
Laras sari pun memilih untuk berjalan jalan di taman istana depan kamar ayahanda nya . sungguh lebih indah dekat kamarnya daripada ini . namun apa salahnya untuk sekedar duduk dan melihat lihat saja . terdapat pohon yg lumayan tinggi , mungkin tujuannya untuk meneduhkan setiap orang yg ada di taman ini . selain pohon , ada tempat duduk yg terbuat dari besi juga .
"ternyata mereka baik baik ya . di istana ini aku merasa seakan hidup kembali . ayahanda dan Ibunda sungguh lembut dan penyayang . apalagi dengan yunda . aku sangat menyukai sifat humoris dan kocaknya yundaku itu . ku kira ia punya wibawa juga dengan aku namun malah berbanding terbalik pendapat ku tadi..."gumam Laras sari yg tersenyum senyum mengingat tadi ia sudah berjam jam bercanda dengan yunda Ambar sari . tiba tiba ....
"nimas , aku boleh duduk dengan mu ..."ucap seseorang yg berdiri disampingnya. saat ia mendongak kan wajahnya ke atas , ternyata ....
"Raden Arya mandali ? silahkan duduk . jangan sungkan "ucap Laras sari mencoba tidak gugup kepada Raden Arya mandali .
"terimakasih nimas ."ucap singkat Raden Arya mandali . ia pun mendarat kan tubuhnya di bangku taman . mereka berdua dilanda kesunyian dan keadaan canggung .
mau ngomong apa an yak ? tapi kl gak ngomong nanti Raden bisa salah faham dan malah meninggalkan ku ... bathin Laras sari .
"Raden , nimas .."kor mereka berdua .
"ehm.. nimas saja terlebih dahulu ."ucap Raden Arya mandali seraya menggaruk pelipisnya yg tak gatal .
"eh hehe , lebih baik Raden saja terlebih dulu . Raden mau bicara apa ?"ucap Laras sari seraya tersenyum canggung menatap Raden Arya mandali .
"nimas , m..aku ingin mengatakan sesuatu . jadi apakah kau sedang merasakan cinta oleh seseorang ?..."ucap Raden Arya mandali yg menatap serius .
"em..maksud Raden bagaimana ?"tanya Laras sari .
kenapa aku nanya lagi sih . laras sari ayolah katakan jika sedang merasakan cinta kepada seseorang . yaitu didepan mu . kenapa gak bisa sih ...bathin Laras sari yg merutuki Dirinya sendiri yg tak bisa bicara .
"kl tidak bisa ya sudah . oiya apakah besok kau ada acara atau kegiatan nimas ?"tanya Raden Arya mandali yg kembali selow arah bicaranya .
"tidak ada Raden ."jawab Laras sari yg tersenyum.
"Alhamdulillah kl tidak ada acara . aku ingin mengajakmu ke suatu tempat dan aku harap kau pikirkan pertanyaan ku tadi nimas . besok nimas harus mengatakan sesuai kata hati dan apa yg kau rasakan saat dekat denganku ."ucap Raden Arya mandali .
"eum , baiklah Raden ."sahut Laras sari . tak lama mereka berbicara tentang hal lainnya dan sedikit bercanda . dari jauh terlihat yunda Ambar sari sedang berjalan jalan sendiri tanpa asistennya .
"wahh memang kau cinta dengan Raden Arya mandali Rayi . yunda harap kau bisa jujur atas perasaan mu ." ucap yunda Ambar sari yg ingin berjalan kearah sebaliknya . namun terhenti sebab sesuatu .
"oiya aku kan ingin menyampaikan titah paman prabu dan bibi ratu kepada Raden Arya mandali , kenapa bisa lupa ."ucap yunda Ambar sari . kemudian ia pun menghampiri 2 orang yg sedang berbicara dan bercanda ria itu .
"assalamualaikum .."salam yunda Ambar sari dihadapan mereka berdua .
"waalaikumsalam yunda .."ucap Laras sari yg berdiri .
"waalaikumsalam nimas .."ucap Raden Arya mandali dan menghadap hormat kepada yunda Ambar sari .
