Queen Of Casino

Queen Of Casino
BAB 9 : Perundung yang Dirundung


__ADS_3

Jessi menutup mata dengan tubuh bersandar pada dinding. Hingga tak lama kemudian suara pintu ditendang cukup keras membuat gadis itu melirik untuk sejenak.


Sam Sul and the gank datang untuk menuntut balas pada gadis gemuk yang selama ini dirundungnya. "Hei, Pat Kai! Enak sekali kau, ya tidur di sini setelah memermalukanku."


"Apa yang kalian inginkan?"


"Jangan harap kami mau memaafkanmu kali ini! Beri dia pelajaran!" Sam Sul memerintahkan kepada kedua anak buahnya di belakang untuk menyiram tepung pada gadis itu seperti biasa.


Namun, hal yang tak dia duga adalah Jenni yang sekarang bukanlah gadis polos sebelumnya. Secepat kilat Jessi bangkit dari posisinya dan langsung menendang kedua pria di depannya secara bergantian hingga jatuh tersungkur.


Diambilnya tepung mereka dengan cepat dan langsung mendarat pecah di wajah Sam Sul. Pria tersebut terbatuk seketika di saat mendapatkan serangan mendadak dari gadis gemuk tadi. "Siapa yang mau kau beri pelajaran?" Jessi menjambak Sam Sul dengan kuat hingga pria tersebut mendongakkan kepala dan berbalur tepung di wajahnya.


Merasa dipermalukan pria itu mencoba untuk menendang kaki Jessi. Namun, gadis itu segera mengangkat kakinya dan menginjak kaki Sam Sul dengan kuat. "Kau mau mencoba bermain-main denganku, hah?"


"A–a–awh!" Tubuh gemuk ternyata ada untungnya juga. Meskipun Jessi hanya sedikit menekan kakinya, tetapi sudah berhasil membuat pria tersebut meringis kesakitan. "Ampun ampun!"


Jessi mengangkat kaki dan melepas cengkeraman tangannya di rambut Sam Sul. Kemudian, mendorong dengan kuat hingga pria tersebut terjerembab ke depan karena tingkahnya. Seakan tak cukup malu atas apa yang terjadi pria tersebut kembali berusaha menyerang gadis itu.


Namun, kaki Jessi lebih cepat dibandingkan suaranya dia memutar tubuhnya hingga kaki gajah wanita tersebut melayang di udara dan mendarat tepat di pipi pria tengil itu. Sam Sul hanya bisa tergeletak di lantai dengan luka di sudut bibirnya dan kaki Jessi di atas dadanya.


"Ampuni aku! Maaf, maaf!" ucapnya sungguh-sungguh. Sam Sul tidak menyangka jika Jenni sesungguhnya bisa beladiri. Kalau saja gadis tersebut melakukan hal itu sejak dulu, dia pasti tidak akan merundungnya.

__ADS_1


Tidak ada yang menyangka jika gadis pendiam bisa berubah menjadi mengerikan setelah diprovokasi. Apa lagi perubahannya sangat berbeda dengan Jenni terakhir kali.


"Cih, seharusnya kau gunakan kemampuanmu untuk membantu yang lemah bukan malah merundungnya. Menyebalkan!" Gadis itu mengambil sebuah permen lolipop dari saku Sam Sul dan kembali duduk di tepian rooftop. Pikirannya melayang entah ke mana membuat Sam Sul and the gank yang melihat merasa aneh dengan tingkah Jenni kali ini.


Sam Sul sebenarnya bukanlah murid yang benar-benar jahat. Kekurangan kasih sayang akibat orang tuanya yang sibuk mrncari uang membuat pria itu menjadi pembully. "Hei, Pat Kai?" panggil Sam Sul ikut duduk di samping gadis itu.


Tidak menyenangkan rasanya jika gadis yang dirundung tak lagi mengeluarkan tangisnya. Bahkan wanita itu terlihat biasa saja sehingga terasa membosankan bagi Sam Sul.


"Sekali lagi memanggilku Pat Kai akan ku lempar kau dari atas sini dan kucongkel matamu, mau!" Tangan Jessi melayang di udara. Namun, tidak sampai memukul pria di sampingnya.


"Sorry, Jenni. Aku pikir kau hanya bisa diam dan menangis seperti sebelumnya. Ternyata kau cukup mengerikan saat melawan." Sam Sul hanya menyengir melihat raut wajah gadis di sampingnya saat ini.


"Baiklah, apa yang mengganggu pikiranmu?"


"Aku butuh uang. Apa kau tahu tempat perjudian di sekitar sini?"


"Perjudian? Kau ingin berjudi?" Sam Sul seketika membelalakkan mata, di kala kembali dibuat tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Berulang kali pria tersebut menepuk pipi hingga tepung di wajahnya kembali beterbangan. "Apa kau gila, Je?"


"Sialan kau!" Gadis itu mendengus kesal sambil melirik sinis ke arah Sam Sul.


"Ekhem, tapi, kau bertanya pada orang yang tepat. Aku tahu di mana tempat perjudian paling asyik." Sejenak pria tersebut menghentikan kalimatnya untuk memindai tubuh gadis di sampingnya. "Tapi, aku ragu gadis sepertimu mau mendatangi tempat seperti itu."

__ADS_1


"Jangan banyak cing cong! Nanti malam ku tunggu kau di persimpangan sana!" Jessi bergerak turun dari tempatnya dan melangkah pergi tanpa menunggu jawaban Sam Sul.


"Hei! Apa kau baru saja memerintahku!" teriak pria itu ketika melihat punggung gadis tersebut menghilang di balik pintu. "Sialan kenapa aku jadi menurut dengan Pat Kai!"


"Bos, apa yang terjadi?" tanya kedua teman Sam Sul.


"Entahlah! Gadis itu berubah mengerikan! Ayo cabut!" Mereka pun melangkah pergi meninggalkan rooftop.


_______________________


Malam harinya Sam Sul dan Jessi sungguh keluar untuk menuju tempat perjudian. Di sana mereka menggunakan identitas Sam Sul sebagai salah satu putra konglomerat sehingga meskipun masih di bawah umur sangat mudah untuk masuk ke dunia hiburan dengan koneksi dan uangnya.


"Mereka datang bersamaku," ujar Sam Sul pada penjaga yang awalnya hendak menahan Jessi dan dua pria lainnya.


Mereka pun di persilakan untuk masuk. Pemandangan pertama yang Jessi lihat hanyalah lorong panjang, hingga tak lama kemudian barulah terdengar hiruk pikuk keramaian khas tempat hiburan.


Jessi mengamati setiap sudut tempat itu. Tak jauh berbeda dengan kasino milik ibunya, hanya saja di sana lebih mewah dan terbuka karena izin legal pemerintah, sedangkan tempat ini sepertinya illegal.


"Berikan uangmu!" Jessi menengadah tangan ke arah Sam Sul dengan santai.


"Yak! Kau berniat memerasku?"

__ADS_1


__ADS_2