Putri Keturunan Kerajaan Banten

Putri Keturunan Kerajaan Banten
EPS .015 kembali ke istana


__ADS_3

hari yg berbahagia bagi keluarga dan rakyat kerajaan Banten . sebab putri dari raja Malik sudah kembali . bahkan rombongan Raden Arya mandali dan Laras sari sudah berada di gerbang istana .


terlihat istana yg sangat begitu megah . nyaman dan tentram yg pertama kali Laras sari rasakan . ketika ia lewat menuju Balairung raja , terdapat seluruh prajurit memberi hormat dengan suka cita atas kembalinya putri kerajaan yg sangat mereka kagumi itu .


"ternyata luas dan megah juga istana ini . semoga aja aku betah disini dan menjalankan tugas dari nenek kenari . oiya nanti wajah keluarga baruku bagaimana yah ? penasaran ."bathin Laras sari yg tersenyum kepada prajurit .


selanjutnya Laras sari berjalan menaiki tangga menuju Balairung raja . sesampainya disana , ia melihat seisi ruangan yg penuh tatanan barang barang yg sangat rapi dan banyak bunga kesukaannya . aneh tapi suka , pikirnya .


"putriku ...."lirih seorang wanita paruh baya yg masih terlihat awet muda dan cantik berlari sambil meneteskan air mata lalu memeluk Laras sari . sempat terkejut atas perlakuannya namun kemudian Laras sari merasakan sesuatu yg tak pernah ia rasakan sebelumnya .


"ya Allah terima kasih telah mengizinkan ku merasakan kasih sayang seorang ibu . aku yakin ini ibunda ratu purnama sari ." pikir Laras sari yg membalas pelukan hangat dari ibunda purnama sari . kemudian seorang laki laki mengenakan mahkota raja bersama seorang perempuan cantik menghampiri nya .


"Alhamdulillah terimakasih ya Allah" "putriku Laras sari ayahanda dan Ibunda sangat sangat merindukan mu ..."ucap ayahanda Malik . kemudian Laras sari beralih memeluk ayahanda Malik . walaupun bukan ayah kandungnya namun serasa banget ke ayahannya . saat itu juga ayahanda Malik beberapa kali mengelus rambut Laras sari yg menjuntai hingga ke punggungnya .


lalu Laras sari melerai pelukan nya dan menyalimi orang tua nya yg baru . setelah itu , ia menatap seseorang perempuan yg sudah diduganya sebagai yunda Ambar sari .


"Rayi ... "ucap yunda Ambar sari yg memeluk erat adik perempuannya itu . dengan membisikkan bahwa ia sangat merindukan dan khawatir akan keadaan nya waktu hilang dari kerajaan .


"Rayi Laras sari , yunda sudah sampai namun waktu itu kau menghilang dan aku sangat sedih mendengar itu . namun lupakan hal itu , yg terpenting yunda sudah melihat wajahmu kembali ."ucap yunda Ambar sari yg menggenggam kedua tangan Laras sari dengan erat . seketika saja Laras sari berkaca kaca akan perkataan yg seperti nya tidak terlalu nyampai ke hati tapi ....


" seperti inikah kasih sayang yunda Ambar sari . ia baik dan penyayang " bathin Laras sari yg terus menatap yunda Ambar sari lebih dalam .


"oiya putriku , sebaiknya kau ajak rayimu untuk istirahat di dalam kamarnya . nanti jangan lupa untuk makan bersama ."titah ayahanda Malik .


"sendika ayahanda , titah ayahanda akan aku laksanakan ."ucap yunda Ambar sari yg berlalu berjalan mengajak Laras sari untuk ke kamarnya .


kamar Laras sari terletak lebih jauh dari Balairung raja . lebih tepatnya tepat di taman belakang istana . dari dulu kamar itu tak akan berubah , karena Laras sari juga pencinta ketenangan dan kesendirian juga . dan Laras sari sangat sangat menyukai duduk di taman belakang yg sangat indah pemandangannya .


"oiya Rayi , apakah kau tak apa apa diluar sana ?"tanya yunda Ambar sari yg masih tampak penasaran .


"Alhamdulillah yunda , aku tidak apa apa . yah walaupun hanya luka sedikit ."ucap Laras sari yg menatap yunda Ambar sari dengan senyuman .

__ADS_1


"syukur Alhamdulillah . oiya bagaimana Raden Arya mandali menemukan mu ..."tanya yunda Ambar sari yg tersenyum menggoda adiknya.


"ah ... tidak seperti apa yg dipikirkan oleh yunda . kan ...m..memang sudah takdirnya kl Raden Arya mandali menemukan Ku.."ucap Laras sari yg sedikit gugup oleh pertanyaan yundanya.


" apa yg dipikirkan olehku ? ayolah Rayi secara tidak kebetulan , kamu memang sudah ditakdirkan dengan Raden Arya mandali .."ucap yunda Ambar sari yg menggantung itupun langsung di iyakan oleh Laras sari . seketika senyum mengembang dari yundanya .


