
Je dan Jenni bergerak menuju sebuah tempat malam itu dan bukannya pulang seperti apa yang dikatakan sebelumnya pada kedua pria di rumah sakit. Keduanya melihat sebuah bangunan yang tampak hanya seperti gudang biasa dari luar. Namun, entah mengapa begitu banyak penjaga yang berjaga di sana seolah banyak barang berharga yang bisa dicuri kapan saja jika sampai lengah.
"Kau yakin ini tempatnya?" tanya Je pada Jenni.
"Iya, mereka menyimpan harta karunnya di sana. Baru saja mereka memasukkan banyak barang di dalamnya sebelum aku menemuimu tadi," jawab Jenni yakin. Berkat bayangan yang entah dewa, setan, atau manusia yang memperingatkannya tadi. Kini Jenni hanya fokus mencari tahu informasi dan tidak mencelakai siapa pun. Walaupun sekarang dia tahu jika ada kekuatan dalam dirinya yang bisa dipakai sewaktu-waktu.
"Baiklah. Ayo menjadi tikus!" Tanpa membuang waktu, Je mulai bergerak memasuki gedung tersebut dengan lihai. Terbiasa melarikan diri dari bodyguard maupun keluarga sejak kecil. Tentu saja keahlian menyelinap mengalahkan pencuri kelas kakap. Hanya menerobos pertahanan sebuah gudang. Tentunya menjadi hal kecil baginya. "Pengamanan Jessi Tua lebih sulit," batin Je melihat begitu mudahnya dia masuk.
“Hati-hati. Mereka banyak menyiapkan jebakan di sana,” ujar Jenni memperingatkan.
Je hanya mengangguk kecil, keduanya bergerak melalui bagian atas bangunan karena banyaknya penjaga tempat tersebut. Keduanya selalu berkomunikasi melalui batin, sehingga tidak menyebabkan kebisingan di tempat yang sunyi itu.
“Tempat apa ini?” tanya Je menatap jauh ke bawah. Sekilas tampak hanya seperti gudang tempat penyimpanan barang sebuah perusahaan seperti biasa. Sebuah perusahaan besar, tentu saja memiliki beberapa gudang sebagai tempat menyimpan barang dagangan mereka atau benda-benda lainnya sesuai aturan perusahaan itu sendiri. Namun, siapa yang tahu fungsi aslinya gudang ini seperti apa.
“Mungkin jika diperiksa hanya akan terlihat seperti gudang biasa dan kau hanya akan menemukan kain. Tapi di bagian bawah lantai, mereka memiliki tempat rahasia untuk penyimpanan uang dan emas yang luasnya bahkan lebih besar dari apa yang kita bayangkan. Jumlahnya? Jangan tanya! Lebih dari cukup untuk membayar lunas hutang negara," ujar Jenni memberikan informasi.
Je seketika menatap tidak percaya pada informasi yang diberikan Jenni. Akan tetapi, itulah kenyataannya. Karena Jenni hanya berupa jiwa, tentu saja dia dengan mudah mengikuti Mar Jan maupun Mon Nyong sejak tadi tanpa perlu risau akan ketahuan ataupun terluka oleh mereka. Dia bahkan mengikuti sampai ke dalam-dalam ke mana keduanya melangkahkan kaki.
__ADS_1
“Bahkan setelah mereka mengalami kecelakaan. Pria itu tetap mendatangi tempat ini,” ujar Jenni lagi sambil mengepalkan kedua tangannya.
“Kenapa? Apa ada hal penting lainnya yang tidak bisa ditunda sehingga mereka nekat datang? Biasanya orang kaya akan sangat manja jika lecet sedikit saja. Apalagi pria itu sudah bau tanah," ucap Je mencebik.
“Mereka melakukan transaksi. Menjual barang haram dan ilegal pada pihak lain dalam jumlah besar hari ini. Makanya tidak bisa ditunda, dan hasilnya dimasukkan ke dalam ruangan rahasia itu. Makanya aku tahu.” Jenni yang sekarang bukanlah Jenni yang dulu. Dia harus sungguh-sungguh berguna jika ingin kembali hidup lagi dan membantu ayahnya menyelesaikan masalah rumit yang terjadi. Lagi pula, dia juga ingin Jessica kembali pada kehidupannya. Bukan malah terjebak dalam kehidupan Jenni yang rumit dengan segala permasalahannya beserta keluarganya yang kejam. Mereka harus kembali ke posisi masing-masing dan mendapatkan hak mereka juga.
