
"loh... kenapa kamu nangis Ra?" tanya Agas.
"aku. aku. aku kangen. banget sama kamu... 😭 makannya aku nangis." jawab ku terisak.
"hahaha... segitu kangennya kamu sama aku? sampek nangis gitu?" ucap Agas menggoda.
"tau ah!" pekik ku kesal.
"iya deh aku minta maaf..." ucap Agas.
"aku kemarin beneran lagi sibuk banget Ra ngurusin masalah pindah sekolah yang ribet banget, sampek makan aja aku telat terus jadinya. ya terus aku mana sempet buat ngubungi kamu."
"tapi... masak kamu beneran nggak bisa sempetin buat chat aku? boro-boro aku ngarepin kamu nelpon. 😢" gumam ku kesal sambil manyun-manyun.
"aku bener-bener sibuk banget Ra, aku nggak bohong sama kamu. jangan kan kasih kamu kabar aku aja udah 3 hari nggak pulang ke rumah cuma karan ngurus masalah perpindahan sekolah aku ini." Agas mencoba menjelaskan.
"ya udah lah nggak usah di bahas lagi. yang penting sekarang aku udah denger suara kamu & tau kalau kamu baik-baik aja."
"ih... manis banget sih sayangnya aku." celetuk Agas.
"Agas...! apaan sih!" pekik ku gemas dengan wajah sedikit merona.
"aku kangen banget sama kamu Ra..."
"aku juga kangen banget sama kamu. semua jadi kerasa sepi karna nggak ada kamu."
"masak sih?" goda Agas.
"iya..." aku mengangguk pelan beberapa kali.
"sekarang kemana-mana aku cuma sama Dea karna kamu sama Zian nggak ada. sepi banget rasanya karna aku cuma berdua sama Dea."
"tenang aja, urusan sekolah aku semuanya udah selesai & sekarang aku bakalan gangguin kamu setiap hari." celetuk Agas.
"aku nggak akan angkat telepeon dari kamu." ledek ku dengan senyum merekah.
rasanya seneng & bahagia banget pas denger Agas bilang bakalan gangguin aku setiap hari, karna pasti Agas bakalan nelpon aku setiap hari & aku bakalan bisa denger suara dia setiap hari. anehnya itu semua seolah bikin aku ngerasa seneng banget karna bayangin bisa setiap hari denger lawakan & candaan Agas.
"kamu lagi apa? udah makan malam?" tanya Agas.
"aku mau belajar, aku juga udah makan malam kok. kamu sendiri lagi apa?"
"aku lagi siap-siap mau pulang ke rumah."
"memangnya kamu lagi di mana?"
"udah 3 hari ini aku tinggal di motel deket sekolah, ya... biar deket aja kalau harus bolak balik ke sekolah. sekalian buat hemat uang. 😁"
"kabar kamu gimana?"
"aku baik & sehat ko Ra... kalau kabar kamu sama yang lain?
"kami semua baik-baik aja kok. seru nggak di sana? terus kamu udah dapet temen baru belum?"
"nggak seru karna nggak ada kamu. 😣 aku juga belum dapet temen baru. semua temen aku ya temen kecil aku dulu."
"kenapa gitu?"
"aku sekolah di sekolahan deket rumah & masih di dalam kota, jadi ya temen-temen aku semuanya temen sekota & temen kecil."
"emangnya nggak ada orang luar yang sekolah di sekolahan kamu? 🤔" aku penasaran.
"di sini itu di setiap kota ada sekolahnya SD,SMP & SMA, jadi anak-anak bakalan pergi sekolah di kota besar kalau udah kejenjang perkuliahan."
"oh..."
"Ra aku harus buru-buru pulang karna di rumah ada pesta keluarga Papi kita ngobrolnya sampek di sini dulu ya, nanti kalau ada waktu luang aku pasti nelpon kamu lagi."
"tapi..." gumam ku pelan yang seolah nggak rela kalau harus nyudahi obrolan ini.
"kamu baik-baik ya di sana, jaga diri jangan sampai sakit. nanti aku hubungin kamu lagi. 😊" ucap Agas dengan manis.
"padahal aku masih kangen sama kamu." gumam ku pelan.
"aku juga masih mau ngobrol banyak sama kamu..." rengek ku manja.
"aku juga sebenernya masih kangen banget sama kamu, bahkan rasanya aku pengen lari ke kamar kamu terus peluk kamu kuat-kuat & cium kamu. 😵" celetuk Agas.
"ih... dasar mesum!" pekik ku sebal.
"kamu hati-hati di sana jaga kesehatan jangan telat makan. 😊" pesan ku.
"siap laksanakan pujaan hati ku." celetuknya konyol.
