Pure Love (Takdir Cinta)

Pure Love (Takdir Cinta)
Teman baru.


__ADS_3

"kamu siapa?" tanya laki-laki itu.


"sok perhatian banget kamu ke Dea? 😒" ketus laki-laki itu.


"mana mukulnya sakit banget lagi, sakit ni tangan aku!?" bicara sedikit kesal sambil mengelus-elus tangannya yang aku pukul tadi.


"dia ini Amara sahabat baik aku, yang sering aku ceritain ke kamu itu." ucap Dea sambil mengelus pundak ku.


"Amara... kenalin ini Agas sepupu satu-satunya yang aku punya dari pihak Papi, Maminya dia adik tunggal Papi dia sekarang tinggal sama kami & sekolah di sini juga." Dea menerangkan tentang siapa laki-laki itu.


"oh... ini si Amara-Amara itu toh? 😮" ucapnya dengan pandangan sedikit kagum melihat ku.


"wah... ternyata bener kata Tante kamu itu cantik. kamu juga pasti anak yang pinter banget ya kan ya kan ya kan?" tanyanya polos & menatap tajam ke arah ku.


"pinter banget malahan, makannya Mami selalu aja muji-muji dia setiap waktu bikin aku pusing aja. 😏" ucap Dea sedikit menyeringai & meledek ke arah ku.


"terus kamu tahu nggak Gas? dia itu ikut program BA biar bisa sekolah di sini. yang lebih luar biasanya lagi dia langsung di terima Gas... keren banget kan?" puji Dea kepada ku sambil memeluk ku dari samping.


"Dea... udah ah aku kan jadinya malu..." ucap ku dengan wajah yang mulai merona.


"wow... seriusly? 😱" pekik Agas.


"gila kamu keren banget. sumpah deh." tatapan berbinar-binar dari Agas sontak membuat ku semakin merasa malu.


"aku aja kalau nggak karna uang cih mana mungkin bisa masuk ke sekolah ini." ucap Agas dengan nada prustasi.


"kenapa? 😕" tanya ku bingung.


"dia ini super bod*h tau?! hahahaha. 😂" ucap Dea sambil menunjuk tajam ke arah Agas & langsung tetawa terbahak-bahak.


"🙂" aku juga ikut tersenyum kecil melihat tingkah Agas.


"ih... kamu! 😡" pekik Agas kesal.


"nyebelin banget! sumpah!!!" Agas menatap tajam ke arah Dea sambil manyun-manyun yang membuat wajah buleknya makin terlihat manis.


aku & Dea langsung tertawa geli karna melihat kelakuan konyol Agas. singkat cerita beberapa hari telah berlalu semenjak hari pertama kami masuk sekolah aku, Dea & Agas menjadi sahabat baik & selalu bertiga kemana pun.


pagi ini cuaca sangat cerah anginnya sejuk serta embun pagi seakan menyapa ku yang baru turun dari bus & dari kejauhan aku memandang ke arah sekolah ku dengan penuh rasa bahagia. ❤


"hah." desah ku pelan.


"aku masih nggak nyangka bisa sekolah di sini semuanya kayak mimpi buat ku, aku bahagia banget karna semua berjalan dengan lancar aku punya banyak teman & mereka semua baik semuanya juga berjalan baik setiap harinya."


"walaupun masih ada beberapa yang masih suka menghina ku, tapi... seenggaknya masih banyak yang perduli sama aku terutama Dea & Agas yang selalu berhasil bikin aku jadi semangat terus buat sekolah." ucap ku bersyukur dalam hati.


aku berjalan pelan menikmati udara pagi hari sambil tersenyum kecil saat membayangkan hari-hari ku yang sangat sempurna ini, tiba-tiba aku baru teringat meninggalkan buku nota harian ku di atas bus, aku langsung membalik badan lalu saat melihat bus belum pergi aku langsung berlari ke arah bus untuk mengambil kembali nota ku yang tertinggal di dalam bus. terasa aneh saat berjalan ternyata sepatu ku talinya longgar & saat aku mau memeriksa sepatu ku tiba-tiba.


DUUUUKH.


kepala ku menghatam dada seseorang & saat aku mengangkat kepala untuk melihat serta berniat minta maaf, aku langsung tercengang & seketika berdiri mematung saat melihat betapa tampan & tingginya laki-laki yang aku tabrak.


"maaaaaa..." aku seketika terdiam & melongoh saat melihat wajah laki-laki itu.


"ma? ma apa? 😐" tanya laki-laki tinggi itu.


