Pure Love (Takdir Cinta)

Pure Love (Takdir Cinta)
Belanja.


__ADS_3

"kamu kayaknya seneng banget gitu tau aku bakalan pergi ke luar negri!" sinis Zian.


"maksudnya. 🤔" Agas sok-sokan nggak paham sama apa yang di omongin Zian.


"nggak usah sok nggak paham sama omongan ku. 😒" Zian makin sinis.


"emang aku nggak paham kok sama apa yang lagi kamu omongin." Agas makin jail.


"kamu pasti seneng kalau aku pergi ke luar negri kan?!" ketus Zian.


"ya jelas dong aku seneng kalau kamu lanjut sekolah di luar negri. kamu pergi ke luar negri kan buat gapai cita-cita kamu & buat maju. 😊" ketus Agas sok baik.


"bukannya kamu seneng karna jadi bisa lebih leluasa sama Amara! 😒" Zian makin sinis.


"hahahaha... kalau itu sih jelas. 😏" ledek Agas.


"tapi aku beneran tulus dukung kamu buat lanjut kuliah di luar negri. karna aku berharap kamu bisa sukses nantinya." ucap Agas tulus.


sejenak Agas & Zian hanya diam sambil terus berjalan menuju toko tempat di mana Mama Zian mau belanja.


"jaga Amara buat aku ya Gas." ucap Zian sambil menepuk pelang pundak kanak Agas.


"hah..." Agas terkejut mendengar ucapan Zian & langsung menoleh ke arah Zian dengan ekspresi konyol.


"kamu yakin Zi nyuruh aku buat jagain Amara? kamu nggak takut kalau aku & Amara..."


"cuma kamu satu-satunya orang yang bisa aku percaya buat jagain Amara. lagian juga aku nggak bakalan takut kalau Amara bakalan sama kamu. 😏" ucap Zian dengan percaya diri.


"kenapa?" tanya Agas penasaran.


"karna Amara udah janji ke aku." ucap Zian bernada meledek.


"janji apa..." tanya Agas makin penasar.


"kalau kamu emang penasaran ya cari tau aja sendiri. 😏" celetuk Zian lalu berjalan cepat ke arah Aku, Mamanya Zian & Dea.


"ih... nyebelin banget sih kamu." pekik Agas kesal.


...


"aku nggak suka baju-baju di toko ini Ra." rengek Dea manja sambil menarik-narik tangan ku.


"terus kamu mau ke mana?" tanya ku.


"aku mau ke toko tempat aku biasa belanja... di sana ada style baju K-pop. di sini nggak." rengek Dea.


"tapi... Mamanya Zian juga ajak aku belanja bareng." ucap ku bingung.


"aaa... tapi aku nggak suka baju-baju di sini. baju jadul nggak banget." ketus Dea.


"hemmmh... dasar anak K-pop. 😒" celetuk ku mencubit gemas pipi Dea.


"Zian... kasih tau..." teriak Agas yang baru tiba di dalam toko bersama Zian.


"kamu pergi sama Agas aja." ucap ku begitu mendengar suara Agas.


"hah... pergi kemana?" sahut Agas binjgung karna terkejut dengan ucapan ku.


"temenin Dea belanja di toko langganannya. soalnya aku mau temenin Mamanya Zian belanja." ucap ku sambil membuka hanger baju di toko & melihat-lihat baju.


"tapi tapi tapi..." ucap Agas terbata-bata seakan tak terima.


"ayo Agus..." Dea langsung menarik tangan Agas & berlalu pergi


"tapi..." Agas histeris


Agas & Dea pun pergi ke toko langganan Dea meninggalkan aku, Zian & Mamanya Zian.


"ada yang cocok sayang?" tanya Mama Zian.


"nggak Ma..." sahut Zian.


"emangnya kamu mau baju yang kayak gimana?" Mama Zian kembali bertanya.


"Zian butuh baju lengan panjang, gardigan sama peralengkapan buat winter. terus kaos katun buat summer & autumn." ucap Zian.


"kenapa nggak ngomong dari tadi Zi." ucap Mamanya kesal.


"hehehe... soalnya Mama nggak tanya jadi Zian lupa mau ngomongnya. 😁" sahut Zian sambil menggaruk-garuk rambutnya.


"hihihihi..." aku terkekeh kecil melihat perbincangan lucu antara anak & ibu ini.


"di sini kayaknya nggak ada deh Zi." bingung Mama Zian celingukan.


"kayaknya kamu harus ke toko barang-barang import." sambung Mama Zian.


"Mama bener juga." ucap Zian.


"tapi Mama nggak bisa temenin kamu. soalnya Mama harus beliin beberapa baju pesenan Tante Maya di toko ini."