"Agas... genit deh ah." pekik ku sebal. aku pun langsung memutuskan panggilang telpon dari Agas.
setelah mendapat telpon dari Agas perasaan ku jadi membaik & aku pun bisa tidur nyenyak karna udah tau kalau Agas baik-baik aja di sana.
...
"morning my familly... 😁" sapa ku manis di pagi hari ini.
"morning my princess..." sahut mas Alkan lalu mengecup pipi kiri ku.
"morning sayangnya Abba." sahut Abba yang sedang baca koran di ruang keluarga.
"😙" aku mengecup pipi kanan & kiri Abba.
"wih... adek kesayangannya Mas bangun pagi lagi? kenapa belakangan ini kamu kok sering bangunnya pagi Ra?" celetuk mas Alkan.
"Amara mau jadi anak yang baik yang selalu bantuin Umma di dapur & rumah. 😙" ucap ku lalu mnegecup pipi kanan Umma yang sedanh memasak.
"ya kan Umma..." aku meluk erat Umma.
"iya sayangnya Umma." sahut Umma pasrah.
"mas dengerkan apa kata Umma?! jadi jangan suka ngeledekin Amara lagi ya." ketus ku lalu melipat kedua tangan ku & manyun.
"Amara kan lagi nungguin Zian pulang dari Sydney. jadi sebelum di lamar & di nikahin Zian Amara mau belajar jadi perempuan yang baik... iyakan sayang?" celetuk Umma.
__ADS_1
"Umma..." rengek ku kesal & aku langsung manyun.
"jadi kamu milih buat nunggu Zian ni ceritanya? 😱" tanya mas Alkan menggoda ku.
"mas..." pekik ku sebal.
"terus si Agas gimana Ra?" celetuk Abba yang ikutan godain aku.
"ih... pada kumat ni penyakitnya yang doyan banget & hobby jodoh-jodohi orang! kenapa nggak bikin agensi biro jodo aja sekalian sono! 😒" ketus ku kesal.
"kalau Abba sih nggak ada masalah, mau kamu sama Zian atau pun sama Agas nantinya. karna buat Abba mereka berdua itu sama-sama anak yang baik." ucap Abba.
"mas lihat mereka juga kayaknya sayang banget sama kamu Ra, jadi mau Zian ataupun Agas sama aja yang penting bisa bahagiain & selalu jaga kamu." sambung mas Alkan.
"Abba sama mas ngomong apa sih..." ketus ku dengan tersipu malu.
"udah-udah berdebatnya, sekarang ayo kita sarapan dulu. Abba sama mas kan harus berangkat kerja." ajak Umma sambil meletakan makanan di meja makan.
"Umma... ini kan lauk ke sukaannya Zian? 😯" tanya ku polos pada Umma sambil nyomot lauk kesukaan Zian itu.
"iya..."
"tumben Umma masak? biasanya kan Umma masak ini kalau Zian main ke sini doang. 🤔" gumam ku sambil ngunyah.
"Umma sengaja masak ini."
"kenapa?"
"soalnya Umma lagi kangen sama Zian, jadi... Umma iseng deh bikin lauk ke sukaannya Zian. 😁"
"ih... Umma kayak lagi bucin ke Zian aja. 🙄" celetuk ku konyol.
"Umma kayaknya berpindah hati ni ye..." celetuk mas Alkan.
"why...?" tanya ku penasaran.
"dulu Umma kamu kan bucinnya ke Agas. katanya Umma agas itu anaknya lucu & manis." sahut Abba.
"tapi sekarang malah kangen sama Zian? 😒 padahal kan ganteng sama manisnya Umma sama-sama lagi pergi ke luar negri!" sinis Abba.
"ganteng sama manisnya Umma? 😕" gumam ku.
"itu panggilan Umma buat mereka berdua." sahut mas Alkan.
"kalau ganteng si Zian." sambung Abba.
"kalau manis ya si Agas." timpal mas Alkan.
"dasar Umma nggak bisa setia ke satu cowok aja." sindir Abba.
"ih... Umma apaan sih. 😕" heran ku.
selesai sarapan aku pun bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan dengan Dea ke mall, karna kami lagi libur kami jadi sering jalan-jalan berdua buat ngisi kebosenan & itu hampir setiap hari. 😅
"wah... anak Umma catik banget. 😍 mau kemana sayang?" tanya Umma sambil memegang-megang baju pemberian dari Zian.
"bagus kan Umma bajunya?" tanya ku pamer.
"ini baju di beliin sama Zian, dia bilang sih kenang-kenangan buat Amara biar inget terus sama dia. dia juga kasih kalung ini." aku menunjukan kalung dari Zian pada Umma.
