Promise? Stay With You

Promise? Stay With You
14. Hampa


__ADS_3

Entah kemana harus meluangkan waktunya sendiri, Dio keluar dari cafe dan tak tahu kemana ia akan menghabiskan waktunya.


Tanpa pikir panjang dia berbalik arah menuju tempat kedatangan nya sebelum menuju cafe tadi. Setelah banyak meluangkan waktu dengan Dea dari pagi hingga sore hari, Dio merasa sedikit hampa setelah berpisah dengannya, apalagi untuk balik ke rumah dan tidak ada siapapun di rumahnya malam ini. Ingin menemui Alex, tapi Dio pikir-pikir dulu, belum mau berkumpul dengan teman-teman lamanya, khawatir terbiasa meninggalkan Mamanya sendiri, karena baru saja beberapa hari pindah dari kota J kediaman orangtua Mamanya.


Akhirnya sampai ditujuannya, Dio memarkir motor di gerbang samping rumah Dea. Benar saja, tak lama setelah memarkir mogenya, gadis yang kerap di ganggunya itu berada di balkon kamarnya, terpaku melihat bintang-bintang malam yang bertaburan, setelah hujan deras sore hari tadi.


Dio mengambil ponsel genggam nya dan memotret Dea dari kejauhan.


Sudah puas menatap diam-diam gadis yang selalu diganggunya, Dio menyalakan motornya dan berlalu begitu saja.


Sedangkan Dea yang sudah berbaring di atas tempat tidurnya, benar-benar melanjutkan niatnya untuk menelusuri profil dengan username David Prayoga.


"Aahh,,,,,banyak sekali, sepertinya akan sangat melelahkan mencari akunnya, atau mungkin saja David tidak memiliki sosial media? hmm tidak mungkin, dia sekarang berada di negara B, apa se gaptek itu dia hingga usia sekarang tak mempunyai akun sosial media" ocehnya hingga tersenyum sendiri mengingat wajah polos David ketika masih kecil dulu, bahkan membayangkan teman masa kecilnya itu tidak memiliki sosial media sekalipun.


Sudah berpuluh-puluh akun ia telusuri, namun tak kunjung mendapatkan akun David, mungkin sangat sulit untuk menemukan akun sosial media David, karema hingga saat ini pun, Dea belum tau bagaimana perubahan fisik dari seorang David. Namun Dea optimistis pada niatnya untuk tetap mencarinya, agar tidak terus-terusan merindukan teman masa kecilnya itu.


"Kurasa wajah David tidak akan banyak berubah, hmm aku pasti bisa menemukanmu David, aku begitu merindukan kebersamaan kita, bermain bersama, bahkan tak jarang untuk menginap di rumah ini, apa kau tak merindukanku David, disini hampa tanpamu" gumamnya panjang.


Dea pun menyudahi pencariannya, ia sama sekali tidak melihat akun sosial media dengan nama David yang mirip dengan teman masa kecilnya. Ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, melakukan rutinitasnya sebelum tidur (gosok gigi dan cuci muka).


Karena tak punya tujuan harus kemana lagi, Dio memutuskan untuk pulang dan menunggu sang Mama di rumah.


Sesampainya di ruang tamu, Dio menemukan sebuah aksesoris rambut (ikat rambut dan satu jepit kecil). Tentu itu adalah milik Dea, karena Dio sangat jelas mengingat Dea pulang dengan membiarkan rambutnya tergerai karena basah terkena hujan.


"lo ngejauh pun, takdir bakal tetep deketin kita berdua" ujarnya sambil mengamankan dua barang milik Dea menuju kamarnya.


Setelah usai dengan rutinitasnya, dan memakai sedikit masker + night skincare, Dea bersiap untuk beristirahat, namun sebelum itu, tetap saja ia memainkan handphone nya terlebih dahulu.


"Aahh.. artis ini, begitu disayangkan dengan skandalnya, padahal karirnya begitu bagus sekali, (acting aktor K) ku harap kau bisa kembali di dunia hiburan secepatnya" gumam Dea dengan melihat foto maupun cuplikan video dari actingnya di beberapa drama yang pernah dimainkannya.


"Kau tahu, kita mempunyai lesung pipi yang sama bukan?, ku harap bisa bertemu denganmu walaupun hanya di dalam mimpi"


ujarnya lagi.


Dea melihat notifikasi lagi dari akun sosial medianya, followingnya bertambah.

