
"Kamu,,,"
Dio langsung menutup mulut Dea, agar tidak mengganggu penonton yang lain.
"Fokus dengan film nya, jangan terus-terusan natap gw, nanti lo naksir"
Dinda dan Tya pun tak menyadari adanya Dio dan Alex disana.
"Huh menyebalkan" gumamnya lirih namun masih bisa didengar oleh Dio.
Tanpa rasa malu pun Dio masih tetap memakan cemilan milik Dea.
"Kenapa gak beli sendiri sih" tukas Dea dan menyampingkan cemilannya ke arah Dinda dan Tya.
Dari situlah mereka sadar akan kedatangan Dio dan Alex.
"Eee,,, lo buntutin kita yah?" tunjuk Tya pada Alex, memang bukan suatu yang jarang lagi, Alex dan Tya adalahdua orang yang selalu ribut dimanapun mereka bertemu, dan tak ingin mengalah satu sama lain.
"Ganggu penonton yang lain aja lu" ujar Alex
"Husstt,,,, " suara dua orang penonton di belakang mereka.
"Maaf" ujar Dea, sambil memfokuskan diri menyaksikan film action di depannya mengunyah popcorn nya lagi.
Dio tak hentinya ingin mengganggu Dea yang fokus, ia pun lebih mencondongkan diri ke tempat duduk Dea dan ikut memakan cemilan milik gadis cantik itu.
"Rakus" ujar Dea
"Pelit" balas Dio
"Emang" balasnya lagi pada Dio
"Nanti gw bayar ke lo"
"Tuh minta ke Alex aja"
"Gw mau yang punya lo"
"Ini bukan punyaku, tapi punya Tya" Dea mengembalikan popcorn tersebut ke Tya.
Dinda dan Tya yang melihat mereka berdua debat senyum-senyum sendiri karena terlihat lucu tak ada yang mau mengalah.
Dio hanya menganggapi Dea dengan senyum jahilnya dan mereka sama-sama fokus menyaksikan film di layar.
Saat scene wanita yang dipukul dan di hempaskan ke tembok, Dea terlihat sedikit mengeryit dan bergumam
"Auu,, sakit kah?"
"Seharusnya menonton film romantis, bukan action begini, ah,,, aku jadi ngilu sendiri"ujar Dinda karena memang ia fak terlalu tertarik dengan film bergenre action.
"Aah,,, " Dea sembarangan menepuk lutut Dio disampingnya karena terkejut melihat scene action film tersebut.
"Reaksi lo berlebihan, cuman adegan action ringan begitu" ujar Dio pada Dea namun tak mengubris perkataan Dio malah mengambil minumannya.
Setelah selesai meneguk beberapa air kemasan botolan yang ia beli satu per satu dengan dua sahabatnya, Dio dengan santai mengambil milik Dea dan ikut meminum bekas Dea.
__ADS_1
"Iih,,, Dio kenapa gak beli sendiri aja sih, main ngambil gitu aja bekas orang"
"Masalah emang kalo gw minta bekas minum lo"
"Itu buka minta tapi malak"
"Ya gpp, yang penting gw gak haus lagi" ujarnya dan menaruh bekas botol minuman tersebut di tempat duduk Dea.
Akhirnya sudah berakhir film yang mereka tonton, Dea yang lebih dulu keluar dari teman-temannya belum menyadari bahwa ia meninggalkan Dinda dan Tya.
Tanpa menoleh ke belakang, Dea mengajak dua sahabatnya untuk makan siang.
"Makan dulu yuk" ajak Dea
"Ayok gw temenin" sahut Dio
Dea pun menoleh dan syok hanya melihat Dio saja dibelakangnya.
"Kok kamu sih, Dinda sama Tya kemana" tanya Dea namun tak dibalas oleh Dio
"Lo mau makan dimana?"
"Gak jadi, mau cari Dinda dan Tya"
"Mereka sama Alex, lo disini aja sama gw"
"T-tapi ini.. " tak melanjutkan ucapannya, Dio menarik Dea untuk pergi mencari tempat makan.
