Promise? Stay With You

Promise? Stay With You
24. Bertemu Dengan Arina


__ADS_3

Setelah bangun dari tidur sambungannya, tak lupa Dea berolahraga lari pagi di sekitar komplek rumahnya, biasanya Dea mengendarai sepeda, namun hari ini lebih memilih untuk berlari di sekitar komplek rumahnya.


Merasa sudah cukup olahraganya, Dea kembali pulang, dan duduk santai di pinggir kolam renang rumahya dan berencana untuk berenang sebentar setelah berolahraga.


Melihat Bi Imah yang sedang berjalan menuju tempat pakaian yang akan di rapikan, Dea meminta tolong untuk diambilkan handuk kimononya. Namun sebelum ia benar-benar menyeburkan badanya ke dalam kolam, Dea membuka ponsel genggamnya dan hanya memotret kaki yang diselonjorkan dan memperlihatkan bagian kolam renangnya untuk dibagikan di story sosial medianya dengan no caption.


Dio yang baru saja terbangun dari tidurnya, sudah pasti tidak bisa berolahraga pagi ini, padahal melihat kebiasaan dia di Kota J dia selalu rutin berolahraga di akhir pekan, mungkin telat bangun karena baru saja tertidur pagi tadi.


Sekarang sudah pukul 13.45, Dio keluar kamarnya dan turun ke meja makan, sudah dihidangkan makan siang oleh Bi Ipah yang masih bergelut di dapur dengan perlengkapan dapur yang kotor.


"Bi, ada air hangat?" tanya Dio


"Ada tuan" jawab Bi Ipah sambil membawa air hangat kepada Dio, baru beberapa langkah Bi Ipah sudah mengentikan langkahnya karena mendengar suara Dio


"Dio yang kesana Bi, tidak perlu dibawa kesini" ujarnya


"Baik tuan"


"Mama kemana Bi?"


"Kedatangan tamu penting di Villa baru tuan"


"Oh" jawabnya singkat dan membuat secangkir susu hangat dari brand instan yang telah disediakan.


Walaupun sudah duduk di Sekolah Menengah Atas, Dio masih saja meminum susu hangat yang dari SD sering dibelikah oleh mamanya, ia tak ingin Mamanya kecewa hanya karena tidak menghabiskan minuman atau makanan yang disarankan Mamanya. Setelah pindah dari tumah Kakek dan Neneknya dan mulai kebiasaan lama dengan setiap hari minum susu tersebut, Dio jadi terbiasa untuk meminumnya setiap bangun tidur


"Oh iya tuan, pesan nyonya jangan lupa untuk makan sebelum pergi keluar jika tuan ada keperluan"


"Hmm" Dio menimpali dengan memberi isyarat 👌 OK pada jari-jari tangannya.


Dio membuka hp nya dan melihat notifikasi pertama dari Dea yang beberapa jam yg lalu mengupdate story sosial media miliknya. Walaupun sudah lama Dea memposting story, Dio tetap saja menanggapi cerita Dea tersebut.


^^^Emang lo bisa berenang?^^^


Dio meletakkan ponselnya, karena melihat Dea yang online, Dio sengaja menanggapi story gadus tersebut, beberapa menit berlalu Dea membalas tanggapan Dio pada story nya itu.


@DA : Iya


Melihat jawaban singkat dari Dea, Dio tak berkenan untuk membalas lagi, sudah tau tau topik apa yang ingin dibicarakan dengan Dea.


Setelah selesai menghabiskan makanan siangnya, Dio beranjak ke kamar lagi untuk mendi dan bersiap-siap menuju caffe xxx di Kota J sesuai janjinya dengan Arina teman sekolah lamanya yang belum terlalu dikenalnya itu.


Sudah siap dengan motor gedenya, Dio pun melajukan motornya.


Butuh waktu sekitar satu jam lebih untuk sampai di tempat janjiannya dengan Arina. Namun bagi Dio yang sudah terbiasa bolak balik antar kota dengan motor gedenya hanya butuh waktu 40 menit saja sudah sampai di tempat tujuan.


Dio hanya menunggu sambil sesekali melirik keluar caffe, tak lama kemudian seseorang gadis keluar dari sebuah mobil.


Gadis tersebut menghampiri Dio langsung, tak merasa heran dengan kedatangan gadus tersebut, Dio sudah bisa menebak bahwa itu Arina, melihat gadis itu yang tanpa ragu berjalan menuju ke arahnya an membawa paper bag kecil yang mungkin saja itu adalah jaket Dio.


Tebakannya tidak melesat, memang gadis tersebut adalah Arina.


"Hey Dio, sorry gw telat, dah lama nunggunya?" tanya Arina saat sudah dipersilahkan duduk oleh Dio.

