Rahasia Sang Detektif

Rahasia Sang Detektif
20. Salad Buah


__ADS_3

Kiran hendak membantah, tapi kemudian ia teringat dengan misi dan perannya. Peran ia sekarang adalah seorang anak SMA, jadi ia harus bersikap layaknya seorang murid SMA. Ia menyadari sikapnya sebagai murid memang sangat tidak sopan karena berani berkata ketus kepada gurunya sendiri. Sepertinya ia harus mulai menata kembali emosinya yang acak-acakkan.


Inilah kelemahan Kiran selama ini. Ia terlalu gampang tersulut emosi sehingga beberapa kali sikap emosinya merugikan diri dan rekan-rekannya dalam melaksanakan misi.


Kiran menghirup oksigen dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


“Maafkan saya, Pak.” Hal yang sangat jarang Kiran lakukan walaupun ia dalam posisi bersalah.


“Sudah saya maafkan,” ucap Tema santai, semakin membuat Kiran emosi.


Kiran kesal karena ucapan Tema terdengar seperti menyindirnya. Kiran menahan emosi dengan mengeratkan pegangan tangannya pada sendok. Andaikata sendok itu terbuat dari plastik, mungkin sendok tersebut sudah patah menjadi beberapa bagian. Untung saja sendoknya terbuat dari stainless.


Kiran selesai menghabiskan tteopokki dan odengnya. Bibirnya terlihat memerah karena pedas dari tteopokkinya.


Tema memperhatikan bibir Kiran yang kemerahan. Kemudian ia langsung menundukkan pandangannya ketika tiba-tiba ada desiran aneh merasuk dan menyerang dada kirinya.


“Makan salad buahnya untuk menetralisir makanan pedas yang tadi kamu santap!” perintah Tema.


Dengan patuh Kiran menyantap salah buah yang diberikan Tema.


Kiran mulai menyuapkan salad buah, lalu lidahnya merasakan kesegaran salad buah yang masuk ke dalam mulutnya. Tema benar ketika mengatakan salah buah akan menetralisir rasa pedas dalam mulutnya. Perlahan tapi pasti rasa pedas yang menyiksa lidahnya berangsur menghilang.


“Pak Tema benar. Sekarang rasa pedasnya menghilang,” ujar Kiran dengan mulut penuh buah.


Tema tersenyum melihat pipi Kiran yang menggembung karena penuh buah-buahan.

__ADS_1


Kiran memandang wajah Tema yang sedang tersenyum. Senyum Tema terlihat sangat manis dalam penglihatan Kiran.


Kiran langsung menundukkan kepala dan berkonsentrasi pada salah buah di hadapannya.


“Enak salah buahnya?” tanya Tema saat melihat Kiran terus menyuapkan salad buah ke dalam mulut tanpa henti. Tema tidak menyadari kalau sikap Kiran itu untuk menutupi rasa gugupnya.


Kiran menjawab dengan anggukan kepala.


Syukur kalau kamu suka,” ucap Tema. Suara Tema, terdengar seksi di telinga Kiran.


“Sial… double sial!” umpat Kiran dalam hatinya.


“Kalau kamu suka salah buah, nanti saya bawakan lagi buat kamu.”


“Eeeh, gak usah Pak. Jangan merepotkan,” tolak Kiran.


Kiran curiga kalau salad buah yang diberikan Tema tadi adalah pemberian dari para fans guru sejarah tampan itu.


“Salad buah yang Pak Tema kasih ke saya itu pemberian dari siapa?” tanya Kiran santai.


Tema terkekeh mendengar pertanyaan Kiran.


“Benar dugaan saya.” Ucapan Kiran membuat kekehan Tema semakin panjang.


“Harusnya Pak Tema jangan memberikan hal yang diberikan fansnya Pak Tema sama orang lain.”

__ADS_1


“Mubazir kalau tidak saya bagikan.”


“Kalau makanannya pakai pelet kan bahayanya ke saya.”


Tema tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan nyeleneh Kiran.


“Kenapa tertawa?” tanya Kiran sebal.


“Kamu lucu. Ada-ada saja.” Tema menggeleng-gelengkan kepala mendengar pernyataan Kiran.


“Apanya yang lucu?”


“Itu ucapan kamu tentang pelet. Mana ada hal itu.” Tema kembali tergelak membuat Kiran makin kesal.


“Ya bisa saja kan kalau orang udah gelap mata. Bisa saja fansnya Pak Tema itu pakai dukun gitu, terus makanannya pakai mantra-mantra begitu.” Ucapan Kiran semakin nyeleneh.


Tema meneruskan tawanya mendengar penjelasan Kiran yang tidak masuk akal.


“Kalaupun makanan itu pakai mantra-mantra. Mantra-mantranya cuma berlaku pada saya, tidak berlaku buat kamu. Jadi kalaupun kamu yang makan tidak akan berakibat buruk buat kamu.”


“Iya juga ya.” Kiran mengangguk-anggukkan kepala.


“Kamu memang lucu.” Ucapan Tema membuat jantung Kiran berdebar aneh.


********

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2