"sudah ditakdirkan oleh Allah jika kamu dan Raden memang cocok sebagai pasangan sehidup semati hahaha πŸ˜‚"tawa yunda Ambar sari yg membuat pipi Laras sari panas dan merona sempurna .


"duhh Rayi ku Laras sari sedang merasakan jatuh cinta ya .... ululuh mana merona nya ."goda yunda Ambar sari yg terus menerus menggoda tiada hentinya .


"astaghfirullah yunda , itu tidak ..."ucap Laras sari yg terpotong oleh yunda Ambar sari .


"tidak apa Rayi ? aku tahu . jika jawaban nya pasti tidak salah lagi ."ucap yunda Ambar sari yg masih terkekeh sampai di kamar Laras sari . sementara mereka tidak tahu bahwa seseorang sedang mengawasi .


"merona nya berbeda saat dihutan yg digoda oleh perampok . sedangkan yg ini apakah ia benar benar ada rasa dan memberi ku kesempatan untuk berlabuh dihatinya ..." gumam seseorang itu yg ingin menuju kedalam kamar tamu kerajaan dengan senyum merekah . siapa lagi kalau bukan Raden Arya mandali .


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


"prajurit panggilkan kedua putriku untuk makan siang bersama di ruang keluarga istana ."perintah ayahanda Malik kepada prajurit yg berjaga .


"sendika Gusti prabu ..."ucapnya dengan memberikan hormat lalu berjalan menuju kamar Laras sari .


semuanya telah berkumpul diruang keluarga , namun entahlah apa yg dilakukan oleh kedua putri Mereka itu . sementara si prajurit penjaga sudah berada di depan kamar laras sari .


"mohon maaf nimas , ayahanda nimas sudah menunggu di ruang keluarga istana untuk makan siang bersama ."ucap si prajurit yg memberi hormat kepada Laras sari yg sedang berbicara dan bercanda dengan yunda Ambar sari . seketika mereka langsung menghentikan candaan nya .


"baik lah paman ." "ayo Rayi kita sudah ditunggu . bersiaplah dulu baru kita akan kesana"ucap yunda Ambar sari .


sesaat kemudian , barulah mereka berjalan menuju ruang keluarga istana yg terletak sedikit jauh dari kamar Laras sari . berjalan dengan beriringan dan disertai senyuman serta candaan lagi dan lagi .


"assalamualaikum ..."salam mereka berdua di ambang pintu .

__ADS_1


"waalaikumsalam "jawab semuanya serempak .


"ayo sini putriku , kita makan bersama "ajak ibunda purnama sari .


"baik bunda ."ucap Laras sari yg mengikuti yunda Ambar sari . sebelum duduk , Laras sari melihat kearah Raden Arya mandali . ternyata mereka berhadapan , yg membuat Laras sari menjadi malu .


"kenapa aku harus berhadapan dengannya , duh jantung jangan sampai loncat ya."pikir Laras sari yg seraya tersenyum dan duduk .


semuanya lalu memakan hidangan yg ada dengan hening dan hanya terdengar dentingan alat makan saja . setelah selesai makan , barulah mereka melakukan aktivitas lagi .


Laras sari pun memilih untuk berjalan jalan di taman istana depan kamar ayahanda nya . sungguh lebih indah dekat kamarnya daripada ini . namun apa salahnya untuk sekedar duduk dan melihat lihat saja . terdapat pohon yg lumayan tinggi , mungkin tujuannya untuk meneduhkan setiap orang yg ada di taman ini . selain pohon , ada tempat duduk yg terbuat dari besi juga .


"ternyata mereka baik baik ya . di istana ini aku merasa seakan hidup kembali . ayahanda dan Ibunda sungguh lembut dan penyayang . apalagi dengan yunda . aku sangat menyukai sifat humoris dan kocaknya yundaku itu . ku kira ia punya wibawa juga dengan aku namun malah berbanding terbalik pendapat ku tadi..."gumam Laras sari yg tersenyum senyum mengingat tadi ia sudah berjam jam bercanda dengan yunda Ambar sari . tiba tiba ....


"nimas , aku boleh duduk dengan mu ..."ucap seseorang yg berdiri disampingnya. saat ia mendongak kan wajahnya ke atas , ternyata ....


"Raden ....


bersambung ....


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


assalamualaikum semuanya ....


Alhamdulillah bisa up episode lagi


beri author dukungan melalui like , koment and vote . jika boleh di favorit kan ya πŸ’Ÿ


DILARANG COPY PASTE /PLAGIARISME 🀬🀐


terimakasih yg sudah membaca dan sabar menunggu up epsnya . I love you semua ,,,see you ...

__ADS_1


maaf kl menunggu lama ... hehe ampuni hamba readers ku yg terhormat πŸŒΉπŸ˜…πŸ™


__ADS_2