Queen Of Casino

Queen Of Casino
Bab 42: Membasmi Hama


__ADS_3

Ju Min Ten bergegas menuju rumah sakit setelah mendapatkan kabar jika rencana mereka gagal. Dia yang awalnya tengah berkumpul bersama teman-temannya kini hadir dengan wajah garang di saat Lary menghalangi jalannya untuk masuk. 


"Kenapa kamu menghalangi jalanku? Aku hanya ingin bertemu suamiku, minggir!" Min Ten berusaha menerobos, tetapi tubuh tegap pria di hadapannya terus saja menghalangi bahkan tak bergeser sedikitpun dari posisinya. 


"Maaf, dilarang ada siapa pun menjenguk Tuan, kecuali Nona Je." Suara bariton Lary terdengar begitu jelas dengan tatapan datar tanpa memedulikan emosi Min Ten. 


"Oh, jadi anak sialan itu yang menyuruhmu di sini. Tapi aku ini istrinya, bagaimana bisa melarangku untuk menemui suamiku sendiri?" bentak Min Ten di saat kesabarannya terasa menipis setelah dihalangi terus oleh Lary.


“Lebih baik, Anda segera pergi dari sini jika tak ingin berakhir di kamar mayat, Nyonya!” Suara Je dengan tegas sedikit mengancam sambil melangkah mendekati kedua orang yang berdebat di depannya membuat kedua orang itu menoleh ke arahnya. 


Akan tetapi, sepertinya Min Ten tak menyadari posisinya dan malah menantang Je. “Hei! Gadis sialan! Suamiku bahkan sudah mengusirmu dan tak menganggapmu ada. Jadi, kenapa kau menghalangi aku menemuinya?" 

__ADS_1


Sayangnya, Je bukannya takut, gadis itu malah langsung mencengkeram leher Min Ten dengan kuat sambil mendorongnya ke dinding. Ju Min Ten hanya bisa meronta-ronta di saat Je, membawanya sampai bagian belakang tubuhnya terbentur cukup keras. Gadis itu bahkan dengan mudah membuatnya terus meronta karena tubuh yang terangkat dan tak lagi menyentuh tanah. 


"Jika kau begitu setia pada suamimu. Apa kau bersedia menyusulnya ke neraka sekali?" Sorot tajam Je tampak mengerikan di saat gadis itu mendongakkan kepala demi menatap wanita di hadapannya. "Kalau iya, aku akan mengantarmu sekalian."


"Mommy," teriak Rose di kejauhan di saat melihat Je mencoba membunuh ibunya. "Apa kau gila?" Rose mencoba membantu Min Ten agar terlepas dari cekikan Je. Namun, dengan mudah gadis itu menepis hingga Rose terjerembab ke lantai.


"Jangan ikut campur!" ucap Je datar dengan sorot mengerikan melirik sinis Rose.


"Sebaiknya kau pergi sekarang atau aku akan mengirimmu ke ruang mayat!" Tanpa membuang waktu, Je melenggang masuk ke ruang tanpa memedulikan Min Ten yang terus terbatuk akibat ulahnya. 


"Gadis sialan!" gumam Min Ten dengan sorot tajam dan tangan yang terkepal kuat melihat perubahan pada diri Je saat ini setelah lama tak bertemu. Dia tak menyangka kebebasan Je malah menjadikan sesuatu yang fatal bagi rencana mereka dalam menguasai seluruh aset Su Man To. Nyatanya gadis itu kini tak mudah dihadapi bahkan terkesan lebih arogan dari ayahnya. 

__ADS_1


"Ibu, ayo kita pulang saja," ajak Rose pada sang ibu di saat melihat sendiri bagaimana kejamnya Je saat ini.


Keduanya pun memilih undur diri sebelum benar-benar berakhir di kamar mayat. Sementara itu, Je yang ada di dalam kamar melihat betapa Jenni tak beralih sedikit pun dari posisinya. "Apa Ayahmu baik-baik saja?"


Jenni hanya mengangguk kecil, lalu mengalihkan pandangannya pada Je. "Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


"Membasmi hama," ucap Je dengan sebuah seringai iblis yang tercetak jelas di wajahnya.


To Be Continue..


 

__ADS_1


 


__ADS_2