"maaf Raden , aku ingin menyampaikan sesuatu yaitu titah paman prabu dan bibi ratu . beliau berdua memintaku dan juga Raden membahas tentang keuangan dan pajak kerajaan seloka negara ."ucap yunda Ambar sari .
__ADS_1
"baik nimas . keuangan kerajaan seloka negara tergantung oleh pajak dari kerajaan dan rakyat . kami dewan istana hanya mengambil pajak 3% untuk rakyat dan BLA BLA BLA ..."jelas Raden Arya mandali .
mereka berbicara tentang seputar keuangan dan pajak . merembet sampai politik juga . Laras sari bagaikan bayangan atau sebutir debu . Raden Arya mandali asyik menerangkan sedangkan yunda Ambar sari berpendapat dan bertanya tanya beberapa hal .
sungguh sangat membosankan bagi Laras sari dan ia merasakan gelanjar atau aliran aneh dalam tubuhnya .ada rasa sesak dihatinya melihat mereka berdua berbicara panjang lebar yg tak memperdulikan keberadaan nya diantara mereka .
kenapa dengan diriku ? kenapa hatiku sesak sekali . huh ..tahan air matamu Laras sari . aneh yg membingungkan . sebaiknya aku menghindari mereka dan membiarkan mereka berbicara asyik ... bathin Laras sari .
"eum maaf yunda , Raden . jika aku mengganggu disini . aku pamit ke kamar dahulu untuk istirahat. kl begitu assalamualaikum ."pamit Laras sari . sempat beradu pandangan oleh Raden Arya mandali namun secepatnya ia putus . tak mau ada orang yg mengetahuinya .
ada apa dengan nimas ? kenapa wajahnya menampakkan murung .... pikir Raden Arya mandali dengan berbagai tanda tanya di dalam benaknya .
"apakah kau sakit Rayi ?"khawatir yunda Laras sari yg menatap mimik wajah adiknya ada yg aneh pikirnya .
"ee ..aa tidak apa apa yunda . aku hanya ingin istirahat saja ."kilah Laras sari yg segera berjalan menuju kamarnya seraya berjalan cepat . saat berjalan , langkah terhenti oleh seseorang yg memanggil nya .
"nimas Laras sari , apa kabarmu...."ucap seseorang tersebut yg berada di hadapannya .
siapa kah ia ? duhh jawab apa nih . nenek kenari tolong aku ... beritahukan siapa orang yg berada dihadapan ku ini ...bathin Laras sari tak lama kemudian terdengar suara nenek kenari yg hanya didengar oleh nya .
itu Raden Anggara ... ucap nenek kenari . Laras sari pun mengerti .
"nimas Laras sari , kenapa kau diam saja ."tanya Raden Anggara yg menatap Bingung .
"Hem tidak apa apa nimas . apakah kau baik baik saja ?"tanya Raden Anggara kembali .
"Alhamdulillah baik Raden ."ucap Laras sari singkat .
"syukur lah . aku senang jika kau sudah kembali ke istana mu dengan baik baik saja . itu artinya Dewata yg agung masih memberi keselamatan nya untukmu ."ucapnya dengan tersenyum manis . itupun Laras sari iyakan dan memberi senyumannya .
tak sadar mereka berdua sudah bercanda saja dan mereka sedang ditatap tidak suka oleh Raden Arya mandali . itupun membuat yunda Ambar sari mengulum senyumnya .
"*Raden apakah kau mencintai Rayi Laras sari ?"tanya yunda Ambar sari begitu to the point. sontak membuat Raden Arya mandali langsung kaget dan terhenyak .
"ah apa nimas ? mm aku rasa ..."gugup Raden Arya mandali
"Raden , aku sangat mengetahui kecilnya kita bertiga . jadi aku juga mengetahui sifatmu bagaimana . secara aku lihat kau sangat tidak suka jika Rayi sedang berbicara dengan Raden Anggara . tatapan mu sudah membuktikan bahwa kau sangat mencintai rayiku . ungkapkan lah perasaan mu dan aku yakin Rayi juga merasakan hal yg sama ..."pesan yunda Ambar sari .
