Pure Love (Takdir Cinta)

Pure Love (Takdir Cinta)
Liburan.


__ADS_3

...


"Ra... makan dulu yuk." ajak Dea mencoba membangunkan ku.


"emmmh..." aku menggeliat & melakukan peregangan kecil.


"kamu mau makan apa?" tanya Dea sambil menunjukan buku menu.


"aku lagi nggak selera makan." ucap ku lemas.


"kamu harus makan biar pun cuma sedikit. 😐" paksa Dea dengan wajah serius.


"tapi aku nggak selera buat makan..." rengek ku.


"kamu pesen sandwich aja sayang. buat ganjel perut." saran Maminya Dea sambil mengelus rambut ku.


"ya udah deh..." sahut ku malas-malasan.


"mbak... pesen stieknya 1, burger 1, sama sandwich 1. minumnya air mineral aja." Dea memesan.


"di tunggu makanannya..." ucap pramugari.


"gimana perasaan kamu? udah baikan?" tanya Dea.


"aku udah bisa sedikit tenang." sahut ku dengan wajah merona.


"gitu gayanya mau lanjut kuliah di Australia, naik pesawat pucet. 😏" ledek Dea.


"Dea..." rengek ku kesal.


"kamu ada rencana buat kuliah di Australia Ra?" tanya Maminya Dea.


"iya Mi... Amara mau lanjut kuliah di Australia cuma biar bisa deket terus sama Zian & bisa lihat Agas. 😄" sindir Dea.


"Dea..." sinis ku lalu mencubit gemas perut Dea.


"aw... sakit Ra..." pekik Dea yang kesakitan.


"rasain!" ketus ku.


"kalian ini... 🙂" gumam Maminya Dea saat melihat tingkah konyol kami.


tak lama makanan pesanan kami pun datang & kami langsung makan dengan lahapnya sambil terus ngobrol-ngobrol santai. setelah selesai makan aku memutuskan untuk tidur lagi karna perasaan ku masih nggak enak.


"Ra... bangun Ra." panggil Dea sambil menggoyangkan pelan tubuh ku.


"emmmh..." aku menggeliat & melakukan peregangan kecil.


"pakek sabuk pengamannya kita udah mau landing." ucap Dea sambil memasangkan sabuk ku.


"apa..." pekik ku terkejut & seketika duduk dengan posisi tegak.


"kita udah sampek sayang." ucap Maminya Dea sambil merapikan tasnya.


"simpen semua barang-barang kalian jangan sampai ada yang ketinggalan."


"Bukde..." rengek ku.


"iya sayang..."


"Amara takut. 😫" gumam ku cemas.


"jangan tajut sayang, gitu landing kita langsung turun kok. tinggal 1 langkah lagi kamu pasti bisa." ucap Maminya Dea mencoba menyemangati ku.


"kamu pasti bisa Ra..." ucap Dea sambil menggenggam erat tangan ku.


"bismillah..." aku mengucap do'a lalu mengatur nafas ku agar tenang.


pesawat pun perlahan mulai menukik turun & mendekati landasan, getaran hebat yang timbul dari badan pesawat mampu membuat jantung ku tak karuan detakannya & perasaan ku menjadi semakin resah. di dalam hati aku selalu mengucapkan do'a agar aku bisa selamat sampai tujuan ku & akhirnya pesawat pun berhenti dengan sempurna.


"terimakasih sudah melakukan perjalan dengan maskapai kami." ucap ramah seorang pramugari.


"semoga perjalanan liburan anda sekalian menyenangkan." timpal pramugari yang lainnya.


"terimakasih..." ucap Maminya Dea sembari turun yang di ikuti dengan kami berdua.


"seru kan naik pesawat. 😏" goda Dea.


"seru sih... tapi aku takut banget pas udah di atas. apalagi pas lihat awan rasanya kayak nggak lagi di dunia nyata. 😅" celetuk ku.


"jadi lagi dunia mana Ra..." tanya Maminya Dea dengan lucu.


