
assalamualaikum guys ...
yuk kita merapat dan cekidot bacaπ€
budidayakan like terlebih dahulu β£οΈ
Selamat membaca semuanya πβΊοΈ
π₯π₯π₯
"Masya Allah , terimakasih ya Allah ternyata menantuku sudah menerima putraku dan mungkin kembali merasakan cinta ." bathin ratu Puspa Ningsih yang akan memberi izin Laras sari untuk memeriksa keadaan putranya . namun saat memberi izin , tiba tiba seorang prajurit tergesa gesa menghampiri mereka .
"Gusti ratu mohon ampun , rakyat ingin menemui Gusti untuk memberi keadilan . bolehkah mereka masuk sebab sudah sangat mendesak sekali Gusti ..."ucap salah satu prajurit yang sudah berada di depan ruang Balairung raja .
Ke khawatiran Laras sari terhadap den prabu seketika hilang entah lenyap atau malah kewajiban mementingkan orang lain dulu .
"bawa mereka masuk paman"pinta Laras sari .
"baik Gusti ratu ."jawab si prajurit itu yang sudah menghilang di balik tembok .
Tak lama mereka datang dengan suara gaduh dan tangisan . Semuanya menjadi penasaran dengan apa yang terjadi . Terlihatlah 2 orang laki laki dan 4 perempuan yang salah satu dari mereka ada yang menggendong bayi dan menangis . mereka memberi hormat kepada semua nya dengan terduduk di lantai ruang Balairung raja .
"hormat kami Gusti ratu ..."kor mereka (rakyat).
"bangunlah bibi , paman ."ucap Laras sari yang menyuruh berdiri namun satu orang wanita yang mungkin setara dengan bibi Senopati di istananya masih terduduk dan menangis . kemudian Laras sari berdiri dan menghampiri nya .
"ada apa bibi ? bangunlah ."ucap Laras sari yang menuntun seorang wanita itu untuk berdiri . entah mengapa perhatiannya Laras sari terpusat padanya . Wanita itu berdiri dan menunduk tidak berani menatap Laras sari .
" sebenarnya ada apa ini ? kenapa paman dan bibi semua meminta kerajaan untuk berbuat keadilan "tanya Laras sari dengan ketegasannya sambil menatap satu persatu dari rakyatnya .
"ampun Gusti , warga hamba mendapat masalah . kami semuanya bingung untuk memilih siapa yang benar , siapa yang salah . seorang ibu mengakui bayi yang di gendong oleh nyisanak ini anaknya . nyisanak ini dan warga hamba berselisih atau saling mengakui bayi nya ."jelas seorang laki laki yang disebut kepala desa nya . Laras sari mencoba mencerna semua sedang kan yang lainnya menukar pandangan seraya manggut manggut tanda mengerti .
"em...bibi berdua . siapa ibu dari bayi ini ??"tanya Laras sari memastikan .
"ini bayiku Gusti ratu ."ucap bibi B .
"tidak itu memang bayiku Gusti ratu hiks hiks . kembalikan bayiku nyisanak hiks hiks hiks "tangis nya pecah (bibi inisial A) saat Laras sari menanyakan lagi siapa pemilik atau ibu dari bayi tersebut .
__ADS_1
Semuanya bingung dan tidak bisa memutuskan apa . sedangkan Laras sari menelisik jauh arti tatapan diantara bibi A dan bibi B setelah menjawab pertanyaan nya . Sedikit ada keganjalan diantara kedua bibi tersebut . Namun bibi B tatapannya berisi sebuah sesuatu yang sulit diartikan dan bibi A memancarkan ketulusan atau kejujurannya . kemudian Laras sari meminta bayi itu untuk berada di dekapannya terlebih dahulu .
"mohon maaf bibi , bolehkan aku menggendong bayinya ..."tanya Laras sari .
"tentu saja .."singkat bibi B tersebut .
Laras sari menerima uluran tangan yang memberinya bayi mungil tersebut . Setelah berada di gendongannya , bayi tersebut tersenyum lucu menatapnya membuat Laras sari takjub dengan wajah indah dari bayi tersebut .
"kecil , kamu lucu sekali ."gemash Laras sari dengan menciumi pipi tembem bayi yang sudah diketahui berjenis perempuan . semuanya tersenyum melihat nya . Kemudian Laras sari memposisikan bayi tersebut bagaikan menimang untuk meniduri .
"siapakah ibumu ? kami semua bingung . setidaknya bisakah menunjukkannya padaku ."ucap Laras sari yang berjalan dan menunjukkan wajah kedua bibi bibi yang mengakui ibunya . Setelah itu , ia menunjukkan tangan berjumlah 2 βοΈ didepan bayi tersebut .
"pilihlah yang mana kecil ?"bisik Laras sari . bayi itu tersenyum girang dan memainkan jari telunjuk Laras sari dengan sangat lama .
oh ada yang berani membohongi ku ... bathin Laras sari .
