
"Gw cabut dlu yah" Dio berpamitan dengan teman-temannya.
"carefull bro" ujar Rio.
Di Negara B (Kamar David)
"David, ku harap kau menepati janjimu untuk menemaniku ke toko buku lagi" terdengar suara Tiffany di seberang sana melalui handphone David.
"Ya Tiffany, mengapa kau begitu banyak omong akhir-akhir ini" protes David
"Apa aku salah menagih janjikmu itu? tanya Tiffany
"Tidak, tapi selama kita kenal, akhir-akhir ini kau selalu banyak bertanya dan overthinking dalam banyak hal" ujar David
"It's fine David, itu hanya reaksi yang wajar saja" Tiffany menimpali, padahal ia bersikap seperti ini setelah tahu tentang Dea, teman kecil yang begitu dibanggakannya.
"Aku sudah menganggapmu seperti sudara sendiri, layaknya Natasya adik kandungku, berhentilah untuk bersikap terlalu khawatir, aku tidak akan lupa janjiku untuk membantu ataupun menemanimu, kau hanya perlu menentukan waktunya" jelas David pada Tiffany.
Mendengar penjelasan David tersebut membuat Tiffany sedikit kecewa, karena sudah lama bersama David dari awal dia pindah untuk menetap disana, ia menganggap David seperti sosok kakak yang dikagumi, baik dan pengertian walaupun kadang menyebalkan, tapi seiring berjalannya waktu, rasa kagum itu perlahan berubah menjadi rasa yang sudah pasti kalian (para readers terlove😂) memahami rasa apa yang akan tumbuh.
"Baiklah, aku tutup" Tiffany pun mengakhiri panggilan tersebut.
"Hmm" David mengerutkan alisnya karena Tiffany yang semakin hari semakin bertingkah aneh padanya, sering mengomel, overthinking, dan terlihat sudah mulai mengatur hidup David.
Apa seperduli itu ia padaku David, kemanapun dan apapun yang dilakukan David hampir semuanya harus diketahui olehnya. David memang bersyukur memiliki teman layak adik baginya seperti Tiffany. Namun David merasa terganggu jika temanya nulai bersikap berlebihan seperti akhir-akhir ini.
David memang jarang memperhatikan sosial medianya, hanya membukanya ketika ingin update postigannya.
Mesaage
@Tiffani : Ingat janjimu David!!!
"Ckck bahkan di sosial media ku pun kau tak lupa menagih janji itu, hanya janji untuk membeli buku, dan tidak ada hal yabg penting, tapi membuatmu harus melakukan semua ini agar bisa menemanimu" ujarnya setelah melihat chat dari Tiffany.
Melihat beberapa permintaan pesan, David membukanya dan melihat akun dengan username @DA menanyakan tentang dirinya, apakah masih diingat oleh David?
__ADS_1
David akhirnya menelusuri akun tersebut dan dia sudah bisa mengenali siapa yang mengirimkan permintaan pesan padanya.
"Is she Dea?" gumamnya
^^^Dea Anastasya? ^^^
Balas David, tapi dia sudah sangat yakin bahwa orang yang sedang dilihatnya itu adalah Dea, dari postingan terbaru nya, seolah Dea mengisyaratkan bahwa ini aku. Dan mungkin saja Dea tidak akan menemukannya jika tidak menggunakan foto mereka berdua di akun sosial media David.
"Sedikit berubah, jika kau tidak update postingan terbaru ini, sepertinya aku tidak akan mengenalimu" ucap David.
"Hmm dan bertambah cantik, begitu merindukan senyum manis yang dihiasi lesung pipi nan indah itu" tambahnya lagi dan semakin menelusuri akun Dea.
Sambil membawa handphone nya, David keluar dari kamarnya dan menuju ruang keluarga, terdapat Mama dan adiknya Natasya yang sudah berumur 8 tahun sedang asyik berbincang dan bercerita.
"Wah,, seperti apa Negara I itu Mom?" tanya seorang gadis imut yang asyik menyimak penjelasan sang Mama tentang masa lalu sebelum lahirnya Natasya di dunia ini.😂
"Negara yang Indah tentunya" David menjawab pertanyaan adiknya dan mengikuti perbincangan mereka.
"Apa kau masih mengingat keindahan di sana seperti apa Brother?" tanya Adiknya
Plaakk...
"Auu,,, Mom kenapa Mama memukulku?" tanya David heran.
