
Pukul 09.15
Keesokan harinya, setelah usai dari membersihkan kamar, diri, dan mengumpulkan pakaian kotornya menuju tempat cucian, Dea menghampiri Bi Imah dan meminta bantuannya untuk mencuci pakaiannya lebih dahulu.
"Terimakasih Bi Imah" ucapnya dan berlalu mencari Mamanya.
"Mama,,, Dea sudah boleh pergi bukan?
"Iya sayang, pulang sebelum jam 17.00" perintah Mamanya.
"Oke Ma, Dea mau siap-siap dulu" Dea pun berlalu menuju kamarnya dan mulai bersiap-siap.
"Hmm.. pakai baju apa yah? warna apa? tanya yang lain dulu"
Massage group
^^^Pakai baju apa?^^^
Tya : Seragam olahraga
Dinda : Mulai,,,, mulai,,,,
^^^Baju warna apa?^^^
Dinda : Item Dey
^^^Serius Tya,,,, warna apa nih?^^^
Tya : Kamu pakai baju apapun tetap cantik Dey,, gak usah bingung kayak gak punya pakaian deh.
^^^🙄^^^
Tya : Bebas 😕
Melihat respon dari teman-temanya yang memang sudah hafal dengan kebiasaan Dea, ketika keluar kemanapun bareng bertiga, selalu menanyakan prihal kostum.
Jika dilihat bagaimana kekayaan orangtuanya saat ini, Dea jarang menggunakan pakaian yang sama dalam jarak satu bulan. 😂
Dea pun melihat isi lemarinya, dipenuhi gaun-gaun indah, baju-baju yang super elegan.
"Aahh.. ribet deh" Keluhny dan meminta saran teman-temannya lagi.
Message group
^^^Rok atau celana?^^^
Tya : Sarung
^^^Tya 😑😑😑^^^
Dinda : Aku pakai Celana Dea,, tapi kamu lebih cocok menggunakan gaun remaja yang manjah
Tya : Pass
^^^Iihh.. kok manjah..^^^
__ADS_1
Balasnya pada chat group yang hanya bertiga saja.
Dea pun memutuskan memakai baju rok seperti gaun, namun lebih sederhana dengan motif polos tapi terlihat elegan dibadannya.
"Sepertinya ini sudah pass, hemm rambut diikat atau diamkan tergerai saja?" gumamnya lagi
"Diikat saja" Dea mencari ikat rambut baru + jepitan kecil merek Gu**i nan mahalnya yang dipakai kemarin sekolah namun tidak menemukannya.
"Apa jangan-jangan di tempat cucian yah?" ujarnya dan mengambil ikat rambut nya yang baru dengan merek yang sama.
"Syukurlah masih ada yang lain"
Setelah melihat tampilannya, Dea merasa kurang puas.
"Tergerai saja" ucapnya dan melepaskan ikatan rambutnya, dan hanya memakai jepitan saja.
Sudah merasa pas dengan tampilannya, Dea berpamitan kepada Mamanya.
"Mama,, Dea jalan dulu yah, Muaach(tak lupa mencium pipi sang Mama)"
"Diantar Pak Eko sayang, biar ada yang awasi" ujar Mama Nindia pada anak gadisnya itu
"Nanti pulangnya Dea pakai taxi online saja Mama, gak perlu dijemput, janji tidak akan pulang lebih dari jam 17.00 Mama" janji Dea pada sang Mama, agar tidak merepotkan Pak Eko harus menemani kemana ia akan pergi bermain dengan teman-temannya.
Jika hanya mengantarkannya saja tentu Dea tidak akan menolak, tapi jika harus diawasi oleh sopirnya kemanapun Dea pergi sepertinya akan ditolak langsung.
"Yuk Pak, ke Mall xxx, Nanti Pak Eko tidak perlu temani ataupun menunggu Dea, dan langsung pulang saja" ucap Dea setelah berada di dalam mobil yang sudah siap melaju.
"Baik Non" jawab sang sopir.
"Halo tuan putri, sedang dimana?" suara diseberang sana mempertanyakan keberadaannya yang ditunggu-tunggu.
"Aku sedang di jalan menuju lokasi tempat janjian Din"
"Kami sudah kering menunggumu disini cantik,"
"Iya,,, sebentar lagi sampai" jawab Dea meyakinkan temannya, padahal jika harus jujur, masih agak sedikit jauh untuk sampai di tempat janjian mereka, karena Dea memang baru saja berangkat dari rumahnya.
Sudah sampai ditujuannya, Dea melihat dua sahabatnya berkacak pinggang di depan mall tempat mereka bertemu dan akan menonton bioskop disana.
"Sorry" ucapnya saat sudah tiba di depan kedua sahabatnya itu.
Namun tidak ada tanggapan dari kedua, merasa bersalah akhirnya Dea buka suara dan berkata.
"Oke, aku yang bayar tiket nonton"
"Yyeeeeaahhhhhh,,,, Dea memang paling mengerti isi hati kita berdua" ujar mereka serentak
"Yang ngajak siapa, yang bayar tiket nonton siapa" sindirya pada Dinda dan Tya.