"hah..." dia menghela nafas berat karna aku tak menjawab pertanyaannya itu.


"permisi?" ucapnya pelan sambil melambaikan tangannya beberapa kali di depan wajah ku.


"maaf permisi saya mau lewat." ucapnya lagi dengan nada sedikit kuat.


"hallo... maaf permisi!" ucapnya yang mulai kesal & akhirnya dia langsung mendorong ku kepinggir bahu jalan berniat untuk melewati ku.


GEREBUUUUK!


"aw..." pekik ku kesakita saat tubuh ku terjatuh di bahu jalan.


"sakit... 😡" ucap ku kesal.


"ih... kamu tu ya nyebelin banget sih! masa sama perempuan kasar gitu! kalau aku cedera gimana hah! emangnya nggak bisa apa bilang bener-bener gitu kek apa kek!!! 😡" aku langsung marah-marah.


tiba-tiba laki-laki tinggi itu berjongkok & mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah ku, sontak hal itu membuat aku terkejut & sedikit malu.


"maaf." ucapnya lembut sambil sedikit tersenyum.


"tadi aku udah bilang maaf, hello, permisi & lainnya tapi mata besar mu itu malah semakin membesar karna kamu terus melotot. kamu juga diem aja! 🙄" ucapnya sedikit kesal.


"jadi... dari pada kamu nantinya malah membahayak orang-orang yang mau lewat dari sini, ya... lebih baik kamu kepinggir dulu aja sampai kamu puas melamunnya!" ucapnya sinis tapi sambil tersenyum.


"ya tapi kan nggak usah di dorong juga...! sakit tau! 😡" ucap ku kesal sambil memanyunkan bibir ku.


ia pun menyodorkan tangannya yang besar itu berniat untuk membantu ku bangun, namun aku yang terlanjur marah & kesal langsung menolak uluran tangan besarnya itu lalu memilih bangkit sendiri dengan usaha ku sendiri & juga tenaga ku sendiri.


namun saat aku sudah berhasil bangun & berdiri sempurna tak ku sangka laki-laki tinggi itu tiba-tiba melakukan hal di luar perkiraan ku, dia secara tiba-tiba memegang kepala ku dengan tangan besarnya sambil berkata.


"kau ini gadis yang lucu." ucapnya pelan sambil menggoyang-goyangkan kepalaku.


"sampai jumpa lagi mata besar." sambungnya sambil berlalu pergi.


"apa-apaan dia itu? 😳" ucap ku sambil melongoh & terdiam kaku karna perlakuan aneh dari laki-laki tinggi itu.

__ADS_1


"Amara..." panggil Agas.


"Amara...."


"woy! Amaraaaaa!" pekik Agas kesal yang sontak membuat ku terkejut & tersentak dari lamunan ku.


"a... iya... oh kenapa?" ucap ku yang masih linglung.


"kamu kenapa Ra? 😕" tanya Agas.


"emangnya aku kenapa?" tanya ku balik dengan polosnya.


"ya kamu kenapa dari tadi berdiri diem aja di pinggir jalan kayak gini?" ketusnya.


"aku nggak apa-apa kok." ucap ku yang masih sedikit linglung.


"kamu yakin?"


"iya..." ucap ku yang mulai sadar.


"ya udah yuk kita masuk ke kelas nanti kita bisa telat lo." ajak ku sambil menggandeng tangan Agas & menariknya ke arah gerbang sekolah.


"dia... dia... dia gandeng tangan aku? 😱" histeris Agas dalam hati.


"astaga... ini bener-bener gila Amara gandeng tangan aku..." gumam Agas dalam hati sambil tersipu.


"cepetan jalannya Gas... nanti kita telat!" ajak ku sambil sedikit kesal karna Agas jalan dengan begitu lambat.


"ayo Agaaaas cepetan dikit!?"


akhirnya kami tiba di depan gerbang sekolah namun ternyata kami sudah sangat terlambat & gerbang sudah di tutup serta di kunci oleh satpam sekolah.


"paaaaak... tolong bukain pleaseee?!" rengek ku pada satpam.


"saya kan baru ini terlambat pak... masak iya nggak ada dispensasi sih pak? 😢" tanya ku sedikit merayu dengan wajah sok sedih.


"kamu memang baru ini terlambat, tapi... tuan muda kita ini sudah sering sekali terlambat! bukan begitu tuan Agas...?! 😒" jawab satpam dengan sinis sambil mengunci gerbang.


"lain kali pilih teman yang rajin & selalu tepat waktu Amara... jangan mau berteman sama anak yang susah bangun pagi. nanti kamu malah ikutan nakal kayak tuan muda kita ini?!"