"nggak apa-apa kok Ma. Zian bisa cari semdiri." sahut Zian sambil beranjak pergi.


"tunggu Zi..." teriak Mama Zian menghentikan. Zian pun berbalik badan mendengar panggilan Mamanya.


"kenapa Ma?" tanya Zian.


"kamu belanjanya sama Amara aja Zi. lagian juga selera Amara pasti lebih baik & moderen di banding Mama. 😏" celetuk Mamanya Zian.


"hah..." aku sontak terkejutendengar ucapan Mamanya Zian & jadi auto salah tingkah sendiri.


"eee... Amara belanja sama Tante aja. zian belanja sendiri." kikuk ku.


"Zian itu payah banget kalau masalah milih baju. 😏 kalau di suruh belanja dia bakalan ambil apa yang dia lihat & nggak bakalan milih model bahkan lihat harga." celetuk Mama Zian.


"tapi... tadi kan... tadi Tante yang... yang... ajak Amara belanja bareng. buk-bukan Zi... Zian." ucap ku terbata-bata bin ngebug.


tiba-tiba Zian menggandeng ku & langsung ngajak aku keluar toko & belanja bareng dia.


"Zian..." pekik ku terkejut.


"nanti kita ketemu lagi di MC ya Zi..." teriak Mamanya Zian.


"iya Ma..." teriak Zian.


"kit-kit-kita mau... mau kemana?" tanya ku terbata-bata.


"beli baju aku & kamu yang harus pilihin." sahut Zian.


"tapi... aku... aku..."


"udah nggak usah grogi gitu. kita cuma belanja kok nggak ke KUA. 😉" celetuk Zian sambil mengerlingkan sebelah matanya dengan genit.


"ih... kamu..." kesal ku.


"itu tokonya Ra." ucap Zian menunjuk ke arah toko lalu sedikit mengajak ku berlari.


"Zi... pelan-pelan..." ucap ku mengikuti langkahnya.


"silahkan." ucap ramah pegawai toko.


"mbak. bagian buat summer dia mana ya?" tanya Zian yang masih terus menggandeng tangan ku erat.


"di ujung baris ke lima."

__ADS_1


"kalau bagian Winter?" Zian kembali bertanya.


"di bagian tengah baris ke dua." ucap pegawai toko ramah.


"makasih mbak." ucap Zian lalu mengajak ku ke tempat yang di utarakan pegawai toko tadi.


...


"Ra..." panggil Zian.


"iya..." pekik ku terkejut.


"kok kaget sih? padahal aku manggilnya pelan lo." celetuk Zian.


"aku... aku tadi lagi nggak fokus." ucap ku dingin lalu memalingkan wajah.


"emmmh..." gumamnya.


"kamu... mau cari... baju yang gimana?" tanya ku untuk mencairkan suasana karna aku jadi salah tingkah sendiri karna grogi.


"apapun yang kamu pilihin aku bakalan pakai." celetuknya sambil menyentuh pipi ku.


"Zi..." gumam ku dengan wajah merona.


"emmmmh..." aku melirik ke sana kemari untuk mencari baju buat Zian.


"itu kayaknya bagus." ucap ku dengan semangat.


aku langsung berjalan dengan semangatnya ke arah baju pilihan ku lalu mengambil beberapa umtuk di coba Zian.


"Zi... ini pasti lucu banget kalau kamu pakai." ucap ku sambil menunjukan sesetel pakaian winter.


"ya ufah aku coba." Zian mengambil bajunya lalu berganti pakaian.


"mana lagi ya..." ucap ku sambil memilih baju lainnya.


"Ra..." panggil Zian yang sudah keluar dari dalam ruang ganti.


"iya." sahut ku sambil menoleh.


"😳" aku hanya bisa melongoh.


"Zian ganteng banget... 😱 kayak oppa-oppa yang ada di handphonenya Dea." gumam ku dalam hati.


"cocok." tanya Zian sambil merapikan setelannya.


"banget." ucap ku pelan.


"ini baju lainnya." ucapnya sambil mengambil baju lainnya dari tangan ku yang dari tadi udah kaku bin dingin.


"aku coba bentar." Zian kembali ke dalam ruang ganti.


"dia... ganteng banget..." gumam ku pelan.


"ih... kamu mikir apaan sih Ra!" ucap ku setelah sadar dari kekaguman ku lalu memukul pelan kedua pipi ku.


"Zian itu kan emang ganteng. terus kenapa kamu jadi menlongoh gitu pas tadi lihat dia." ketus ku dengan kesalnya.


"yang ini bagus deh." ucap ku lalu memilih baju lainnya.


