
assalamualaikum guys ...
yuk kita merapat dan cekidot baca๐ค
budidayakan like terlebih dahulu โฃ๏ธ
๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"apa alasan mu ? nimas sudah bilang kepadaku untuk mengatakan iya kemarin malam . semuanya sudah terbongkar putraku tentang kesalahpahaman itu ."ucap bibi ratu Puspa Ningsih yg tak henti redah amarahnya . seketika Raden Arya mandali tersentak atas ucapan Ibunda nya .
sedangkan Laras sari masih dengan tangisannya dan di peluk oleh bundanya . yunda Ambar sari pun tampak sedih dengan apa yg dilakukan oleh Raden Arya mandali sangatlah melukai hati nya juga .
hari sudah semakin siang . suasana ruangan pun sunyi dan tegang , tangisan Laras sari pun sudah redah . sedangkan Raden Arya mandali terus berdiri sejak tadi .
"aku memutuskan untuk segera menikahi putriku dengan Raden Arya mandali , agar tak jadi fitnah ."ucap ayahanda prabu Malik yg sudah memutuskan dan disaksikan oleh para dewan istana . semuanya setuju , sedangkan Laras sari berdiri dan menjauh dari sang bunda .
"apa maksud ayahanda ?"ucap Laras sari yg menatap Sang ayah .
"kamu akan menikah putriku ."jawab ayahanda yg sudah merasa pusing di kepalanya .
"aku tidak mau ayahanda ."ucap Laras sari penuh penekanan .
"kamu harus mau putriku ."ucap ibunda purnama sari .
"tapi aku tidak mau ibunda , aku sudah sangat sangat membencinya."ucap Laras sari yg membuat hati Raden Arya mandali tercubit dan hancur berkeping keping . namun ia sadar , ini juga ulahnya yg tidak sabar menunggu perkataan iya .
"kau harus mau putriku ."tegas ayahanda prabu .
"aku tidak mau ayahanda ."ucap Laras sari seakan meninggi satu tangga . itupun membuat sang prabu juga demikian .
__ADS_1
"putriku Laras sari !!!!"bentak ayahanda prabu yg membuat semuanya terkejut . sedangkan Laras sari hanya menundukkan kepalanya dan meneteskan air matanya lagi . diam mematung .
"kakanda istighfar. apa yg kau lakukan ? kau tidak pernah membentak putrimu sendiri ."ucap ibunda ratu Purnama sari yg juga tak setuju dengan bentakan suaminya .
"astaghfirullah ..."lirih sang prabu sambil memejamkan matanya sendiri lalu menahan amarahnya .
sedangkan Laras sari sudah mulai mengangkat kepalanya . ia menahan tangisnya dan menghapus air mata yg berada di pipinya itu menatap kecewa kepada ayahanda nya .
"putriku "ucap ayahanda dengan lembut seraya berjalan mendekat kepadanya . namun itu , malah membuat Laras sari tersenyum kecut dan pergi meninggalkan ruangan tersebut .
"putriku ..."panggil ayahanda nya namun tak di respon dan tetap melanjutkan berjalan dengan langkah yg cepat .
"Putriku Ambar sari kejar rayimu , ia membutuhkan mu ."perintah ibunda ratu purnama sari .
"Sendika ibunda , aku akan laksanakan titahmu dengan baik ."ucap yunda Ambar sari yg berlanjut pamit dan berlari mengejar rayinya . Sedangkan mereka semua mengintrogasi Raden Arya mandali .
Masih sama dengan posisi berlari , Laras sari pun memerintahkan prajurit penjaga untuk menutup pintu kamarnya hanya ingin menenangkan dirinya agar tak ada yg mengganggu . Sedangkan sang emban di dalam kamar tersebut hanya diam mematung saja .
"Ketika aku sudah melupakan luka di dalam hatiku , kenapa luka itu terus menggores hati ini . Saat aku sudah merasa nyaman kenapa kebencian ku malah terus tertoreh kepadanya ."ucapnya dalam hati dan kembali menangis dalam diam sambil menetralkan denyut di kepalanya .
Tibalah yunda Ambar sari yg berada tepat di depan pintu kamar Laras sari . Terlihat para prajurit penjaga sedikit mendekatkan telinganya kearah pintu .
"Astaghfirullah , nimas teh kenapa yak ?"ucap prajurit itu sedih mendengar Isak tangis yg lama lama dipendam malah meledak .
"Assalamualaikum paman ."salam yunda Ambar sari .
"Waalaikumsalam nimas ."jawab sang prajurit itu . Yunda pun langsung mengetuk ngetuk pintu yg terkunci dari dalam .
"Rayi Laras sari . Izinkan yunda masuk ."ucap yunda Ambar sari
__ADS_1
"Aku tidak mau diganggu hiks..hiks.."ucap Laras sari masih sama .
" Aku mohon Rayi izinkan yunda ..."ucapnya yg terpotong .
"Aku benci semua ini , kenapa ayahanda membentak ku . Apakah ia tak sayang lagi dengan ku ."ucap laras sari yg terdengar sangat pilu .
"Rayi percayalah . Ayahanda membentak mu hanya ia lelah bukan berarti tak sayang dengan mu Rayi . Tolong buka pintu ini yunda ingin menjadi sandaran mu ."ucap yunda Ambar sari yg ikut meneteskan air matanya .
Kemudian terbukalah pintu oleh para emban . Saat terbuka , para emban dan para prajurit pun sedikit menjauh agar memberi ruang untuk mereka berdua berbicara . Yunda Ambar sari masuk dan menghampiri Laras sari yg terduduk di ranjangnya dengan masih meneteskan air matanya
bersambung ....
๐ฅ๐ฅ๐ฅ
segini dulu ya guys ๐
gimana nih episode hari ini ??
maaf jika tidak sesuai atau gak seru dan saat tak bisa update new eps ๐
mohon maklumi yah , mungkin ada tugas di real lifenya author ๐
terimakasih yang sudah membaca & memberi dukungan serta setia menunggu hehe๐
DILARANG COPY PASTE/PLAGIARISME ๐ฃ
yuk hargai karya & author di novel/mangatoon
I LOVE YOU for all ๐๐ฝ
__ADS_1
๐ซwait for the next episode๐ซ