Rahasia Sang Detektif

Rahasia Sang Detektif
13. Gosip


__ADS_3

“Kamu memang bukan perempuan biasa, tapi kamu perempuan yang luar biasa.” Baim menatap wajah Kiran saat mengatakannya.


Kiran mengangguk-angguk mendengar pujian dari Baim.


“Kamu perempuan yang percaya diri juga.”


“Hah?” Kiran menatap wajah Baim dengan mulut penuh mie.


“Gak jaim juga.” Baim tersenyum melihat pipi gadis yang disukainya itu menggembung karena mulutnya penuh mie.


“Kamu lucu.” Baim terus memuji.


“Mhakan mhie kamu.” Kiran berkata dengan mulut penuh.


Baim terbahak mendengar suara Kiran yang menyuruhnya makan dengan mulut penuh.


“Aku suka sama kamu,” ikrar Baim dalam hatinya. Ia masih belum berani mengungkapkan perasaannya secara langsung.


Baim pun mulai memakan mie ayamnya dengan hati riang karena bisa makan bersama dengan gadis yang disukainya.


“Setelah istirahat pelajaran apa?” tanya Kiran.


“Bahasa Indonesia.” jawab Baim.


“Gurunya asyik gak?” tanya Kiran.


“Bu Amartya, nama gurunya. Orangnya sih asyik, tapi gak suka sama siswa atau siswi yang genit. Orangnya cantik, banyak anak-anak cowok yang naksir sama Bu Amartya. Katanya sih belum menikah dan belum punya pacar. Menurut gosip yang beredar, Bu Amartya lagi nunggu balesan cinta dari Pak Tema,” jelas Baim.


“Hah? kamu suka ngegosip juga?” tanya Kiran kaget.


“Bukan begitu. Tapi aku tuh sering denger anak-anak aja yang lagi ngegosip,” elak Baim membela diri.


“Memangnya Pak Tema belum ngebales cintanya Bu Amartya? Kalau kamu bilang Bu Amartya itu cantik, kenapa gak dibales sama Pak Tema?” tanya Kiran penasaran dengan kabar yang kurang penting dan tidak berkaitan dengan tugas dan misinya.

__ADS_1


“Gosipnya juga sih Pak Tema itu gak suka sama cewek alias suka sama cowok,” bisik Baim.


“Haaa?” seru Kiran hampir berteriak, membuat orang-orangyang sedang makan di meja panjang itu melihat ke arah Kiran..


“Sttttt…jangan teriak-teriak!” Baim membekap mulut Kiran.


Kiran menepis tangan baim yang ada di bibirnya.


“Beneran?” tanya Kiran sambil berbisik.


“Gosip sih,” jawab Baim.


“Tapi kan biasanya gosip itu suka bener,” ujar Kiran bergidik membayangkan Tema yang ganteng tapi sukanya sama cowok.


Duuh jangan sampai deh si Freddy jadi korbannya si Tema. Freddy kan mukanya kinclong gitu, plus body yang aduhai dengan perut six pack. Tidak heran kalau Freddy sering mendapatkan tugas di club-club malam. Kiran mengkhawatirkan nasib rekan satu timnya.


Bunyi bel masuk mengagetkan mereka berdua.


“Iya,” Baim menjawab dengan mulut penuh.


“Aku tinggal nih kalau kamu makannya lambat,” ancam Kiran.


Baim cepat-cepat mengunyah dan menelan mie ayamnya. Untung saja Baim dengan cepat menghabiskan mie ayamnya sehingga mereka tidak terlambat ke kelas.


“Ini istirahatnya gak ada waktu untuk salat apa?” tanya Kiran ketika sudah sampai di kelas.


“Nanti juga ada break untuk salat,” jawab Baim.


“Oh…” Kiran menganggukan kepala.


Baim benar, Bu Amartya adalah wanita yang cantik dengan rambut hitam dan tebal, panjangnya sebahu. Mukanya kinclong karena rajin perawatan menggunakan skin care. Ada bingkai kacamata yang menghiasi wajahnya yang berbentuk oval. Hidungnya juga mancung dengan dagu lancip membentuk v line. Wajahnya mirip aktris korea yang cantik karena operasi plastik.


Perempuan yang cantik. Mirip Song Hye Kyo, tapi sepertinya wajah Bu Amartya ini murni tanpa campur tangan pisau bedah, pikir Kiran.

__ADS_1


“Cantik, kan?” tiba-tiba Baim sudah ada di sampingnya.


“Hu uh, mirip artis korea.”


“Mirip Song Hye Kyo, kan?” tebak Baim.


“Hu uh, Kok kamu tau Song Hye Kyo sih?” tanya Kiran heran karena ada laki-laki yang mengetahui aktris asal korea selatan itu.


“Ya tau dong. Dikira cewek aja yang suka cowok-cowok cantik asal korea? Kita juga suka kok sama cewek-ceweknya yang cantik dan seksi,” jawab Baim.


“Tapi sayangnya cintanya bertepuk sebelah tangan,” sesal Kiran merasa kasihan pada Amartya yang cintanya ditolak Tema.


“Biarin deh, jadi kan Bu Amartya statusnya tetep free. Kalau udah ada pawangnya kan kita susah ngecengin lagi Bu Amartya,” kekeh Baim.


“Kamu suka ya sama Bu Amartya?” tanya Kiran iseng.


“Suka,” jawab Baim tanpa berpikir lama. “tapi aku lebih suka sama kamu,” sambung Baim dalam hatinya.


Satu jam pelajaran Bahasa Indonesia, diselingi oleh istirahat untuk memberikan waktu kepada para siswa yang akan menunaikan ibadah salat zuhur. Setelah 30 menit waktu untuk ibadah, pelajaran Bahasa Indonesia dilanjutkan hingga pukul setengah tiga.


“Habis pulang sekolah kita jalan yuk!” ajak Baim.


“Gak ah. Aku mau pulang cepat. Gak enak juga kalau aku pulang telat di hari pertama sekolah,” tolak Kiran.


“Ya udah kita jalan barengnya hari Jumat aja. Bisa, kan? Kamu kan masih punya utang kalah taruhan sama aku.” Baim menagih janji pada Kiran.


“Iya, iya. Jumat nanti kita jalan bareng,” janji Kiran.


Baim bersorak dalam hati. Akhirnya ia bisa juga ngedate dengan gadis yang disukainya.


*******


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2