“Jadi, mereka bukan hanya menggelapkan dana perusahaan. Tapi juga menggunakannya untuk mendapatkan keuntungan lebih dengan membeli narkoba? Lalu sebagian kotak itu berisikan narkoba?" tanya Je memastikan dan Jenni hanya mengangguk. "Licik sekali cara kerjanya. Pantas ayahmu sangat kesulitan menghadapi mereka sendirian,” ujar Je sambil menyeringai.
“Apa menurutmu ayahku tahu tentang semua ini?” tanya Jenni penasaran. Selama ini yang dia tahu perusahaan ayahnya cukup berkembang di bidang tekstil. Jadi tidak mungkin berurusan dengan narkoba. Apalagi pria itu sendiri menerapkan hidup sehat dan selalu bekerja keras dalam membangun perusahaan. Tidak mungkin berniat. menodainya dengan hal seperti ini.
“Belum. Dia baru menemukan ada tikus kantor yang cukup besar di perusahaannya. Bahkan hanya karena itu dia sudah celaka. Aku yakin dia belum paham jika ternyata masalahnya lebih besar dari yang dibayangkan karena kalau sampai ayahmu tahu hal ini. Bisa dipastikan nyawanya sudah menjadi bulan-bulanan mereka secara brutal,” jelas Je.
“Jadi, apa karena itu mereka mencelakai ayah?” tanya Jenni lagi.
Je menggeleng kecil. “Mereka takut ayahmu menemukan sesuatu yang lebih besar nantinya. Apa kau tahu pepatah lama mengatakan banyak tahu bisa memperpendek umurmu?”
Berdasarkan pemikiran Jessica, mereka pasti menggelapkan dana dan digunakan untuk modal usaha ilegal mereka. Pastinya tidak mungkin hanya berhenti di sana dan masih ada kegiatan lainnya yang mereka lakukan sehingga uang tersebut menjadi legal dan tampak tidak meninggalkan kesan korupsi. Bisa jadi mereka menggunakannya untuk membeli saham sebuah perusahaan lain atau juga properti lainnya.
__ADS_1
Hanya saja jika berupa properti seperti itu tentu saja Su Man To bisa lebih cepat mengetahuinya. Jadi pasti ada hal lain lagi masih harus mereka cari. Juga seorang sekutu lainnya yang pastinya bisa menipu sang ayah dengan cara yang lebih lihai dari kedua orang itu. Sehingga mereka bisa tahu informasi yang ada pada Su Man To.
“Mereka sangat licik. Apa au menemukan petunjuk yang lain?” tanya Je sambil mengepalkan kedua tangannya setelah memikirkan semua itu.
“Ah iya. Di sana juga ada uang koin perjudian," tunjuk Jenni pada posisi ruang rahasia.
“Apa?” Je menatap tajam ke arah Jenni seolah tidak percaya. Jika benar begitu menurut dia, para pelaku sebenarnya hanya melakukan perjudian palsu.
Mereka membawa uang hasil kejahatan ke sebuah kasino di luar negeri. Kemudian, menukarkan uang tunai itu dengan koin yang menjadi mata uang kasino tersebut di gudang ini, sama halnya dengan ketika melakukan transaksi narkoba. Setelah itu, kembali menukarkan koin tersebut menjadi uang tunai dalam bentuk rekening atau pun tunai.
Seolah sudah menang besar, si pelaku mendapatkan lembar bukti dari kasino. Lembar bukti itu menyatakan bahwa uang yang dipegang oleh pelaku itu benar dari hasil judi. Lembar bukti itu yang kemudian ditunjukkan ke pihak Bea Cukai di negaranya kembali. Alhasil, si pelaku bisa menenteng uangnya masuk ke tanah air tanpa perlu takut jika sebelumnya itu adalah penggelapan dana.
"Cari tahu di mana keduanya memainkan peran berjudi. Apa dalam atau luar negeri!" suruh Je dengan sorot tajam dan geram.
"Baiklah."
Mereka sungguh terlalu licik untuk dihadapi. Bahkan Je mengakui mereka lumayan cerdas dalam membersihkan uangnya. Terlalu mudah dilacak oleh pihak kepolisian jika sampai mereka langsung membaginya melalui rekening. Sungguh permainan yang menarik bagi Jessica Light setelah sekian lama tidak berbuat ulah.
__ADS_1
"Lihat saja bagaimana caraku menghadapi kalian!" ujar Je dengan seringai iblis di wajahnya karena merasa mendapatkan mainan baru. "Ah, andai saja ada saudara-saudaraku lainnya yang bisa langsung menyiksa mereka. Pasti akan lebih menyenangkan," batin Je lalu turun dan pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa di ketahui menjelang pagi.
To Be Continue..