Promise? Stay With You

Promise? Stay With You
2. Siapa dia?


__ADS_3

...Siapapun dia, aku ingin sekali mengusik ketenangannya...


...(Dio)...


"Sini Dio, lo mau pesan apa?" tanya Alex pada Dio


"Gak usah, gw masih kenyang" jawab Dio sambil melihat sekeliling kantin yang dipenuhi oleh para siswa dan siswi Alexandria.


Mata Dio tertuju pada salah satu siswi yang hanya fokus pada lamunannya, tanpa menghiraukan dua temannya yang berbicara sambil menikmati makanan mereka.


Dia begitu tenang dengan lamunannya, siapa dia? batin Dio


Tak lama kemudian siswi dan dua temannya itu beranjak dari tempat makan mereka.


"Dea, apa kabar? "sapa Andre dengan senyumannya yang merupakan teman sekelas Dio dan Alex.


"Baik Andre, Kalau kamu sendiri?" tanya Dea padanya


"Seperti yang lo lihat, ups.. seperti yang kamu lihat" jawabnya


"Kalau gitu aku sama yang lain balik kelas dulu yah" tuturnya lagi


"Oke Dea" balas Andre


"Siapa dia, lo kenal deket ma dia?" tanya Dio tiba-tiba pada Andre, yang membuat Alex terkejut akan pertanyaan teman lamanya itu


"Gw gak salah denger nih, seorang Dio Andreas Pangalila anak baru pindahan kota J yang dingin dan cuek menanyakan seorang gadis?, bahkan menanyakn primadona SMA Alexandria" ledek Alex pada sahabat lamanya membuat teman-teman mereka yang lain bingung akan ledekannya. Beda halnya dengan Angle yang terganggu dengan kata Alex menyebut Dea sebagai primadona sekolah mereka.


"Dia Dea Anastasia, anak kelas sebelah (IPA 1), teman satu Sekolah Dasar gw dulu" jawab Andre sambil tersenyum


"Eits... gw jadi penasaran ma ledekan lo, emang cowok setampan Dio gak pernah dekat sama cewek manapun?" tanya Luis pada Alex


"Kagak bro, dia dikenal dingin waktu SMP dulu, ditakuti oleh para siswa sekolah gw, bahkan guru-guru pun capek ma kelakuan dia, tiap hari ada saja yang dilanggar" terang Alex pada teman-temannya tentang Dio.


"Lo juga sama Lex, dsini kan begitu"tutur Angle ketua cheersleader SMA Alexandria.


"Siapapun dia, gw pengganggunya" ujar Dio tiba-tiba


"Maksud lo?" tanya Andre pada Dio


"Its Fine, just for fun bro, Dio gak bakal apa-apain temen lama lo Ndre" sahut Alex


"Tapi Lex, kita udah janji buat gak ngusik temen gw kan" ujar Andre lagi


"Tenang aja, temen lo temen gw juga, gak bakal gw bunuh" balas Dio pada Andre dengan muka dinginnya. Andre dan yang lain hanya diam saja menanggapi perkataan Dio tersebut.


Mereka pun kembali menuju kelas masing-masing.


"Alex, kita udah janji, gak bakal ngusik Dea dan teman-temannya Lex" Andre masih membahas persoalan di kantin.

__ADS_1


"Lo tenang aja Ndre, Dio gak bakal macem-macem ma Dea" jawab Alex


"Dio hanya penasaran aja sama Dea" tuturnya lagi


"T-tapi... "


"Huustt... tutup mulut" pangkas Alex pada Andre


pukul 12.35


"Pulang sama siapa Dio?" tanya Alex


"Gw nebeng lo aja, gw gak bawa motor, tadi dianter pak Tamrin


"Dah gede masih aja dianter sopir lo" ejeknya lagi


"Hari pertama pindah, lo tau sendiri gimana nyokap gw, masih trauma sama kecelakan 2 tahun lalu" tutur Dio pada Alex.


"Nyokap lo sehat?" tanya Andre


"Sehat" jawab Dio singkat


"Kalau Bokap lo?" tanya Andre lagi


"Entah, gw malah lupa kalo masih punya Bokap yang ninggalin Nyokap gw demi wanita lain" tutur Dio pada Alex


Tiba di rumah Dio


"Besok bawa motor lo yah, biar gak nebeng gw lagi" ledek Alex pada Dio, yang hanya dibalas anggukan olehnya.


Mendengar suara motor depan rumah, Mama Dio menghampiri dua anak laki-laki yang baru saja pulang dari sekolah.


