
Prokk... Prokk... Dea mendengar suara tepukan dari belakangnya. Niat berbalik tapi tak jadi, karena dua sahabat di depannya menghampiri Dea saat keluar dari ruang BK.
"Wah, kejadian yang sangat langka, anak unggulan IPA 1 telat untuk pertama kali nya" teriak Angel berniat untuk menyinggung Dea.
Mendengar Angel berkata seperti itu, tetap saja tidak akan bisa memancing emosi seorang Dea yang dikenal penyabar dan tak mau ambil pusing apa yang dikatakan orang lain padanya.
Memang benar, ini adalah pertama kalinya Dea telat sekolah, karena dia juga tak luput dari kesalahan untuk melanggar peraturan sekolah, walaupun Dea pernah berjanji untuk berusaha menjadi anak yang taat akan peraturan sekolah nya.
"Eh... Dea, lo budek yah" Teriak Angel lagi
Namun tetap tak dihiraukan Dea, dan melanjutkan jalannya dengan dua sahabat dekatnya.
"Sudah Angel, ngapain lo ngurusin urusan dya" tegur Andre untuk sedikit membela teman lamanya itu
Dio yang sedari tadi hanya terdiam melihat punggung Dea yang semakin menjauh tak berniat sama sekali membuka mulutnya, padahal dia sendiri yang memancing teman-temannya yang lain untuk menjadi pengganggu Dea di Alexandria.
Mereka pun melanjutkan perjalana awal mereka untuk ke kantin.
Di sisi lain, Dea tak ingin menoleh ke belakang, ia sudah menduga Angel pasti akan mengusiknya, syukurlah ada Dinda dan Tya yang sudah menantinya untuk keluar dari ruang BK, karena mereka pasti tau Dea tidak akan meninggalkan sekolah hanya karena telat satu jam mata pelajaran.
Masih mendengar teriakan Angel dibelakangnya, ia tetap tak menghiraukan, karena Tya dan Dinda sudah mengalihkan dirinya
"Jangan noleh Dey, mereka sekampung" ujar Tya
"Biasa Alex and the genk, king and queen pengganggu" tambah Dinda lagi, lalu mereka menemani Dea melaksanakan tugasnya untuk membawa berkas-berkas lama menuju ruangan kecil (tempat khusus berkas lama) dan merapikannya (Menyapu, mengepel).
"Kamu kok bisa telat sih Dey" tanya Dinda pada Dea sambil Fokus membantu sahabatnya merapikan berkas lama sekolah.
"Semalem Dea nyamperin aku waktu kecopetan"
"Hah... kamu kok gak cerita ke aku sih"
"Tadi kan mau cerita, tapi Dea udah keluar ruang BK, makanya gak jadi"
"Emang semalam kamu nyampe rumah jam berapa Dey"
"Jam 00.20"
"Apa? bukannya rumah kamu gak terlalu jauh dari rumahku"
"Nanti aku cerita ke kalian, aku selesain ini dulu, biar kita bisa belajar jam kedua" ujar Dea fokus pada sanksinya
Beberapa menit berlalu akhirnya mereka selesai membereskan ruangan kecil itu.
"Thanks ya"
"Kita langsung ke kelas aja, sepertinya bentar lagi jam belajar kedua nih" tutur Tya.
"Kalian duluan aja, aku harus ke ruang BK dulu laporan, dan sepertinya perlu ke toilet" ujar Dea melihat tangan nya
__ADS_1
Dea berjalan seorang diri menuju ruang BK sambil memperhatikan tangannya yang lumayan kotor setelah merapikan berkas-berkas lama yang berdebu. Dea berjalan sambil mengangkat kedua telapak tangannya sebahu agar tidak mengotori bajunya sendiri.
Namun, siapa sangka Dea malah mengotori baju siswa lain yang berpapasan dengannya, Dea tak habis pikir. bakal selebar itu merentangkan tangannya, atau mungkin siswa ini terlalu mepet berpapasan dengan Dea. Ia pun mendongak dan melihat siswa yang masih terlihat asing bagi Dea.
"Maaf, aku gak sengaja" Dea langsung menundukkan pandangannya
"Bersihin baju gw" ujar Dio tanpa basa basi,
"Maksudnya, aku kan gak sengaja, lagian dah minta maaf" tutur Dea, tak ingin memperpanjang masalah
"Bersihin baju gw"
"Kotornya juga sedikit" sambil masuk ke ruang BK meninggalkan Dio berdiri sendiri.
Setelah selesai urusan dengan Bu Tuti, Dea keluar ingin segera ke toilet membersihkan tangannya yang kotor sebagai bukti sudah selesai melaksanakan hukumannya.
Siapa sangka, ternyata Dio tetap menunggu Dea di depan ruang BK, dan menarik Dea menuju ruang ganti sekolah.