"kayak berasa lagi di dunia fantasi Bukde. 😅"


"bukan... tapi dunia lain. 😂" celetuk Dea.


"ih..." pekik ku gemas sambil mengejar Dea.


"😝" Dea berlari menghindari ku.


"jangan lari-lari... nanti kalian jatuh atau nabrak orang..." teriak Maminya Dea mempercepat langkahnya mencoba megejar kami.


KRIIIIG...


ada yang menelpon Maminya Dea.


"Hallo. assalamu'alaikum." ucap Mami Dea.


"..."


"iya kami udah sampek kok. ini lagi mau keluar."


"..."


"oh kamu udah di sini..."


"..."


"ya udah bentar lagi kami keluar kok."


"..."


"oke. wa'alaikumsalam." Mami Dea mematikan telpon.


"Dea... Amara... jangan jauh-jauh..." Mami Dea coba memanggil kami.


"Tante Winata udah nunggu di depan kita harus cepetan keluar. kan kasihan Tante Winata kalau harus nunggu lama."


"iya..." teriak Dea yang langsung berlari ke arah Maminya.


"dapeeeet..." teriak ku gitu aku berhasil meluk Dea dari belakang.


"ampun Ra... ampun." pekik Dea terkejut.


"ih... makannya jangan suka jail." ketus ku.


"Tante Winata itu siapa Bukde?" tanya ku penasaran sembari kami berjalan.


"Tante Winata itu sahabat dekat Maminya Agas. kayak kamu sama Dea kami udah kayak keluarga.


"oh..." gumam ku.


"itu Tante Mi..." tunjuk Dea ke arah seorang wanita berwajah oriental.


"Tante itu orang China ya?" tanya ku dengan polosnya.


"bukan..." ucap Dea.


"Tante Winata itu turunan Jepang."


"oh..."


"kak..." teriak wanita itu sambil melambaikan tangan ke arah Maminya Dea.


"Ta... apa kabar kamu..." tanya Maminya Dea sambil mereka cipika-cipiki.


"baik kak. kakak sendiri gimana kabarnya." tanyanya balik.


"kami semua alhamdulillah sehat."


"syukur deh..." ucap wanita itu lalu memeluk erat Maminya Dea.


"Tante itu pakek kalung salib?" gumam ku pelan.


"dia khatolik Ra..." bisik Dea.


"oh..."

__ADS_1


"hai Tante..." sapa Dea lalu berpelukan dengan wanita itu.


"Dedey... kamu udah besar ya? cakep lagi." ucap wanita itu senang lalu mencubit gemas pipi Dea.


"makasih... 😎" celetuk Dea sok cantik.


"ini siapa kak?" tanya wanita itu sambil menatap ku.


"dia Amara anak gadis nomor 2 ku." ucap Maminya Dea sambil mengelus rambut ku.


"cantik banget..." ucapnya gemas lalu mendatangi ku.


"hai Tante..." sapa ku.


"hai sayang..." sapanya balik.


"kamu cantik banget... muka kamu Indo banget sayang. gemes deh." ucapnya senang sambil mengelu-elus pipi ku.


"hehehe..." aku hanya tertawa bingung melihat respon Tante ini yang menurut ku sedikit aneh.


"Tante Ta emang gitu Ra. kalau lihat pribumi asli dia bakalan terkesima." bisik Dea.


"kenapa? 😕" gumam ku pelan.


"karna di lingkungan dia cuma ada orang-orang turunan. satu dua yang pribumi asli." ucap Dea.


"aku nggak paham?" ucap ku yang semakin bingung.


"gini ya aku jelasin, dari kecil Tante Ta itu tinggal di jepan Papanya asli orang Jepan & Mamanya turunan Indo-Belanda jadi ya Tante itu ras turunan Tante Ta pindah ke Indo pas kelas 5 SD. sementara temen-temennya juga turunan semua kayak Maminya Agas turunan Indo-Ingris kayak Papi aku juga Mami aku yang turunan indo-Thai, sementara Daddynya Agas juga orang Turki asli gitu juga temen-temen sekolahnya yang semua turunan karna dia sekolah di International school satu angkatan & kelas sama Maminya Agas."


