
hai... namaku Amara anggraini.
aku gadis kota biasa, penampilan ku sangat sederhana jauh dari kata cantik & modis buat ukuran seorang gadis kota. ya... maklum aja Abba ku cuma pegawai bengkel kecil, Umma cuma ibu rumah tangga biasa sedangkan mas Alkan cuma pegawai Bank swasta & cuma mas Alkanlah satu-satunya penyokong ekonomi kami saat ini dia juga yang membiayai segala keperluan ku untuk sekolah.
aku sekolah di SMA elit Star children. jangan salah paham dulu, aku bisa sekolah di sekolahan itu bukan karna aku orang mampu tapi melainkan karna jalur BA (Beasiswa) yang ku perjuangkan selama 3 tahun saat di bangku SMP & akhirnya ini adalah hari pertama ku masuk ke sekolahan elit ini. deg-degan bercampur grogi itu yang pertama kali aku rasakan waktu pertama kali aku berdiri di depan gerbang SMA super elit itu, karna jujur aja aku takut di kucilkan bahkan aku sangat takut kalau-kalau malah di bully nantinya karna dengan penuh kesadaran diri aku ini adalah anak BA kelas bawah.
tapi... demi mimpi ku untuk jadi seorang dokter aku harus kuat & berani menghadapi apapun, ini semua aku lakukan demi mengangkat derajat keluarga ku & bikin bangga Abba, Umma serta mas Alkan.
ku tarin nafas panjang & ku beranikan diri untuk melangkahkan kaki ku memasuki sekolah itu, alangkah betapa terkejutnya aku saat melihat sekolah itu yang begitu sangat besar, mewah & luar biasa megah serta sangat luas, tanpa pikir panjang aku berlari kecil di koridor sekolah bertujuan untuk mencari ruang kelas 10. namun secara tiba-tiba hal tak terduka terjadi.
BRUUUUK.
aku nggak sengaja menabrah seseorang.
"maaf-maaf aku nggak sengaja maaf..." ucap ku sambil sedikit membungkukan badan.
"nggak apa-apa kok." sahut seseorang.
"lagian aku juga yang salah karna aku jalan sambil mainin handphone, kamu nggak kenapa-kenapa kan?" tanyanya
"aku nggak apa-apa kok. sekali lagi maaf ya."
"Amara..." teriak gadis itu kencang setelah mengangkat wajahnya & melihat wajah ku.
"Dea..." teriak ku tak kalah kencang saat melihat balik wajah gadis itu.
"kamu kok di sini...?" ucap ku terkejut sambil menutup mulut ku.
"aku sekolah di sini." sahutnya.
"kamu sendiri ngapain di sini Ra?" tanyanya balik pada ku.
"aku sekolah di sini juga."
"wih... aku nggak nyangka." pekiknya bahagia.
"maafin aku ya Ra... aku udah lama banget nggak ngabarin atau ngubungin kamu & aku juga nggak kasih tau ke kamu kalau aku udah balik lagi ke Jogja. 😁" ucapnya sambil tersenyum lebar.
"nggak apa-apa kok Dea... yang penting sekarang takdir udah mempertemukan kita lagi setelah sekian lama." ucap ku bahagia.
"aku kangen banget sama kamu Ra..."
"aku juga kangen banget sama kamu Dea..." kami pun berpelukan melepaskan rindu.
kami udah 2 tahunan nggak ketemu, setelah Dea pindah ke Sumatra utara kami hilang kontak tapi sekarang aku senang banget karna akhirnya dia kembali lagi ke Jogja & ternyata kami satu sekloh lagi. 😁
__ADS_1
"aku nggak nyangka bisa ketemu kamu di sini Dea." ucap ku bahagia sambil memegang tangannya erat.
"iya... aku juga seneng banget Ra bisa ketemu sama kamu lagi & kita bisa sekelas lagi kayak waktu SMP dulu." ucapnya bahagia sambil melompat-lompat kecil.
"sumpah aku kangen banget sama kamu Dea..." ucapku lagi dengan mata yang berkaca-kaca & penuh rasa bahagia.
ya jelas aja aku sangat senang karna bisa ketemu sama Dea lagi, kami berteman dari kecil & selalu satu kelas saat SD & SMP, tapi semenjak dia pindah aku udah nggak punya teman/sahabat lagi & aku malah sering lebih milih menyendiri selama ini. karna nggak ada orang yang cocok dengan kepribadian ku selain Dea yang pada akhirnya malah bikin aku susah untuk berteman & bersosialisasi dengan orang baru.
"Abba, Umma & mas Alkan gimana kabarnya?" Dea bertanya tentang keluarga ku.
"mereka semua baik kok. Pakde & Bukde gimana kabarnya?" tanya ku balik tentang kabar orangtua Dea yang udah seperti otang tua ku sendiri.
"Mami sama Papi juga baik kok & ya... Mami masih seperti biasanya cerewet & selalu aja suka banding-bandingin aku sama kamu yang selalu perfect banget di matanya Mami. 😏" ucapnya sambil tersenyum & mencubit pipi tembam ku.
Dea sudah seperti kakak bagi ku & keluarga kami juga sangat dekat satu sama lain, dia dari keluarga yang super kaya aku rasa harta Pakde nggak bakalan habis 7 turunan deh. 😁 dari di bangku SD kami udah bersahabat dia selalu baik sama aku begitu juga keluarganya yang selalu baik sama keluarga ku mereka juga nggak pernah mandang keluarga ku adalah keluarga miskin & nggak layak untuk berhubungan dengan mereka malahan kami semua seperti layaknya saudara tanpa memandang kasta.
awal perkenalan keluarga kami itu terjadi waktu Umma masih berjualan kue jajanan pasar & ternyata Bukde suka banget sama kue buatan Umma, semenjak itu keluarga ku & keluarganya Dea jadi deket karna Bukde selalu pesen kue ke Umma setiap ada acara di rumahnya & selalu ngundang keluarga ku buat ikut di acara keluarganya. kayaknya aku kebanyakan ngomong ya? hehehehe 😅 oke lah kalau gitu kita lanjut cerita di sekolah ya.
