
Kejar-kejaran antara dua mobil pun kembali terjadi dan tak dapat dihindari. Keduanya melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi menuju entah ke mana. Kenyataan mereka belum melepas keduanya membuat Je malah tersenyum senang. "Woohoo! Akhirnya aku bisa beraksi lagi!" teriak Je tampak girang berada di posisi sekarang.
"Kau senang kita hampir mati?" tanya Liam sambil mengerutkan dahi melihat seorang gadis yang tak memiliki rasa takut sama sekali. Deru napas pria itu bahkan masih terengah-engah karena pertarungan panjangnya. Sekarang malah kembali dibuat senam jantung dengan cara Je mengemudi yang layaknya seorang profesional.
Gadis itu menyalip kendaraan-kendaraan di depan mereka dengan sangat cantik dan mulus. Jalan raya sudah seperti sebuah sirkuit baginya. Sementara itu, Liam hanya bisa berpegangan dengan kuat sambil sesekali melihat ke arah mobil lawan. Dia hanya bisa berharap tak lagi mengeluarkan isi perutnya setelah kembali melihat cara Je mengemudi.
Dengan santainya Je malah menyalakan musik di mobil tersebut dan bernyanyi ria seolah nyawa mereka tidak sedang dalam bahaya. "Let's go!" ujar Je sambil melenggak lenggokan tubuh, bahkan sesekali tangan saling bertepuk tangan atau menjentikkan jari, seiring irama musik yang mengalun. "There ain't no better time. I'm taking here and now, i'm taking here and now. Let's go!"
__ADS_1
Hal tersebut sontak membuat Liam semakin geleng-geleng kepala. Suasana sungguh menegangkan, tetapi Je malah bertindak gila dengan berkaraoke ria di dalam mobilnya menyanyikan lagu Calvin Harris. Namun, sesaat kemudian gadis tersebut kembali fokus dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. "It's show time."
"Apa kau mau bunuh diri, Je?" ucap Liam dengan sedikit terkejut karena tiba-tiba saja tubuhnya terasa langsung tertiup angin saking kencangnya Je melajukan mobil, bahkan rambut gadis itu sampai berkibar meskipun berada di dalam kendaraan.
"Tentu saja tidak! Aku masih ingin bertemu dengan kesayanganku di rumah," ucap Je dengan santai membayangkan harimau serta serigala yang menyambutnya di saat pagi tiba, sungguh suatu hal yang sangat dia rindukan karena di sini kucing pun gadis itu bahkan enggan untuk memelihara.
Mereka melaju menuju sebuah jalan di atas jembatan dan sesaat kemudian Je mulai sedikit memelankan laju kendaraannya. Hal itu sontak membuat lawan mereka menyusul kecepatannya, hingga kedua mobil saling berdampingan tepat di samping dengan posisi salip menyalip.
__ADS_1
"Tapi, Bos. Itu bisa menyebabkan kecelakaan nanti." Sang anak buah berusaha memperingatkan bosnya, tetapi pria itu tampaknya sudah berada di puncak kemarahan.
"Aku tidak peduli! Tabrak mereka sekarang!" Sang anak buah hanya bisa menuruti bosnya dan dengan kecepatan setinggi itu, pria tersebut membanting setir untuk menghimpit mobil mobil yang di kendarai Je.
Sayangnya, itulah rencana sang gadis dan mereka dengan bodohnya terperangkap. Secepat kilat Je menghentikan laju kendaraan dan memutar setir dengan penuh sambil kembali memainkan persneling hingga ketika mobil lawan menabrak beton pembatas jalan, mobil yang dikendarai Je hanya berputar di tempat tepat sebelum lawan mereka menghimpit.
"Bodoh!" Gumam Je di saat melihat mobil lawannya menabrak pembatas jalan dan melayang dari jalan layang, serta berakhir hancur berkeping-keping di jalan raya di bawahnya hingga suaranya terdengar cukup memekakkan telinga dan berakhir meledak beberapa detik kemudian. Je pun kembali melanjutkan perjalanan bersama Liam meninggalkan kendaraan lainnya yang berhenti hanya untuk menyaksikan kejadian itu.
__ADS_1
Sementara itu, Liam sudah menutup mulut sejak tadi karena perutnya kembali mual sebab terombang-ambing berkat aksi driftting gadis di sampingnya, langsung memukul-mukul tubuh Je agar menghentikan laju kendaraan.
To Be Continue..