Putri Keturunan Kerajaan Banten

Putri Keturunan Kerajaan Banten
EPS.019 keanehan sikap dingin Laras sari


__ADS_3

sudah genap seminggu saat kepergian Raden Arya mandali . Laras sari sudah tak mementingkan masalah hati . ia sudah terbiasa namun kali ini sikapnya nampak lebih pendiam dari sebelumnya .


sekarang ia sedang bersama dengan yunda Ambar sari di taman istana bersama dengan para pelayan lainnya . keduanya selalu dipuji puji hal yg sama , sang empunya hanya tersenyum oleh pujian tersebut .


"Rayi "ucap yunda Ambar sari .


"em iya yunda , ada apa ?"tanya Laras sari yg beralih menatap kearah yunda Ambar sari .


"kenapa belakangan ini kau tampak terdiam saja ? ada apa Rayi ?"ucap yunda Ambar sari


"biasa saja yunda ."jawab Laras sari .


"oiya kau harus berkata jujur , Rayi . apakah kau mencintai Raden Arya mandali ?"bisik yunda Ambar sari seketika Laras sari terdiam sepi dan menatap kosong .


"em..iy..eh ti..dak yunda . aku hanya menganggapnya teman hehe."ucap Laras sari dengan terkekeh kecil pura pura . yunda Ambar sari hanya manggut-manggut saja . padahal ia sudah tau apa jawabannya .


"apakah kau ada masalah dengan Raden ? kenapa waktu itu kau tidak mengantar Raden sampai gerbang istana . ada apa dengan kalian ?"tanya yunda Ambar sari yg to the point .


"em ... kan sudah ku bilang yunda . aku sedang sakit . hanya itu saja ."kilah Laras sari . yunda Ambar sari menatap sang adik dengan lamat Lamat . terdapat kesedihan bercampur kepura puraan .


"tapi menurut yunda kau bukan sakit biasa Rayi . tapi sakit hati ..."ucap yunda Ambar sari bagaikan bom .


jeddarr ...


"ti...tidak yunda . aku sedang ..aku tidak sakit hati sungguh ."ucap Laras sari dengan gugup .


"kl begitu aku pamit ke kamar dulu yunda . assalamualaikum"ucap Laras sari yg tergesa gesa ke kamarnya . ia meninggalkan yunda Ambar sari yg sedang tersenyum simpul .


"sampai kapan kau seperti itu Rayi . hanya kesalah fahaman kau seperti itu . aku akan menunggumu mengatakan jujur Rayi ."ucap yunda Ambar sari yang terkekeh geli melihat rayinya .


flashback on ...


sejak keluar dari kamar rayinya , yunda Ambar sari tampak kacau . dan akhirnya ia menabrak ratu Puspa Ningsih yg berada di depannya . kemudian yunda meminta maaf . namun...


"nimas Ambar sari , bolehkah kau menemaniku ke kamarku ."ucap ratu Puspa Ningsih . kemudian yunda Ambar sari mengikuti sampai ke kamar .


"em..ada apa bibi ratu ?"tanya yunda Ambar sari yg sudah duduk di sofa dan disediakan minum oleh ratu Puspa Ningsih .


"tadi nimas sedang apa ? kenapa bisa menabrak ku ?"tanya ratu Puspa Ningsih . yunda Ambar sari hanya terdiam .


"katakan yang sejujurnya nimas , kau bisa berbagi cerita kepadaku . jangan kau pendam sendiri ."sambung ratu Puspa Ningsih dengan menggenggam lengan yunda Ambar sari .

__ADS_1


"baiklah bibi . aku memang sedang memikirkan sesuatu dan menerka nerka ."ucap yunda Ambar sari yg mengakuinya .


"apakah tentang ?"ucap ratu Puspa Ningsih menggantung.


"iya bibi . ini tentang mereka berdua yaitu Rayi Laras sari dan Raden Arya mandali ."timpal yunda Ambar sari .


"oh tentang mereka . aku juga sudah tau nimas . kau tahu kemarin malam . ayahanda nimas bilang ingin menjodohkan mu dengan putraku . dan sejak itulah tingkah nimas Laras sari sedikit berbeda . coba kau pikirkan lagi nimas ?"ucap ratu Puspa Ningsih .


iya yah , Rayi nampak berbeda . buktinya ia tadi tak mengantar Raden . lalu entah mengapa , ia bilang bagus . ah iya atau jangan-jangan ... bathin yunda Ambar sari .


"sebenarnya ada apa dengan mereka bibi . aku pusing dan bingung sekali ."frustasi yunda Ambar sari yg memegang pelipisnya.


"baiklah . aku mengira dan menduga . sejak kemarin malam , sebenarnya nimas Laras sari sudah berada di depan pintu ."ucap ratu pupsa Ningsih .


"apa !? aku tidak tau bibi ."ucap yunda Ambar sari .


"iya . nimas Laras sari sudah sampai di depan pintu sejak ayahanda mu mengucapkan hal yg sepertinya membuatnya salah faham tentang mu dan putraku nimas . apakah kau sudah tau tentang rayimu yg mencintai putraku ?"jelas ratu Puspa Ningsih yg sejenak meminum teh hangatnya .


