Putri Keturunan Kerajaan Banten

Putri Keturunan Kerajaan Banten
EPS. 033 ruang pustaka istana


__ADS_3

assalamualaikum guys ...


yuk kita merapat dan cekidot bacaπŸ€—


budidayakan like terlebih dahulu ❣️


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


tanpa terasa sudah genap 3 Minggu Laras sari tinggal di istana kerajaan seloka negara . selain itu ia juga sudah mulai membuka kesempatan lagi untuk den prabu Arya mandali . yah walaupun tidak bisa memanggil kanda haha πŸ˜‚ . kayaknya susah banget memanggilnya seperti itu . jadi ia memanggil Gusti . semuanya juga memahaminya .


persoalan rumit sebelum pernikahan sudah di dengar oleh dewan istana kedua belah pihak kerajaan . namun mereka sudah menganggap angin lalu saja . jika keduanya melakukan lagi , ya sudah tidak apa apa . toh keduanya sudah halal dan sah Dimata negri dan agama , pikir mereka .


kini Laras sari sedang berada di kamarnya . tercetak diwajahnya sebuah guratan kebosanan akut . selama 3 Minggu ini ia tidak keluar kamar . selain kaki terkilir , ia kini mengemban tugas sebagai ratu yang siap membantu dan berdiri mendukung den prabu di belakang .


tugas sebagai ratu sangatlah sudah loh guys , Laras sari saja pusing dan bosan . namun ia belum terbiasa untuk melakukan tugas tersebut . sudah berkali kali abdi setianya memberikan motivasi terus . berulang kali Laras sari membaca buku tugasnya menjadi ratu .


tugas menjadi seorang ratu dan permaisuri :


pertama _mendampingi raja di ruangan Balairung raja


kedua_ memberi saran dan mendukung keputusan raja


ketiga _mengurus dan memantau irigasi , sawah , kebun .


keempat _ membantu menghitung keuangan kerajaan


kelima _ memegang data rakyat dsb


hufft ....


terdengar hembusan napas lelah dari Laras sari . keadaan kamarnya sudah seperti kapal pecah sebab berbagai macam buku tugasnya menumpuk dan menyebar begitu saja . jatuhlah kepalanya ke meja dengan tangan iseng membentuk dua kaki berjalan di atas buku .


"ah ! pusing sekali ."keluh Laras sari yang mendaratkan kepalanya di meja . Roro dan Rini mengulum senyum melihat Gusti ratunya mengeluh .


ternyata lebih pusing daripada ilmu fisika dan kimia . jadi berasa sekolah lagi ... bathin Laras sari .


" awalnya memang berat Gusti ratu , tapi lama kelamaan menjadi kebiasaan yang mutlak untuk Gusti ."ucap Rini .


"ayo Gusti , semangat bertugas."riang Roro seraya menepuk nepuk tangannya lalu berdendang sedikit . itupun membuat tertawa Laras sari dan Rini .

__ADS_1


"hahaha πŸ˜‚... sudah sudah . aku akan mengerjakannya nanti . sebaiknya bantu aku untuk memisahkan buku buku yang sudah di kerjakan dan yang belum . kita bereskan kamar ini sama sama ."ucap Laras sari tersenyum kembali .


"sendiko dawuh kanjeng ratu πŸ˜€."kor Roro dan Rini diselingi tawa ceria mereka .


"haii , aku ini asli pasundan bukan Semarang tau hehe😁 "canda Laras sari dengan memulai membereskan semuanya .


dimulai dari memisahkan buku buku yang sudah dan yang belum disentuh sama sekali oleh Laras sari . kemudian beralih untuk menyapu bersih debu debu di lantai . lalu membereskan kursi kursi dan meja yang awalnya berpindah tempat ke yang lain .


"Alhamdulillah akhirnya sudah selesai ."ucap Laras sari dengan senang melihat keadaan kamarnya yang sudah tertata rapi dan tanpa debu dari buku buku tugasnya .


kruyuk...kruyuk...


"hehe lapar .."ucap Laras sari yang mendapat tatapan mengintimidasi dari Roro dan Rini . mereka berdua mendengar suara kruyukan cacing dalam perut .


"Gusti ratu lapar ?? mau kami mengambilkan nya ."tawar Rini dengan sopan .


"ehm tidak usah . aku mau ke dapur istana saja . kalian ikuti dari belakang ya"ucap Laras sari .


mereka bertiga langsung pergi ke dapur istana . saat sampai disana , semua emban membungkuk hormat kepada Laras sari dan menawarkan mengambilkan makanan nya . namun Laras sari menolaknya . tampak ada singkong yang belum di kupas kulitnya dan beberapa ubi . Laras sari pun mengupasnya sendiri dan menggoreng nya dengan rasa gurih lalu ubinya direbus . semuanya hanya melihat saja tanpa berani mengganggu .