"Halo Tante, gimana kabarnya?" tanya Alex yang buru-buru turun dari motor untuk menyapa Mama Dio


"Baik Tante" jawab Alex


"Kenapa tidak mampir dulu, sudah lama gak main ke rumah"ucap Mama Dio


"Lain kali saja Tante, Alex ada perlu siang ini" ujarnya sekaligus pamit pada Dio dan Mamanya.


"Sayang, kenapa gak hubungi pak Tamrin untuk jemput pulang sekolah?" tanya Mama pada Dio


"Ma.. Dio bukan anak kecil lagi, dan besok Dio mau sekolah pakai motor" jawabnya


"Sayang, lebih aman sama pak Tamrin daripada pakai motor kamu itu" jelas Mamanya


"Ma... kecelakaan itu udah lama, 2 tahun yang lalu, dan sekarang Dio gak pernah pergi balap liar lagi Ma"


"Baiklah, asal Dio gak pergi balap liar, Mama izinkan" ujar Mama Dina pada anaknya.

__ADS_1


"Dan ingat Mam, Dio sudah besar, tidak perlu pakai sopir lagi" jelasnya sambil berlalu menuju kamarnya


"Walaupun kamu sudah besar, tapi tetap bagi Mama, kamu pangeran kecil Mama satu-satunya" batin Mama Dina


"Dea Anastasia, Cantik dan...." batin Dio


WTF Dio, stop it, ngapain gw mikirin dia," batinnya lagi, dan beranjak pergi menuju kamar mandi


Sedangkan di rumah Dea, ia hanya menatap foto dua anak yang sedang tersenyum manis itu, merindukan sosok anak laki-laki yang dulu selalu menemaninya bermain. Selalu pergi sekolah bersama, pergi jalan-jalan bersama dua keluarga, dan masih banyak sekali kenangan yang pernah mereka lewati.


"Apakah kamu masih mengingatku David?, kamu sedang apa sekarang?, aku penasaran, apakah wajahmu masih imut dan tampan seperti dulu waktu kita masih kecil? " ujar Dea bertubi-tubi dengan melontarkan pertanyaan pada David yang hanya didengar oleh dirinya sendiri.


"Mengapa dulu David tidak memberikan emailnya padaku?" gumamnya lagi.


"Ahh.. mana ada anak usia 9 tahun sudah mempunyai email" batinnya lagi sambil terkekeh geli dengan pikirannya sendiri.


Dea pun keluar dari kamar dan menuju taman samping rumah, menghampiri Mamanya yang sedang memeriksa bunga-bunga tanamannya.


"Mama" sapa Dea sambil memeluk Mamanya.


"Iya sayang, ada apa" tanya Mama pada Dea


"Dea merindukan David" jujurnya.


Mama Nindia tersenyum mendengar perkataan putri satu-satunya itu.


"Apakah Mama tidak mempunya email ataupun kontak sosial media orangtua David?" tanya Dea pada sang Mama


"Dulu Mama punya kontak handphone Mamanya David, tapi sepertinya sudah tidak aktif lagi sayang, mereka sudah berada di negara berbeda dengan kita" tutur Mamanya


"Tenang saja, mereka pasti akan berkunjung lagi kesini, rumah disamping juga masih milik mereka, hanya dikunjungi oleh bibi dan tukang kebun untuk dibersihkan setiap pekannya" ucap Mamanya meyakinkan pada putrinya


"Iya Ma... semoga David gak lupa sama Dea" Ujarnya lagi


"David pasti masih mengingat putri tersayang Mama ini" tambah Mama Nindia lagi pada anak gadisnya


Pukul 19.40


Di belahan bumi yang lain, remaja laki-laki sedang menemani teman sekolahnya untuk membeli beberapa buku pelajaran yang dibutuhkan.


"Berapa buku lagi yang dibutuhkan?" tanya David pada Tiffany


"Wait a minute David, hanya 3 buku lagi, tapi aku belum menemukannya" jawab Tiffany geram


"Ini sudah 2 jam berlalu Tiffany, bisakah untuk menunda beli sebagian buku itu?, lain waktu aku akan menemanimu lagi" ujar David dengan bosannya menunggu sang teman untuk membeli buku.


"Baiklah David, aku akan menagih janjimu itu, kapanpun aku mau" ucap Tiffany lalu berjalan menuju kasir untuk membayar sebagian buku pelajaran maupun buku novel yang telah dipilihnya.


"Apa kamu tidak lapar?, kita belum makan dari sore hari David" Tiffany menengok David yang sedang fokus mengendarai mobilnya

__ADS_1


"Baiklah" jawabnya


__ADS_2