"subhanallah... bagus banget sayang kalungnya. 😍 warna bandulnya cantik banget." Umma kagum.
"cantik kan Umma? Amara seneng banget pas Zian kasih ini buat Amara. 😊"
"Umma juga seneng banget nak, karna tau ada orang yang sayang... banget sama kamu." ucap Umma dengan mata berkaca-kaca.
"aaa... Umma kok jadi sedih..." ucap ku lalu memeluk Umma.
"Umma jangan sedih... kalau Umma sedih Amara juga jadinya sedih... 😔"
"udah-udah sedih-sedihannya. kamu cepet pergi sana nanti Dea nungguin kamunya kelamaan lo." ucap Umma sambil menyeka air matanya.
"ya udah, Amara pergi dulu ya Umma." aku menyalami Umma mencium Umma & langsung pergi.
...
"Amara..." teriak Dea sambil melambaikan tangan.
"hai..." sahut ku sambil berlari kecil menuju ke tempat Dea berdiri.
"lama ya nungguin akunya?"
"iya lama! lama banget malahan!" ketus Dea.
"kamu kemana aja sih Ra kok bisa telat!" Dea merajuk.
"maaf... tadi Umma tanya-tanya soal baju ini makannya aku jadi ngobrol dulu deh sama Umma. 😅" sahut ku merasa bersalah.
"emangnya kenapa sama baju ini? kok Umma sampai tanya-tanya? 😒" tanya Dea sambil mencubit-cubit kecil gaun ku dengan wajah yang masih masam.
"dari Zian. 😊" sahut ku dengan wajah sumringah.
"dia juga kasih kalung ini ke aku, katanya sih buat kenang-kenagan." aku menunjukan kalung ku pada Dea.
"Zian kelihatannya sayang banget ke kamu Ra." ketus Dea.
"kenapa sih kamu nggak mau nerima perasaan dia? kan kasihan tau kalau hati sama perasaannya kamu gantung terus"
"emmmh..." gumam ku bingung.
"sebenernya... udah lama aku mau cerita tentang sesuatu ke kamu. tapi... tapi kamu janji ya kalau kamu nggak akan marah ke aku." ucap ku dengan ragu-ragu & sedikit takut.
"ya udah kita cari tempat buat duduk dulu biar lebih enak ngobrolnya, nggak enak kan kalau kita ngobrol sambil berdiri kayak gini." ajak Dea menarik tangan ku.
Kami pun duduk di kafe favorit ku & aku mulai bercerita tentang hubungan ku, Zian & juga Agas yang selama ini kami sembunyikan.
"eee... sebenernya..."
"aku..."
__ADS_1
"aku..." aku masih ragu & takut sama resikonya.
"kamu apa Ra...?!" desak Dea.
"sebenernya...ada satu hal yang kamu nggak tahu tentang kami."
"kami siapa?" tanya Dea semakin penasaran.
"maafin aku ta Dea. karna aku udah lama nyembunyiin hal ini dari kamu & nggak pernah jujur ke kamu tentang masalah ini. 😔" aku memberanikan diri untuk bicara terus terang.
"apapun resikonya akan aku terima yang penting nggak ada rahasia lagi yang aku sembunyiin dari Dea." ucap ku dalam hati coba menguatkan diri.
"kamu sembunyiin hal apa dati aku?" tanya Dea yang semakin penasaran.
"masak sih ada hal yang aku nggak tau tentang kamu? bukannya kita nggak punya rahasia ke satu sama lain ya Ra?" ucap Dea penuh tanda tanya dengan wajah sedikit marah & kecewa.
"iya aku emang nggak pernah rahasiain apa pun dari kamu selama kita bersahabat, semua tentang aku kamu pasti tahu. tapi... aku nggak cerita tentang hal ini ke kamu juga karna aku takut kamu marah & aku juga nggak mau kamu salah paham nantinya."
"aku sayang banget sama kamu Dea... aku nggak mau kehilangan kamu karna masalah ini. 😔"
"apaan sih emangnya Ra? apa yang aku nggak tau..." desak Dea.
"Agas selama ini suka sama aku & dia juga udah beberapa kali ungkapin perasaannya ke aku." aku bercerita penuh ketakutan.
"apa! 😨" jawab Dea dengan raut wajah terkejut.
"tapi kami nggak punya hubungan apa-apa kok aku berani sumpah Dea. ✌ kami masih cuma sekedar sahabat & itu nggak lebih sampai sekarang ini, aku sama Agas sengaja rahasiain semua ini dari kamu karna kami takut kalau kamu tahu tentang semua ini nanti kamu bakalan jadi salah paham & kecewa sama kami berdua. 😔" aku menceritakan segalanya.
