
"nggak usah heran Gas... Amara emang selalu minta itu ke Mami kalau dia lagi main kemari & tau Mami mau pergi. dia bakalan langsung teriak histeris & minta di beliin ice cream sama buah mangga ke Mami. 😒" sinis Dea sambil mencubit pipi ku.
"aw..." teriak ku pelan sambil terus asik menyusun mainan balok UNO di lantai ruang keluarga.
"iya aku paham kok. dia itu kan anak kesayangannya Tante. 🙄" celetuk agas.
"bener banget kamu Gas..." sahut Dea meledek.
"terus aja jahatin aku..." sindir ku sambil menumbangkan menara UNO dengan kesal.
"ih... Amara baper. 😝 oh iya. kamu nginep kan Ra?" tanya Dea.
"boleh. udah lama juga kan aku nggak nginep di sini kayaknya aku mau nginep beberapa hari deh." jawab ku eksaited sambil menyusun mainan UNO lagi.
"apa... kamu mau nginep?!" histeris Agas dengan wajah sumringah.
"niatnya sih gitu." jawab ku.
"asik... aku bakalan banyak waktu sama Amara. bahkan bisa lihat gimana cantiknya dia kalau bangun tidur." gumam Agas dalam hati bahagia.
"pajama party..." teriak Dea bahagia & memeluk ku erat.
"yeee..." ucap Agas ikut memeluk ku yang sontak membuat Dea & aku terheran.
"heh... Agus bod*h!" sinis Dea.
"pajama partynya ya cuma buat aku sama Amara doang. kamu ya tidur di kamar kamu sendiri lah. 😒" kestus Dea.
"loh. kenapa aku nggak boleh ikutan?!" protes Agas dengan lugunya.
"ya nggak boleh lah Gas! kamu kan laki-laki!" jawab ku sambil terus menyusun UNO.
"ah... kalian nggak asik ah...!" rengek Agas sambil marah.
karna kesel Agas langsung menendang mainan UNO yang sudah susah payah aku susun sampek hancur semua. 😡
GEREBUUUK.
menara UNOnya roboh semua & berserakan kemana-mana.
"AGAAAS...!" pekik ku kesal sambil memukul dia dengan bantal.
"ngeselin banget sih! sebel deh ah... sana susun sendiri tu! aku mau nelpon Umma mau minta izin sekalian minta tolong mas Alkan buat anterin baju."
"nyebelin banget sih!" gumam ku sambil beranjak.
Aku nelpon Umma & udah dapat izin buat nginep di rumah Dea & mas Alkan juga langsung ganterin beberapa baju ku. singkat cerita malam telah menjelang kami juga sudah makan malam & mulai mau beristirahat.
"hah..." aku menarik nafas panjang & menjatuhkan tubuh ku di atas kasur.
"kamar kamu emang yang paling nyaman. apalagi kasur kamu ini, empuk pisan euy." ucap ku sambil mengelus-elus kasur Dea.
"jangan mulai coba buat mendramatisir deh Ra..." ketus Dea.
"hai girl's..." Agas mengintip dari balik pintu.
"mau apa Gas...?" tanya Dea sedikit sinis.
"ijinin aku gabung pajama party kalian ya. please..." rengek Agas emohon dengan memasang wajah sok manis.
"Agas! balik ke kamar kamu sekarang juga!" perintah ku sambil membulatkan mata ku dengan lebar.
"ih... dasar pelit..." ketus Agas lalu beranjak pergi dengan menghentak-hentakan kakinya.
"si Agas kok nurut banget sih sama kamu Ra? aku perhatiin dia selalu nuruti semua yang kamu bilang. padahal kalau sama Mami & aku aja suka nolak kalau di suruh bahkan sama Maminya sendiri dia tu nggak bakalan pernah mau nurut kalau bukan kemauan dia, tapi kenapa dia tu nurut banget ya sama kamu. 🤔" tanya Dea penuh tanda tanya.
