
Kiran teringat tteokpokki pedas dan odeng yang tadi diberikan Rama saat mereka memberikan laporan ke markas. Ia beringsut membuka wadah isi tteokpokki yang berwarna merah menyala menandakan pedasnya makanan tersebut. Memang tadi siang, Kiran mengirimkan pesan pada Rama dan Adit untuk membuatkan tteokpokki super pedas dan juga odeng.
Kiran bermaksud untuk memanaskan tteokpokki dan odeng yang sudah dingin di microwave yang ada di dapur umum. Ia turun menuju dapur sambil membawa dua wadah. Setelah memanaskannya dalam microwave, Kiran bersiap untuk menyantap snack kesukaannya ketika melihat Tema melintas melewati dapur.
Setelah suapan ketiga, peluh Kiran bercucuran akibat kepedasan. Bibirnya memerah, air matanya keluar beserta ingus yang mengucur dari hidung.
“Gila, si Rama bikin tteokpokki pedes banget.” Kiran merutuki Rama tapi terus menyuapkan makanan hasil karya rekannya itu.
Ketika Kiran sedang menyusut ingus yang keluar dengan kaus yang dipakainya, tiba-tiba saja Tema sudah berdiri di pintu dapur dan menyaksikan adegan memalukan saat Kiran menyusut ingus.
Kiran mendongakkan kepala ketika menyadari ada orang yang memperhatikannya di depan pintu dapur.
“Sial!” umpat Kiran pelan.
“Kamu sedang makan apa sampai kepedasan seperti itu?” tanya Tema ramah.
Tema kemudian duduk tepat di hadapan Kiran.
Kiran tidak memedulikan kehadiran Tema dan terus menyantap makanan super pedas itu.
__ADS_1
“Tidak baik buat kesehatan kalau kamu makan makanan yang terlalu pedas.” Tema memperingatkan.
Karena memakan makanan yang super pedas, selain air yang keluar dari kulit, mata dan idungnya, bibir Kiran pun jadi memerah. Hal itu tidak luput dari perhatian Tema.
Kemudian Tema menyerahkan satu kotak berisi salad buah. Tadi ketika melewati dapur, ujung matanya menangkap pemandangan Kiran yang sedang asyik menyantap makanan.
Setelah Tema tiba di kamarnya dan meletakkan tas ranselnya, Tema kembali ke dapur sambil membawa dua kotak berisi salad buah. Rencananya ia akan menyantap salad buah itu bersama dengan Kiran di dapur.
Tadi siang, ada seorang siswi yang memberikan sekotak salad itu padanya. Kemudian rekan kerjanya juga memberikan sekotad salah buah. Jadi, Tema mendapatkan dua kotak berisi salad buah. Itulah sebabnya, saat melihat Kiran, ia berpikiran untuk memberikan salah satu kotak salad buah kepada siswi barunya itu.
“Ini buat kamu.” Tema menyodorkan satu kotak salad buah.
“Apa itu?” tanya Kiran.
“Salad buah buat kamu,” jawab Tema.
“Ada angin apa, Bapak ngasih makanan buat saya?” tanya Kiran ketus.
“Sebagai permintaan maaf karena tadi siang sudah mengganggu kamu,” ucap Tema santai.
__ADS_1
“Bapak itu mengganggu dari sejak pagi. Gak sadar ya?” tanya Kiran tidak sopan.
“Memangnya tadi pagi, saya ngapain kamu?” tanya Tema heran.
“Iiiih, ngapain tadi pagi marah-marah gak jelas sama saya dan Baim?” protes Kiran.
“Oh, tadi pagi kan saya hanya menasehati kalian berdua,” jelas Tema santai.
“Cih!” umpat Kiran pelan.
“Kamu sadar tidak dengan siapa kamu berbicara sekarang?” tanya Tema serius.
“Memangnya kenapa?” tanya Kiran masih ketus.
“Seharusnya kamu menjaga adab kesopanan kamu ketika berbicara dengan orang yang lebih tua dari kamu. Apalagi saat kamu sedang berbicara dengan guru. Saya tidak gila hormat, tapi saya harus mengingatkan kamu akan adab berbicara. Mungkin saya tidak akan merasa tersinggung dengan sikap kamu yang seperti ini, tapi jika kamu menghadapi orang lain, bisa saja orang tersebut tersinggung dengan sikapmu yang kurang sopan,” beber Tema panjang lebar.
*******
to be continued...
__ADS_1