"HAHAHA..." Dea tertawa.
"jadi ini toh rahasia yang selama ini coba kamu tutupin dari aku. 😂 aku kira apaan gitu."
"kenapa kamu malah ketawa?" ucap ku bingun & masih sedikit ketakutan.
"ya habisnya kamu tu lucu banget Ra... masak cuma masalah kayak gini doang pakek acara di rahasiain segala sih. aku kira ada rahasia apa gitu. 😂" jawab Dea santai.
"kam-kamu... kamu nggak marah sama aku?" tanya ku bingung & masih sedikit takut.
"ya nggak lah Ra... ngapain juga aku marah sama kamu cobak? lagian aku tu juga udah tahu lama kali kalau si Agas itu suka sama kamu."
"ya... karna dari gelagatnya si Agas aja udah nunjukin banget kalau dia itu suka pakek banget sama kamu. 😁" Dea santai menanggapi masalah ini.
"😳" Hati ku di penuhi tanda tanya & kebingungan tentang sikap Dea.
"aku lihat dia kalau sama kamu tu jadi penurut banget padahal dia itu anaknya susah banget buat di atur, terus dia juga selalu kelihatan kesel & marah setiap lihat kamu lagi sama Zian." ucap Dea.
"aku nggak sebodoh itu Ra buat nggak bisa langsung tahu & paham tentang ke adaan. aku tau udah lama kalau Agas itu suka sama kamu."
"tadinya aku fikir kamu bakalan marah kalau tahu tentang semua ini, aku juga takut banget kalau nantinya kamu bakalan lebih milih belain Agas & ninggalin aku. 😢" gumam ku.
"ya enggak lah Ra. kamu itu adalah orang yang paling berharga buat aku." ucap Dea yang langsung memeluk ku.
"aku kira kamu bakalan milih buat sama Agas, aku bakalan jadi orang yang paling seneng banget kalau itu bener terjadi Ra. tapi... dari gelagat & bahasa tubuh kamu lebih tertarik & nyaman sama Zian."
"tapi aku nggak masalah kok karna aku bakalan selalu dukung apapun keputusan kamu, kalau memang keputusan itu bikin kamu bahagia aku juga bakalan ikut bahagia & aku yakin Agas juga pasti bakalan bisa nerima keputusan kamu itu cepat atau lambat. kamu jangan khawatir Ra semua bakalan baik-baik aja. 😊" ucap Deamencoba memberi ku pengertian & semangat.
"makasih ya Dea." aku langsung memeluk erat Dea.
"kamu emang sahabat terbaik aku... aku sayang banget sama kamu." ucap ku bahagia.
"aku juga sayang banget sama kamu Ra." sahut Dea bahagia.
"udah ah sedih-sedihannya. yuk belanja." ajak Dea langsung menarik tangan ku.
kami pun menghabiskan 1 harian belanja & bermain di mall.
...
"morning miss Dea anandita." sapa ku.
"idih... 😰" geli Dea.
"mentang-mentang pujaan hatinya lagi di Sydney Ausralia. terus aja pakek bahasa inggris setiap waktu." ketus Dea.
"ye... biarin aja. 😝"
"lebay." ketus Dea lagi.
"Dea..." panggil ku.
"hemmmh..." sahutnya bergumam.
"Agas sama Zian kan lagi ada di Ausralia." celoteh ku.
"terus..." sahut Dea cuek sambil terus nulis.
"tamat SMA kita nyusul mereka yuk?" ajak ku dengan semangatnya.
"kamu mau lanjut kuliah di Australia juga?" tanya Dea yang langsung menatap ke arah ku.
"rencananya sih. 🤔" gumam ku.
"aku mau lanjut kuliah di Korsel." gumam Dea lanjut menulis.
"jangan bilang karna oppa-oppa kamu itu?! 😒" sinis ku.
"kok kamu tai sih..." celetuk Dea lalu mencubit gemas kedua pipi ku.
"ih... Dea sakit..." pekik ku lalu mengusap-usap pipi ku.
"kamu tu niat kuliah buat pendidikan atau buat oppa-oppa kamu itu hoh?! 😒" sinis ku.
"kalau kata pepatah ni ya Ra. menyelam sambil minum air. 😆" celetuknya.
"gembung! 🙄" ketus ku.
"ih... Amara! resek banget sih. 😡" pekik Dea lalu memuluk lengan ku pelan.
"ya kan emang iya sih. kalau kebanyakan minum air jadi gembung? apa lagi kamu nyelam. 😂" canda ku.
__ADS_1
"garing tau!" pekiknya kesal.
"hahahaha... 😂" aku tertawa puas.