__ADS_1


"Seingatku, aku belum pernah follow akun siapapun lagi akhir-akhir ini" gumamnya dan melihat followingnya, mungkin saja ia melupakan aktor ataupun aktris yang ia follow.


Lagi-lagi, Dea dibuat bengong oleh akun sosial media yang di follow dan di folback oleh pelaku, yang tidak lain dan tidak bukan adalah orang yang ingin dihindari oleh Dea yaitu Dio Andreas, bahkan username sosial media mereka sama menggunakan inisial depan saja, (DA).


Sedikit penasaran dengan sosial media Dio, Dea melihat beberapa postingan anak menyebalkan itu, dipenuhi oleh postingan gelap tanpa caption, ia hanya memiliki 3 foto saja, dan hanya foto punggungnya di postingan lama milik Dio.


Plok.. Dea tanpa sengaja tekan like postingan tersebut, membuatnya panik sendiri, khawatir jika Dio sedang online diseberang sana, bahkan foto yang di like adalah postingan lama, buru-buru menekan dislike lagi (padahal tetap saja akan ketahuan).


"Aahh... memalukan jika diketahui anak menyebalkan itu" geramnya sedikit kesal dengan jempolnya yang menekan like tiba-tiba di postingan Dio Andreas.


"Hey jempol, bisa kah untuk tidak ceroboh saat ini?" ujarnya sambil menatap pada jempol tangannya sendiri.


Dea pun memutuskan untuk segera beristirahat, agar melupakan hal ceroboh yang tadi dilakukannya, berharap notifikasi likenya tidak sampai pada akun sosial media Dio.


Namunn.... Ddrrttt... notifikasi pun datang...


"Aaahhhhh Deaaaaa memalukan" kesal Dea sambil melempar ponselnya di kasur dan menutup diri dengan selimutnya.


Di tempat lain, Dio yang sedang berada di kamarnya setelah mengamankan aksesoris milik Dea di atas meja samping tempat tidurnya, mendapat notifikasi dari ponselnya.


"Heh,,, lo bahkan nge like postingan lama gw" senyum Dio dan seketika mendapat ide untuk memergoki Dea yang tertangkap basah menggali postingan sosial medianya hingga pada postingan lamanya.


(Message sosial media Dio)


@DA(Profil Dea)


^^^Cengeng Kepo... Lo terpesona dengan postingan lama gw yh^^^


@DA : Gak sopan bajak ponsel orang.


^^^Masalah?^^^


@DA : Masalah, privasi tau.


^^^Oh^^^

__ADS_1


@DA : Ambil nomor ponsel aku tanpa izin.😑


^^^Yah.. sekarang gw izin😕^^^


@DA : Huh.. menyebalkan😑


^^^Lo bahkan gak balas chat gw di aplikasi sebelah^^^


@DA : Gak penting


^^^Night^^^


Dio hanya tersenyum melihat balasan dari Dea, dan mengucapkan selamat beristirahat pada Dea.


(Mengingat kejadian saat membajak akun Dea)


Tak sengaja melihat notifikasi waktu menghampiri Dea ketika tertidur di ruang tamu rumahnya. Dio membuka dan mengambil kesempatan itu untuk saling berteman di salah satu sosial media tersebut.


"Menggemaskan" gumamnya dan beralih ke aplikasi chat yang dan menelpon seseorang.


"Halo" terdengar suara wanita yaitu Mamanya sendiri menjawab panggilan dari Dio


"Mama.. kapan pulang?"


"Mama sedang diperjalanan sayang, tak lama lagi akan tiba di rumah" jawab sang Mama di seberang sana.


"Baiklah, tutup Ma" balas Dio dan menyuruh sang Mama mengakhiri panggilan darinya.


Sedangkan di rumah Dea, yang berusaha mengalihkan pembicaraan chat dari Dio, agar tidak semakin memojokkannya, Dea membahas kelakuan Dio yang membajak ponsel nya sembarangan, hingga memiliki nomer ponselnya dan berteman di akun sosial medianya.


Dea masih saja tak bisa membayangkan, betapa senangnya Dio untuk terus mengganggunya lagi saat mengetahui dia menelusuri postingan sosial media nya hingga postingan lama Dio.


"Tuh kan,,, jempol lihatlah akibat ulahmu!!, aku dipergoki oleh anak menyebalkan itu" ujar Dea pada jempol nya lagi, dan mencubitnya geram.


Akhirnya Dea mematikan ponselnya, dan bersiap untuk beristirahat setelah melihat balasan terakhir dari Dio Andreas.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2