"OMG, kenapa ini anak selalu ikut campur urusan aku, bagaimana cara untuk menghindar lagi" batin Dea
Sebelum kejadian terpisah dengan dua sahabatnya, Dio sudah merencanakannya, untuk menyuruh Alex membawa dua sahabat Dio entah kemana saja, asal tidak mengikuti Dio dan Dea. alhasil mereka dipisahkan dan hanya berdua untuk makan siang.
"Lo mau makan apa?" tanya Dio
"Gak *****"
"Jangan pura-pura gak lapar, tadi lo sendiri yang ngajak makan siang"
"Aku gak ngajak kamu, tapi ngajak teman-temanku"
"Gw juga temen lo"
"Bukan"
"Lalu? pacar kah" goda Dio pada Dea
"Apaan sih Dio, gak jelas banget"
"Cepet pesen makanan lo" perintah Dio dan akhirnya memilih beberapa menu makanan.
Sudah memesan beberapa makanan, hanya tinggal menunggu saja, Dea membuka ponselnya dan menghubungi seseorang, sudah pasti menghubungi kedua sahabatnya.
"Ih.. kok gak diangkat sih, mereka kemana"
"Tenang aja, mereka lagi sama Alex" jawab Dio melihat kekesalan Dea karena tidak ada dari dua sahabatnya mengangkat panggilan darinya.
__ADS_1
"Kemana?"
"Mana gw tau"
"Gara-gara kamu nih, ngapain juga ikut-ikutan nonton"
"Usaha"
"Hah?"
Tak lama kemudian pesanan mereka datang dan menikmati makan siang tersebut, namun Dea masih saja tetap merasa aneh dengan perlakuan Dio yang terus-terusan ikut campur urusannya, semakin mendekat, susah untuk menjauh, dan tidak berhenti mengganggunya.
Sedangkan dua sahabatnya itu sedang berada di tempat makan juga dalam mall itu, namun bukan makanan berat, mereka sedang menikmati minuman soda dan juga spagetti.
"Dio sama Dea mau kemana sih?" tanya Dinda
"Ada urusan bentar" ujar Alex
"Awas aja kalo sampai Dio apa-apin Dea, gw tonjok lo" ancam Tya pada Alex
"Gak akan kenapa-kenapa, Dio cuman penasaran ma Dea"
"Yah penasaran tapi gak berhenti berulah buat ngeganggu Dea" tukas Tya
"Iya,,, padahal baru satu pekan di Alexandria sudah mengejar Dea saja" Dinda melanjutkan
"Itu namanya usaha"
"Usaha buat jadi pengganggu baru"
"Hahaha" tawa Alex mendengar ucapan Dinda
"Lo semua gak pernah ganggu kita ber3, kenapa semenjak Dio dateng malah berubah" ucap Tya
"Gw males berurusan sama kalian, gw kan dah bilang Dio cuman penasaran dengan Dea" jawab Alex pada dia sahabat Dea itu.
"Mendingan lo berdua makan tuh cemilan, dan pulang nanti gw pesenin taxi online dan bayar sendiri"
"Gak,,, kita mau nunggu Dea" Dinda menolak
"Dea gak bakal kenapa-kenapa, lo berdua tenang aja"
Ddrrtttt... suara ponsel Tya, panggilan masuk dari Dea, namun belum sempat dijawabnya, Alex sudah mengambil ponsel Tya, sudah bisa menebak Dea pasti akan menelpon Dinda juga, Alex sudah mengambil ponsel Dinda yang berada di atas meja dekat cemilan mereka.
"Gak sopan banget sih lo" tukas Tya melihat kelakuan Alex dengan tiba-tiba.
"Gak usah diangkat" ucap Alex santai.
"Takut Dea kenapa-kenapa Alex" ujar Dinda
"Lo kira temen gw penjahat apa, Dea juga temennya gak bakal di apa-apain" jelas Alex dan menyuruh mereka fokus lagi pada makanannya.
"Ah Dio nih, ada-ada aja kemauannya, usaha sih usaha tapi jangan nyuruh gw urus nih dua orang juga, serasa jadi bodyguard gw ngawasin mereka makan kek gini" batin Alex tak menyangka dengan kelakuan temannya itu, tapi tetap saja ia mengikuti kemauan Dio yang disebut usaha olehnya, usaha buat dekat dengan Dea dengan mengganggu nya.
...----------------...
__ADS_1