"Sekarang , aku mohon bibi dan nyisanak ini . siapakah diantara kalian berdua yang sudah mengandung dan melahirkan bayi ini . tolong katakan dengan jujur ."ucap Laras sari yang tersenyum namun memperlihatkan tanda ketegasan .
"hamba Gusti ratu."kor mereka berdua yang membuat Laras sari jengkel bin gedek ππ. Laras sari tersenyum miring dan melangkah menghampiri prajurit penjaga yang memegang senjata tajam seperti pedang .
"gu...Gusti ratu he..hendak melakukan apa ?"tanya gugup sang prajurit yang melihat Laras sari menarik pedang dari sarungnya .
"cepat siapa ibundanya ?? jawab pertanyaan ku bibi ?"tegas Laras sari yang bermuka tidak bersahabat dengan bibi B .
"bayiku Gusti ."kor mereka .
"oh baiklah . aku akan akan membaginya dua ."ucap Laras sari yang mendekatkan pedang yang ia genggam kearah bayi itu dengan disengaja perlahan menunggu reaksi mereka . yang lainnya sudah berubah panik dan terkejut .
"jangaaaan hiks hiks , Gusti ratu hamba mohon hiks hiks hiks . jangan celakai bayiku hiks hiks hiks ππ."tangis bibi A yang bernama Rani sudah histeris dengan apa yang dilakukan oleh Laras sari seraya terduduk lemas di lantai . sedangkan bibi B yang notabene nya adalah siluman ular tersenyum senang . untuk apa susah susah jika akan dibunuh , pikirnya . Laras sari tersemyum dan menghentikan aksinya .
"bangunlah bibi , bangunlah ."
"jangan menangis lagi bibi , ini bayimu . gendong lah dan dekaplah ia ."ucap Laras sari yang memberikan dan membantu Rani untuk terbangun . semuanya nampak bingung dan menatap Laras sari untuk meminta kejelasan .
"seorang ibu tidak akan bisa tega dan membiarkan bayinya mati ataupun dalam bahaya . seorang ibu rela banting tulang sana sini menafkahi keluarganya untuk bisa menghidupkan anak anaknya . tidak ada seorang ibu yang tersenyum sumringah saat anaknya mau disembelih . bukan begitu wahai siluman tidak tau malu ??" ucap Laras sari yang sudah didepan siluman ular itu .
"heh ! rupaya kau tahu siapa aku . Gusti ratu Laras sari yang terhormat ."ucap siluman ular itu yang sudah berubah dan menampilkan taringnya . semuanya terperangah dengan wujud asli siluman yang menyamar itu .
__ADS_1
"tatapan mu membunuh dan bringas mau ku congkel matamu itu wahai siluman kurang taktik ."sindir Laras sari .
"hah ! kurang ajar kau b*d*b*h"ucap siluman itu kesal . kemudian tiba tiba menyerang Laras sari namun sayang ia lebih tau dan membaca gerakan siluman ular itu . terjadilah pertarungan antara Laras sari dan siluman itu .
"Senopati , prajurit lindungi ratu kalian ."perintah ayah prabu . namun , siluman ular itu berhasil di totok aliran darah nya oleh Laras sari . klak , bunyi tulang dan jari telunjuk Laras sari beradu .
"ampuun ampuni aku ."sesal siluman ular itu .
"baiklah . kau pergi jauh jauh dari kerajaan ini dan jangan mengganggu rakyatku . jika kau membantah perintah ku akan ku adili kau lebih berat daripada ini . apakah kau berjanji "ucap Laras sari yang tersenyum menatap siluman ular itu .
"b..baik . aku akan pergi lepaskan aku dulu . aku berjanji tidak akan ke sini lagi ."melas siluman ular itu . klak , terbukalah totokan itu dari nya . dan wushh hilang dari pandangan semuanya .
"Alhamdulillah" kor semuanya .
"terimakasih Gusti ratu ."ucap rakyat yang meminta keadilan tersebut .
"sama sama . ini kewajiban ku untuk selalu menjaga dan melindungi rakyatku juga ." ucap Laras sari .
"kl begitu kami pamit Gusti , sampurasun "kor mereka .
"rampes "kor semua yang berada di dalam ruangan Balairung raja .
Kembalilah suasana cair seperti tadi . sungguh sangat membanggakan sekali Gusti ratu mereka itu yang telah menyelesaikan masalah di kerajaan seloka negara dengan baik . pujian pujian dari lainnya terlontarkan kepada Laras sari .
bersambung ....
π₯π₯π₯
lumayan banyak nih guys , insyaallah bisa update lagi ya . oiya boleh juga mampir ke cinta mas Zai untuk Rara dan juga aku mencintaimu ustadzku ππ
gimana nih episode kali ini ??
maaf jika tidak sesuai atau gak seru
terimakasih yang sudah membaca & memberi dukungan serta setia menunggu heheπ
DILARANG COPY PASTE/PLAGIARISME π£
__ADS_1
I LOVE YOU for all ππ½
π«wait for the next episodeπ«