Promise? Stay With You

Promise? Stay With You
6. Berkenalan


__ADS_3

Dio masih saja membayangkan kejadian yang baru saja ia alami, setiap bertemu dengan Dea, hasrat untuk mengganggu gadis itu sangat kuat, hingga mau tak mau iya melakukan beberapa hal konyol yang melibatkan Dea didalamnya.


"Sungguh menggemaskan" batinnya dan kembali bergabung dengan teman-temannya yang lain, karena guru Mata Pelajaran Akutansi sedang absen.


Beda halnya dengan Dea, yang hanya diam saat di dalam kelas, seperti tak berniat untuk mengikuti jam pelajaran kedua tersebut.


"Hari yang melelahkan" batinnya, dan menceritakan kejadian semalam yang ia alami hingga larut malam, karena permintaan kedua sahabatnya itu.


Dan para siswa-siswi SMA Alexandria pun melanjutkan aktivitas belajar mereka seperti biasanya.


Hingga jarum jam menunjukkan pukul 12.00, sudah tiba waktunya untuk pulang.


Di parkiran Alex and the genk sedang berkumpul, ngobrol singkat di atas moge mereka sebelum pulang,


terlihat Dio juga menikmati obrolan mereka dengan seksama.


Tak lama kemudian Dea dan dua sahabatnya berjalan keluar dari kelas untuk menunggu jemputan di dekat area parkir sekolah.


"Hey Dey" sapa Andre


"Dijemput siapa" lanjut nya lagi


"Biasa pak Eko" sahut Dea


"Oh iya, btw gw mau kenalin anak pindahan di kelas kita, namanya Dio, dan Dio ini Dea temen gw dulu waktu masih di Sekolah Dasar. Andre memperkenalkan diantara keduanya. Mereka hanya saling menatap saja, lalu Dio mengulurkan tangannya pada Dea


"Dio" dibalas oleh Dea


"Dea" lalu melepaskan tangannya.


"Kalian bareng lagi pulangnya?" tanya Andre


"Iya, biar rame" jawab Dea, dan hanya di tanggapi anggukan oleh Andre, lalu melanjutkan obrolannya dengan teman yang lain. Beda halnya dengan Dio, yang sedari tadi memerhatikan Dea berbicara dengan Andre.


Tya yang menyadari tatapan Dio pada Dea itu langsung berbisik pada Dinda


"Din.. lihat tatapan Dio pada Dea, seperti harimau yang ingin menerkam mangsanya" tutur Tya ngeri


"Bukan... Itu bukan seperti Harimau, tapi seperti tatapan pangeran yang terpukau dengan paras tuan putri Dea" sanggahnya sambil melihat Dea yang ternyata hanya merenung sambil menatap kebawah sepatunya. Dinda yang melihat Dea melamun seperti itu, hanya mendengus saja, karena dari jam pelajaran kedua, gadis cantik itu hanya melamun saja.

__ADS_1


"Dea... Melamun terus" ujar Dinda


"Ah.. Iya, gpp aku hanya kecapek an aja" tukas Dea


"Aku jadi merasa bersalah sama kamu yang udah bantuin aku semalam" Tya merespon percakapan keduanya.


"Jangan merasa bersalah seperti itu, aku sendiri yang berinisiatif untuk keluar membantumu" Dea menimpali rasa bersalah Tya dengan memegang pundak sahabatnya itu


Dio yang bisa mendengar percakapan 3 sahabat itu, akhirnya mendapatkan jawaban yang sebenarnya, alasan mengapa Dea keluar hingga larut malam tanpa seizin orang tuanya. Dio tanpa bosan masih saja menengok sesekali kepada Dea, hingga menyadari bahwa Dea juga sedang menatapnya yang terlihat memperhatikan Dea sedari tadi.


"Oh iya Dey, lanjutkan ceritamu tadi yang belum tuntas, aku masih penasaran dengan laki-laki menyebalkan yang mengantarkanmu pulang semalam" tiba-tiba Tya menagih kelanjutan cerita pada Dea, Dea yang mendengar itu pun mengalihkan tatapannya tanpa sengaja menuju kepada Dio yang memang sedang menatapnya. Melihat Dio yang sedang menatapnya lalu mengalihkan pandangannya pada teman-temannya itu, menimbulkan rasa kesalnya tersendiri, tanpa bisa diungkapkannya, karena memang ia tak ingin memperpanjang masalah sepele tersebut, agar tak berurusan panjang dengan personil baru genk pengganggu itu.


"Oh itu.. Dia memang menyebalkan, aku berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengannya"


"Apakah dia tampan" tanya Dinda kecentilan


"Ia tampan, helmnya"


"Maksud kamu" Dinda masih bingung dengan cerita Dea


"Iya, dia sangat tampan dibalik helmnya" kata Dea lagi


"Dia hanya bisa mengomel dari pertama membantuku, hingga sampai rumah"


"Hmm... laki-laki yang aneh, syukurlah ia tidak berbuat macam-macam padamu, dan membawamu hingga rumah" ucap Tya


"Iya walaupun menyebalkan, tapi dia sudah membantu ku, dan aku sudah berterima kasih padanya" jelas Dea lagi.


"Iya... tapi, mengapa tidak ingin bertemu lagi dengannya?" Dinda bertanya kembali


"Karena dia memang laki-laki menyebalkan" Dea tanpa sengaja membesarkan volume ceritanya, membuat Dio dan teman-teman yang lain menoleh padanya.


