
"nimas , aku mohon kepadamu . cobalah berpikir jernih atas keputusan mu . aku melihat kau mengatakan tidak di matamu . aku mohon sekali lagi kamu berkata jujur dari hati ."
"sungguh aku bisa bersumpah demi Allah dan rasul-nya . bahwa aku sudah shalat istikharah dan di dalam mimpiku hanya ada dirimu saja . sumpah seorang raja tidak akan main main nimas . apa yg harus aku lakukan untuk kau terima cintaku yg jelas jelas sangat tulus ?"
"nimas , aku akan melakukan apa saja jika kamu menolakku lagi . kuberi waktu 1 hari untuk memikirkan tujuan ku dan besok kau yg akan menyampaikannya dengan jujur . "
ucapan Raden Arya mandali terus memutar mutar di benak Laras sari , sebenarnya ia juga penasaran dengan perjodohan itu .
"aku harus gimana ? oh iya sebaiknya aku tanyakan ke bibi ratu saja ."ucap Laras sari yg kembali ke dalam kamarnya untuk mandi dan bersiap shalat magrib .
setelah mandi , ia segera wudhu dan memakai mukena . menunggu waktu magrib . memperkirakan waktunya sedikit susah , sebab masih memakai matahari untuk menghitung nya . gak kayak jaman sekarang yg serba mudah . hanya melihat jam dan menunggu adzan nya saja .
waktu terus berputar sampai kini Laras sari sudah melaksanakan shalat isya . ia pun segera melipat alat sholat my dan diletakkan di tempat seperti biasanya . sejenak merapikan rambutnya yg tadi di gulung .
setelah itu , ia berjalan ke arah kamar bibi ratu Puspa Ningsih . sesampainya di depan pintu kamar beliau ....
"assalamualaikum bibi ratu ."salam Laras sari . sedangkan prajurit penjaga , mereka berdua hanya tersenyum dan mempersilahkan Laras sari masuk .
"waalaikumsalam , nimas . masuklah sini ."sahut bibi ratu seraya meletakkan mukena nya di dekat peti nya .
"silahkan duduk nimas "ajak bibi ratu dengan menuangkan teh di gelas untuk mereka berdua .
"bibi , bolehkah aku bertanya sesuatu ?"tanya Laras sari . bibi ratu seperti mengerti alur pertanyaan darinya .
"silahkan saja nimas , insyaallah bibi tahu ."ucap bibi ratu .
"eum ... maaf bibi . apakah Raden Arya mandali sudah memiliki . em apa ya ? maksudku seperti sudah di jodohkan atau tidak bibi ."ucap Laras sari .
"oh , belum nimas . putraku hanya mencintai seseorang saja ."senyum bibi ratu yg memegang tangan Laras sari . lalu menatap teduh kearah calon mantu hihi .
"tidak di jodohkan , tapi kenapa ayahanda . ups"ceplos Laras sari yg langsung menutup mulutnya dengan tangan kirinya .
"nimas . jadi kau kira , putraku sudah dijodohkan oleh yundamu . tidak nimas , putraku tidak mau . ia hanya mau menjadikan seseorang yg ia cintai menjadi permaisuri nya ."ucap bibi ratu . seketika Laras sari muncul rasa bersalah .
"jadi .... jadi ayahanda tidak menjodohkan Raden dengan yunda . astaghfirullah bibi , aku merasa bersalah ."sesal Laras sari .
"iya . selama ini , nimas salah faham ."ucap bibi ratu .
__ADS_1
"maaf nimas , bolehkah bibi bertanya . apakah nimas mencintai putraku ?"tanya bibi ratu .
"iya bibi . aku sangat mencintainya . namun sepertinya akulah yg membuatnya sakit hati dan aku juga tak yakin Raden masih memiliki rasa kepadaku lagi ."ucap Laras sari yg menatap sendu kearah lawan bicaranya itu .
"nimas , tidak . putraku masih mencintaimu . apa buktinya jika ia tak mencintaimu ? oiya bukankah kau diberi kesempatan untuk menjawab besok . mohon maaf nimas , tadi bibi mendengar nya ."ucap bibi ratu panjang lebar
"bagaimana bibi tahu ?"tanya Laras sari .
"iya , bibi tak sengaja lewat sana ingin mencari udara segar sebentar . bagaimana jawaban dan keputusan mu nimas ?."ucap bibi ratu .
"aku akan meminta maaf kepadanya bibi dan aku akan mengatakan iya ."ucap Laras sari tersenyum cerah .