"bagaimana kau tahu nimas ? baiklah aku jujur . memang aku sudah tertarik dengan nimas Laras sari sejak kecil . oiya benarkah jika nimas Laras sari juga merasakan hal yg sama seperti diriku ."tanya Raden Arya mandali . mereka pun ter fokus tentang rasa tertarik dan suka Raden Arya mandali dengan Laras sari* .
sedangkan Raden Anggara masih tetap berbincang bincang kepada Laras sari . sekilas Laras sari melihat kearah Raden Arya mandali menatap murung dan itu sangat mendalam rasa cemburu . tiba tiba suara ibunda ratu purnama sari memecah lamunan Laras sari .
"sampurasun Raden . assalamualaikum putriku ."ucap ibunda purnama sari .
__ADS_1
"rampes Gusti ratu ."jawab Raden Anggara dengan hormat .
"wa'alaikumsalam ibunda ..."jawab Laras sari yg beralih menatap ibundanya .
"maaf Raden Anggara , ibunda dan ayahanda Raden memberi titah untuk segera pulang ke kerajaan galih secepatnya ."ucap ibunda purnama sari dengan ramah nya .
"baik Gusti ratu , aku pamit . sampurasun ."pamit Raden Anggara membungkuk hormat kepada kedua wanita didepannya .
"rampes Raden ..."kor ibunda purnama sari dan Laras sari . setelah kepergian Raden Anggara , ibunda Purnama sari pun berbicara kepada putrinya .
"putriku Laras sari . nak nanti malam jangan lupa pergi ke ruang keluarga untuk makan bersama . tapi jika kau tidak bisa tidak usah datang . tampaknya kau sedang tidak baik baik saja , apakah kau sakit putriku ..."ucap ibunda purnama sari dengan membelai pipi embem dan rambut milik Laras sari dengan rasa sayang .
"ah tidak apa apa bunda . aku baik baik saja . "ucap Laras sari yg sekilas menatap kearah 2 orang yg sedang berbicara serius ditaman sana .
"putriku , bunda sedang bicara kepadamu nak . kenapa melamun ?"tanya ibunda purnama sari dengam lembut sesekali beliau menepuk bahu Laras sari .
"eh ....iya bunda . maafkan aku ."ucap Laras sari yg seperti terkejut dengan teguran dari ibundanya .
"sepertinya kamu butuh istirahat nak . kl begitu bunda pamit untuk memberitahu yundamu dan Raden Arya mandali . assalamu'alaikum ."pamit ibunda purnama sari .
"waalaikumsalam bunda ."jawab Laras sari yg segera pergi ke kamarnya tanpa halangan lagi .sedangkan ibundanya sempat terhenti dan menatap sekilas kearah taman .
sepertinya ada yg tidak beres dengan putriku Laras sari . kenapa ia fokus sekali menatap putriku Ambar sari dan Raden Arya mandali yg sedang berbincang-bincang .atau jangan-jangan . Masya Allah perilaku anak muda selalu tidak terduga . biarkan saja dan ternyata putriku dilanda api cemburu hehe ada ada saja ...bathin ibunda purnama sari yg terkekeh geli dengan tindakan anak anaknya itu .
kemudian ia memberitahu Raden Arya mandali dan yunda Ambar sari tentang titah suaminya yaitu prabu Malik . setelah itu mereka pun kembali ke kamar masing masing sebab hari sudha mulai petang . seperti biasa mereka yg beragama Islam bersiap untuk shalat magrib .
bersambung ....
•••••••••
assalamualaikum semuanya ....
Alhamdulillah bisa up episode lagi
beri author dukungan melalui like , koment and vote . jika boleh di favorit kan ya 💟
DILARANG COPY PASTE /PLAGIARISME 🤬🤐
terimakasih yg sudah membaca dan sabar menunggu up epsnya . I love you semua ,,,see you ...
maaf kl menunggu lama ... hehe ampuni hamba readers ku yg terhormat 🌹😅🙏 sungguh author lagi sibuk sibuknya , maklum lah ya .
selamat membaca ya , ini lumayan panjang katanya hehe😁🤭 ...
__ADS_1