__ADS_1


"Gak" jawabnya.


"Nada bicara lo masih ketus aja" ujar Arina dan memanggil pelayan caffe dan memesan minuman.


"Lo belum pesan minuman dari tadi?"


"Belum"


"Ya udah gw pesenin, mau apa?"


"Apa aja"


"Bir lo mau?" canda Arina pada Dio


"Kalau ada disini pesan saja" Dio dengan santainya menimpali candaan Arina


"Maaf, apakah disini ada bir?" tanya Arina dengan muka yang dibuat serius olehnya kepada pelayan caffe dan itu membuat Dio tersenyum dengan candaan Arina.


"Maaf mbak, kami tidak menyediakan menu selain di daftar yang sudah ada" jawab pelayan tersebut dengan ramah.


"Hanya bercanda kok" ujar Arina pada pelayan itu, dan memesan bebas 2 minuman yang ada pada daftar menu caffe.


"Baik, mohon ditunggu sebentar"


"Oh ya, sepertinya gw perlu kenalin diri gw dulu sebelum balikin jaket lo"


"Boleh"


"Asing" jujur Dio.


"Oh My God, bisa-bisanya lo mengabaikan teman sebaik gw"


Mendengar itu Dio hanya tersenyum ringan, dan menimpali dengan pertanyaan kepada Arina


"Emang lo pernah berbuat baik sama gw?"


"Gak, gimana mau gw baikin lo, kenal gw aja baru sekarang kan"


"Nama lo Arina kan"


"Iya jelas lo tahu, itu kan gw yang bilang tadi pagi-pagi buta.


"Nih jaket lo, makasih yah, walaupun lo cuek dingin, ternyata peduli juga, eh salah sedikit peduli" jujurnya


Akhirnya pesanan mereka sudah sampai, dan memberikan Dio minuman yang dipesannya dengan bebas.


"Sama-sama"


"Btw sebenarnya lo ngapain ke Caffe xxx ini?"


"Ambil jaket"


"Hah? emang gak ada keperluan lain lagi? bukannya lo sekalian ada keperluan kesini"

__ADS_1


"Iya ada, ini keperluannya" jawab Dio sambil menenteng ke atas paper bag berisi jaketnya yang dibawa oleh Arina.


"Lo kenapa gak bilang gitu sih, gw juga gak bakal nyuruh lo ketemu buat ngambil ini jauh-jauh, gw juga ada keperluan ke kota B" ucap Arina


"Hmm" Dio bergumam.


Mereka berbincang banyak hal, dari pertama mereka masuk sekolah lama Dio, pelanggaran yang dilakukan Dio hampir ada setiap pekannya, dan kepopulerannya di sekolah lamanya itu.


"Lo dapet nomor gw dari siapa?" tanya Dio pada Arina


"Oh itu gw minta di Ibu BK, lo kan langganan ruangan BK dan sempat dimintai nomor orangtua tapi lo ngasihnya kontak lo sendiri, gw tau ini karena waktu itu gw lagi di ruang BK ada keperluan" jelasnya pada Dio


"Hmmm" gumam Dio lagi


"Ya udah kalau gitu gw duluan yah, ada acara di rumah saudara di Kota B"


"Alamat?"


"Jln xxx, perumahan xxx"


Mendengar itu Dio sangat hafal daerah tersebut.


"Gw anter, sekalian balik"


"Gpp nih, gw ngerepotin lo"


"Santai aja"


Akhirnya keduanya menuju Kota B sesuai alamat yang disebut oleh Arina.


"Baliknya pakai apa?" tanya Dio


"Biasanya diantar sopir saudara gw"


"Oh"


"Ada perubahan juga di diri lo, setelah seminggu pindah sekolah udah bisa akrab ma cewek"


"Hmm" Dio hanya membalas dengan bergumam.


Setengah jam berlalu akhirnya mereka sampai pada tujuannya, pantas saja Dio mengenal alamat perumahan tersebut, karena alamat perumahan yang disebut Arina adalah komplek prumahan Dea yang sering ia kunjungi.


Rumah saudara Arina juga dekat dengan rumah Dea, bahkan Dio bisa melihat rumah Dea yang sedikit berhadapan dengan tempatnya saat ini.


Dio memperhatikan balkon rumah Dea beberapa detik dan beralih kepada Arina lavi yang mengajaknya berbicara, tak lama setelah itu, Dea keluar menuju balkon rumahnya di sore hari.


Tanpa sengaja Dea yang berdiri di balkon rumahnya melihat Dio dengan seorang gadis.


"Thanks yah, lo gak mau mampir gitu sekalian ikut acara saudara gw" ajak Arina


"Gak, gw langsung cabut aja" jawab Dio dan melajukan lagi motornya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2