"ya elah pak-pak... saya telat juga baru beberapa kali kale...! 😒" tegas Agas sambil melirik tajam ke arah pak satpam & melipat tangannya.


"beberapa kali & sering!" sinis pak satpam.


"pak... tolong dong kasih dispensasi buat saya aja ya ya ya." rengek ku.


"kalau dia ini mah ya biarin aja pak?!"


"ndak bisa ndak bisa! udah kalian pulang aja sana jangan bikin bapak pusing! sana-sana pada pulang!" usir satpam mendorong-dorong kami lewat sela-sela pagar.


"aaa... gimana dong ini Gas..." rengek ku.


"kalau aku pulang bisa-bisa Umma marah & aku nggak di kasih makan pecel buatan Umma selma 1 minggu... 😭 aku nggak mau kalau harus diet pecel..." rengek ku mendramatisir.


"ih... apaan sih kamu! kayak bocah aja deh. diet pecel?" jawabnya kesal.


"ya udah kita ke cafe aja nongkrong, makan enak, santai... aku yang traktir deh. 😉" saran Agas lalu menarik tangan ku untuk mengajak ku agar aku tak sedih lagi.


"nggak mau!!!" aku langsung menghempaskan tangan Agas.


"gila kamu ya! nggak-nggak aja malah ngajak aku nongkrong ke kafe! 😡" marah ku memuncak mendengar ide konyol dari Agas.


"pokoknya aku nggak mau pulang! aku harus bisa masuk ke kelas gimana pun caranya! 😤" tegas ku sambil mengepalkan tangan.


dengan penuh amarah aku mencoba memanjat pagar besi sekolah agar bisa masuk & sontak hal itu membuat Agas tertawa terbahak-bahak. lalu terdengar suara.


KREAAAK.


suara sobekan kain yang ternyata berasal dari rok ku yang robek akibat tercantol di besi tajam pagar sekolah.


"waduuuh... 😨" teriak ku dengan kuat sambil melompat kembali ke bawah.


"Agaaaaas roknya sobek!?" aku langsung terkejut, teriak kencang & menutup bagian belakang ku dengan kedua tangan ku.


"gimana dong ini Gas... 😱" aku mulai panik karna robekan rok ku cukup besar.


"hahahaha... kamu sih ada-ada aja pakek acara mau manjat pager segala, heran banget aku lihat kelakuan kamu Ra segitunya demi bisa masuk ke kelas. santai dong santai... 😂" ucap Agas santai sambil terbahak-bahak meledek ku.


"santai-santai ndas mu gundul itu!!!" ucap ku yang mulai marah.


"duuuuh... gimana ini dong?! udah nggak boleh masuk ke kelas eh sekarang malah rok aku robek. nyebelin banget sih ih... 😤" ucap ku sambil menghentak-hentakan kaki ku pelan.


Agas membuka jaketnya & mengikat jaket itu di pinggang ku. sontak hal itu membuat aku tekejut & seketika membuat pipi ku jadi merah meronah.


"nah kan udah nggak kelihatan lagi. 😉 gitu aja kok repot." ucapnya sambil berlagak seperti sedang membersihkan tangannya.


"i-i-iya... makasih?" ucap ku pelan sambil sedikit menundukan kepala. (sumpah tiba-tiba aku ngerasa grogi banget. 😖)


"Ra...? pipi mu kenapa merah gitu?" tanyanya sambil mencubit kecil pipi tembam ku yang sedang merona yang akhirnya malah membuatnya semakin memerah.


"wah... lihat Ra pipi mu makin merah udah kayak tomat aja. hahahaha... 😂"

__ADS_1


"ih... Agas! apaan sih!?" ucap ku malu sambil menepis tangan hangatnya dari pipi ku.


"apa pipi mu selalu memerah kayak gitu kalau kamu lagi berduaan sama laki-laki? 😉" tanyanya menggoda ku.


"ih... apaan sih! nggak lucu tau! 😓"


"HAHAHAHAHA..." tawa Agas semakin menjadi-jadi dia terlihat sangat bahagia karna bisa meledek ku.


akhirnya kami berdua memutuskan untuk pulang saja, aku & Agas terpaksa berjalan kaki karna kalau siang-siang gini bus sudah tidak ada sampai nanti jam pulang sekolah. setibanya kami di rumah ku.


"assalamu'alaikum. Umma... Amara pulang. 😞" akuengucap salam dengan lesu.


"wa'alaikumsalam. loh Amara kok udah pulang nak? 😕" tanya Umma heran.