"makannya dia bakalam eksaited & seneng banget kalau ketemu sama orang pribumi asli, dia itu cinta banget sama Indonesia & suka banget sama orang pribumi katanya cantik & gantengnya eksotis. 😅" ucap Dea.


"nama kamu siapa cantik?" tanya Tante Winata.


"Amara anggraini Tante..."


"wah... nama kamu bagus banget khas orang Indonesia, kenalin nama Tante Winata haruno."


"nama Tante kayak nama Sakura haruno di anime Naruto. 😁" celetuk ku dengan polosnya.


"hahahaha... kamu bisa aja. 😂" sahut Tante Winata malah seneng.


"ya udah kita jalan sekarang yuk. Mami ufah laper." ajak Mami Dea.


"hayuk... Dea juga udah laper." sambung Dea.


"bukannya kamu tadi baru makan burger ukuran big ya Dea." celetuk ku.


"itu mah cemilan kalau buat Dedey." sahut Tante Winata.


"Dedey kan dari kecil makannya banyak, tapi badannya cungkring. 😅"


"Tante..." rengek Dea.


"let's go girl..." ajak Mami Dea.


kami pun pergi ke rumah Agas, setelah kurang lebih 6 jam perjalanan kami pun akhirnya sampai.


"una..." teriak Maminya Agas berlari & langsung meluk Maminya Dea.


"adek..." teriak Maminya Dea.


"adek kangen banget sama una." ucap Maminya Agas.


"una juga kangen banget sama adek".mereka saling melepas rindu.


" 😕" aku bingung dengan tingkah Bukde & Maminya Agas.


"jangan heran." ucap Dea tiba-tiba yang mengejutkan ku.


"ayam..." pekik ku terkejut.


"Dea... ngagetin aja sih.


"Mami Ane manggil Mami itu una & manggil Papi uka." Dea menjelaskan pada ku.


"bahasa apa itu. 🤔" gumam ku penasaran.


"nggak tau deh. tapi emang dari dulu gitu."


"Mane (Mami Ane)..." sahut Dea yang langsung memeluk Maminya Agas.


"Mane kangen banget sama kamu Dea... udah 1 tahun kita nggak ketemu."


"Dea juga kangen banget sama Mane. Ara mana?" Dea celingukan.


"Ara sama Agas masih sekolah. bentar lagi juga pulang."


"pas banget. ini bakalan jadi kejutan buat Agas apalagi ada Amara." ucap Dea.


"Amara..." pekik Maminya Agas gitu denger Dea nyebutin nama ku.


"mana yang namanya Amara?" tanya Maminya Agas celingukan.


"di sini." gumam ku pelan & muncul dari belakang Tante Winata.


"masyaallah... kamu cantik banget nak. persis kayak apa yang di bilang Agas. 😊" ucap Maminya Agas penuh bahagia saat melihat ku.


"makasih... Tante juga cantik banget, hijabnya bikin Tante tambah kelihatan cantik." ucap ku kagum saat melihat betapa cantiknya Mami Agas kalau di lihat dari dekat.


"makasih sayang." ucap Mami Agas sambil mencubit gemas pipi ku.


"oh... jadi Mami nggak cantik ya Ra karna nggak pakai hijab. 😏" celetuk Maminya Dea.


"nggak kok... Bukde mas paling cantik biar Amara. 😘" ucap ku lalu memeluk & mencium Maminya Dea.


"bisa aja gombalnya. 😏" ucap Maminya Dea lalu mencium balik pipi ku.


"aura kamu itu emang nyebelin banget tau Ra! setiap orang yang ketemu kamu pasti sayang ke kamu. aku kayak kacang goreng jadinya." canda Dea.


"kamu tetep yang paling aku sayang... 😘" ucap ku lalu memeluk & mencium Dea.


"😁" Dea langsung nyengir.


