Putri Keturunan Kerajaan Banten

Putri Keturunan Kerajaan Banten
Eps 038 rasa yang mulai tumbuh


__ADS_3

Triing!!๐Ÿ”” Telah update ๐Ÿ“ข....


Hallo


Assalamualaikum


Selamat membaca semua ๐Ÿ“–โ˜•


####


Pujian pujian terus terucap oleh semua orang didalam ruang balairung raja , semua itu tertuju kepada laras sari . Namun yang dipuji malah membisu ditempat duduknya sambil melamunkan sesuatu hal . Itu menjadi perhatian rayi ratna ningsih mencolek kedua rakanya . Siapa lagi jika bukan rayi kembar si arya pandean dan panahan . Dengan memberi kode kode seperti lirikan menatap laras sari .


"mungkin sedang memikirkan raka prabu"bisik rayi panahan yang duduk tepat dengan didepan bunda ratu puspa . Sedangkan rayi pandean dan ratna pun mengulum senyumnya . Namun rayi ratna dikagetkan oleh teguran bunda ratu yg berdehem sengaja .


"Ekhem ..."dehem bunda ratu yang tersenyum misterius kearah ketiga anaknya itu . Nah , rayi ratna dan kembar langsung cengenggesan lalu menunduk sedikit karna malu ditegur sebab membicarakan yunda mereka . lalu tatapan bunda ratu beralih ke anak mantunya .


"putriku , ada apa denganmu?"tanya bunda ratu yang mengelus lembut tangan kiri laras sari . Laras sari sedikit tersentak lalu menatap bunda ratu nya .


"em.. Tidak ada apa apa bunda ."senyum laras sari dengan terpaksa .


"tapi dari tadi bunda lihat kamu lagi melamun saja . Sedang melamunkan apa ?"sambung bunda ratu yang lantas membuat laras sari ragu ragu untuk menjawab .


"kau memikirkan putraku , nimas"tebak bunda ratu .


"betul bunda"lirih laras sari yang menundukkan kepalanya . Dari pada berbohong , mending jujur saja . Kemudian , datanglah seorang tabib laki laki tua memberi salam kepada semuanya .


"sampurasun ,,,"ucap tabib tersebut .


"rampes.."jawab semuanya .


"hormat hamba gusti .. Mohon ampun beribu ampun . Hamba terlambat datang sebab ada kendala . Izinkan hamba untuk memeriksa gusti prabu ..."jelas tabib itu membungkuk hormat


Semuanya memakluminya lalu mempersilahkan tabib itu memeriksa keadaan den prabu . Bunda ratu mempersilahkan laras sari menyusul ke wisma suaminya itu . Roro dan rini mengikuti nya dari belakang.

__ADS_1


Dengan langkah tergesa gesa , laras sari berjalan lebih cepat menuju wisma den prabu sampai sampai kedua abdi dan pelayan setia dibelakangnya sangat kesulitan mengejar junjungan mereka . Sedangkan tabib sudah berada di dekat den prabu .


"paman tabib.."lirih den prabu yang mencoba untuk melihat kearah tabib itu .


"gusti prabu harus istirahat total nanti . Jaga kesehatan juga selain mengurus kerajaan ."ucap tabib seraya memeriksa keadaan den prabu dengan seksama .


"baiklah paman . Terima kasih.."ucap den prabu yang mencoba untuk menidurkan dirinya . Ia pun sudah masuk ke alam mimpi , sebab sangat yakin dengan potensi tabib yg sudah melayaninya sejak kecil . Tak lama kemudian , bunyi langkah cepat begitu nyaring terdengar . Siapa lagi kl laras sari , ia menjadi perhatian setiap prajurit dan emban yg lewat berhadapan dengannya . Lalu tersenyum seakan mengerti arah mana tujuan gusti ratu yang masih labil itu haha๐Ÿคฃ


Pintu terbuka dengan segera menampilkan laras sari yang mengatur nafasnya perlahan sambil menatap kearah tabib tersebut . Tabib langsung membungkuk hormat segera karna tiba tiba gusti ratu masuk dengan terbirit birit begitu .


"hormat gusti ratu ..."ucap tabib yang menyadarkan atau menetralkan nafas laras sari .


"tidak apa apa paman tabib , bangkitlah ."ucap laras sari seraya berjalan mendekati ranjang den prabu . Berbarengan dengan kedua abdi dan beberapa pelayan setianya menunggu didekat pintu wisma nya .


"oiya paman . Bagaimana keadaan kanda ? Apa ia baik baik saja ? Atau ada hala yg serius ? Apakah ia bisa sembuh ..."tanya laras sari bertubi tubi dengan wajah yg sangat sangat khawatir .