"kamu kan tau aku ini pawang hewan buas. hahahaha. 😂" celetuk ku mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"bercanda terus! 😒"
"biar seru...😅"
"Amara-Amara.."
keesokan paginya begitu bangun aku langsung ke bawah untuk sarapan tanpa mencuci muka terlebih dahulu seperti biasanya. karna kalau di rumah Dea aku bakalan bersikap kayak lagi di rumah ku sendiri sangking nyamannya. 😅
"huaaam... pagi semua." sapa ku sambil mengusap mata ku & menguap.
"pagi sayang. ayo sarapan cantik." ajak Mami Dea sambil membuka piring untuk ku.
"pagi Am..." Agas langsung berhenti bicara & membuka mulutnya lebar-lebar begitu melihat penampilan kucel ku.
"kam-kam...Kamu Amara?" tanyanya dengan ekpresi aneh.
"ya iya lah aku Amara. apaan sih..." sahut ku santai sambil mengambil makanan.
"astaga Amara... sumpah demi apapun Ra. kamu jelek banget. 😨" celetu Agas seenak jidatnya aja.
mendengar ucapan Agas aku langsung menyeringai kesal & langsung menolehkan wajah ke arahnya sambil cemberut.
"apa benar dia ini cewek yang aku suka selama ini? 🤔 sumpah Amara jelek banget. apa aku nggak salah suka sama Amara selama ini? 😫" gumam Agas dalam hati sambil menatap ku dengan wajah aneh.
"nggak ada perempuan yang bangun tidur cantik!" ketus ku.
"Tante Luna kalau bangun tidur cantik kok... kamu aja yang jelek. 😆" celetuk Agas meledek.
"Agas... jangan ledekin Amara terus dong." ucap Papi Dea.
"emang kenyataannya Amara jelek kan Om." sahut Agas santai sambil makan roti.
"AGAS..." pekik ku kesal.
"udah sayang nggak usah kamu ladenin candaan Agas. nanti nggak kelar-kelar." ucap Papi Dea sambil mengelus rambut ku.
"tapi Pakde... Agas tu nyebelin banget. ya jelas aja Amara jelek kan belum mandi."
"iya... Amara cantik kok." sambubg Mami Dea.
kami pun melanjutkan sarapan. walaupun saat sarapan di isi dengan perdebatan tentang banyak hal itu malah bikin kami semakin lahap makan karna di selingi dengan candaan.
"udah pada selasai sarapannya kan? kalau gitu siap-siap semua kita ke mall." ajak Mami Dea.
"ASEEEK. belanja..." teriak Agas kegirangan sambil berlari ke kamarnya untuk siap-siap.
"Amara juga ikut Bukde?" tanya ku dengan wajah sok imut.
"ikut dong sayang, kan Mami mau beliin kamu barang-barang baru. udah lama kan Mami nggak kasih hadiah ke kamu. 😊"
"makasih Bukde sayang... I love U." ucap ku dengan manis sambil memeluk Mami Dea dari samping.
"nggak usah sok imut Ra... geli aku lihatnya. 😒 cari muka itu dia ke Mami Mi." ketus Dea.
"sana-sana pergi! jangan pekuk-peluk Mami aku." celetu Dea sambil mencoba melepaskan tangan ku dari tubuh Maminya.
"nggak mau..." rengek ku.
"aduh aduh aduh... anak-anak gadis Mami ini ya. gemesin banget sih..." gemas Mami Dea yang langsung memeluk erat aku & Dea.
"guys... jadi ngemall nggak sih sebenrnya?!" sinis Agas yang baru turun dari tangga.
"malah main peluk-peluka lagi. ayo buruan keburu tutup mallnya." ajaknya sambil menarik tangan Maminya Dea.
...
"kalian silahkan keliling kalian boleh pilih & beli apaaaa... aja yang kalian mau. Mami tunggu di sini aja soalnya Mami lagi males capek. 😁 ini kartunya." memberikan satu kartu pada Dea & satu pada Agas.
__ADS_1
"ASIIIIK..." ucap ku, Dea & Agas serentak.
"Bukde-Bukde..." panggi ku yang balik lagi.
"iya sayang." sahut Mami Dea sambil mengelus rambut ku.
"Amara boleh beli ice cream nggak?" tanya ku dengan wajah imut.
"boleh dong sayang. hari ini kamu boleh beli apa aja yang kamu mau, jangan lupa beli juga buat Umma, Abba sama mas mu." ucap Maminya Dea.