"Ra..." Zian kembali memanggil ku.


dengan rasa tak sabarannya aku langsung menoleh buat lihat gimana gantengnya Zian dengan baju lainnya.


"Zi... 😳" gumam ku pelan saat lihat gantengnya Zian dengan setelan lainnya.


"gimana Ra bagus nggak?" tanyanya sambil menyibak ponnynya.


"kamu kayak oppa-oppa." celetuk ku.


"iya..." sahut ku dengan polosnya.


"aku perlu satu lagi baju winternya Ra. sekalian tolong cariin dua jaket atau gardigan ya." ucapnya sambil mengelus rambut ku.


"aaa..." aku langsung celingukan.


"kalau ini." tanya ku menunjukan baju 1.


"bagus."


"ini..." aju menunjukan baju 2.


"bagus."


"oh ini jaketnya." aku menunjukan semua yang aku suka & dia hanya mengiyakan.


"sekarang kita cari baju buat summer." ajaknya sambil menarik tangan ku.


...


"Zi... coba yang ini. kamu pasti suka." aku nunjukan beberapa baju yang emang stylenya Zian banget.


"wah... bagus-bagus banget Ra..." ucapnya semangat.


"kamu tau aja apa yang aku suka." sambungnya lalu mencubit gemas pipi kanan ku.


"hehehehe... Amara gitu loh. 😎" celetuk ku.


"ya udah aku coba baju yang ini dulu ya, kalau yang 3 itu langsung beli aja soalnya warna sama ukurannya pas & aku suka." ucapnya lalu beranjak ke ruang ganti.


"aku juga sekalian beli buat mas Alkan deh." ucap ku sambil memilih-milih baju karna 1 ATM Bukde ada di aku di kasih sama Dea.


"ini kayaknya cocok deh buat mas Alkan." gumam ku sambi menarik 2 baju kemeja.


"Ra..." panggil Zian.


"iya..." sahut ku langsung menoleh dengan semangatnya buat lihat gimana gantengnya Zian.


"kamu ganteng banget Zi..." ucap ku berapi-api lalu berlari ke arahnya.


dengan bodohnya & entah dapet bisikan goib dari mana aku memeluk pinggang Zian & menatapnya dengan penuh bahagia. rasanya seneng banget bisa jalan or belanja sama dia & bisa lihat dia dengan banyak baju yang bikin dia makin terlihat istimewa di mata ku.


"kamu kayak oppa-oppa yang ada di handphonenya Dea. 😁" celetuk ku.


"masak." jawabnya gemas lalu balas memeluk pinggang ku.


"iya..." sahut ku sambil ngangguk-ngangguk kecil.


"kita juga kayak drama-drama korea." ucapnya meledek lalu menarik tubuh ku semakin dalam di pelukannya.


"eh... maaf." ucap ku kikuk lalu menarik badan ku menjauh dari Zian.


"maaf. aku nggak bermaksud." sambung ku lalu berbalik badan memunggungi Zian & langsung memjamkan mata.


"Amara... kamu tuh bodoh banget sih!" maki ku dalam hati.


"bisa-bisanya ya kamu kayak gini! sebenernya apa sih yang ada di kepala kamu sampek kamu ngelakuin hal konyol kayak gini. Amara... bodoh! bodoh! bodoh!"


"kamu gadis terbodoh di galaxy ini! pekik ku dalam hati.


jelas aku merasa malu & kikuk soalnya apa yang tadi aku lakukan biasanya di lakukan sama orang dewasa. ini juga peetama kalinya kami kontak fisik selain pegangan tangan ya aku tahu dulu Zian pernah cium kening aku tapi kan itu karna keadaan yang... ya... bisa di bilang aneh kalau sekarang kan lain lagi ceritanya.


"kamu kenapa Ra?" tanya Zian menggoda.

__ADS_1


"ih... kamu pakek tanya segala!" pekik ku kesal.


"aku malu tau..."


"malu kenapa?" gumam Zian.


"malu karna udah bersikap nggak baik!" ketus ku.


"kamu nggak ngelakuin hal buruk kok, karna aku nggak marah & tersinggung." celetuknya.


"ih... Zian! kamu tu ya!" pekik ku lalu berlalu pergi.


"Ra... ayo bayar dulu bajunya..." teriak Zian.


"hemmmh..." gumam ku lalu berbalik & langsung menuju kasir.


"totalnya 370 ribu buat kemejanya & 2.977 ribu buat winter summer autumn editionnya." ucap kasir toko.


"ini mbak." ucap ku sambil memeberikan card di susul Zian yang juga memberikan cardnya.


"kamu tadi hampir di teriakin maling Ra kalau aku nggak ngehentiin kamu buat pergi." celetuk Zian menggoda ku.