Mama Clarissa membalas David dengan memelototkan matanya, mengisyaratkan agar tidak memperkenalkan Natasya dengan dunia maya pada usianya saat ini.
Seketika David paham dengan maksud Mamanya, ia pun menjelaskan sedikit tentang bagaimana Negara I tersebut pada adiknya.
"Waah,, seperti itukah? Mom aku ingin kesana." ucap Natasya tiba-tiba.
"Iya, kita akan segera kesana, saat tiba waktu libur panjang sekolah Natasya" janji sang Mama.
"Hore" riang adik David saat mendengar Mamanya berjanji untuk mengunjungi tempat tinggal lama mereka di Negara I.
"Oh ya Mom, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu Mom" ucap David dan memperlihatkan foto gadis kecil yang hampir seusia dengan Natasya saat ini.
__ADS_1
"Oh,, ini seperti Dea bukan? teman semasa kecilmu"
"Mama masih mengingatnya dengan baik, bahkan aku hampir tidak mengenalinya saat melihat foto gadis remaja ini" ujarnya lagi dan memperlihatkan foto Dea pada usianya saat ini.
"Dia sangat menggemaskan, dan sangat cute" Mama David mendeskripsikan Dea menurutnya, dan David hanya ingin tahu apakah Dea cantik menurut Mamanya dan bertanya
"Apakah dia tidak cantik menurut Mama?"
"Tentu saja cantik, tidak diragukan lagi" puji Mamanya saat melihat foto Dea juga.
"Bagaimana kalian bisa lupa dengan aku yang juga cantik, imut, bahkan menggemaskan ini hmm?" tiba-tiba Natasya berdiri dari duduknya saat mendengar saudara laki-laki dan Mamanya memuji anak gadis kecil yang lain di depannya.
"Oh,, tentu saja Natasya paling cantik dan cute menurut Mama" Mama Clarissa sudah bisa menebak bahwa anak gadisnya yang masih berusia 8 tahun tersebut sedang cemburu.
"Siapakah anak ini Mom?" ia lantas bertanya pada sang Mama.
"Kesayangan David" ujar David mendengar pertanyaan Adiknya, dan setelah mendengar itu Natasya kembali cemberut.
"Kesayangan David hanya aku, tidak dengan Dia" tunjuknya pada foto Dea, sang Mama dan Kaka nya hanya geleng-geleng saja mendengar Natasya yang memang sangat pencemburu, saat dengan siapapun saudara laki-lakinya itu bermain. Karena baginya, David adalah ayah keduanya yang selalu membuatnya senang gembira, mengabulkan apa keinginannya, menghabiskan weekend sellau dengannya, dan bahkan sering menjaili Adik kandungnya itu.
Natasya Putri Pangalila merupakan adik dari David Prayoga, ia memang dikenal cukup cerewet pada siapapun, bahkan pada orang yang baru daja dia temui, dan sangat dekat dengan sang Kakak. Namun ia begitu pintar membuat orang lain merasa akrab padanya, dan selalu merindukan tingkahnya dan juga kebawelannya.
"Dia temanku, tetangga di Negara I, jika kita berlibur kesana suatu saat nanti, kau pasti akan bertemu dengannya, dia begitu cantik dan baik sepertimu" David menjelaskan sedikit tentang Dea pada adiknya.
"Siapa yang paling cantik diantara kami?" tanya adiknya
"Oh tentu saja Dea" jawab David jujur dan mendapatkan pelototan menggemaskan dari sang Adik sambil berkacak pinggang membuat Mama mereka tersenyum bahagia melihat kedekatan keduanya.
David yang melihat reaksi adiknya yang menggemaskan itu, pura-pura takut dan minta maaf dengan muka memelas.
"Aahh,,, ampun nona, kau cantik namun temanku lebih cantik lagi" David berterus terang, dan itu membuat Natasya jwngkel lagi.
"Aku tidak akan memberimu mencicipi makananku setiap sarapan lagi" ancam sang Adik, karena memang mereka sering sekali berbagi sarapan, padahal sudah disiapkan masing-masing, namun David sering memakan bagian Adiknya saat sedang sarapan dan sarapan bersama dalam satu porsi.
"Oohh,,,, tidakk,, tentu saja adikku ini yang paling cantik, manis dan menggemaskan, hingga aku ingin menggigitmu" David memeluk Adiknya dan pura-pura ingin menerkamnya, membuat Natasya tertawa menahan gelinya saat David mengkelitik Natasya dalam pelukannya.
__ADS_1
...----------------...