"Alhamdulillah . akhirnya kamu bisa memutuskan nya nimas , sampaikan lah besok kepadanya . bibi Sangat gembira sekali ."ucap bibi ratu .
"iya bibi . aku akan memberitahu nya ."ucap Laras sari yg tiba tiba langsung dipeluk oleh bibi ratu Puspa Ningsih .
"mohon ampun Gusti ratu dan nimas . ayahanda nimas memberi titah untuk segera menemui nya ."ucap salah satu prajurit .
"baiklah paman prajurit . aku akan segera kesana ."ucap Laras sari .
kemudian ia pamit ke Balairung raja . Laras sari segera menemui ayahanda nya . ayahandanya memerintahkan untuk mendata sesuatu , besok sudah harus di laporkan ke dewan istana .
keesokkan harinya ...
Laras sari belum membereskan tugasnya , sebab sangat banyak untuk mendata. kini ia baru bisa mandi dan melaksanakan shalat Dhuha . sangat melelahkan sekali mengerjakan soal rakyat .
setelah urusan ibadah sudah selesai , ia pun segera sarapan ke dapur istana . lalu sarapan di kamarnya dengan perlahan lahan . dan sejenak istirahat barulah mengerjakan lagi .
sementara diruang Balairung raja ....
terdapat ayahanda Malik , ibunda purnama sari , yunda Ambar sari , prabu Panji dan ratu Puspa Ningsih bersama para prajurit yg berjaga dan dewan istana .
"Dinda , putri kita sudah waktunya menikah . apakah kita akan menjodohkan mereka saja ."ucap ayahanda Malik .
"kakanda itu memang betul . sebaiknya kita biarkan putri kita memilih pasangan nya masing masing ."ucap ibunda Puspa Ningsih .
"betul ucapan nimas ratu . Rayi prabu , seharusnya memang seperti itu agar tak menciptakan suatu masalah baru ."ucap prabu Panji .
__ADS_1
"mohon maaf ayahanda , aku belum terpikir seperti itu . sebaiknya Rayi Laras sari yg segera menikah . aku dan bibi ratu sudah mengetahui siapa yg ia cintai .yaitu Raden Arya mandali . ia juga sangat mencintai Rayi Laras sari."ucap yunda Ambar sari .
"iya kakanda , itu sangat bagus . putriku dan Raden jika menikah kita akan semakin erat silahturahmi di keluarga kita ."ucap ibunda Puspa Ningsih .
"betul . putraku ingin segara menyampaikan maksud kepada Rayi prabu ."ucap prabu Panji .
"baiklah , kita tunggu Nanda prabu melamar putriku .haha "ucap sang prabu dengan tawanya . semuanya pun ikut tertawa gembira .
kembali lagi dengan Laras sari ....
"Alhamdulillah , akhirnya sudah selesai . tinggal memberikan ini ke dewan istana nanti"ucap lega Laras sari sambil meregangkan otot dan sendinya .
Laras sari memilih untuk menemui ayahanda untuk membahas tugasnya itu . lagi pula ia juga ingin menghirup udara segar . saat ia berjalan sudah jauh dari kamarnya , suasana nya sangat sepi . namun dikejauhan , terlihat Raden Arya mandali berjalan kearah nya .
"nimas "panggil Raden Arya mandali .
kenapa Raden kesini saat waktu yg tidak tepat ? kan tugasku belum di evaluasi sama ayahanda . ck, kayak mengerjakan skripsi saja ...gumam Laras sari seraya menghentikan langkahnya .
"nimas , aku ingin bicara dengan mu ?"ucap Raden Arya mandali nampak serius sekali .
"Raden aku mohon maaf . jika kau ingin membicarakan hal lainnya , aku tidak bisa . jika penting aku akan bisa ."ucap Laras sari
koq firasat ku buruk ya , tiba tiba sekali aku tak nyaman dengan Raden ...ucap Laras sari dalam hati .
"aku hanya ingin kau mengatakan keputusan kemarin nimas ."ucap Raden Arya mandali yg sedikit berbeda . itu membuat Laras sari bergidik ngeri dan sedikit menjauh .
bersambung ....
•••••
wahh nanti apa yg akan terjadi ya ? apa yg akan dilakukan oleh Raden Arya mandali di tengah sepi begitu . 😨
Alhamdulillah bisa up episode lagi
beri author dukungan melalui like , koment and vote . jika boleh di favorit kan ya 💟
DILARANG COPY PASTE /PLAGIARISME 🤬🤐
__ADS_1
terimakasih yg sudah membaca dan sabar menunggu up epsnya . I love you semua ,,,see you