Hal itu membuat Dea merasa malu dan canggung, ia hanya tersenyum meminta maaf jika suaranya mengganggu yang lain.


"Maaf, mengganggu kalian"


Dio yang memang benar-benar masih bisa mendengar suara Dea bercerita, hanya tersenyum simpul, ia sengaja memfokuskan pendengar nya pada Dea yang sedang bercerita tentang dirinya yang tidak dikenali oleh Dea. Faktanya memang mereka belum berkenalan, dan baru saja saling mengenal, walaupun sebelum berkenalan sudah pernah beradu mulut diantara keduanya.


Tak lama kemudian, akhirnya Pak Eko tiba di sekolah.

__ADS_1


"Tuh Pak Eko udah datang" ujar Andre yang juga melihat kehadiran sopir Dea yang tetap setia bekerja dengan keluarga Pratama selama bertahun-tahun tersebut.


"Iya, kita duluan yah Andre" ucap Dea


"Iyo.. Hati-hati" Andre menimpali


Dio memerhatikan kedekatan diantara Andre dan Dea, yang sangat akrab satu sama lain.


Alex, yang sudah kenal lama dengan Dio, merasa kali ini Dio sangat memerhatikan seorang gadis, dari dia pertama bertemu dengan Dea, hingga saat ini, Dio tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya pada gadis cantik nan baik itu.


"Dio, sudah puas cuci matanya?" tanya Alex pada Dio sambil menyikut tangan teman nya itu. Dio tidak menanggapi sama sekali pertanyaan Alex tersebut dan mengajak teman-temannya untuk pulang.


"Lo gak ikutan ke basecamp? kumpul ma teman yang lain" tanya Alex


"Belum bisa, gw ada janji ma nyokap, buat anter belanja" ucap Dio dan pamit duluan pada Alex dan teman-temannya


"Senakal-nakal Dio yang gw kenal, dia gk bakal pernah nakal depan nyokapnya" tutur Alex sambil memperhatikan kepergian Dio.


"Lo kenal keluarga Dio juga"


"Iya.. Gw dekat banget ma keluarga dia, dari Dio yang memang anak baik dan penurut sampai dia menjadi pembangkang karena kejadian yang menyakitkan bagi dia" jelas Alex


"Yuk balik, lo pada mau ikutan ke basecamp ma gw, ketemu teman lama gw sama Dio" ajak Alex pada teman-temannya, dan mereka menyutujui ajakan Alex tersebut.


Di sisi lain, Dea sudah sampai dirumahnya setelah mengantarkan kedua sahabatnya terlebih dahulu, yang searah dengan tempat tinggalnya, karena memang tempat tinggal Dea lah yang sedikit lebih jauh dari kedua sahabatnya.


"Siang Ma, Papa sudah pulang?" sapa Dea sambil menanyakan keberadaan Papanya, padahal dia sudah tahu, Papanya pasti belum balik.


"Siang sayang, Papa belum balik, Dea tahu sendiri, Papa terlalu sibuk dan selalu pulang malam hari" ucap Namanya sambil mencium pipi anaknya, yang memang rutinitas di keluarga Pratama.


"Hmm, ya udah Dea ke kamar dulu"


Sesampai di kamarnya, Dea membuka tasnya dan melihat seragam Dio yang dilemparkan padanya untuk di cuci, lagi-lagi ia merasa kesal jika mengingat tentang Dio dan kejadian yang mereka alami. Dea merasa suara Dio sangat mirip dengan Lelaki yang mengantarkannya pulang semalam, tapi tidak menaruh curiga sama sekali pada Dio, dia hanya merasa sangat kesal dan tak ingin berurusan kembali dengan Dio.


"Harus jauh-jauh dari dia(Dio)" gumam Dea sambil membawa seragam Dio untuk dicucinya.


Bremm Bremm.... suara motor Dio memasuki gerbang rumahnya, yang dibukakan oleh Pak Tamrin.


"Siang Tuan" sapa Pak Tamrin yang dibalas anggukan oleh Dio.

__ADS_1


Keluarga Dio memang termasuk dari kalangan pembisnis dan pengusaha ternama dari keluarga Mamanya. Memiliki bisnis perhotelan di beberapa kota dan termasuk di kota yang mereka tempati saat ini, yang diberikan oleh Kakeknya untuk dikelola Mama Dio. Sedangkan Papanya merupakan seorang yang sangat ambisius dalam bekerja, pengusaha muda yang terkenal dengan kecerdasaannya pada masa mudanya yang sudah bisa merintis sebuah perusahan baru, membantu Mamanya melakukan bisnis yang dititipkan pada mereka untuk dikelola bersama setelah menikah, apapun akan dilakukan demi kesuksesan dalam bekerja, hingga Papanya mendapatkan tawaran untuk bekerja sama dengan sebuah perusahaan besar di suatu negara sebelah, yang memiliki cabang perusahaan di kota ini dalam membantu mengembangkan perusahan yang baru dirintisnya tersebut, sampai akhirnya, Papanya berani meninggalkan Dio dan Mamanya karena alasan pekerjaan yang tak masuk akal. Hal itu membuat Dio merasa sangat tersakiti oleh Papanya karena melihat Mamanya yang begitu terpukul ketika ditinggalkan oleh Papanya, walaupun mereka berpisah dengan baik, namun Mama Dio pasti merasakan sakit hati yang teramat sangat, dimana orang yang dicintai nya harus diam-diam memiliki hubungan sah dengan wanita lain hingga Dio berumur 9 tahun, semua fakta tersebut terungkap.


__ADS_2