"ya udah masuk yuk, istirahat dulu pasti pada capek." ajak Maminya Agas.


kami pun masuk ke dalam rumah Agas yang bernuansa rumah antik ala eropa, betapa terkejutnya aku gitu lihat dalemnya rumah Agas.


"wah... besar & mewah banget. 😯" gumam ku dengan mulut menganga.


"Mane itu orangnya bersih & rapi banget makannya rumahnya juga bersih & rapi gini." ucap Dea.


"rumahnya kayak di film-film. 😮"


"rumah di luar negri hampir semua kayak gini, karna kan kiblat desainnya dari eropa."


"oh..."


"ya udah kita naik ke kamar aku yuk..." ajak Dea.


"kamar kamu? kamu punya kamar? 😕" tanya ku dengan rasa tak percaya.


"iya dong. aku, Mami & Papi, Tante Winata, om Andi & Tante Rena kami semua masing-masing punya 1 kamar pribadi."


"woh... 😳" aku makin kagum sama rumah Agas.


"ya memang kamarnya kecil semua, tapi cukup nyaman karna hasil tangan Mane bikin semuanya jadi bersih & rapi." ucap Dea sambil membuka pintu.


"well come to my room..."


"wow... 😱" aku nggak bisa bilang apa-apa lagi gitu lihat kamarnya.


"daebak banget kan Ra. 😏"


"iya ini luar biasa Dea... ada lemari, kasur, kursi santai, TV, AC & kamarnya juga rapi & bersih banget." ucao ku senang.


"makannya setiap liburan aku selalu ke rumah Mane, karna di sini itu bener-bener bikin bahagia."


"kalau di Indonesia mah ini udah kontrakan VVIP. 😳"


"hahahaha... ada-ada aja kamu Ra. 😂" Dea tertawa mendengar ucapan ku.


GEREBUUUK...


aku langsung jatuhkan badan ku di atas kasur yang empuk banget.


"ya Allah... empuk banget kasurnya. 😍" pekik ku bahagia.

__ADS_1


"rasanya kayak lagi tidur di atas awan." celetuk ku.


"😂" Dea ketawa terus lihat kelakuan ku.


"aku mau tidur sebentar, grand opening buat kasurnya. 😅"


"😂" Dea makin kekeh.


"ya udah aku mau mandi dulu, kamu kalau mau tidur ya tidur." ucap Dea.


"ya udah aku mau istirahat dulu, aku masih kebawa perasaan di atas pesawat tadi." gumam ku pelan.


"hahahaha... Amara-Amara." Dea berlalu pergi.


"😪" aku langsung nyoba buat tidur.


...


"Ra bangun... mandi gih sana." ucap Dea.


"huaaaaaaam..." aku menguap & melakukan peregangan kecil.


"aku males mau mandi Dea, badan aku rasanya nggak enak. aku mau ganti baju aja. 😔" ucap ku lesu.


"kamu kecapean ya?" tanya Dea.


"nggak apa-apa itu wajar kok buat orang yang baru pertama kali ngelakuin perjalanan ke luar negri, apalagi tujuan kamu langsung jauh."


"iya... aku nggak apa-apa kok cuma capek dikit aja." ucap ku.


"ya udah kamu ganti baju sana, aku tunggu di bawah ya."


"siap boss..." sahut ku memberi hormat.


"wow... gila bener. 😳" gumam ku gitu lihat kamar mandinya.


"kecil tapi mewah... kalau kamar mandinya kayak gini sih aku bakalan betah di dalam & nggak akan keluar-keluar sampek kisutan." celetuk ku.


aku pun ganti baju & cuci muka terus niat mau turun nyusuli Dea, tapi aku lupa kalau belum kasih kabar ke keluarga aku. karna aku nggak punya nomor luar negri jadi aku chat mas Alkan via Facebook.


(mas... Amara udah sampek.)


nggak lama langsung di bales.


(alhamdulillah. kamu baik-baik aja kan dek?)


(baik kok mas.)


