
"nimas , aku ingin bicara dengan mu ?"ucap Raden Arya mandali nampak serius sekali .
"Raden aku mohon maaf . jika kau ingin membicarakan hal lainnya , aku tidak bisa . jika penting aku akan bisa ."ucap Laras sari
koq firasat ku buruk ya , tiba tiba sekali aku tak nyaman dengan Raden ...ucap Laras sari dalam hati .
"aku hanya ingin kau mengatakan keputusan kemarin nimas ."ucap Raden Arya mandali yg sedikit berbeda . itu membuat Laras sari bergidik ngeri dan sedikit menjauh .
"eum... Raden , aku masih mengemban tugas dari ayahanda . nanti saja , aku akan memberitahukan setelah selesai ."ucap Laras sari mendadak takut dengan aura lawan bicaranya berbeda .
kemudian Raden Arya mandali sepertinya sudah gelap mata , ia mendekat terus kearah Laras sari . itu membuat Laras sari menelan salivanya kasar .
"Ra ..Raden . a..ap..apa yg mau...kau lakukan?"gugup Laras sari . namun Raden Arya mandali tak mendengar apa yg dikatakan oleh Laras sari .
jarak pun sudah hampir terkikis dan Laras sari semakin panik . Laras sari pun mengambil langkah seribu , tetapi usahanya gagal . Raden Arya mandali langsung menarik tangan nya dan Laras sari sudah sangat terpojok di tiang lorong Istana .
"Raden , apa yg hendak kau lakukan ?"tanya Laras sari dengan gemetar sebab tangan Raden Arya mandali sudah di tiang tersebut dengan terus memandangi wajah Laras sari dengan intens . pandangannya berhenti di bibir yg bewarna alami tersebut .
"Raden , apa yg akan.."ucap Laras sari terhenti dengan mendarat nya sesuatu di bibirnya itu , seketika ia terkejut dengan apa yg terjadi .
kemudian Laras sari meneteskan air matanya dan berontak dari pelukan tersebut . dengan lengan nya yg memukul keras dada bidang dan tangisnya semakin terisak . itupun membuat Raden Arya mandali kembali tersadar .
"astaghfirullahalazim . apa yg aku lakukan , ini salah ..."pikirnya yg kemudian langsung menjaga jarak dengan Laras sari . sedangkan Laras sari sudah menangis tersedu sedu . menatap sedih kearah Raden Arya mandali .
"nimas .."lirih Raden Arya mandali yg merasa bersalah atas kekhilafan dan gelap matanya .
"kamu jahat Raden !! hiks ...hiks.. jahat!! ...aku kecewa padamu !!...hiks.hiks.."tangis Laras sari yg menggema di lorong tersebut .
"maafkan aku nimas , aku khilaf . maafkan aku ."ucap Raden Arya mandali yg mencoba mendekat kearah Laras sari namun...
__ADS_1
"hiks... hiks.. jangan dekati aku . hiks ..hiks..aku ..aku membencimu Raden !!"teriak Laras sari dengan segala kekecewaan yg ia alami .
bagaikan petir yg menyambar nyambar . ucapannya Laras sari tentu sangat menusuk hingga kejantung . rasa bersalah pun menyelimuti Raden Arya mandali .
"ayahanda ..."lirih Laras sari yg seketika mengingat ayahanda nya .
"huwaa π ayahanda ...hiks..hiks"tangis Laras sari seraya lari kearah Balairung raja . itupun diikuti oleh Raden Arya mandali dibelakangnya .
"nimas "panggil Raden Arya mandali yg sudah beberapa kali namun itupun tak di hiraukan oleh Laras sari . semuanya menatap mereka berdua bingung dan heran .
diruang Balairung raja ...
semuanya sedang membahas sesuatu sampai ada suara terkekeh kecil . namun kedatangan Laras sari dengan tangisannya dan yg segera bersujud di kaki ayahanda nya , membuat seisi ruangan terkejut bukan kepalang .
"ayahanda hiks...hiks..aku mohon ampunan mu .."tangis Laras sari yg sudah terisak kembali .
"ada apa putriku ? kenapa kau menangis ."tanya ayahanda prabu Malik . ibunda purnama sari langsung menarik putrinya dalam pelukannya
"iya ada apa Rayi ..."tanya yunda Ambar sari .
Laras sari hanya terdiam saat semuanya menanyakan perihal ia menangis seperti ini . para dewan istana pun hanya terdiam juga . tak lama kemudian datanglah Raden Arya mandali . bibi ratu Puspa Ningsih beralih melihat kearah putranya itu . namun yg ditatap langsung menunduk tanda bersalah .
" putraku , ada apa ini ?"tanya bibi ratu Puspa Ningsih sedikit menaikkan suaranya satu oktaf . namun nihil tak ada jawaban .
"apa yg kau lakukan ?"tanya bibi ratu kembali dengan tatapan marah .
"ibunda ... aku , aku mencium nimas Laras sari ."lirih Raden Arya mandali . kemudian semua sontak menatap nya .
plakkkk
__ADS_1
bunyi tamparan dari ibundanya , menggema di ruangan tersebut. tamparan itu mendarat di pipi nya yg mengakibatkan disudut bibirnya keluar darah .
"kenapa kau melakukan itu putraku !! . itu termasuk zina ."teriak bibi ratu Puspa Ningsih yg sudah diselimuti dengan amarahnya .
"ibunda , aku juga lelah mendengar penolakan nya terhadap ku . lalu aku tak tahu , dan sungguh aku khilaf bunda ."ucap Raden Arya mandali yg memegang lukanya dan menunduk takut dengan amarah ibunda nya .
"apa alasan mu ? nimas sudah bilang kepadaku untuk mengatakan iya kemarin malam . semuanya sudah terbongkar putraku tentang kesalahpahaman itu ."ucap bibi ratu Puspa Ningsih yg tak henti redah amarahnya . seketika Raden Arya mandali tersentak atas ucapan Ibunda nya .
sedangkan Laras sari masih dengan tangisannya dan di peluk oleh bundanya . yunda Ambar sari pun tampak sedih dengan apa yg dilakukan oleh Raden Arya mandali sangatlah melukai hati nya juga .
hari sudah semakin siang . suasana ruangan pun sunyi dan tegang , tangisan Laras sari pun sudah redah . sedangkan Raden Arya mandali terus berdiri sejak tadi .
"aku memutuskan untuk segera menikahi putriku dengan Raden Arya mandali , agar tak jadi fitnah ."ucap ayahanda prabu Malik yg sudah memutuskan dan disaksikan oleh para dewan istana . semuanya setuju , sedangkan Laras sari berdiri dan menjauh dari sang bunda .
"apa maksud ayahanda ?"ucap Laras sari yg menatap Sang ayah .
bersambung ....
β’β’β’β’β’
cukup sampai situ aja ya guys , argh author terpaksa membuatnya seperti ini hehe π
Alhamdulillah bisa up episode lagi
beri author dukungan melalui like , koment and vote . jika boleh di favorit kan ya π
DILARANG COPY PASTE /PLAGIARISME π€¬π€
terimakasih yg sudah membaca dan sabar menunggu up epsnya . I love you semua ,,,see you
__ADS_1