
“Semua sudah siap?”
“Siap, Capt.” serentak para bintara muda itu menyatakan kesiapan mereka dalam menjalankan tugas baru mereka.
“Kembali ke tempat dan selamat menjalankan misi dan tugas kalian!” perintah Arnold.
“Siap, Capt!” Bintara muda berjumlah enam orang itu pun segera membubarkan diri menuju tempat masing-masing.
“Kamu hebat Na,” puji Freddy.
“Hebat apanya?” tanya Kiran heran.
“Bisa dapat tugas jadi anak SMA,” jawab Freddy bermaksud menggodanya.
“Apanya yang hebat jadi anak SMA? Coba kamu bayangkan, aku yang udah berumur 28 tahun jadi anak SMA. Baru kali ini dapat tugas yang absurd kaya gini.” Kiran masih enggan menerima keputusan para atasannya.
__ADS_1
“Itu tandanya kamu itu awet muda, Na. Masih dianggap punya wajah kaya anak SMA,” goda Freddy lagi.
“Sialan, awet muda apaan?” gerutu Kiran.
“Hati-hati, Na. Nanti banyak guru muda yang naksir sama kamu, murid cantik pindahan dari sekolah antah berantah. Ha-ha-ha!” godaan Freddy semakin menjadi. Ia tertawa terbahak-bahak sambil berlalu meninggalkan meja Kiran.
“Dasar menyebalkan!” rutuk Kiran.
“Eh, Dam. Kamu tugas jadi tukang bersih-bersih kan? Asyik tuh bisa nongkrongin anak-anak SMA yang cantik-cantik dan imut-imut kaya marmut. Awas loh jangan kegenitan.” Kiran menggoda Adam yang memiliki wajah ganteng tapi pemalu.
Kiran melihat wajah Adam langsung memerah saat mengobrol tentang perempuan. Kiran suka melihat ekspresi yang ditampilkan Adam saat tersipu malu.
Kiran terkekeh mendengar jawaban dari Adam. Dia berharap Adam bisa merubah sifatnya yang pemalu itu. Kalau saja Adam tidak pemalu, mungkin dia akan menjadi playboy nomor wahid seantero kantor. Wajahnya tidak kalah dengan para artis pria yang senang bersolek. Walaupun Adam tidak pernah menggunakan skincare seperti para artis dan model, tetapi wajahnya yang putih bersih dengan hidung mancung dan badan proposional pasti akan menjadi pusat perhatian bukan hanya remaja putri, tetapi emak-emak sekaligus nenek-nenek modis zaman now.
“Harus aku cariin jodoh tuh si Adam,” batin Kiran. Walaupun Kiran mengagumi wajah Adam yang mirip oppa-oppa di drama korea kesukaannya, ia tidak tertarik menjadikan Adam sebagai prianya. Kiran lebih memilih pria dengan wajah sangat pribumi untuk dijadikan pendamping hidupnya. Eh, kenapa juga Kiran jadi memikirkan jodoh yang selama ini jauh dari pemikirannya. Apakah karena kata-kata Freddy yang menyebutkan bahwa akan banyak guru muda yang naksir dirinya?
__ADS_1
“Dam, kamu udah punya pacar belum, sih?” tanya Kiran. Ia bertanya bukan sekadar basa-basi, tetapi memang benar-benar penasaran. Kalau Adam belum punya kekasih hati, mungkin ia akan mencoba untuk menjodohkannya dengan salah satu sepupu perempuannya. Ia memiliki banyak sepupu perempuan. Beberapa dari mereka belum menikah.
Wajah Adam memerah mendapatkan pertanyaan yang tiba-tiba dari Kiran.
“Kamu suka sama perempuan, kan?” tanya Kiran mengernyit. Ia takut mendengar jawaban Adam.
“Saya masih suka sama perempuan, Kiran. Kamu pikir saya jeruk yang makan jeruk?” Wajah Adam semakin memerah.
“Aku kan cuma tanya, Dam. Syukur deh kalau kamu masih normal. Aku ngeri kalau jawaban kamu lain.”
“Dosa, Kiran. Jeruk makan jeruk itu dosa besar, tetapi kalau manusia yang makan jeruk itu menyehatkan.”
Kiran tertawa mendengar jawaban Adam. Ia tidak mengira kalau Adam bisa becanda juga. “Hati-hati saja, Dam. Wajah kamu itu idaman semua jenis manusia, dari mulai gadis remaja, wanita dewasa, emak-emak, sampai nenek-nenek gaul. Jangan lupakan juga kaum jeruk makan jeruk. Mereka suka tipe cowok seperti kamu,” jelas Kiran.
“Kalau kamu jenis yang mana, Kiran? Apakah kamu termasuk ke dalam jenis manusia yang menyukai saya?” tanya Adam dalam hati.
__ADS_1
**********
to be continued...