"Amara sama Agas telat Umma. 😔" ucap ku sedih sambil menuju kamar untuk ganti baju.


"kok bisa telat Gas?" tanya Umma pada Agas.


"tadi kami kelamaan di tempat pemberhentian bus Umma makannya kami jadi telat deh. hehehehe maaf ya Umma." senyum manja Agas pada Umma.


"ya Allah nak... ada-ada aja kalian ini." ucap Umma sambil mengelus kepala Agas & sedikit menggeleng-gelengkan kepala.


"hah!" aku menarik nafas berat sambil berjalan ke ruang keluarga.


"sial banget sih hari ini..." gumam ku penuh kekecewaan karna hari ini terlambat.


"udah jangan sedih Ra. besokan kita juga ke sekolah lagi ya kan?" ucap Agas coba menghibur ku.


"tapi kasihan Dea di sekolah sendirian, pasti dia sedih banget? 😞" gumam ku lesu.


"hello... temen Dea itu bukan cuma kita berdua kali Ra, yang lain juga pasti nemeni Dea kalau kita nggak ada. lebay deh. 😒"


"tapi kan..."


"udah lah Ra nggak usah terlalu di fikirin."


"Agas... Amara... makan dulu yuk nak..." panggil Umma dari ruang makan.


"MENUJJUUUUUUU UMMAAAAAA..." teriak Agas antusias dari ruang tamu. kami pun akhirnya makan siang bersama.


...


KRIIIIIIING...


handphone ku berdering & ternyata itu panggilan dari Dea.


"hallo... assalamu'alaikum."


"wa'alaikumsalam. Ra kenapa kamu tadi nggak sekolah? aku sendirian tau di sekolah sedih banget deh nggak ada kamu. 😩" rengeknya manja kepada ku.


"iya maaf... tadi aku sama Agas telat, gerbangnya udah di kunci & kami nggak di bolehin masuk. jadi ya kami berdua pulang ke rumah." jawab ku sedih.


"ini semua gara-gara aku ketemu sama laki-laki yang nyebelin banget itu! 😤" kesal ku.


"tapi... dia ganteng banget hehehehe. 😍" ucap ku labil.


"tapi tetep aja dia itu nyebelin banget! karna gara-gara dia aku jadi telat! 😡"


"ketemu siapa? nyebelin kenapa emangnya?" tanya Dea penasaran.


aku pun panjang lebar menceritakan kejadian tadi pagi pada Dea.


"hahahaha... kasian banget sih kamu Ra?! 😆" ledek Dea kepada ku.


"ih Dea...! nyebelin ah!!!" pekik ku kesal.


"tapi seriusan aku tu sebel banget sama dia! gara-gara dia juga rok aku jadinya sobek karna aku nekat mau manjat pagar. 😩 besok terpaksa deh aku pakai rok lama."


"mana roknya pendek banget lagi, sejujurnya aku nggak nyaman pakai rok itu tapi aku nggak punya rok lain." ucap ku bimbang.


"aku mau pinjemin rok aku ke kamu tapi... mana muat?" ucap Dea juga bimbang.


"iya deh iya nggak akan muat! paham kok! 😒" jawab ku sinis.


"kamu kurus tinggi sementara aku gendut pendek lagi! puas?! 😤" aku jadi makin sinis gara-gara Dea mulau main fisik ngeledeknya.


"hahahaha... ya jangan marah dong aku kan nggak salah ngomong. nggak boleh baper. 😜" jawabnya semakin meledek.


"ya udah deh ketemu di sekolah besok ya. bye assalamu'alaikum."


"wa'alaikumsalam. good night and nice dream Ra."


"to..."


pagi pun tiba, aku berangkat sekolah seperti baiasanya. setelah turun dari bus aku langsung teringat sama laki-laki tinggi itu.


"semoga hari ini aku nggak ketemu dia lagi?! 😤" do'a ku dalam hati.


"aku nggak mau kalau hari ini jadi kacau kayak kemarin! gara-gara aku ketemu sama makhluk nyebelin itu!"


"mana kelakuannya aneh... sikapnya dingin udah kayak kutub utara... udah gitu kasar lagi! amit-amit deh kalau lunya pacar atau suami kayak begituan. 😬" aku bergidik sambil bergumam.

__ADS_1


aku nyoba buat nurunkan sedikit rok ku yang membuat aku nggak nyaman ini karna agak pendek. tapi tetep aja nggak ada berpengaruh apa-apa soalnya emang ni rok pendek. 😅


__ADS_2