(kamu nggak mabuk udara kan?)


(sedikit tapi nggak sampek muntah, mas tenang aja Amara nggak bikin Bukde malu kok. 😊 Amara nggak sampek bikin heboh di pesawat.)


(syukurlah kalau gitu. baik-baik di sana ya adek cantiknya mas. 😘)


(iya mas juga. jagain Umma sama Abba ya.)


(siap boss. selamat menikmati liburannya tuan putrinya mas. ❤)


(makasih masnya Amara yang paling ganteng & baik. 😘)


...


"assalamu'alaikum." Agas & adiknya mengucap salam serentak.


"wa'alaikumsalam." sahut Mami Dea, Mami Agas & Dea yang juga serentak.


"Mami... Im hungry..." teriak Ara sambil berlari ke dapur.


"U hungry baby?" tanya Maminya Dea.


"Mommy..." teriak Ara gitu lihat Maminya Dea & langsung lari terus meluk.


"I miss U so much Mommy..."


"I miss U to my baby girl." Mami Dea langsung nyiumi wajah bulatnya Ara.


"hay Kak..." ucap Ara lalu memeluk Dea.


"hay my sister..." sahut Dea.


"I miss U kak..."


"I miss U to Ara..."


"I want to drink Mami..." teriak Agas.


"wellcome to home my prince." teriak Tante Winata yang langsung meluk Agas & cium pipi kiri Agas.


"come on Tante... stop kiss me! Agas udah SMA itu nggak baik! 😤" kesal Agas.


"I don't care baby... for me you are my little prince and I love U so much. 😘" sahut Tante Winata yang makin gemes sama Agas & cium Agas lagi.


"oh god..." pekik Agas.


"it's so funny." celetuk Ara melihat kelakuan Tante Winata & Agas.


"kalian udah sampek?" tanya Agas pada Dea.


"yes..." sahut Dea.


"Tante punya kejutan buat kamu. 😏" ucap Maminya Dea.


"surprise? 😕" gumam Agas.


"what?" tanya Agas lagi dengan penasaran.


"kami bawain kado yang pasti kamu suka banget." ucap Dea.


"what Dea?! talk me now." Agas semakin penasaran.


"Mami juga udah lihat kadonya bang and... this verry verry beautiful. 😊" ucap Maminya Agas yang makin bikin Agas penasaran.


"what guys... talking me." rengek Agas.


"kiss me." ucap Maminya Dea.


"Tante..." rengek Agas.


"kalau nggak mau cium ya nggak Tante kasih tau. 😏"


"😗 udah..." ucap Agas sedikit kesal.


"Mami..." ucap Maminya Agas sambil menunjuk-nunjuk pipi kirinya.


"Mami..." rengek Agas.


"😗 udah...!" Agas makin kesal.


"one more for me." sambung Tante Winta yang juga menunjuk-nunjuk pipi kirinya.


"oh... come on guys!" pekik Agas kesal.


"cepetan... mau tau kadonya apa nggak. 😏" goda Tante Winata.


"hah..." Agas menghela nafas berat.


"😗 puas...!" ketus Agas setelah memberi kecupan di pipi kanan Tante Winata.


"oo my love... it's so cute." pekik Tante Winata.


"oke. sekarang kasih tau aku kado apa yang kalian maksud."


"kadonya adalaaaaaaaaaaah..." ucap Dea menggoda.


"come on Dea! please stop play! 😡" ketus Agas yang semakin kesal.


"kado kamu ada di atas." ucap Maminya Agas.


"dia adalah orang yang paling kamu rindukan selama ini." sambung Mami Dea.


"oo god..." pekik Agas.


"jangan bilang Amara ada..." ucap Agas seolah tak percaya.


"dia ada di kamar ku temui dia, dia juga dari tadi nungguin kamu kayaknya nggak sabar buat ketemu kamu." ucap Dea...


Agas pun langsung meleparkan tasnya sembarang & berlari cepat menuju tangga untuk naik ke atas menenui ku.

__ADS_1


__ADS_2