
Dio yang sudah sampai pada tujuannya pun turun di sebuah rumah teman lama yang dijadikan basecamp oleh mereka.
Saat Dio masuk, sudah ada 3 orang teman disana, salah satunya Alex.
"Tiba-tiba pindah sekolah aja lo kesini" ujar salah satu temannya.
"Nemenin Mama" jawabnya singkat
"Walaupun di kota J, tetep aja mainnya kesini setiap akhir pekan" temannya menambahkan.
"Haha,, bener juga sih, cuman beda identitas sekolah doang" Alex menimpali
"Pada mau ikutan balapan gak nanti malam tempat biasa" ajak salah seorang teman.
"Boleh tuh" Alex menjawab
"Gimana Dio, lo mau ikut? eh jangan deh nanti gw yang diinterogasi seperti kejadian yang lalu" tambahnya.
"Skip dulu" ujar Dio
"Eh btw, lo dah bawa pulang anak orang dalam keadaan sehat kan?" tanya Alex setelah Dio duduk di samping nya
"Kenapa?"
"Yah,,, gw sampai sekarang di teror sama dua sahabatnya yang super duper bawel itu" sambil menunjukkan ponselnya pada Dio.
"Aman" ujar Dio dan memakai gelang dengan inisial D dan juga mengalungkan kalung dengan cincin yang melingkar sebagai permatanya.
"Gelang pasangan nih" sindir salah satu teman mereka.
"Lagi buceenn" sahut Alex dan mendapatkan jeplakan tangan pada jidatnya oleh Dio.
"Hahahaha" ketawa mereka pecah, kecuali Dio yang masih memegang gelang dan cincin yang dikalungkannya.
"Kenapa bisa beli barang begini tadinya, gw kok jadi aneh gini, tapi gak menyesal juga sih" batin Dio.
Dea yang sudah selesai dengan rutinitasnya di kamar mandi, ia mencari hairdrayer dan mulai mengeringkan rambutnya.
"Lanjutkan berselancar di sosial media mencari akun David" gumamnya sambil membuka ponsel genggam lalu mencari akun teman kecilnya
"Aahh,,, aku terlalu percaya diri bisa menemukan aku David" Dea masih tetap menelusuri sosial media hingga melihat sesuatu yang sangat familiar baginya, yaitu profil dua anak kecil yang sangat manis.
Menyesuaikan foto pada akun yang ditemukan dengan foto yang ada di atas meja samping tempat tidurnya, Dea menutup mulutnya yang menganga, karena bahagia dan terharu bisa menemukan David walaupun hanya di sosial media, setidaknya agar mereka bisa saling mengabari.
__ADS_1
Dea menelusuri akun sosial media yang diyakini itu David oleh Dea, karena foto sama persis yang mereka miliki. Benar saja dygaannya tidak salah, di sosmed David terdapat fotonya dengan keluarga nya dan ditambah dua orang perempuan yang tidak dikenal sama sekali oleh Dea.
Akhirnya dia memutuskan untuk menambahkan akun sosial medianya pada daftar following dan tentunya mesaage untuk David.
^^^@DA : David,,,^^^
Masih merasa speechless, Dea bingung ingin memulai message nya dengan apa, alhasil hanya menukis nama David saja.
"Aahh,,,, mengapa aku jadi gugup seperti ini? bukannya aku yang meminta untuk bisa menemukan akunnya?" ujarnya
"Oh ya... menanyakan kabar?" Dea mengetik pesan lagi pada akun Dio.
^^^@DA : Apa kabar?^^^
"Sepertinya David belum bisa membalas pesan ku? sesibuk apakah orang yang sekolah di luar negeri?" tanya nya pada diri sendiri sambil membayangkan sedang apa David di Negara B saat ini.
"Oh,,, aku tak perlu memperkenalkan diri, hanya perlu upload fotoku saat masih kecil, apakah dia masih mengingatku atau tidak" Dea bersemangat dan update postingan fotonya saat berusia 9 tahun di sosmed nya.
Dea melanjutkan untuk melihat akun David.