"Kamu apa-apaan sih, kotor nya juga cuman sedikit"
"Kotor ya kotor, tetap harus dibersihin"
"Ya udah sini lepas aku bersihin"
"Hah.. lepas?"
"Bawa gw sekalian ke tmpt lo mau bersihin baju gwa"
"Gw males buka baju" Dio beralasan yang kurang masuk akal
"Sabar" lirih Dea pelan yang masih bisa didengar Dio.
Kriingg..... bel jam pelajaran kedua berbunyi, membuat Dea semakin gelisah tak karuan. Ia pun menarik Dio menuju wastafel toilet perempuan, dan mulai membersihkan tangannya terlebih dahulu, lalu baju Dio yang kotor.
Tak ada satu pun yang memulai percakapan, Dea yang fokus membersihkan baju Dio, sedangkan Dio fokus memperhatikan wajah Dea.
"Hmmm.. akhirnya, tuh dah bersih, tinggal nunggu kering aja" ujar Dea sambil masih merapikan baju Dio.
"Basahnya banyak"
"Namanya juga dibersihin pakai air, ya basah lah" ketus Dea sambil bercermin untuk melihat penampilan nya sebelum masuk pelajaran kedua.
Tanpa pamit pada Dio, Dea langsung ingin pergi menuju kelasnya.
Akan tetapi, tanpa disangka-sangka Dio menyiramkan air pada baju seragamnya Dea, membuat Dea kaget sekaligus merasa aneh dengan sifat anak pindahan tersebut.
"Biar adil, baju lo juga harus basah kayak gw" tukas Dio
Dea ingin marah, ingin berteriak, tapi seolah-olah bungkam, cukup untuk hari ini saja dia mengalami kejadian yang berturut-turut tak menyenangkan ini.
__ADS_1
"Ada dendam apa kamu ke aku, sampai harus kayak gini, cuman gara-gara seragam kamu kotor dan basah sedikit itu"
Dio masih memperhatikan Dea yang sedang menahan amarahnya itu, ia semakin semangat untuk mengganggu Dea.
"Yah itu karena kesalahan lo"
Dea tak habis pikir, belum berkenalan saja sudah dapat masalah dengan anak pindahan ini. Tak ingin memperpanjang masalah lagi, Dea mulai melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Dio, tapi.
Dea tak sengaja menabrak ember dan alat pel lantai yang tersimpan di dekat wastafel tempat mereka berada, membuat badannya tak seimbang dan hampir saja terjatuh, tapi Dio yang masih tetap berada diposisinya itu dengan sigap menarik lengan dan badan Dea agar tidak terjatuh.
Kejadian itu diam-diam dilihat oleh Tya yang sengaja izin pada pelajaran kedua untuk menengok Dea yang tak kunjung datang setelah berpisah dengannya. Tya hanya senyum-senyum sendiri melihat tingkah mereka berdua.
"Makasih" ucap Dea, walaupun sebenarnya, dia begitu kesal dengan kejadian yang berturut-turut dialami oleh nya bersama Dio.
Dio secara perlahan membuka baju seragamnya, sambil menatap Dea dengan raut muka datar nan licik, membuat Dea semakin aneh dengan sikap Dio tersebut
"Kamu ngapain" tanya nya dengan polos
Dio tak menjawab dan melanjutkan membuka seragamnya.
Melihat hal itu, Tya yang sedari tadi masih mengintip dari kejauhan segera menghampiri mereka berdua.
" Deaaa..... " teriak Tya sengaja
membuat keduanya menoleh ke sumber suara.
"Lama banget ke kamar mandinya" ujar Tya langsung dan berdiri tegap disamping Dea.
"Seragam kalian berdua kok bisa basah samaan gitu" tuturnya lagi
"Gara-gara temen lo ini" ujar Dio dan melemparkan seragamnya ke Dea.
"Cuci" ucapnya sambil meninggalkan Dea dan Tya yang masih terdiam melihat tingkah Dio yang semena-mena pada Dea.
"Kalian berdua kenapa?" tanya Tya yang masih bingung
"Menyebalkan" lirih Dea gusar dan mengajak Tya balik menuju kelasnya.
Di kelas IPS 1, Dio masuk dengan memakai kaos putih oblongnya, membuat teman-teman yang lain bingung padanya.
"Seragam lo mana" tanya Alex
"Habis main air" jawab Dio
"Sama siapa" kali ini Luis ikut bertanya
"Anak sebelah"
"Jangan bilang di hari kedua lo pindah, malah ribut ma anak kelas sebelah" ujar Alex curiga pada Dio, dan Dio hanya membalas dengan senyuman tipisnya tanpa berkata apa-apa.
__ADS_1