Promise? Stay With You

Promise? Stay With You
17. Mendadak Jalan-Jalan


__ADS_3

Sudah lahap dengan makanan yang mereka pesan Dio memperhatikan Dea yang tak pernah bosan dipandang nya, apalagi mengganggu gadis cantik di depannya.


Merasa terganggu dengan Dio yang terus menatap nya Dea pun membuka suara.


"Apa liat-liat?"


"Ada sayur tuh" boong Dio


"Hmm" Dea langsung menutup mulutnya dan mencari ponselnya untuk bercermin.


Setelah mencari-cari sambil bercermin memperlihatkan giginya, Dea tidak melihat apapun, pasti Dio sedang membohongi nya dan memilih untuk tidak menghiraukan candaan Dio itu, Dea berlalu dan menuju tempat pembayaran.


Saat menanyakan total makanan yang mereka pesan, Dea menerima lembaran struk makanan dengan stempel lunas, menoleh ke Dio yang sedang menaikkan alisnya sombong. Entah kapan dia didahului oleh anak menyebalkan itu, tak ingin terus-terusan merasa berhutang maupun berurusan dengan Dio, ia merasa kesal karena tidak lebih cepat membayar makanan mereka.


"Makasih" ucap Dea dan berlalu meninggalkan Dio.


Tak sempat melihat ke belakang, setelah melangkahkan kaki meninggalkan Dio yang berada di tempat makan tadi, Dea pun menoleh kebelakang dan tidak menemukan Dio, entah kemana dia menghilang Dea tak ingin memikirkannya, ia pun berusaha untuk berjalan sejauh mungkin agar tidak ditemukan oleh Dio Andreas.


Padahal sebenarnya orang yang dihindari sedang mengintainya, tersenyum melihat tingkah Dea yang terlihat seperti seseorang yang sedang melarikan diri, begitu menggemaskan bagi Dio.


"Ahh,, Menggemaskan, semakin semangat untuk mengganggunya" gumam Dio, lalu menghubungi seseorang untuk dimintai menanggani sesuatu.


Dea yang sedari tadi hanya berjalan tak tahu harus kemana, dan mencari dua sahabatnya dimana, hanya bisa mengitari mall besar tersebut. Lupa melihat baterai handphone nya yang tidak sempat di charger karena merasa malu dengan kejadian semalam, saat tak sengaja menelusuri postingan sosial media dari Dio si menyebalkan.


"Ah,,, bisa-bisa nya sih gak ada daya baterai handphoneku" ucap Dea kesal pada diri sendiri, melihat jam digital pada salah satu sisi mall menunjukkan pukul 13.35 akhirnya Dea memutuskan untuk pulang saja.


Kesulitan yang sama lagi didapati oleh Dea saat ingin pulang dan hendak memesan taxi, namun Hp nya sudah kehabisan daya.


Tak mau menunggu lama lagi, Dea memberanikan diri untuk meminjam ponsel genggam pilik security mall agar memesankannya kendaraan untuk pulang.


Tanpa ragu Dea menyapa security tersebut dan menceritakan keluhannya sekaligus meminta bantuan pada satpam tersebut. Tak kecewa dengan usahanya, satpam mall tersebut meminjamkan ponsel genggam nya pada Dea.


Setelah mendapatkan kendaraan, Dea mengucapkan terimakasih dan menunggu taxi di depan mall.


Setelah sekian menit, akhirnya taxi yang ditunggu pun sampai.


Ketika akan menaiki taxi tersebut, seseorang memberikan beberapa lembar uang dan menyuruhnya berlalu.


Dio menemukan Dea lagi, dan ingin sekali protes dengan kelakuan Dio yang tiba-tiba tersebut, namun diurungkannya setelah melihat banyak sekali orang disekitar mereka, dan hanya memilih diam lalu mengikuti Dio yang membawa nya menuju parkiran.