"kamu...!" pekik ku dengan suara tertahankan sambil mencubit pinggang Zian.


"aw... sakit Ra." pekik Zian ke sakitan sambil mengelus-elus pinggangnya yang tadi aku cubit.


"rasain! siapa suruh jail banget!" ketus ku.


"ya kan aku bicara kenyataan. salah kamu sendiri main mau pergi aja nggak bayar bajunya ya kan mbak." celetuknya.


"Zi..." pekik ku kesal.


"🙂" kasir toko hanya bisa tersenyum geli melihat kelakuan kami.


"kamu yang meluk kok kamu yang marah. aneh..." gumamnya meledek.


"Zian...! stop deh ah jailin akunya!" pekik ku yang semakin kesal.


"santai dong Ra. 😜" ledek Zian.


"ih..." geram ku.


"ini cardnya terus ini bajunya." ucap kasir toko memberikan card & baju untuk mas Alkan pada ku.


"terimakasih. 😊" ucap ku menerima lalu bergegas pergi.


"Ra... tunggu aku..." teriak Zian kelabakan.


"mana barang sama card saya mbak." pinya Zian dengan hebohnya.


"ini... terimakasih. mampir lagi ya." ucap pelayan toko namun tak kami hiraukan.


"Ra... tunggu..." teriak Zian heboh.


"nggak!" pekik ku kesal.


"Ra... iya-iya deh aku minta maaf. janji nggak bakalan godain kamu lagi." teriaknya sambil berjongkok karna belanjaannya berserakan.


"ih... ni belanjaan bikin repot aja sih!" gumamnya kesal sambil merapikan belanjaannya.


"sini aku bantu bawain." ucap ku mengulurjam tangan.


Zian langsung mendongak begitu mendengar suara ku & langsung tersenyum bahagia saat melihat ku.


"hehehe... 😁"


"ngapain kamu cengar cengir gitu." ketus ku.


"aku cinta kamu Ra." celetuknya konyol.


"ZIAN...!" peki ku kesal.


"canda Ra..."


"kamu tu ya! kalau lagi kumat jailnya lebih nyebelin dari Agas tau!" gumam ku.


"gantengan aku tapi kan?" celetuknya.


"ih... PD banget sih... 🙄"


"ye... emang iya kok." gumamnya.


"ih..." gumam ku.


"buktinya kamu lebih suka sama aku di bandingkan sama Agas. 😎" celetuknya.


"siapa yang bilang?" sahut ku meledek.


"kamu."


"kapan?"


"waktu kamu bilang bakalan nunggu aku pulang & bakalan selalu dukung aku. itu bukti kalau kamu mau jaga hati aku."


"terus..." ucap ku bernada meledek.


"ya... terus... aku bakalan berjuang mati-matian buat kamu. 😊 buat bisa miliki kamu." ucapnya.


"ih... kamu apaan sih. urusin dulu kuliah sama karir kamu baru kita nikah." ucap ku santai lalu mempercepat langkah ku.


"nikah..." pekiknya heboh lalu berlari mengejar ku.


"berarti kamu mau nikah sama aku Ra?" tanyanya berapi-api.


aku tak menggubris & tetep terus berjalan ke tempat Mamanya Zian menunggu untuk bersiap-siap pulang karna hari sudah mulai sore.


"Tante..." panggil ku saat melihat Mamanya Zian yang lagi makan.


"eh Amara... udah selesai belanjanya sayang?" tanya Mamanya Zian sambil mengelus lembut rambut ku.


"udah Tante." sahut ku.


"kalau gitu Amara pamit mau cari Bukde dulu ya Tante." ucap ku sambil menyalami Mamanya Zian.


"nggak sekalian bareng aja Ra." ucap Mamanya Zian.


"nggak usah Tante, Amara lagi nginep di rumahnya Dea jadi pulang bareng mereka aja. Amara pamit ya tante assalamu'alaikum.


"wa'alaikumsalam." ucap Zian & Mamanya serentak.


"Tante sama Zian hati-hati di jalan ya..." teriak ku sambil melambaikan tangan & berlalu pergi.


"kamu juga..." sahut Zian juga berteriak.


"nanti kalau udah sampek jangan lupa telpon." sambung Zian.


"oke..." sahut ku.


"eheeeem... yang mau tau kabarnya si pujaan hati. langsung suruh nelpon kalau udah sampek." celetuk Mamanya Zian.


"Mama..." ketus Zian.


"kita sekalian makan di sini aja ya Zi?" ajak Mamanya Zian.

__ADS_1


"boleh Ma. lagian juga kita udah lama nggak makan di luar. 😊" sahut Zian.


__ADS_2