Putri Keturunan Kerajaan Banten

Putri Keturunan Kerajaan Banten
EPS . 020 tolakan cinta


__ADS_3

Minggu pertama


hari ini Laras sari ingin pergi keluar untuk mengunjungi rumah anak yatim piatu yg dilindungi oleh kerajaan dan hukum istana . kelak siapa pun yg mengusik rumah tersebut akan langsung diserahkan ke pihak dewan istana untuk diurus hukumannya .


diruangan Balairung raja , semuanya memang berkumpul untuk sekedar berbicara dan menemani ayahanda prabu Malik memimpin kerajaan . terdapat juga dewan istana yg memang selalu dikumpulkan saat saat waktu tertentu .


kini Laras sari sudah berada di ruang Balairung raja , ia memakai pakaian merah muda dengan hiasan kepala disertai menguncir nya menjadi buntut kuda .


"assalamualaikum , sampurasun..."salam nya kepada semuanya .


"waalaikumsalam , rampes..."kor semua .


"mohon ampun ayahanda . aku ingin pergi ke rumah anak yatim piatu . bolehkan ?"tanya Laras sari yg memberikan hormat .


"tentu saja boleh putriku . tapi kau harus di temani oleh seseorang ."ucap ayahanda nya .


"bagaimana jika Rayi ditemani oleh Raden Arya mandali saja ayahanda ."saran yunda ambar sari yg tersenyum misterius .


"aku tidak ...."ucap Laras sari terpotong oleh kesediaan Raden Arya mandali .


"sendika paman prabu ."ucap Raden Arya mandali . sontak laras sari melirik kearah Raden Arya mandali sedangkan yg ditatap malah tersenyum . beralih ke arah yunda Ambar sari ...


yunda ayolah , tolong rayimu ...bahasa raut wajah Laras sari yg memelas kearah yundanya .


"oh maafkan aku Rayi . aku sudah ada janji dengan bibi ratu untuk acara minum teh dengan para emban . iya kan emban dan bibi ratu ?"ucap yunda ambar sari .


"betul nimas ."kor para emban asisten yunda Ambar sari .


"betul Sekali nimas Ambar sari . berjalanlah dengan putraku nimas . ia akan menjaga dan menjadi teman berbicara mu saat berjalan kearah sana ."senyum bibi ratu dengan senyuman tak bisa diartikan . Laras sari pun terpaksa menuruti nya dengan tersenyum paksanya ia memberi hormat kepada ayahanda nya .


"sendika ayahanda prabu . hamba akan melaksanakan titah ayahanda dengan sebaik baiknya ."ucap Laras sari dengan senyuman paksanya . semuanya pun terkekeh geli melihat nya .


kemudian mereka berangkat berdua saja . berjalan dengan santainya membelah kota raja tersebut . sesampainya di rumah tersebut ,Laras sari langsung menyerahkan upeti yg sudah disiapkan oleh ayahanda nya .

__ADS_1


"terimakasih nimas . suatu kehormatan kami jika nimas dan Raden kesini ."ucap ibu paruh baya yg mengurus anak yatim piatu tersebut . sepertinya ia baru disini .


"sama sama bibi ."ucap Laras Sari .


"oiya nimas dan Raden hanya berdua ? apakah kalian sepasang kekasih ?"ucap bibi tersebut dengan senyuman nya .


"ti.... iya bibi ."ucap Laras sari yg di barengi dan didahului oleh Raden Arya mandali . semuanya pun tersenyum senang sedangkan Laras sari . jangan ditanya ia sudah senang tapi kesel dan itu gak bisa diartikan lagi deh perasaannya .


"kl begitu kami pamit . assalamualaikum bibi"pamit Laras sari yg menarik tangan Raden Arya mandali dengan langkah yg cepat .


"waalaikumsalam ..."kor mereka semuanya .


sesampainya di suatu sungai yg berada di dekat gerbang istana . mereka berdua sudah sampai disana , Laras sari pun langsung mengoceh terus menerus .


"apa maksudmu Raden ? aku ini bukan siapa siapa mu kau tahu . kenapa kau bilang kl kita seolah olah memang kekasih dan saling mencintai ."ucap Laras sari yg masih menggenggam tangan Raden Arya mandali .


"kau benar nimas . memang kita saling mencintai . kenapa kau malah tak jujur dengan dirimu sendiri ? ini buktinya? ."ucap Raden Arya mandali dengan mengangkat tangannya yg digenggam erat . Laras sari langsung melepas tangannya namun ia malah ditarik dan sekarang sudah saling berdekatan .


aku melihat kejujuran mu Raden . iya ...aku memang mencintai mu juga .... bathin Laras sari yg sedikit menyunggingkan senyuman nya namun sirna ketika mengingat waktu itu .


tidak , tidak , aku tidak .. aku tidak boleh mengharapkan lebih dengannya ... bathin nya kembali yg menyingkirkan pandangan nya dari Raden Arya mandali . tampak raut kecewa nya Laras sari yg mengingat perkataan ayahanda nya waktu itu .