"Kemana lagi Dio" keluh Dea

__ADS_1


"Jalan-jalan" balasnya


"Aku mau pulang"


"Iya gw anter pulang setelah jalan-jalan"


"Gak,, please Dio aku dah capek, mau pulang"


"Sekarang pukul 14.04, masih ada 3 jam lagi sebelum jam 17.00"


"Ahhh,,, menyebalkan, kenapa dia selalu jadi pengganggu dimana-mana" batin Dea


Berbeda hal nya dengan yang dilakukan kedua sahabat Dea, setelah menghabiskan beberapa cemilan yang mereka beli, Alex mengajak keduanya untuk berkeliling tanpa tujuan, dan tidak tahu sudah berapa tempat yang mereka kunjungi. Sampai akhirnya Alex menerima panggilan dari Dio untuk tetap tetap bersama Dinda dan Tya, bahkan hingga keduanya pulang.


"Lo ada dimana?" tanya Dio


"Keliling tanpa tujuan" keluh Alex


"Pulangnya?" tanya Dio lagi


"Eh lo berdua mau pulang kapan?" tanya Alex pada dua sahabat Dea diseberang sana yang masih bisa didengar oleh Dio.


"Dea pulangnya nanti diantar Dio"


"Eh,,, jangan nanti diomel Papanya, Dea harus pulang tepat waktu, sebelum jam 17.00 dan dengan orang yang dikenal Dea"


"Dea sama Dio saling mengenal bukan?" bantah Alex


"Belum kenal" tukas Tya


"Yah terserah kalian, Dea pulangnya nanti sama Dio"


"Lo denger sendiri kan" ujar Alex pada lawan bicaranya


"Oke, lo temenin mereka berdua sampai mereka pulang" ujar Dio


"Hmm" jawab Alex


Saat hendak menaiki motor Dio, tak lupa sang empunya mengingatkan untuk tidak duduk menyamping lagi.


"Duduk yang bener" ujar Dio

__ADS_1


Dea pun langsung naik dengan memegang tumpuan pada bahu Dio.


"Bisa lebih kuat lagi cengkeramannya" sindir Dio


Mendengar perkataan Dio tersebut membuat Dea semakin menguatkan cengkeramannya dan bahkan hingga menyubit bahu Dio.


"Lemah, gk kerasa tuh" ejek Dio


Tak mau menanggapi Dio lagi, Dea bersiap untuk turun dari motor, namun dengan sekali gas Dea duduk kembali dan begitu syok dengan tindakan Dio yang berbahaya sampai memeluk Dio dengan refleknya.


"Dioo,,,kamu bisa kan gak usah berlebihan bercandanya" lirih Dea lemah yang sudah tak kuat lagi menghadapi candaan Dio yang selalu membuatnya syok dan takut terkena serangan jantung.


"Gw nyuruh lo duduk yang bener, bukan duduk terus turun lagi" ucap Dio


Tak mau memperpanjang masalah lagi dengan Dio, Dea hanya terdiam dan buru-buru melepaskan pelukan refleknya lalu membisu.


Sepanjang perjalanan mereka tidak ada yang membuka suara sedikitpun, hanya suara motor dan mobil bersahutan.


Melihat Dea dari kaca spion sebelah kirinya, yang memang sengaja di posisikan untuk melihat Dea, Dio berinisiatif untuk memuali obrolan. Namun tiba-tiba mengurungkan niatnya itu karena, untuk memulai obrolan biasa ia harus memutar otaknya extra, beda halnya dengan mengganggu gadis cantik yang diboncengnya ini.


Dio mampir di pertamina untuk memberikan asupan cairan pada moge nya.😂


"Berapa?" tanya ramah petugas pertamina


"Full" jawab Dio


Setelah membayar pada petugas nya, Dio mendapat bisikan dari petugas tersebut.


"Pacarnya cantik mas" bisik sang petugas sambil melihat Dea dari atas sampai bawah yang sedang melamun membuang muka dan langsung diplototi oleh Dio.


"Kerja yang bener bro, jangan lirik-lirik pacar orang" tukas Dio


langsung menancap gas pergi meninggalkan pertamina tersebut.


"Lain kali lo kalau keluar kemana aja pakai celana panjang atau rok panjang" ucap Dio mengingatkan Dea yang hanya membisu dan tidak berkata apa-apa walaupun diingatkan seperti itu.


Dea sudah tidak kuat dengan tingkah Dio yang terus-terusan ikut campur dengan hidupnya. Merasa lelah dengan sikap anehnya Dio, yang jahil, rese, nyebelin, kadang sedikit baik padanya.


Akhirnya setelah berada di atas motor Dio, mereka sampai pada suatu tempat yang sudah ramai dipadati para pengunjung.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2