"Itu hukuman karena telat 27 menit" ujar Dinda dan diiyakan oleh Tya mengangguk dan tertawa lagi.
Dea memang sudah hafal tingkah dua sahabatnya, jika ia yang membayar tiket, pasti mereka yang akan membeli makanan dan minuman, seperti itu sebaliknya bahkan seterusnya, karena sudah seperti keluarga sendiri bagi Dea.
Karena Dea yang membeli tiket nonton, jadinya Dea memilih Film yang akan mereka tonton. Dea pun memilih film F9.
__ADS_1
"Fast and Futious 9 : The Fast Saga,apa ada usulan yang lain?" tanya pada Dinda dan Tya, karena ia ingin melanjutkan film favoritnya.
"Aku setuju" jawab Tya yang sudah menyaksikan semua season sebelumnya dari film Fast and Furios. Berbeda halnya dengan Dinda
"Bagaimana dengamu Din?" tanya Dea
"Aku hanya menonton yang pertama saja, bahkan tidak tahu bagaimana sebelum yang ke sembilan" ucapnya cemberut.
"Gpp, yang penting tau sedikit sebelumnya" Tya menyetujui keraguan Dinda sepihak, dan mereka sudah mendapatkan tiket masing-masing.
Sebelum dipersilahkan untuk masuk, Dinda dan Tya membeli beberapa cemilan khusus yang boleh dibawa masuk. Sedangkan Dea memotret tiket bioskopnya dengan background nama Mall, dan membagikan di storie sosmednya.
Sudah menunggu beberapa menit, akhirnya mereka dipersilahkan untuk memasuki ruangan bioskop.
Di sisi lain, Dio yang sudah melihat storie dari Dea memboking tempat duduk persis di samping Dea, dan ia bergegas pergi lalu menghubungi Alex dengan alasan mengajaknya ke suatu tempat.
"Alex keluar bentar, ketemu di mall xxx" ucapnya setelah tersambung dengan Alex dan tanpa mendengar persetujuan temannya, ia pun menutup panggilan singkat tersebut.
Tidak merasa keberatan dengan ajakan tak sopan temannya itu, Alex pun menyetujui nya tanpa perlu didengar oleh Dio, karena memang kebiasaan lama Dio tak ingin ditolak ajakannya.
"Ma,,, Dio keluar bentar ketemu Alex" Dio beralasan pada Mamanya.
"Hati-hati sayang"
Setelah berpamitan, Dio pun melajukan motornya menuju tempat yang sudah pasti ada Dea disana.
Tak berapa lama, akhirnya Dio sampai di mall tersebut dan Alex pun sudah menyusulnya dibelakang.
"Tumben lo ngajakin gw ke mall" ucap Alex setelah menyeimbangi jalannya dengan Dio untuk memasuki keluar dari parkiran dan memasuki mall.
"Mau nonton" jawabnya singkat dan menunjukkan bokingan tempat duduknya secara online.
"Oke lo tanggung semuanya, karena gw gak bawa duit" Alasan Alex, tapi memang ia tak memikirkan tentang menonton bioskop ketika diajak sang teman untuk menuju mall ini.
"Fast & Furious, gw tadi gak sengaja tuh liat storie Dea, apa jangan-jangan lo,,,, wah sudah mulai mengejar nih" sindirnya pada Dio.
"Ba*o* lo" ucap Dio membuat Alex tertawa karena menandakan temannya benar-benar sedang mengejar Dea.
"Duit lo mana?" tanya Alex sambil mengadah tangannya, Dio sudah paham maksud dari Alex, dan ia pun memberikan beberapa lembar uang dan membeli cemilan.
Mereka pun memasuki ruangan dan bergegas menuju tempat duduk mereka, yang berada di barisan belakang ke 3, dengan Dea yang sudah pasti berada di barisan itu juga.
Karena mereka bertiga terlalu fokus untuk melihat awal dari film F9 itu, Dea yang berada tepat di samping Dio sama sekali tidak menghiraukan kedatangan Dio dan Alex.
Sempat melirik Dea yang ada disampingnya, Dio ingin sekali mengganggu gadis yang setiap saat terlihat menggemaskan bagi Dio.
Sudah hampir setengah film yang mereka saksikan, Dea benar-benar tidak menghiraukan orang-orang disampingnya kecuali dua sahabatnya itu.
Hingga sampai saat Dea yang memegang cemilan popcornnya, Dio mengambil beberapa popcorn dan mengunyahnya santai.
Sontak saja Dea merasa kaget dengan kelancangan penonton yang berada di samping nya, namun tak mau diambil pusing Dea tak menanggapinya, malah memakluminya, mungkin saja orang tersebut lupa bahwa temannya ada disebelah kanannya karena keadaan bioskop yang gelap pula, sehingga Dea tak terlalu menanggapi orang tersebut.
Namun, ia dibuat melongo lagi karena penonton di sampinganya kembali mengambil popcorn miliknya, akhirnya menoleh ke samping dan..
"Kamu,,, " ucap Dea sedikit keras dan membuat Dio menutup mulut Dea untuk menyuruhnya tetap fokus menonton film di depannya.
__ADS_1
...----------------...