Promise? Stay With You

Promise? Stay With You
23. Rayuan David


__ADS_3

(05.00)


David : Sudah bangun?


Pesan pembuka dari seseorang yang sudah lama ia rindukan.


^^^Iya, aku sudah bangun David^^^


David : Selamat Pagi Cantik


^^^Kurasa di sana masih dini hari David.^^^


David : Yah begitulah


^^^Kenapa tidak tidur^^^


David : Tidak mengantuk


^^^Tidurlah!!^^^


David : Kau temani aku.


^^^hah?^^^


David : Di sana masih gelap, kau pasti enggan untuk meninggalkan tempat tidur, lebih baik temani saja aku.


^^^Baiklah, aku akan menemanimu sampai tertidur.^^^


Drrttt... panggilan video dari David.


"Kenapa harus panggilan video sih, aahh,,, aku kan baru bangun malu" gumamnya sebelum mengangkat panggilan video dari David


"Mengapa lama mengangkat panggilan videoku?"


"Kenapa harus panggilan video?"


"Aku ingin melihat wajah cantikmu"


"Yang ada liat muka bantalku David"


"Kau tetap cantik walaupun bangun tidur"


"David,,, pagi-pagi sarapan gombalan"


"Dan bahkan semakin cantik"


"Daviiddd,,,,, tidur!!!!!!"


"Tidak"


"Aku matikan"


"Apa kau malu?"


"Ya aku malu, bisakah jangan membuatku besar kepala pagi2 seperti ini."


"Kelak saat bersama, kau pasti akan terbiasa"


"Kamu bicara apa lagi David"


"Bicara tentang kita di masa depan"


"Bisakah untuk berhenti merayuku David?"


"Dea.. "


"Iya David, kenapa?"


"Aku merindukanmu"

__ADS_1


"Daviiidddddd" teriak Dea dengan muka merah meronanya.


(David tertawa melihat betapa menggemaskannya Dea)


"Aku semakin rindu dan ingin cepat bertemu Dea"


"Ah,, jangan mengatakan hal konyol lagi David, kamu mengatakan itu serasa kita adalah pasangan"


"Iya kita pasangan"


"Hey,,maksudmu?"


"Apa kau tidak ingin menjadi pasanganku Dea"


"David, kenapa kamu memiliki keberanian untuk mengatakan hal ini, kita baru saja bertukar kabar tapi malah jadi seperti ini"


"Apa kau tidak ingin menjadi pasanganku?"


"Berhentilah merayuku pagi-pagi buta seperti ini David"


"Kau begitu lucu saat malu"


"Bisakah untuk beralih ke panggilan suara?"


"Kenapa? bukannya kau merindukanku? berarti ingin melihat wajahku bukan?"


"Aku merindukan kamu untuk hadir di sini"


"Secepatnya cantik"


"Hoaamm,,,, sepertinya aku sudah mulai mengantuk"


"Tidurlah!"


"Aku ingin bertanya Dea"


"Katakanlah!"


Medengar pertanyaan David, membuat Dea bimbang harus menjawab apa. Ia tak pernah memikirkan terlalu panjang tentang itu, tapi memang Dea menyadari ia pernah mengharapkan itu walau tak lama.


"Mengapa tidak dijawab?"


"Haruskah aku menjawab itu"


"Tidak apa-apa jika kamu tidak pernah mengharapkan itu, tapi aku berharap akan hal itu Dea"


Lagi-lagi Dea tidak bisa menyembunyikan rasa malunya, hingga wajah cantiknya memerah, ia menutup menenggelamkan wajahnya di bantal dan berguman tak jelas namun terdebgar oleh David.


"Kau mengatakan apa?"


"Ah tidak ada, aku hanya bergurau dikit"


"Baiklah jika tidak ingin mengatakannya, aku tidak memaksamu"


"Hmmm"


"Aku menunggu kapanpun kau berani mengatakan yang sejujurnya Dea"


"Iya"


"Iya apa?"


"Iya suatu saat aku akan mengatakan yang sejujurnya padamu"


"Aku mengira kata iya itu adalah iya kau mengharapkan yang sama sepertiku"


"Sepertinya kau tidak mengantuk lagi"


"Oh,,, tentu saja aku mengantuk, aku pejamkan mata, ingat temani aku"

__ADS_1


"Iya David, masih saja bawel, tak berubah"


Dea memperhatikan wajah David yang tampan, tidak menyangka ia akan menemukan David secepatnya ini di dunia maya. Jika tak sesulit ini mencarinya, mungkin Dea sudah berkomunikasi lama dengan david. Namun ia selalu lupa untuk mencari akun sosial media teman kecilnya itu, hingga 7 tahun berlalu tanpa komunikasi sedikitpun dan selalu terus menerus mengingat David, karena saat kepergian David, Dea menjadi sering mengurung diri di kamarnya dan jarang keluar bermain dengan anak-anak seusianya kecuali di Sekolah.