"apa kah kau tak percaya atas pernyataan cintaku ini ? aku sungguh sangat serius nimas . aku sangat mencintaimu ayi ."ucap Raden Arya mandali dengan tatapan teduh nya .


sebenarnya jikalau tidak salah faham , mungkin Laras sari akan memeluk Raden Arya mandali dan memintanya cepat untuk memberitahukan kepada keluarganya atas apa yg mereka berdua rasakan . selain memeluk , Laras sari akan terpesona oleh tatapan teduh itu . namun apa yg ia rasakan masih sama yaitu meratapi nasib yg seharusnya tidak meratapi salah faham tersebut .


"maaf Raden , aku ...aku ingin istirahat saja . assalamualaikum ."pamit Laras sari yg sudah berbalik badan seraya Menahan sesuatu yg tak seharusnya jatuh dari pelupuk matanya . lalu berjalan menjauh dari tempat itu .


"waalaikumsalam ..."jawab Raden Arya mandali yg menatap punggung Laras sari . ia pun terdiam dan menatap kearah sungai .


koq ditolak sih Rayi , aku gemesh deh sama dirimu itu . tinggal bilang " iya Raden , aku sangat mencintaimu " ck.susah sekali seperti diganjal sesuatu di kerongkongannya arghh gregetan... frustasi yunda Ambar sari yg dibalik gerbang istana . Yap mereka menjadi penguntit . ia bersama dengan ratu Puspa Ningsih yg mengintip .


*tenang lah nimas , ntar jadi tua loh . mengomel dan mengoceh dari tadi ....santai ratu Puspa Ningsih .

__ADS_1


bagaimana aku tenang bibi ratu , liat rayiku seperti itu aku ingin merasukinya dan mengatakan iya kepada Raden Arya mandali ... sebal yunda Ambar sari .


oh jikalau begitu , sekarang kau loncat dari atap istana dan menjadi hantu . idemu juga cerdik dan lebih cepat bukan ?...ucap ratu Puspa Ningsih .


ti..tidak bibi ratu . nanti aku tak bisa kembali lagi . hiiih menyeramkan ...ucap yunda Ambar sari yg bergidik ngeri .


kita tidak bisa berbuat apa apa . biar waktu yg akan menjawab nya . lagipula kisah cinta mereka itu sulit . mereka berdua tak pantas disalah dan dibenarkan . jika diukur ukur , rayimulah yg malah menderita ....ucap ratu Puspa Ningsih yg sesekali mengintip putranya .


maksudnya gimana bibi ? rayi ? bukankah kasihan Raden Arya mandali , putramu ...balas yunda Ambar sari .


putraku tidaklah mengerti pasti perasaan rayimu . ia hanya sedikit merasa sakit dihatinya , kau pikirkan saja nimas . ia ditolak cintanya , beeh rasanya nyesek pisan . tapi rayimu , ia memang cinta tapi tak bisa mengungkapkan nya sebab berbagai pikiran cabang nya . itu lah yg membuatnya menderita . putraku tak bisa merasakan rasanya menolak saat lagi cinta cintanya ....ucap ratu Puspa Ningsih .


heπŸ˜’, kau membahas mereka atau menjadi si ahli cinta dan berbagi pengetahuanmu kepadaku , bibi ratu ...ucap yunda Ambar sari .


hehe iya , lagi berbagi pengalaman dan pengetahuan cinta serta sedikit menjadi motivasi untukmu nimas πŸ˜‚...ucap ratu Puspa Ningsih yg terkekeh kecil .


huf, astaghfirullah ya Allah . kenapa dengan bibi ratuku ini πŸ˜”...keluh yunda Ambar sari .


Rayi , tunggulah aku yg mendesak mu . baiklah , kali ini kau menolak Raden Arya mandali . aku akan mengetes dan bersikap kejam padamu Rayi . maafkan aku ... bathin yunda Ambar sari* .


bersambung ....


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


bagaimana perjuangan Raden Arya mandali selanjutnya atau malah mencari waktu yg tepat untuk membujuk lagi ? waah yunda ingin melakukan sesuatu , apakah itu ??


Alhamdulillah bisa up episode lagi


beri author dukungan melalui like , koment and vote . jika boleh di favorit kan ya πŸ’Ÿ


DILARANG COPY PASTE /PLAGIARISME 🀬🀐


terimakasih yg sudah membaca dan sabar menunggu up epsnya . I love you semua ,,,see you ...

__ADS_1


__ADS_2