini selain dia musuh bebuyutan kamu?" balas Dinda lagi.
"Bertambah lagi deh genk nakal nya si Alex tengil" pangkas Tya dengan muka gusarnya
"Husst.. belum tentu anak baru itu juga nakal seperti Alex dan teman-temanya" sahut Dea pada dua sahabatnya yang masih membicarakan murid baru tersebut.
"Iya juga sih" balas Dinda
Kringg... tanda masuk jam pelajaranpertama
"Pagi semua..." sapa Ibu Anggi guru Mata Pelajaran Biologi kepada anak kelas jurusan IPA 1 yang merupakan kelas Dea dan dua sahabatnya.
"Kumpulkan tugas rumah yang sudah Ibu berikan minggu lalu" ujar Ibu Dewi sambil mencatat beberapa materi tambahan di depan kelas.
Satu jam berlalu akhirnya bel tanda istirahat berbunyi.
"Kantin yuk" ajak Dinda pada Dea dan Tya, lalu mereka berjalan menuju kantin.
"Mbok teh manis 3 sama bakso dua mangkok mbok" pesan Dea pada Mbok Sity enjaga kantin sekolah
"Baik Neng Dea" ujar Mbok Sity dengan senyuman khasnya
"Kamu gak pesan bakso Dey?" tanya Tya pada Dea
__ADS_1
"Aku dah sarapan tadi dirumah, masih kenyang" jawab Dea
Sambil menikmati bakso yang ada di depanya, Dinda tanpa sengaja melihat ke barisan anak IPS 1 yang sedang memasuki area kantin, tidak lain dan tidak bukan adalah genk Alex yang ditakuti oleh para siswa dan siswi SMA terfavorit ini.
"Ehhmm.. guys liat tuh 4 bocah tengil datang ke kantin dengan 4 dayang nenek lampir mereka" tunjuk Dinda dengan isyarat kepada dua sahabatnya.
Tya menoleh dan tak lupa memperlihatkan muka tidak sukanya pada Alex and the genk.
Beda hal nya dengan Dea yang tidak mengubris perkataan Dinda sama sekali, dan hanya fokus pada lamunannya sambil meminum es teh manisnya.
"Eh... itu anak baru nya sekelas sama si Alex" ujar Dinda melihat murid laki-laki yang tampan menuju ke tempat Alex dan teman-temannya yang lain
"Oh My God, Handsome boy" puji Dinda pada murid laki-laki yang baru saja bergabung dengan Genk Alex tersebut
Dio Andreas Pangalila, 16 Tahun, murid pindahan dari kota J, tampan, dingin, tinggi 175cm, mata yang tajam, alis tebalnya, dan termasuk dari salah satu genk Alex, genk pengganggu.
"Sini Dio, lo mau pesan apa?" tanya Alex pada Dio
"Gak usah, gw masih kenyang" jawab Dio sambil melihat sekeliling kantin yang dipenuhi oleh para siswa dan siswi Alexandria.
"Dey.. lamunin apa sih? " tanya Tya pada Dea. Hanya dibalas senyuman oleh Dea.
"Wah... Anak baru yang tampan, mata yang tajam, mempesona," puji Dinda sambil memandangi Dio dari kejauhan.
"Jaga tu mata, semua cowok lo bilang tampan" tangkas Tya
"Tya... bahasanya yang bagus" tegur Dea pada Tya yang secara refleks menutup mulutnya dengan tangan.
"Kebiasaan ngobrol ma yang lain Dey" ujar Tya beralasan, sambil melanjutkan makanannya
"Udah yuk... balik kelas" ajak Dea pada Dinda dan Tya
Ketika melewati tempat makan khusus anak IPS 1, Dea disapa oleh salah satu siswa kelas tersebut.
"Dea, apa kabar? "sapa Andre dengan senyumannya yang merupakan teman Alex.
"Baik Andre, Kalau kamu sendiri?" tanya Dea padanya
"Seperti yang lo lihat, ups.. seperti yang kamu lihat" jawabnya
"Kalau gitu aku ma yang lain balik kelas dulu yah" tuturnya lagi
"Oke Dea" balas Andre
__ADS_1
Andre merupakan teman satu Sekolah Dasar Dea dan David. Dia juga mengetahui bagaimana kebersamaan Dea dan David. Tak heran jika Dea dan dua sahabatnya tidak diganggu oleh mereka saat sekolah, kecuali dua musuh bebuyutan antara Alex dan Tya.