"makasih Bukde..." ucap ku bahagia & langsung nyium pipi kanan Maminya Dea.
"sama-sama sayang ku." sahut Mami Dea yang balas mencium pipi kiri ku.
kami bertiga pun langsung berlarian ke sana kemari dengan hebohnya untuk memilih-milih baju & barang-barang yang kami suka. saat sedang asik memilih-milih baju aku nggak sengaja ketemu Zian & Mamanya yang lagi belanja juga.
"Amara..." sapa Zian sambil mengacak-ngacak rambut ku gemas.
"Zian... Tente..." sahut ku & aku langsung menyalami Mamanya Zian.
"sayangnya tante..." ucap Mama Zian senang.
"kebetulan banget ya sayang kita ketemu di sini. Amara ke sini sama siapa nak?"
"sama Dea & keluarganya Tante." sahut ku lalu mengenalkan Dea g Agaspada Mamanya Zian.
"Dea... Agas... kenalin ini Tante Ane Mamanya Zian."
"hai tante... aku Dea." ucap Dea sambil menyalami Mamanya Zian.
"Agas..." ucap Agas agak ketus sambil menyalami Mamanya Zian.
"oh jadi ini toh temen-temen kamu di sekolah Zi? pinter kamu cari temen."
"kamu ganteng banget... 😍" Mama Zian mencubit gemas pipi kiri Agas.
"Zian banyak cerita tentang kalian lo. Tante seneng karna kalian udah mau temenan sama Zian & jagain Zian."
"hehehehe..." Dea hanya bisa terkekeh malu.
"kalian lagi pada ngapain ke sini? main?" tanya Mama Zian.
"mau belanja Tante. Maminya Dea ngajak kami semua buat belanja." ucap ku.
"ya udah kalau gitu kita belanja bareng aja. Tante tu mau beliin beberapa baju buat di bawa Zian nanti ke luar negri." ucap Mama Zian smabil mengajak kami masuk ke toko.
mendengar kata-kata Mamanya Zian aku langsung seketika lesu & kehilangan selera buat belanja. aku jadi ngerasa sedih lagi karna mau di tinggal Zian ke luar negri.
"kamu mau ke luar negri Zi?" tanya Dea pada Zian.
"iya. aku mau ambil BA di luar negri." kawab Zian dengan sedikit tersenyum.
"kapan kamu pergi?" tanya Agas blak-blakan sambil tersenyum licik.
"belum tahu. tapi kemungkinan gitu selesai ujian aku langsung ikut program BA & secepatnya pergi ke Univ yang nerima aku." jawab Zian.
"semoga aja dia dapet Beasiswanya & cepetan pergi ke luar negri yang jauh kalau bisa. biar aku aman dari bayang-bayang Zian yang selalu nempelin Amara kayak kutil." gumam Agas dalam hati sambil menyeringai.
"kalau gitu kamu harus semangat ya Zi buat BAnya. aku yakin kamu pasti bisa dapetin BAnya & bakalan sukses." Dea memberikan semangat pada Zian.
"iya-iya. bener banget kata Dea kamu harus sangat buat BA kamu aku juga yakin kamu pasti bisa. 💪" tiba-tiba aja Agas dengan semangatnya memberikan dukungan pada Zian dengan ekpresi yang yang aneh.
melihat Agas yang tiba-tiba bersikap begitu baik pada Zian langsung membuat aku, Zian & Dea terkejut. kami bertiga langsung terdiam bingung melihat kelakuan absurd Agas.
"seorang Agas bisa akur sama Zian?" gumam ku dalam hati bertanya.
"nggak mungkin." bantah ku dalam fikiran.
__ADS_1
"bisa jadi keajaiban ke 8 kalau Agas & Zian akur. itu semua nggak mungkin."
"mereka kan Tom & Jerry versi manusia. mana mungkin bisa akur apa lagi bisa bertemen nggak mungkin banget. 😱 aku yakin bahkan kalau dunia ini kiamat sekali pun itu nggak bakalan bisa bikin Zian sama Agas akur apalagi bertemen. " fikir ku keras.