"Ra..."
"iya."
"maaf ya sebelumnya, aku... mau tanya sesuatu boleh nggak?" Dea menatap ku & memasang wajah ragu-ragu untuk bertanya.
"ya boleh dong kenapa juga nggak boleh." jawab ku dengan sedikit bingung melihat ekspresi Dea yang menurut ku sedikit aneh itu .
"aku apa...?" tanya ku yang semakin heran dengan sikap Dea.
"kamu... kamu kok bisa sekolah di sini? ya maaf Ra aku nggak bermaksud apa-apa cuma aja ini kan sekolah elit apa Abba?" tanyanya sambil sedikit menyeringai segan & menunduk.
"hahahahaha..." aku langsung refleks tertawa terbahak-bahak.
"jadi cuma mau tanya kayak gitu doang kamu pakek acara minta maaf dulu ke aku." celetuk ku santai.
"hahahaha Dea-Dea kamu ini ada-ada aja sih. kayak sama siapa aja pakek acara gitu-gituan segala." ucap ku sambil tertawa.
"aku kemarin ikut program BA & alhamdulillah aku langsung di terima di sini." ucap ku bahagia sambil memeluk Dea.
"wah... aku bangga banget sama kamu Ra." Dea balik memeluk ku dengan erat.
"uph... Mami pasti makin bangga-banggain kamu deh kalau mami tau kamu bisa sekolah di sini lewat jalur BA, hah... aku makin bakalan di omelin sama Mami setiap hari ni hahahaha." candanya kepada ku.
Bukde memang sangat sayang sama aku, maklumlah Dea kan anak tunggal jadi Bukde juga sayang banget sama aku kayak dia sayang sama Dea, selama ini Bukde selalu nganggep aku ini kayak anaknya sendiri & nggak pernah sekalipun beda-bedain aku sama Dea. bahkan nggak jarang banyak barang-barang milik Dea yang juga Bukde belikan buat aku akhirnya aku & Dea jadi banyak punya barang kembaran deh. 😁
"hahahaha... bisa aja kamu." jawa bku sedikit canggung.
__ADS_1
"oh iya kalau kamu udah balik lagi ke Jogja lagi kenapa nggak tinggal di rumah lama?" tanya ku, karna setahu ku rumah lama Dea masih kosong sampai sekarang & cuma ada penjaga yang biasa bersihin rumah Dea selama beberapa tahun ini.
"Papi pindah kantor, jadi ya mau nggak mau kami beli rumah baru yang lebih deket sama kantor Papi. ya maklum aja Papi kan udah makin tua jadi dia udah mulai males naik mobil jauh & lama makanya kami beli rumah baru di sekitaran sekolah ini jadi deket juga sama kantor baru Papi." jawabnya sambil sedikit memasang wajah sedih.
"yah kita tinggalnya jauhan dong jadinya? nggak deketan kayak dulu." gumam ku sedih.
"terus... kita jadi nggak bisa sering ketemu & main bareng kayak dulu dong?" timpal ku sedikit kecewa.
"nggak apa-apa Ra... yang penting kan kita 1 sekolahan & di sekolah kita bisa selalu ketemu setiap hari, lagian sesekali kamu bisa nginep di rumah aku atau aku yang nginep di rumah kamu sama aja kan? 😊" ucapnya sambil tersenyum.
"iya juga ya..." gumam ku.
"kok aku nggak kefikiran sampek ke situ sih. berarti sama aja kan kita tetep masih bisa ketemu & main di sekolah. 😄" celetuk ku.
saat kami sedang asik ngobrol tiba-tiba aja terdengar ada seseorang yang memanggil nama Dea dengan suara kencang khas anak remaja laki-laki, anak laki-laki itu berlari ke arah kami berdua dengan kencangnya.
"Deyoooool." ucap laki-laki itu.
"apa sih Agus." jawab Dea sedikit meledek.
"jahat banget sih tega banget ninggalin aku! kenapa berangkat sendirian hah! kenapa nggak nungguin aku hah! aku kan jadi kenak omel sama Tante karna kesiangan!" laki-laki itu marah ke Dea sambil narik-narik rambut ikal panjang Dea.
"aduh..." pekik Dea kesakitan.
"sakit Agaaaaas!" Dea marah & memukul tangan laki-laki itu.
"biarin aja sakit! siapa suruh jahat sama aku! 😡" laki-laki itu semakin kuat menarik rambut Dea sampai Dea menunduk-nunduk.
"lepasin!" teriak ku sambil memukul tangan laki-laki itu.
"kok kamu jahat banget sih! ngapain kamu narik-narik rambut Dea kayak gitu! itu kan sakit!" marah ku kepadanya.
"kamu nggak apa-apa kan?" tanya ku pada Dea sambil mengelus-elus rambut indah Dea.
"aku nggak apa-apa kok." jawab Dea sambil tersenyum manis.
"sakit nggak?" tanya ku lagi.
"sedikit..." sahut Dea sok manja.
"mana yang sakit?" tanya ku sedikit khawatir.
"ini... 😣" Dea menekan salah satu bagian rambutnya.
"ini yang sakit." ucap ku lalu mengelus lembut bagian rambut Dea yang terasa sakit.
__ADS_1
"iya..." rengeknya manja.