"gusti ratu tidak usah khawatir . Gusti prabu sudah biasa seperti ini jika lelah ."ucap tabib yang diam diam tersenyum lalu menormalkannya kembali . Sedangkan laras sari menyimak dengan patuh seperti sedang diterangkan gurunya .


'hehe , sekalian pendekatan juga gusti . Mungkin hubungan kedua gusti akan lebih baik lagi hoho ' tawa jahat didalam hati sang tabib ๐Ÿ˜ˆ.


"ah...baiklah paman . Aku akan merawatnya dengan baik ."jawab laras sari yg lalu memerintahkan abdinya untuk membawa sisa laporan tentang keuangan kerajaan agar diselesaikan sambil merawat kanda nya .


"jikalau begitu hamba pamit undur diri gusti ..."pamit tabib tersebut dibarengi oleh abdinya yg mengambil beberapa gulungan seperti surat serta alat pena .


Setelah ruangan itu bebar benar tidak ada orang selain mereka berdua . Laras sari mencoba meraih kening den prabu dengan tangan kanannya itu . Saat benar benar mendarat tepat di kening tersebut , ia merasakan tangannya seperti di bakar . Sangat panas . Ia pun langsung sigap mengambil wadah berisi air yg tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin . Lalu ia meletakkannya diatas nakas di sebalah lampu tidur itu dan mengambil sebuah kain handuk berwarna biru muda dengan sebuah sulaman yg indah didalam lemari besar . Tiba tiba ingatan asing langsung masuk di benaknya


Flashback on


'raden , ini saputangan untuk mu ...' ucap laras sari berumur sekisar 7 tahun . Lalu den prabu sekisar 8 tahunan yg terduduk di dekat danau kerajaan banten kala itu .


' untuk ku nimas ?'tanya raden arya mandali yg melihat mata laras sari . Terlihat sekali bahwa laras sari ingin ia menerima nya , sampai mata indah dan wajah manis laras sari mampu mendorongnya untuk menerima uluran tangan itu .


' terimalah , ini aku yang buatkan untukmu raden .'ucap laras sari yang begitu bangga dengan hasil sulamannya itu . Lalu dengan gemasnya raden arya mandali mencubit hidung yg mungil itu membuat laras sari sedikit cemberut .

__ADS_1


' tentu . Aku percaya jika ini buatanmu nimas' ucap raden arya mandali yg tiba tiba membuat senyum cerah laras sari mengembang . Padahal ia tahu jika hanya sulaman yg dibuat oleh laras sari bukan sepenuhnya . Namun ia tetap bersyukur jika buatan pertama laras sari diberikan untuknya . Sedangkan raden anggara terlihat begitu sangat kesal dengan kehangatan mereka berdua ...


Duh den yang sabar ya , ternyata takdirmu sudah berlaku di masa kecil wkwkwk๐Ÿ˜


Flashback off ...


Laras sari pun terbawa suasana . Ia tersenyum memandangi wajah den prabu setelah meletakkan kain handuk atau yg kita kenal sebagai sapu tangan itu di kening yg panas tersebut . Sehingga tidak sadar ketika abdinyanya datang dan meletakkan beberapa gulungan tersebut diatas meja kerjanya den prabu .


"em..gusti ratu perintahmu sudah hamba laksanakan "ucap roro yang langsung di pelototi oleh rini dan pelayan setia yg lainnya . Laras sari pun langsung tersenyum canggung dan menggerakkan bola matanya kearah lain serta berdehem pelan .


"ah baiklah . Te..terima kasih . Kalian boleh menungguku di luar saja ."ucap laras sari yang segera memeriksa sapu tangan yg sudah kering oleh demamnya den prabu lalu mencelupkan kain itu dan memerasnya serta meletakkan kembali di kening tersebut . Sedangkan abdinya memilih untuk menyeret roro dengan sumpah serapah mereka didalam hati .


"ck , kau ini ... Jangan mengganggu gusti ratu sedang mulai memiliki rasa itu kembali ."kesal rini dengan disusul anggukan 4 pelayan setia yg selalu mendampingi mereka dalam mengurus semua keperluan laras sari . Wajah mereka semua juga sangat kesal kepada roro ini .


"hehe maaf kan aku yaa , sungguh tidak sengaja"tawa kecil roro yg membuat rini jengah sedangkan 4 pelayan itu langsung mengulum senyum dengan tindak laku ceroboh si roro .๐Ÿ˜


Bersambung....


####


To be continued โ˜บ๏ธ


By the way any busway , gimana guys epsnya ?? Klik coment yaw๐Ÿ˜Š


Beri like , vote , and dukungan lainnya๐ŸŽ


Thank you yang udah baca ๐Ÿ“”


Salam hangat dari author gaje ini


Emmuach ๐Ÿ˜˜


Wassalamu'alaikum

__ADS_1


__ADS_2