
Perkelahian di jalan pun tak lagi terelakkan. Jessica menghajar dua orang pria dengan begitu mudahnya. Seorang pria dia lemparkan hingga menabrak bagian depan sebuah mobil yang terparkir. Namun, satu pria lainnya malah mengeluarkan senjata tajam dan menyerang Jessi dari belakang.
Beruntung sebuah tangan kekar berhasil menghentikan orang itu sebelum melukai Je. “Siapa kau? Jangan ikut campur urusan kami!” teriak salah satu pria.
“Hanya pengecut yang berani menyerang dari belakang. Padahal lawanmu hanyalah seorang wanita,” ejek pria itu.
Je menoleh mendengar obrolan kedua pria di belakang dan langsung melayangkan sebuah pukulan telak pada pria di depannya hingga pingsan. “Mampus kau.”
Namun, belum sempat Je mengambil alih pembalasan pada satu pria lainnya. Sang lelaki yang tak dia kenal sudah terlebih dulu menghajarnya cukup parah.
Pria tersebut lantas berbalik,menyingkirkan sang anak buah yang menghalangi mobilnya. Lain kali hati-hati,” ucapnya datar tanpa menoleh pada wanita di sampingnya.
Untuk sesaat Je tercengang, pria yang membantunya mampu membuatnya terpesona untuk pertama kali. Sebuah perasaan familiar yang seolah menjawab pencariannya selama ini.
__ADS_1
Sementara itu, Liam yang hendak membuka pintu mobilnya seketika di hentikan oleh tangan je. “Tunggu! Bagian depan mobilmu rusak karena ulahku. Bagaimana kalau kau memberikan nomor teleponmu dan aku akan mengganti biaya kerusakannya,” kata je beralasan sambil menyodorkan ponsel.
Liam hanya menatap sekilas bagian depan mobilnya dan menjawab datar. “tidak perlu!” Dia lantas menyingkirkan tubuh Je yang menghalangi jalannya dan seketika melaju meninggalkan lokasi tempat di mana awalnya dia hanya berhenti untuk membeli air minum.
Sebuah senyum tak biasa melengkung di wajah Jessica. Dia mengambil gambar tersebut dari belakang dan mengirimkannya pada anak buah keluarganya, serta meminta mereka mencari informasi secara detail tentang pemilik mobil yang baru saja berhasil membuatnya terpesona it. “Aku pasti akan mendapatkanmu.”
Setelah puas melihat kepergian sang pria, Je berbalik dan mendekati wanita yang suka menindas orang lain secara berlebihan itu. “Wanita itu sekarang milikku. Jika kau ingin membalas dendam, kau bisa datang ke kediaman Light. Aku akan menyambutmu dengan senang hati.”
Tak ingin berlama-lama di tempat tersebut, Je menyerahkan sebuah helm lainnya pada wanita di hadapannya. “Sekarang kau milikku. Ayo ikut aku!”
entah akan dibawa ke mana nantinya, tetapi dia lebih memilih mengikuti perintah wanita yang baru saja membantunya itu. Keduanya pun meninggalkan lokasi menuju kediaman Light.
Setelah menempuh perjalanan waktu yang cukup lama, mereka tiba di sebuah kediaman mewah. Je memerintahkan pelayan agar merawat wanita yang tengah terluka tersebut dan membantunya seperti keluarga sendiri, sedangkan dia segera ke ruang bawah tanah tempat di mana tim IT sang ibu bekerja.
__ADS_1
“Bagaimana? Apa kalian mendapatkan informasinya?” tanya Jessica langsung tanpa basa-basi.
“Sudah, Nona.”
Je mendekat ke arah komputer, dan membaca sendiri setiap informasi yang mereka dapatkan. “Williams Scorpion, seorang pria berkebangsaan China yang memiliki beberapa kasino mewah di berbagai negara. Menarik, cocok dijadikan menantu Ibuku.”
“Nona, maksud Anda?” Beberapa anak buah yang mendengarnya tentu saja tercengang akan apa yang baru saja mereka dengar. Seorang Jessica Light, akhirnya tertarik pada pria yang bahkan identitasnya saja tidak tahu pada awalnya.
“Dia milikku. Aku akan membawanya pulang. Mommy pasti akan sangat gembira mengetahui calon menantunya.” Dengan senyum merekah Jessica melangkah meninggalkan ruangan, sedangkan para anak buah malah bergidik ngeri mendengar kalimatnya.
“Semoga pria itu kuat mental setelah menjadi sasaran calon suami Nona Je," gumam seorang anak buah yang disetujui teman-temannya.
To Be Continue...
__ADS_1