"Rini , Gusti ratu pintar memasak makanan ya ? lihainya beliau saat menggoreng singkong dan merebus ubi ." bisik Roro .


beberapa saat kemudian , matanglah singkong dan ubinya . dengan telaten , Laras sari memotong kecil kecil berbentuk kubus lalu di letakkan pada mangkuk sampai selesai . para emban pun hampir melongo Melihatnya .


"kalian mau ??"tawar Laras sari .


"ehehehe tidak usah Gusti ratu ."kor mereka semuanya malu malu tapi mau πŸ˜‚


"baiklah . Roro tolong bawakan ini ya . Rini bawa makanan ku ke kamar . aku hendak mandi dulu ."ucap Laras sari yang mengusap pipinya yang terkena arang sedikit .


"sendika Gusti ratu ."kor Roro dan Rini .


"assalamualaikum , sampurasun ."pamit Laras sari .


"waalaikumsalam ... rampes" jawab mereka .


Laras sari berjalan cepat kearah kamarnya . tak ada orang dan sepi . hanya para prajurit penjaga saja . biasanya ada yang berjalan seperti suaminya itu yang sesekali mengawasinya dengan lewat di depan kamarnya . lagian jalan lebih dekat aja ada , tapi memilih jauh . alasannya hanya jalan jalan sebelum ke kamarnya . tapi tujuannya modus huu πŸ˜€


skipp ...

__ADS_1


selesai mandi , Laras sari akhirnya memilih memakan makanannya yang dibawakan oleh sang abdi dalem . ia seperti orang kekurangan gizi . setiap kali ingin makan pasti di bawakan berbagai buah . biasanya kan sehari cukup 1 mangkuk sedang . ini mah 3 kali lipat . katanya agar tubuh jadi sehat dan kulitnya lebih segar .


makanan sudah tandas lalu ia memakan buah mangga yang dipotong bersama apel . kedua buah itu saja yang ia suka . buahnya sudah tanda juga dari mangkuk . ia berlanjut dengan ubi rebus dan singkong goreng buatannya . sesekali ia berbagi dengan kedua abdi dalem nya . aneh juga sih sebenarnya , apakah ia tidak gendut ? setelah makan banyak seperti itu . sungguh diistana ini ia seperti anak kecil , gizinya harus cukup 🀭.


"oiya , Roro Rini . disini ada ruang pustaka istana kan ? dimana letaknya ?"tanya Laras sari .


"iya betul Gusti ratu . dari ruang Balairung raja terlihat pintu yang sebelah ruang ada bunga bunga tujuh rupa ."jawab Rini .


"ouh baiklah . sebaiknya kita kesana yuk . aku ingin membaca ."ajak Laras sari dengan penuh harap .


"mohon ampun Gusti ratu . tapi kan Gusti belum menyelesaikan jadwal hari ini ."tolak Rini .


"tapi aku sangat ingin membaca baca dan berdiam diri di ruang itu ."bantah Laras sari yang sudah murung .


"tapi Gusti ratu ..."ucap Rini terhentikan oleh rayuan maut dari junjungan nya itu .


"aku mohoon ...."rayu Laras sari dengan mata yang berbinar binar . kedua abdinya tampak berpikir keras dan menimbang nimbang ajakan itu . lalu mereka memilih mengalah sebab rayuan nya membius mereka berdua hihi 🀭 .


"baiklah Gusti ratu . mari ..."ucap Rini yang mempersilahkan Laras sari keluar kamar . dengan semangat , Laras sari berjalan keluar bersama abdi setianya dengan senyum yang mengembang .


yess ! aku akhirnya ke ruang pustaka istana . seindah apa ya disana . apakah memiliki kesamaan dengan ruang pustaka istana seperti di kerajaan ayahanda .... bathin Laras sari .


bersambung ...


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


selamat weekend gengs , hihi telat up lagi deh . soalnya baca novel tetangga dulu . 😜🀭


gimana nih episode hari ini ??


terimakasih yang sudah membaca & memberi dukungan serta setia menunggu hehe😁


DILARANG COPY PASTE/PLAGIARISME 😣


yuk hargai karya & author di novel/mangatoon


I LOVE YOU for all πŸ’–πŸ˜½


πŸ’«wait for the next episodeπŸ’«

__ADS_1


__ADS_2