Sudah puas memandang wajah tampan dan menyejukkan bagi Dea milik David, Dea melihat jam sudah menunjukkan pukul 05.37, ia masih bisa melanjutkan mimpi indahnya, dan beruntungnya hari ini adalah hari Minggu, Dea memperbaiki posisi tidurnya lalu mengatur ponsel genggam miliknya agar bisa melihat David yabg sedang tertidur, begitupun dengan posisinya supaya David bisa melihat wajahnya saat terbangun nanti.


Sudah dengan posisi yang pas untuk saling melihat, Dea mulai memejamkan matanya.


"Ah mengapa David seperti ini, apa tidak lebay harus menemani tidur dengan panggilan video begini, pertama kalinya aku bersikap konyol seperti ini" batinnya dan sudah mulai memejamkan matanya lagi.


Keduanya sama-sama memejamkan mata tapi tidak tau apakah sudah tertidur atau belum.


Tanpa disadari Dea, David membuka matanya dan balik memperhatikan wajah gadis cantik di depannya itu.


"Walaupun ini pertama kalinya kita berkomunikasi lagi, aku berharap bisa menjadi orang yang berarti dalam hidupmu, menjadi pendampingmu, pelindungmu, dan menjadi penyemangatmu" David membuka suaranya.


"Tujuh tahun bukan lah waktu yang singkat, tapi aku bahkan tidak mendapatkan ide untuk mencarimu di dunia maya, begonya aku, aku bersyukur,,, kau belum mengisi kekosongan hatimu degan laki-laki lain" ujarnya lagi


"Kau tumbuh dengan baik, semakin cantik, dan sangat-sangat cantik"


"Semoga harapanku terkabul, untuk selalu berada di dekatmu"


Bebeda dengan yang mereka berdua rasakan, Dio belum bisa memejamkan matanyas sejak malam tadi, entah apa yang dipikirkan olehnya, hanya bermain game terus menerus.


Tadi malam Dio mencoba untuk menghubungi Dea, namun benar saja dugaannya, Dea masih saja sedang berada pada panggilan lain.


Tepat pukul 05.20 Dio mencoba untuk menghubungi Dea lagi, ia hanya tersenyum sinis, menjelang pagi pun mereka masih mengobrol. Dio membuka aplikasi chatting lalu mengirimkan pesan pada Dea.


Dio : Hey cengeng, pulsa lo gak habis2


"Gak panas tu kuping ngobrol ampe berjam-jam" ujar Dio lalu melanjutkan bermain game online lagi.


Sudah mulai bosan dengan game onlinenya, Dio mencoba untuk memejamkan matanya berusaha untuk istirahat sejenak, bahkan ia masih saja belum mengantuk.


"Nih mata gak ngantuk apa?" Dio mengomeli dirinya sendiri.


Drrttt.... panggilan masuk dari no yang tak dikenal,v enggan untuk mengangkatnya Dio membiarkan ponselnya terus berdering.


Sudah 3 kali berdering namun tak kujung Dio mengangkat panggilan tersebut, Sampai akhirnya ia mencoba untuk menerima panggilan dari no yang tak dikenal itu.


"Siapa?" Dio to the point bertanya setelah menerima panggilan tersebut.


"Ini aku Arina Dio" ucap seseorang gadis dari seberang sana.


"Maaf gw ganggu lo pagi-pagi gini"


"Oh,,, Arina, Arina siapa yah?"


"Teman duduk lo sebelum pindah sekolah"


Dio mengernyitkan alisnya, bingung siapa yang sedang menelponnya.


"Sorry, gw lupa"


"Wajar lo lupa, ngomong sama teman sebangku lo ajak bisa diitung selama setahun kita sekelas"


"Ada apa?"


"Oh iya gw lupa niat awal gw, mau ngingetin aja dua hari sebelum lo pindah pernah ngasih gw minjem jaket waktu gak nyadar gw bo*or lagi dapet"


"Oh,,, santai aja, ada lagi? gw mau tidur"


"Kapan bisa ketemu, gw mau balikin jaket lo, tempet lo tinggal sekarang gak jauh dari Kota J" ujar Arin padanya


"Caffe xxx (di Kota J) sore nanti gw kesana"


"Oke"


Dio menutup panggilan tersebut.

__ADS_1


"Arina, Arina, gw aja gak kenal siapa teman sebangku gw dulu" ucapnya, karena memang terkenal cuek, dingin dan seenaknya saja, selama satu tahun Dio tak pernah berkenalan dengan siapapun, namun di sekolah lamanya, ia sangat populer karena kenakalan, kepintaran ddan ketampanannya. Hanya teman basket nya saja yang dikenal, ia juga tak pernah menghiraukan siswi-siswi yang mencari perhatian di depannya, dan muak melihat mereka mengajar-ngejar dirinya.


...----------------...


__ADS_2