"Apa David sudah memiliki 2 adik? tapi sepertinya gadis ini seusia denganku dan David, dan aku yakin gadis kecil ini pasti adiknya, saat masih di dalam kandungan dulu sebelum mereka harus pindah ke Negara B." imbuhnya saat kembali melihat foto David dengan dua orang gadis, yang satunya mungkin gadis seusianya dan satunya lagi masih duduk di Sekolah Dasar.
Sedangkan di tempat Dio dan alex berada saat ini, mereka menyempatkan untuk bermain game online, tapi tidak dengan Dio yang hanya menyaksikan permainan Alex dan dua temannya.
"a*j**g.. gw kalah" keluh Alex dan mereka menyudahi game tersebut.
Dio yang belum melihat ponsel genggamnya tiba-tiba teringat akan Mamanya, dan benar saja, beberapa terdapat 2 messages dari Mamanya tercinta.
MyAngel❤ : Sayang,,, pulang sebelum larut malam.
MyAngel❤ : Ingat,,, tidak boleh ikut balap liar.
Dio memang keras kepala dan tak bisa dibantah, sama dengan Papanya, tapi ia akan luluh jija harus berhadapan dengan Mama tercintanya.
MyAngel❤ : Sayang,,, pulang sebelum larut malam.
MyAngel❤ : Ingat,,, tidak boleh ikut balap liar.
^^^Iya Ma^^^
Balas Dio pada sang Mama.
Dio menyempatkan diri untuk membuka aplikasi sosial media dan melihat Dea update foto masa kecilnya.
__ADS_1
"Cantik" batinnya dan memberikan like pada postingan Dea.
"Bucen" sindir Alex yang sudah berada di samping Dio melihat temannya yang sedari tadi memandangi foto seseorang.
"Ba**t lo" tukas Dio pada Alex dan ditanggapi tertawa olehnya, karena bisa menilai temanya yang memang benar-benar sudah tertarik pada Dea, walapun pertemuan pertama mereka tidak begitu menyenangkan bagi Dea, bahkan ingin sekali menghindari Dio sang penggaggu.
"Ada cemilan di kulkas, lo ambil gih" ujar tuan rumah pada Alex.
"Biar gw aja" Dio menimpali
"Lo masih inget letak dapur gw kan?" tanya sang teman.
"Lo kira gw pelupa kayak lo apa" ujar Dio kejam dan menghasilkan gelak tawa temannya yang lain.
"Tu anak ganteng-ganteng kejam, pantes kagak ada yang mau deket ma dia" mereka menggibahi Dio selagi ia menuju dapur.
"Sekejam-kejam Dio, 360° berubah di depan Mamanya" Alex menambahkan
"Oh ya, dah lama kagak nengok Mama Dio, bagaimana kabarnya sekarang" salah satu teman menyadari hal tersebut. Karena memang, jika Dio menghabiskan weekend nya disini, mereka pasti berkumpul di rumahnya, walaupun Dio menghabiskan masa kecil hingga remaja di rumah Kakek Neneknya di Kota J.
Dio memberikan cemilan yang diambilnya, segera Alex menyambar buah-buahan segar dan juga beberapa kue manis.
"Rakus lo kagak berkurang" ujar Dio pada Alex, dan hanya ditanggapi cengengesan mengejek sambil memakan buah ditangannya.
"Gimana kabar nyokap lo?" tanya temannya.
"Sehat, setelah gw kecelakaan lo pada kagak pernah berkunjung lagi" jawabnya
"Gimana mau berkunjung, takut diinterogasi kayak gw" Alex menimpali
"Wajar aja, lo kan ada di TKP sama Dio, bedanya lo sehat, Dio sekarat" ujar teman yang lain dan itu malah membuat mereka tertawa bersama.
"Untungnya muka ganteng lo kagak lecet bro" ujar Roy pada Dio.
"Dan lebih untungnya lagi, motor lo kagak lecet" Evan menambahkan
"Motor mahal bro" Alex menimpali.
"Beneran pada gak mau ikut nih ke tempat balapan biasanya?" Roy ingin mendapat jawaban lain dari temannya.
"Gw ikut" kata Alex
"Gak" jawab Dio pada Roy yang juga menanyakan hal tersebut pada Dio.
__ADS_1
...----------------...