"sudah bibi . namun Rayi tak berkata jujur jika di tanyakan ."sahut yunda Ambar sari .


"rayimu memang mencintai putraku . mereka berdua saling mencintai nimas . namun sejak ayahanda mu berkata seperti itu , ia mengurungkan niatnya . oiya sebelum nya , rayimu ingin mengutarakan isi hatinya dan putraku ingin melamarnya . maaf jika aku lancang mengintip dan mendengarkan nimas Laras sari yg menangis di lorong Istana menuju kamarnya."ucap Puspa Ningsih yg menerawang kejadian kemarin malam.


"sebab rayimu merasa dibohongi dan dipermainkan oleh putraku . saat putra ku tersenyum mungkin disalah artikan olehnya . rayimu berpikir untuk apa mengajaknya berkata serius tapi ia menyetujui perjodohan itu ."timpal ratu Puspa Ningsih .


"baiklah bibi ratu . terimakasih sudah memberitahukan . aku akan mendesak Rayi mengatakan dengan jujur . semoga saja Raden bisa membujuknya , jadi hubungan mereka akan cepat membaik . bibi , aku mohon kepadamu jangan beritahu semua orang hanya kita berdua saja yg tahu . nanti masalah akan tambah besar ."ucap yunda Ambar sari . yg disetujui oleh ratu Puspa Ningsih .


"kl begitu aku pamit Bibi ratu . assalamualaikum ."pamit yunda Ambar sari .


"waalaikumsalam nimas . jangan terlalu dipikirkan , biarlah mereka menyelesaikannya sendiri ."canda ratu puspa Ningsih .


"hehe iya bibi ."ucap yunda Ambar sari yg keluar dari kamar ratu Puspa Ningsih .


flashback off ...


•••••••


suara hentakan kaki kuda yg sudah memasuki gerbang istana . kuda tersebut ditunggangi oleh seorang putra mahkota dari kerajaan seloka negara . ia adalah Raden Arya mandali .


bagaimana kabar nya nimas Laras sari ? apakah ia baik baik saja ? sungguh aku tidak fokus saat mempelajari kerajaan oleh dewan istana . sangat memusingkan kepalaku ....pikir Raden Arya mandali yg mulai memasuki ruang Balairung raja .


"assalamualaikum , sampurasun ."salamnya yg memberikan hormat kepada paman prabunya .

__ADS_1


"waalaikumsalam ... rampes."kor mereka .


"bagaimana Gusti Raden , apakah ada kendala"ledek ayahandanya .


"tidak ada kendala ayahanda , tapi kepalaku hampir pecah ."ucap Raden Arya mandali .


"hahaha ."tawa semuanya serempak .


"baiklah baiklah . Gusti Raden lebih baik istirahat kan raganya dulu ."ucap ayahanda .


"betul putraku , kau harus istirahat . jangan memikirkan terlalu banyak hal . nanti jika sudah segar baru mengungkapkan isi hatimu ."ceplos ibundanya . namun tak ada yg curiga tapi hanya berpikir saja .


"baik ibunda ."sahut Raden Arya mandali . ia langsung menuju kamarnya . selama di lorong Istana , entah ada angin apa ia berpapasan dengan Laras sari yg ingin pergi ke dapur istana .


"nimas ..."sapa Raden Arya mandali yg tersenyum kearah Laras sari .


"hm .."dehem Laras sari yg menundukkan kepalanya . CK , hanya deheman permirswah haha 😂


"kau mau kemana nimas? aku akan ..."ucap Raden Arya mandali yg terpotong oleh ucapan Laras sari .


"aku ingin ke dapur istana , tidak perlu kau antar Raden ."ucap Laras sari ketus n dingin kayak lemari es . ia pun langsung bergegas kearah dapur .


ada apa denganmu nimas ?...pikir Raden Arya mandali yg menggaruk kepalanya yg tak gatal sama sekali . lalu mengangkat kedua tangannya dan berpikir positif . ia pun melanjutkan berjalan kearah kamarnya untuk istirahat . sungguh pengen dipijat tapi oleh siapa ? nimas Laras sari ? kan belum halal wkwkwk .


bersambung ...


•••••••


bagaimana kelanjutannya ya ? apakah Raden Arya mandali akan terus mendekati Laras sari ? semangat Raden , Pepet terus sampai halal hehe😁


Alhamdulillah bisa up episode lagi


beri author dukungan melalui like , koment and vote . jika boleh di favorit kan ya 💟


DILARANG COPY PASTE /PLAGIARISME 🤬🤐


terimakasih yg sudah membaca dan sabar menunggu up epsnya . I love you semua ,,,see you ...


maaf kl menunggu lama ... hehe ampuni hamba readers ku yg terhormat 🌹😅🙏 sungguh author lagi sibuk sibuknya , maklum lah ya .


selamat membaca ya ...

__ADS_1


__ADS_2