
“Ada yang masih ingat manfaat dari mempelajari sejarah dan kenapa kita harus belajar dari sejarah? Coba tolong bantu teman kita, Nisa, untuk mendapatkan alasan menyukai pelajaran Sejarah,” tanya Tema pada seluruh siswa.
“Saya, Pak.” seorang siswi cantik mengangkat tangan, tanda ingin menjawab pertanyaan dari Tema.
“Silahkan, Erin.” Tema mempersilahkan siswi itu untuk menjawab.
“Manfaatnya banyak, Pak. Salah satunya bisa menaikkan mood booster kita karena bisa ketemu dan melihat wajah Pak Tema yang ganteng,” jawab Erin genit.
“Huuuuuu…” kompak terdengar suara para siswa.
“Kyaaaaa...” kompak terdengar teriakan para siswi.
Tema tersenyum mendengar jawaban Erin.
“Waaah… apa wajah saya bisa bermanfaat, Erin?” tanya Tema.
“Kyaaaa…. bener banget, Pak. Karena wajah Pak Tema yang ganteng membuat kita jadi senang sama pelajaran sejarah. Bener kan?” tanya Erin pada semua siswa.
“Benaaaar….” kompak semua siswi menjawab.
“Terima kasih Erin atas jawabannya.” Tema tidak menyalahkan Erin atas jawabannya yang nyeleneh.
“Cih….tebar pesona nih guru,” gumam Kiran pelan.
__ADS_1
“Ada lagi jawaban yang lain?” tanya Tema.
“Saya, Pak.” Baim mengangkat tangan.
Tema kembali ke barisan bangku belakang mendekati Baim yang hendak menjawab.
“Silahkan, Baim.”
“Kalau kata Bung Karno sih Jasmerah,” jawab Baim.
“Apa artinya itu Jasmerah?” tanya Tema lagi.
“Jangan sekali-kali meninggalkan Sejarah,” jawab Baim percaya diri.
Baim tersenyum puas mendapatkan jawaban dari guru favoritnya.
“Pertanyaan selanjutnya adalah, kenapa kita tidak boleh meninggalkan sejarah? Mungkin Nisa bisa menjawabnya.” Tema kembali menatap Kiran.
“Eh…eh…kenapa ya, Pak? Tunggu, Pak…. Saya pikirkan dulu jawabannya.” Kiran mengingat-ngingat perkataan ayahnya ketika berdiskusi bersama keluarga di sela-sela makan malam. Kiran ingat kalau ayahnya pernah membicarakan Jasmerah ini.
“Saya saja yang jawab, Pak!” seru seorang siswa dari bangku barisan depan.
“Tunggu Nisa memberikan jawabannya,” ucap Tema tegas.
__ADS_1
Kiran memejamkan mata, mencoba mengingat hal yang dikatakan oleh ayahnya mengenai Jasmerah ini.
Tema menunggu jawaban dari Kiran dengan sabar.
“Jadi kalau saya tidak salah dengar dari penjelasan ayah saya. Kita tidak boleh meninggalkan sejarah karena dari sejarah kita bisa belajar banyak. Sejarah memiliki nilai-nilai pelajaran yang dapat digunakan oleh manusia pada zaman sekarang untuk gerak kehidupan yang jauh lebih baik.” Kiran membuka matanya dan bisa bernafas lega setelah menjawab pertanyaan dari Tema.
“Jawaban yang bagus sekali,” puji Tema.
“Memang jawaban yang bagus, tapi tetap saja aku tidak suka pelajaran Sejarah,” ikrar Kiran dalam hati.
“Saya juga mau menjawab, Pak.” Seorang siswa di barisan depan mengangkat tangan.
“Masih ada saja siswa yang pintar dan ingin diakui kepintarannya.” Kiran mengingat beberapa teman SMA-nya dulu yang berkarakter sama seperti siswa di depan yang semangat ingin menjawab setiap pertanyaan dari guru.
“Silahkan, Roni.” Tema mempersilahkan siswa rajin tersebut untuk menjawab.
“Manfaat mempelajari sejarah itu sebagai panduan moral kita dalam kehidupan sekarang. Dengan mengenal sejarah perjalanan suatu bangsa akan memperkokoh identitas suatu bangsa dan juga sebagai latihan bagi kita untuk berpikir secara holistik dan multi perspektif.”
“Wow, jawaban yang luar biasa sekali, Roni,” puji Tema.
“Dasar bocah sialan. Kalau itu sih aku juga tahu. Aku mempelajari tentang identitas bangsa, berpikir holistik dan multipersfektif itu bertahun-tahun. Hal begituan sudah aku kuasai. Dan lagi si Tema itu emang dasarnya lebay kalau memuji jawaban dari murid-murid. Pakai kata luar biasa, hebat, terus saja memuji secara berlebihan. Dasar guru tebar pesona,” cibir Kiran dalam hatinya.
********
__ADS_1
to be continued...